Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Sistem Bagi Hasil Pendapatan Dalam Pandangan Ekonomi Syariah Rayhan Nur Fairuz; Arif Rembang Supu; Muktar
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the business partnership practice through a mudharabah contract between a capital owner and a business manager at ACC Rahmat Store, with a focus on unilateral contract changes from the perspective of Islamic economics. Using a qualitative case study approach, data were collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the unilateral shift in operational financing responsibilities by the capital owner, without mutual consultation or contract renewal, violates the principles of fairness, trust, and consent embedded in mudharabah contracts. This practice contradicts DSN-MUI fatwas and fundamental Islamic jurisprudence. The findings highlight the need for a thorough understanding of sharia-based contract structure and the necessity of tajdid al-‘aqd (contract renewal) in any substantial contractual changes.
Kewenangan Konstitusional Presiden Dalam Pembubaran DPR: Studi Perbandingan Sistem Presidensial Dan Parlementer: The President's Constitutional Authority to Dissolve the DPR: A Comparative Study of Presidential and Parliamentary Systems Deny, Muslimah, Nining Suningrat, Muktar, Edy Sony; Muslimah; Nining Suningrat; Muktar; Edy Sony
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8672

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengkaji kewenangan konstitusional presiden dalam membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan melakukan studi perbandingan antara sistem presidensial dan sistem parlementer. Dalam konteks ketatanegaraan Indonesia, UUD NRI 1945 secara tegas melarang presiden membubarkan DPR sebagaimana diatur dalam Pasal 7C, sehingga kedudukan antara lembaga eksekutif dan legislatif bersifat sejajar. Hal ini berbeda dengan praktik di negara-negara yang menganut sistem parlementer, seperti Inggris dan Jepang, yang memungkinkan pembubaran parlemen sebagai mekanisme konstitusional untuk mengatasi kebuntuan politik dan memperbarui mandat rakyat melalui pemilu dini. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan perbandingan konstitusi (comparative constitutional study) dan analisis doktrin ketatanegaraan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam sistem presidensial, pembubaran parlemen oleh presiden dipandang sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip pemisahan kekuasaan dan check and balances, sedangkan dalam sistem parlementer, kewenangan tersebut justru menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan. Studi ini menegaskan pentingnya memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa eksekutif-legislatif tanpa memberikan kewenangan pembubaran DPR kepada presiden, agar keseimbangan kekuasaan tetap terjaga dan stabilitas politik tetap terpelihara.
Analisis Indeks Preventive Maintenance Peralatan Medis Ruang Intensive Care Unit Menggunakan Model Kano dan Quality Function Deployment Pujitresnani, Arierta; Gunawan; Mulyatno, Mulyatno; Muktar; Husniawati, Neli; Muhalifah, Ilah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v13i2.538

Abstract

Manajemen preventive maintenance (PM) alat medis ruang Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit sangat penting dilakukan oleh teknisi elektromedik dalam memastikan fungsinya sebagai alat penunjang hidup dapat bekerja dengan baik. Hal tersebut menjadi alasan perlunya dilakukan penelitian ini agar dapat memberikan rekomendasi kepada manajemen rumah sakit berdasarkan penilaian yang obyektif dan terkuantisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui skala Indeks Prioritas Preventive Maintenance (IPPM) alat medis ruang ICU menggunakan metode pendekatan pemodelan Kano dan Quality Function Deployment (QFD). Dari hasil analisis model Kano yang diintegrasikan dengan model House of Quality (HOQ) pada metode QFD diketahui bahwa faktor keselamatan pasien dan ketersediaan alat medis yang berfungsi dengan baik merupakan kebutuhan esensial yang harus terpenuhi. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan manajemen PM sesuai dengan skala IPPM. Berdasarkan domain fungsi dan konsep pada metode pendekatan QFD didapatkan bahwa alat medis di ruang ICU masuk dalam kategori berdasarkan risiko (R) dengan 3 ranking tertinggi masing-masing untuk kriteria kebutuhan maintenance (R=1), risiko fisik (R=2), fungsi (R=3) dan ventilator mendapat nilai prioritas (PS=90%) yang masuk dalam group I. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa peralatan medis di ruangan ICU khususnya ventilator memiliki IPPM yang tinggi dan perlu penjadwalan serta pencatatan yang baik.Kata Kunci :  Intensive Care Unit (ICU), Model Kano, Preventive Maintenance, Quality Function Deployment (QFD).
Perancangan dan Optimalisasi Alat Digital TFU Sebagai Inovasi Diagnostik Usia Kehamilan dan Taksiran Berat Badan Janin lili Ruhyana; Utami, Febi Puji; Husniawati, Neli; Muhafilah, Ilah; Muktar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2382

Abstract

Judul Penelitan: Perancangan dan Optimalisasi Alat Digitalisasi TFU Sebagai Inovasi Diagnostik Usia Kehamilan dan Taksiran Berat Badan Janin. Latar Belakang: Tinggi Fundus Uteri (TFU) merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan dalam menilai perkembangan janin selama kehamilan. Pengukuran TFU yang akurat dan praktis sangat dibutuhkan untuk membantu tenaga medis dalam memantau kondisi kehamilan. Pengukuran secara manual sering kali memerlukan waktu dan berpotensi menimbulkan perbedaan hasil. Dengan pengembangan alat digitalisasi TFU berbasis arduino pada penelitian ini bisa memberikan solusi praktis yang memungkinkan pengukuran TFU lebih cepat, akurat, dan mudah. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk untuk merancang dan mengembangkan prototipe alat diagnostik TFU untuk estimasi Taksiran Berat Janin (TBJ), Tasiran Usia Kehamilan (TUK) berdasarkan hasil pengukuran Tinggi Funus Uteri (TFU) pada trimester II dan trimester III. Tinjauan Pustaka: Penelitian terkait telah dilakukan pada pengembangan alat pemantauan kehamilan berbasis digital, namun umumnya masih berfokus pada parameter seperti detak jantung janin. Sedangkan dalam penelitian ini dikembangkan alat digitalisasi untuk pengukuran TFU yang dilengkapi dengan estimasi Taksiran Berat Janin (TBJ) dan Taksiran Usia Kehamilan (TUK) berdasarkan hasil pembacaan sensor untuk pengkuran Tinggi Fundus Uteri (TFU) yang ditampikan dalam satu tampilan LCD Oled. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D (Riset and Development) dengan pengembangan alat berbasis arduino dengan tahapan-tahapan mulai dari analisis masalah, studi literatur, desain dan perancangan alat baik hardware maupun software, pabrikasi prtototipe alat, pengujian alat, analisis hasil pengujian. Instrumen Alat: Alat yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya Arduino Nano, Rotarry Encoder KY 40, LCD Oled 128x64, Modul Charger, Batterai Littium, Push Bottom, Buzzer, Sitch On/Off. Prosedur Pelaksanaan: Merancang skema perangkat keras (hardware) yang meliputi integrasi komponen Rotarry Encoder, Arduino Nano, LCD Oled, dan tombol menu, reset. Membuat program secara software untuk mengintegrasikan pembacaran sensor rotarry encoder sebagai perangkat input yang diproses oleh arduino nano dan ditampilkan dalam LCD Oled hasil perhitungan Taksiran Berat Janin (TBJ), Taksiran Usia Kehamilan (TUK) berdasarkan hasil pembacaan rotarry encoder. Menguji kinerja alat dengan cara membandingkan data hasil perhitungan berdasarkan data pembacaan yang ditampilkan pada LCD Oled dan hasil uji lapangan pengukuran jarak menggunakan alat ukur. Hasil yang diharapkan: Alat TFU ini diharapkan dapat memberikan hasil pengukuran yang akurat mengenai Tinggi Fundus Uteri (TFU) dan membantu dalam hasil Taksiran Berat Janin (TBJ) dan Taksiran Usia Kehamilan (TUK) berdasarkan hasil ukur Tinggi Fundus Uteri (TFU). Alat ini dirancang dapat mempermudah tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan ibu hamil dengan tampilan informasi yang jelas. Kesimpulan: Prototipe ini bekerja sesuai dengan sistem yang dibuat, hasil uji coba lapangan ada selisih pembacaan jarak yang diukur berdasarkan hasil pembacaan sensor. Saran: Untuk tingkat akurasi hasil pembacaan gunakan senor yang tingkat pembacaan dan akurasi yang baik.
Pengajian Tastafi Mingguan Bagi Perbaikan Moral Pemuda Desa Bate Iliek Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen Awali, Syahrul; Muktar; Arif, Muhammad
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jkdm.v2i1.772

Abstract

Tujuan utama dari PkM ini adalah untuk merancang dan melaksanakan kegiatan pengajian tastafi mingguan sebagai upaya konkret dalam memperbaiki moral pemuda di desa tersebut. Metode PkM yang digunakan melibatkan pendekatan partisipatif, dimana pemuda Desa Bate Iliek secara aktif terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pengajian. Kegiatan ini meliputi pembacaan kitab kuning, ceramah keagamaan, Tuntunan Shalat dan diskusi interaktif, menciptakan suasana yang mendukung pertumbuhan moral bersama. Partisipasi masyarakat, termasuk orang tua, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan dan kesuksesan PkM ini. Kesimpulan dari PkM ini menunjukkan bahwa pengajian tastafi mingguan memiliki dampak positif pada moral pemuda Desa Bate Iliek. Pemuda menjadi lebih peduli terhadap norma keagamaan, saling berbagi pengalaman, dan membangun jalinan sosial yang kuat. Dukungan aktif dari masyarakat juga membuktikan bahwa PkM ini bukan hanya menghasilkan perubahan individual, tetapi juga membentuk landasan moral yang kokoh dalam lingkungan sosial. Keseluruhan, PkM ini menegaskan pentingnya upaya bersama dalam memperbaiki moral generasi muda sebagai investasi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Pertanggungjawaban Notaris Terhadap Isi Akta Autentik Yang Tidak Sesuai Dengan Fakta Muktar; Amir Machmud
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/.v12i1.2440

Abstract

Dalam membuat akta autentik, Notaris harus menjamin kepastian, ketertiban, dan perlindungan hukum sebagaimana berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator sehingga Notaris dapat dibebani pertanggungjawaban terhadap isi Akta Autentik yang dibuatnya serta menjelaskan bentuk pertanggungjawaban yang dapat dijatuhkan kepada Notaris terhadap isi Akta Autentik yang tidak sesuai dengan fakta. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif dan didukung oleh data wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan perbandingan (comparative approach). Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Adapun metode analisis pada penelitian ini adalah menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator sehingga Notaris dapat dibebani pertanggungjawaban terhadap isi Akta Autentik yang dibuatnya adalah adanya kesengajaan maupun kelalaian notaris dalam pembuatan akta autentik. Lebih lanjut, bentuk pertanggungjawaban yang dapat dijatuhkan kepada Notaris terhadap isi Akta Autentik yang tidak sesuai dengan fakta, antara lain yaitu Pertanggungjawaban Perdata, Pidana, dan Administrasi/Kode Etik. Dengan dasar kesimpulan tersebut, disarankan agar notaris dalam proses pembuatan akta autentik hendaknya dilakukan berlandaskan moral, etika dan sifat kehati-hatian, teliti, objektif serta mempunyai itikad baik untuk mematuhi semua ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, dibutuhkan perubahan Undang-Undang, khususnya terkait kumulasi atau penggabungan penerapan sanksi sebagai bentuk pertanggungjawaban seorang Notaris, karena pengaturan kumulasi atau penggabungan penerapan sanksi ini tentunya akan lebih memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi para pihak yang dirugikan termasuk Notaris itu sendiri
Penegakan Hukum Terhadap Notaris Yang Mempromosikan Diri Melalui Media Sosial Amir Machmud; Muktar
Jurnal Pro Hukum : Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/.v12i2.2534

Abstract

Peran penting dimiliki oleh notaris dalam setiap hubungan hukum kehidupan masyarakat, karena dalam melakukan hubungan hukum tersebut dibutuhkan adanya pembuktian tertulis berupa akta otentik. Rumusan masalah adalah: 1 Bagaimana implementasi ketentuan Pasal 83 Undang-Undang No. 2 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Kode Etik Kongres Luar Biasa sehubungan dengan pelantikan Notaris Papan Nama di Denpasar? 2. Apa tanggung jawab Notaris atas pelanggaran kode etik papan nama Notaris? Permasalahan di atas dipelajari dan dianalisis dengan teori-teori hukum seperti teori efektivitas hukum, teori tanggung jawab hukum dengan metode penelitian hukum empiris. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan beberapa permasalahan mengenai pelanggaran ukuran papan nama Notaris yang terpasang, hal tersebut bertentangan dengan yang diatur dalam aturan Kode Etik.
Perlindungan Hukum Hak Cipta Atas Penggandaan Buku Secara Illegal Melalui Fotokopi Muktar
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 07 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v2i07.373

Abstract

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, sebagai UUHC 2014 baru lebih menekankan kepada Pencipta itu sendiri terutama perlindungan hukum yang lebih lama dibandingkan dengan Undang-Undang Hak Cipta sebelumnya. Pencipta diberikan hak ekonomi berupa hak untuk mengumumkan (performing rights) dan hak untuk memperbanyak (mechanical rights). Tujuan dari penelitian hukum ini yakni Untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta terhadap penggandaan buku dengan cara Fotokopi dan Untuk mengetahui dan menganalisis upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan hukum yang ideal dan berkeadilan terhadap penggandaan buku secara illegal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Hasil pembahasan dapat diuraikan di atas, maka dikemukakan kesimpulan yakni Implementasi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta terhadap penggandaan buku dengan cara Fotokopi untuk mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta dengan dilakukannya sosialisasi mengenai Undang-undang Hak Cipta yang dilakukan Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual dan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM tiap Provinsi dan daerah-daerah tertentu.