Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING PADA JENJANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR Winda Lidia Lumbantobing; Paembonan, Tiara Lestari; Gracia Gabriella Gampu; Sumardi W. Ndolu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36088

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang menggunakan metode kajian pustaka, yaitu dengan melakukan pengkajian terhadap hasil penelitan yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Tujuan utama dalam studi ini yakni untuk mengkaji implementasi pendekatan deep learning di sekolah dasar berdasarkan konsep dan bagaimana hasil yang sudah didapatkan dengan menerapkan deep learning di sekolah dasar. Hasil studi menunjukkan implementasi pendekatan deep learning di jenjang sekolah dasar didefinisikan sebagai pendekatan yang menekankan pembelajaran meaningful, mindful, dan joyful, yang berhasil menggeser fokus pendidikan dari transmisi pengetahuan dangkal menuju pemahaman konseptual yang mendalam. Deep Learning juga berdampak positif secara konsisten dalam pengembangan keterampilan abad ke-21 (6C). Secara kognitif, pendekatan deep learning memperkuat penguasaan konsep, termasuk peningkatan signifikan pada pemahaman siswa sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Secara non-kognitif, deep learning mendorong komunikasi, kolaborasi, rasa ingin tahu, kedisiplinan, serta penguatan karakter seperti integritas melalui aktivitas pembelajaran yang partisipatif dan terintegrasi dengan kegiatan ko-kurikuler. Strategi implementasi pendekatan deep learning yang paling sukses melibatkan penggunaan pedagogi aktif seperti Project-Based Learning dan Inquiry-Based Learning didukung oleh integrasi teknologi. Dalam implementasi Deep learning juga ditemukan di SD juga masih terhambat oleh tantangan serius yang bersifat institusional dan kapabilitas guru. Hambatan utama yang berulang kali muncul adalah rendahnya kesiapan guru dan keterbatasan sumber daya institusi (baik infrastruktur teknologi maupun kendala waktu kurikuler). Oleh karena itu, keberhasilan jangka panjang deep learning memerlukan intervensi kebijakan yang kuat dalam hal pengembangan profesional guru berbasis praktik dan penguatan infrastruktur digital sekolah
Digital Ethnoscience: AR/VR Media Shaping Chemistry Learning in Indonesia Tiara Lestari Paembonan; Varisky Abraham Dumanaw
Global Education Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.1587

Abstract

Chemistry learning still faces challenges due to the abstract nature of its concepts, particularly at the submicroscopic level, as well as the limited connection between subject matter and students’ everyday life contexts. Augmented reality (AR) and virtual reality (VR), on the other hand, offer interactive visualizations that can help students understand chemical concepts more concretely, while ethnoscience provides cultural context and local wisdom that make learning more meaningful. This article aims to analyze the trends, characteristics, and future directions of ethnoscience‑based AR/VR media in chemistry learning in Indonesia through a systematic literature review. The findings indicate that AR is more widely used than VR, especially for topics that require spatial visualization such as atomic structure, chemical bonding, molecular shapes, and virtual laboratories. Research on ethnoscience in chemistry education has also grown rapidly, particularly in improving chemical literacy and promoting contextual learning. However, the direct integration of ethnoscience‑based AR/VR remains limited. These findings highlight that the future development of chemistry learning media needs to balance technological aspects, conceptual accuracy, cultural relevance, and readiness for classroom implementation.
ADOPSI KECERDASAN BUATAN SEBAGAI INSTRUMEN KEBIJAKAN EFISIENSI DALAM TRANSFORMASI LAYANAN AKADEMIK PERGURUAN TINGGI I Kadek Satria Arsana; Herman Philips Dolonseda; Iwan Kandori; Lidia Aprileny Hutahaean; Vinda Afnita; Tiara Lestari Paembonan; Sabriana Oktaviana Gintulangi
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i3.12405

Abstract

ABSTRACT The ongoing digital transformation of higher education has accelerated the integration of Artificial Intelligence (AI) as a strategic instrument for improving academic services and institutional management. Nevertheless, the extent to which AI is adopted remains uneven, reflecting differences in organizational readiness, institutional support, user perceptions, and concerns over data security. This study investigates how technological readiness, institutional policy support, data security concerns, and perceived efficiency benefits shape institutional AI adoption intentions and how these intentions contribute to academic service efficiency and budget efficiency in public universities across Eastern Indonesia. Data were collected from 256 academic and administrative staff through a survey and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). To enrich the interpretation of the quantitative findings, semi-structured interviews were subsequently conducted. The results indicate that technological readiness, institutional policy support, and perceived efficiency benefits exert significant positive effects on institutional AI adoption intention, whereas data security concerns have a significant negative effect. Furthermore, AI adoption intention significantly. ABSTRAK Transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu layanan dan efektivitas pengelolaan institusi. Namun, implementasinya belum berlangsung secara merata karena dipengaruhi oleh kesiapan organisasi, kebijakan internal, persepsi pengguna, serta isu keamanan data. Penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan faktor-faktor tersebut dengan niat adopsi AI institusional sekaligus menelaah implikasinya terhadap efisiensi layanan akademik dan efisiensi anggaran pada perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur. Sebanyak 256 dosen dan tenaga kependidikan berpartisipasi dalam survei yang dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), kemudian dilengkapi melalui wawancara semi-terstruktur untuk memperkaya interpretasi hasil kuantitatif. Analisis menunjukkan bahwa kesiapan teknologi, dukungan kebijakan institusional, dan persepsi manfaat efisiensi berkontribusi positif dan signifikan terhadap niat mengadopsi AI, sedangkan kekhawatiran mengenai keamanan data memberikan pengaruh negatif yang signifikan. Niat adopsi tersebut juga terbukti meningkatkan efisiensi layanan akademik maupun efisiensi anggaran serta berperan sebagai mediator bagi seluruh faktor anteseden. Temuan kualitatif memperlihatkan bahwa AI telah dimanfaatkan dalam penyusunan dokumen akademik, administrasi, dan pengelolaan informasi, tetapi implementasinya masih didominasi inisiatif individu sehingga belum terintegrasi dalam tata kelola institusi. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan kebijakan dan mekanisme tata kelola agar pemanfaatan AI berkembang secara terarah, terkoordinasi, dan berkelanjutan.
DIGITAL MARKETING DAN BRANDING: KUNCI PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN UMKM DI ERA DIGITAL KELEMBAGAAN BUMDES WORI, MINAHASA UTARA, SULAWESI UTARA. Lidia Aprileny Hutahaean; I Kadek Satria Arsana; Dominikus Rojoki Manullang; Vinda Afnita; Sahat Renol HS; Selvita Eka Eviana Purba; Tiara Lestari Paembonan
Publikasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat Widya Vol. 4 No. 2 (2025): Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Widyaloka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PkM) aims to enhance the capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and Village-Owned Enterprises (BUMDes) in Wori Village, North Minahasa Regency, through the strengthening of digital marketing and product branding based on village institutional development. Wori Village has significant tourism potential, supported by coastal landscapes, mangrove forests, and flagship destinations such as Mangrove Park Ecotourism and the 3D Bridge, which provide strategic opportunities for the development of local MSMEs. However, this potential has not yet been optimally utilized through digital-based marketing strategies and systematic brand development. The program employed an integrated training and mentoring approach conducted in three stages: the preliminary stage (needs assessment and problem identification), the implementation stage (digital marketing and branding training with hands-on practice), and the evaluation stage. The approach was grounded in institutional theory, digital marketing theory, and community empowerment theory, positioning BUMDes as a key institution in coordinating and supporting collective marketing efforts among MSMEs. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding and skills in utilizing digital media for product promotion, developing brand identity for local products, and increasing confidence in accessing wider markets. Furthermore, the program strengthened the role of BUMDes as a facilitator of community economic empowerment by integrating tourism potential with MSME development. Overall, this Community Service Program contributes to improving MSME competitiveness and fostering sustainable village economic development in the digital era. Keywords: MSMEs, BUMDes, digital marketing, branding, village tourism, community service.