Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citifolia L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN DARI MINYAK KELAPA MURNI (Virgin coconut oil) Ilhami, Gita Ayu; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Muarif, Agam; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19216

Abstract

Sabun adalah kebutuhan sekunder yang banyak digunakan setiap untuk membersihkan kotoran. Sabun transparan dibuat oleh reaksi saponifikasi antara trigliserida dari asam lemak minyak dan basa alkali (Natrium Hidroksida). Penelitian ini menggunakan metode saponifikasi dengan proses panas, di mana pemanasan dilakukan. Penelitian ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, yang belum pernah dilakukan adalah berbeda karena menggunakan konsentrasi NaOH 25% dengan variasi 15 ml, 20 ml, 25 ml, dan 30 ml untuk membandingkan hasil sabun transparan yang terbaik. Penelitian ini juga mengeksplorasi ekstra buah mengkudu (Morinda citifolia L.) Digunakan sebagai bahan baku untuk membuat sabun  minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil) yang transfaran dengan variasi larutan NaOH yang sama. Hasil penelitian menunjukkan kadar air antara 13,44% hingga 16,62%, pH antara 9,32% hingga 10,05%, asam lemak bebas antara 1,23% hingga 3,35%, alkali bebas antara 2,1% hingga 2,0%, dan uji antibakteri antara 14,0% hingga 7%. Peningkatan variasi NaOH yang digunakan berdampak pada peningkatan pH, kadar air, dan asam lemak bebas, serta penurunan kadar anti bakteri dan alkali bebas.
PEMBUATAN BRIKET DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI JENIS PEREKAT ORGANIK (BONGGOL PISANG, UBI KAYU DAN BIJI NANGKA) Bahri, Syamsul; Muhammad, Muhammad; Furqan, Muhammad Alif; Mulyawan, Rizka; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.19656

Abstract

Sumber energi terbarukan yang berasal dari bahan organik antara lain biomassa atau tanaman yang berserat tinggi dan berpotensi diubah menjadi sumber bahan bakar alternatif. Briket merupakan salah satu jenis sumber energi alternatif. Penelitian ini menghasilkan briket yang dibuat dari bahan tempurung kelapa yang telah dibersihkan dan dikeringkan. Sebelum dibuat briket, bahan tempurung kelapa tersebut dikarbonisasi. Arang dibuat dengan cara karbonisasi pada suhu 500 °C, kemudian arang tersebut diayak dengan ukuran 80 mesh sehingga diperoleh serbuk arang tempurung kelapa yang diinginkan. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang membedakan dengan yang sebelumnya adalah jenis perekat dengan bonggol pisang, ubi kayu, dan biji nangka dalam penelitian briket. Serbuk tersebut kemudian dicampur dengan perekat organik, khususnya bonggol pisang, singkong, dan biji nangka, dengan kadar perekat 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat total arang tempurung kelapa untuk membantu mengikat partikel serbuk arang. Briket arang yang dihasilkan dikeringkan dan dilakukan berbagai uji mutu, meliputi penilaian kadar air, kadar abu, kadar zat volatil, karbon tetap, laju pembakaran, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor optimal biobriket adalah 6324,657 Kal/gr dengan perekat batang pisang 10%, dan briket menunjukkan kadar air rendah sebesar 3,98% pada konsentrasi perekat batang pisang 5%. Kadar abu terendah, 3,04%, tercatat menggunakan perekat biji nangka 20%.
PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL Nurdiah, Ika; Mulyawan, Rizka; Dewi, Rozanna; ., Zulnazri; Ginting, Zainuddin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.20569

Abstract

Proses pengolahan kulit pisang kepok menjadi bioetanol diteliti dalam penelitian ini. Kulit pisang kepok memiliki kandungan unsur organik yang tinggi, seperti selulosa (60-65%), hemiselulosa (6-8%), dan lignin (5-10%). Oleh karena itu, kemungkinan pengolahannya menjadi bioetanol sangat tinggi. Setelah menghasilkan glukosa menerapkan teknik hidrolisis, penelitian ini memfermentasinya selama empat, enam, delapan, dan sepuluh hari. Kemudian menghasilkan bioetanol dengan variasi volume 100 ml, 200 ml, 300 ml, dan 400 ml. Secara berurutan disebut juga 26,92%, 27,477%, 28,03%, dan 27,56% selama 4 hari dan 100 ml starter. Variasi waktu fermentasi untuk konsentrasi bioetanol masing-masing disebut juga 28,12%, 28,40%, 29,24%, dan 28,77% selama 6 hari dan 200 cc starter. Perbedaan antara periode fermentasi 8 hari dan starter untuk kandungan bioetanol Proses perubahan kulit pisang kepok menjadi bioetanol diteliti dalam karya ini. Kulit pisang kepok memiliki kandungan unsur organik yang tinggi, seperti selulosa (60-65%), hemiselulosa (6-8%), dan lignin (5-10%). Oleh karena itu, kemungkinan untuk berubah menjadi bioetanol sangat tinggi. Setelah menghasilkan glukosa menerapkan teknik hidrolisis, penelitian ini memfermentasinya selama empat, enam, delapan, dan sepuluh hari. kemudian memproduksi bioetanol dengan mulai varian 100 ml, 200 ml, 300 ml, dan 400 ml. masing-masing 26,92%, 27,477%, 28,03%, dan 27,56% selama 4 hari dan 100 ml starter. Variasi waktu fermentasi untuk konsentrasi bioetanol disebut juga 28,12%, 28,40%, 29,24%, dan 28,77% masing-masing selama 6 hari dan 200 cc starter. Perbedaan antara waktu fermentasi 8 hari dan starter untuk kandungan bioetanol
Compositional Engineering of Chitosan–Potato Starch–Kaolin Biocomposites: Tuning Physicochemical Properties for Wound Dressing Applications Suryati, Suryati; Mulyawan, Rizka; Meriatna, Meriatna; Khairunnisa, Cut; Maulinda, Leni; Hasfita, Fikri
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i3.1001

Abstract

An investigation has been made to predict the effects of various Kaolin fillers with different concentrations from 4 to 10 percent on the properties of Chitosan and Potato Starch Bio-composite for wound dressing applications. The procedure was to prepare the chitosan and starch in equal proportions, apply the filler to the hydrogel, dry it, and characterize it. The characterizations of the synthesized bio-composite were its absorption percentage, mechanical test, presented functional groups, and antibacterial test. It was found out that the bio-composite with the highest swelling percentage 6% Kaolin, showed 128.65% swelling. Moreover, the highest percentage of bio-composite absorption was 65.62% with 8% Kaolin added. In addition to that, adding 4% Kaolin produced the highest tensile strength with the value of 75.6 MPa. Besides, the most significant elongation percentage was 151.60% in the addition of 4% Kaolin. Qualitatively, the synthesized bio-composites exhibited functional groups of OH, alkynes, and carboxylic acid. Finally, the bio-composite with Kaolin filler significantly performed in antibacterial activities.
Optimalisasi Lahan Pekarangan Melalui Budidaya Lobster Air Tawar dengan Penerapan Kolom Vertikultur Anshar, Khairul; Mainisa, Mainisa; Amri, Amri; Muarif, Agam; Mulyawan, Rizka; Razi, Ar
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.18735

Abstract

Pertanian memanfaatkan lahan pekarangan telah menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan pangan lokal, terutama di lingkungan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, masyarakat dapat menghasilkan berbagai jenis tanaman dan hewan ternak untuk kebutuhan konsumsi sendiri serta sebagai sumber pendapatan tambahan. Budidaya lobster air tawar telah menjadi salah satu potensi pengembangan yang menjanjikan dalam meningkatkan pendapatan. Lobster air tawar memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan permintaan yang terus meningkat baik di pasar lokal maupun internasional. Namun, budidaya lobster air tawar masih belum banyak dilakukan secara luas di Indonesia karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis petani, serta keterbatasan lahan yang tersedia untuk budidaya. Melalui kegiatan pengabdian ini akan dilakukan proses budidaya lobster air tawar dengan menerapkan konsep kolom bertingkat atau vertikultur, kami berharap dapat memanfaatkan lahan pekarangan secara lebih efisien untuk budidaya lobster air tawar, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga akan melibatkan program kemitraan dengan pihak ketiga yang siap menerima hasil panen budidaya lobster air tawar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan memusingkan diri untuk menjual atau memasarkan lobster air tawar. Dengan demikian, diharapkan program ini tidak hanya akan meningkatkan produktivitas lahan pekarangan dan pendapatan masyarakat, tetapi juga akan memberdayakan mereka dengan pengetahuan dan keterampilan baru dalam pertanian modern. Disisi lain, program ini diharapkan, dapat menciptakan solusi yang holistik dalam menghadapi tantangan pertanian dan ketahanan pangan di tingkat lokal, sambil juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
PRACTICAL INNOVATION ON ELEOCHARIS DULCIS WASTE-BASED COMPOST FERTILIZER BY PT PUPUK ISKANDAR MUDA IN GAMPONG BLANG ME Jufri; Mulyawan, Rizka; Zufina, Rezki; Alfriyanto, Mochammad Bimo; Fikri, Ahmad; Rahman, Aulia
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 4 No. 2 (2024): July-October 2024
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/irpitage.v4i2.1919

Abstract

Training on the use of dried and dead Purun plants as compost fertilizer raw material was carried out by PT Pupuk Iskandar Muda. The participants of the conducted training were from small enterprises in Gampong Blang Me, UMKM Beujroh. The practice was aimed to improve the community’s knowledge, awareness and action changes towards dead and dried Purun plants. The training was implemented by showing and involving the participants in composting dried Purun plants. After the activity, it was found out that development in knowledge, awareness and action of participants. Training participants’ knowledge of composting dried Purun plant with one hundred percent rise. Moreover, their awareness of negative potential from dried Purun plant also increase by ninety percent. Lastly, the community commitment to implement the procedure was also raised from zero to ninety percent of the participants involved. Besides, the training affected the community positively by utilizing dead dried Purun plant into compost with other affirmative aspects such as women empowerment and potential income generation.
Penerapan Teknologi Pirolisa Untuk Pengolahan Limbah Plastik Polypropylene Menjadi Bahan Bakar Bensin Wibowo, Rofiq Imam; Sulhatun, Sulhatun; Suryati, Suryati; Muhammad, Muhammad; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.19944

Abstract

Meluasnya pemanfaatan plastik menyebabkan semakin banyaknya sampah plastik yang menumpuk di tempat pembuangan sampah. Pengumpulan sampah plastik merupakan tantangan alam, karena bentuk alam membuat plastik sangat sulit terurai. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi lebih banyak pendekatan untuk mengatasi masalah limbah plastik yang serius, salah satunya termasuk mengubah limbah plastik menjadi alternatif melalui strategi pirolisis. Dengan menggunakan pirolisis, plastik dapat dengan mudah diubah menjadi benda cair yang berfungsi sebagai sumber bahan bakar alternatif yang potensial. Investigasi ini dilakukan dengan menggunakan limbah plastik Polypropylene (PP) dengan perluasan katalis Tanah Liat Bentonit, yang membedakan penyelidikan ini dari penyelidikan sebelumnya. Reaktor yang digunakan adalah reaktor pirolisis dengan variasi suhu yaitu 250„ƒ, 275„ƒ, dan 300„ƒ dengan berat bahan kasar 1 kg dan berat katalis 60 gram. Ketebalan dan konsistensi tersebut mendekati ketebalan dan kekentalan solar, yaitu 0,815 g/cm3 - 0,870 g/cm3 dan 1,630 - 3,870 cP. Nilai kalor yang dihasilkan untuk minyak pirolisis dengan katalis adalah 10619,55 Kal/g.
Penyuluhan Pemanfaatan Ekstrak Nikotin dari Limbah Puntung Rokok sebagai Bahan Pembuatan Insektisida di Desa Kenine, Bener Meriah Muarif, Agam; Fikri, Ahmad; Yulisda, Desvina; Razi, Ar; Mulyawan, Rizka; Zulnazri, Zulnazri; Nurlaila, Rizka; Amalia, Nabila; Ashari, Muhammad Rayhan
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.15648

Abstract

Puntung rokok mengandung beberapa senyawa kimia seperti hidrokarbon aromatik polisiklik, nikotin, logam berat dan arsenik yang dapat menjadi penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. Nikotin yang terkandung dalam puntung rokok tergolong senyawa alkaloid utama yang aktif dan dapat mengendalikan beberapa jenis serangga, ulat perusak daun, maupun jamur karena berperan sebagai racun kontak. Limbah puntung rokok di Desa Kenine Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah biasanya dibuang dan dibiarkan berserakan tanpa dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna. Penyuluhan pemanfaatan ekstrak nikotin dari limbah puntung rokok sebagai bahan pembuatan insektisida bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara pembuatan insektisida dari limbah puntung rokok. Pembuatan insektisida dimulai dengan melakukan ekstraksi terhadap limbah puntung rokok untuk mengambil ekstrak nikotin, kemudian dimanfaatkan sebagai sumber insektisida, serta menentukan dosis yang efektif dalam mengatasi hama penyerang tanaman. Kegiatan penyuluhan ini dapat menjadi salah satu solusi alternatif dan sarana untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi dan memanfaatkan limbah puntung rokok sebagai produk yang bernilai.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Pertanian untuk Mendukung Usaha Petani dan Pencapaian SDGs Desa Yulisda, Desvina; Razi, Ar; Mulyawan, Rizka; Muliana, Erna; Nosari, Yulia; Wilujeng, Sri
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.15654

Abstract

Desa Kenine merupakan Desa yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah bertani, hasil pertanian menjadi sumber untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya. Berdasarkan kondisi Desa Kenine saat ini, untuk menghasilkan hasil pertanian yang mencukupi bahkan menjadi usaha tani berkelanjutan atau wirausaha bidang pertanian dibutuhkan strategi untuk menghasilkan hasil pertanian yang melimpah. Saat ini masyarakat hanya menggunakan pengetahuan terkait solusi masalah dalam bercocok tanam melalui pengalaman secara turun temurun tanpa adanya pakar di bidang pertanian. Dengan demikian untuk mengatasi permasalahan serta meningkatkan pengetahuan masyarakat dapat dicapai dengan penerapan teknologi untuk kemandirian masyarakat melalui aplikasi yang dapat mendukung usaha tani dalam memperoleh pengetahuan bercocok tanam berdasarkan ilmu pakar serta dapat mendukung upaya pemerintah dalam peningkatan pendidikan melalui kegiatan pembangunan berkelanjutan era Sustainable Development Goals (SDGs). Untuk mendukung petani dalam pengembangan pengetahuan pertanian melalui teknologi digital saat ini maka dilakukan kegiatan pelatihan penggunaan aplikasi pertanian yang bertujuan untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan melalui perolehan pengetahuan keterampilan teknik dan kewirausahan yang relevan dengan pemanfaatan teknologi menggunakan smartphone. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga tahap evaluasi. Hasil dari kegiatan yang telah dilakukan adalah pengetahuan dan pengalaman  yang diterima oleh masyarakat dalam penggunaan aplikasi serta implementasinya pada tanaman di sekitar perkebunan masyarakat dengan uji coba aplikasi dalam mendeteksi hama penyakit serta tanggapan postif dari masyarakat melalui hasil evaluasi yaitu bertambahnya pengetahuan masyarakat terkait cara mengaplikasikan software secara langsung yang nantinya dapat membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan pertanian secara mandiri baik melalui fitur aplikasi maupun melalui jaringan pakar petanian pada aplikasi. 
PEMANFAATAN AIR CUCIAN BERAS UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA KENINE KABUPATEN BENER MERIAH Anshar, Khairul; Muhammad; Ginting, Zainuddin; Muarif, Agam; Mulyawan, Rizka; Meiyanti, Rini
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): APTEKMAS Volume 7 Nomor 1 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v7i1.6304

Abstract

Rice washing water is generally not used and considered as waste. The elements contained in rice washing water are nutrients needed for plants. From this fact, rice washing water waste has the potential to be used as liquid organic fertilizer for plants. In general, rice washing water from households in Kenine Village, Wih Pesam District, Bener Meriah Regency is disposed of without being used properly, such as being thrown away or directly watered on plants. On the one hand, the area is increasingly using inorganic fertilizers on plants, including the main commodity crop, namely coffee. Based on these problems, community service activities were carried out in Kenine Village, Bener Meriah Regency through counseling activities to make organic fertilizer for the village community to use rice washing water waste as the main ingredient with molasses and EM4 as an alternative solution to the use of commercial chemical fertilizers which are much more economical and secure from the organic side.