Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi adaptasi gaya hidup mahasiswa Pendidikan Sosiologi Angkatan 2023 FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) asal Jakarta yang merantau ke Kota Serang. Fenomena merantau menuntut mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang memiliki perbedaan sosial, budaya, dan ekonomi dibandingkan kota asal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melibatkan lima informan sebagai mahasiswa perantau dari Jakarta yang telah tinggal di Serang minimal enam bulan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Developmental Model of Intercultural Sensitivity (DMIS) yang dikemukakan Bennett (1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau mengalami proses adaptasi melalui tahapan etnosentris (Denial, Defense, Minimization) menuju etnorelatif (Acceptance, Adaptation, Integration). Strategi adaptasi yang dilakukan mencakup penyesuaian pola konsumsi, interaksi sosial, penggunaan transportasi, pengelolaan waktu dan keuangan, serta penghormatan terhadap norma sosial dan budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa adaptasi gaya hidup mahasiswa perantau merupakan proses dinamis yang dipengaruhi oleh kesadaran budaya, fleksibilitas individu, dan interaksi sosial di lingkungan baru.