Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Efektivitas kegiatan permainan estafet bendera terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah Widia, Widia; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/fz97tv91

Abstract

Latar Belakang: Usia anak prasekolah mengalami perkembangan fundamental pada aspek motorik kasar yang menunjang keterampilan bergerak, kemampuan menjaga keseimbangan, serta kualitas interaksi sosial. Keterlambatan motorik kasar masih menjadi isu perhatian khusus. Permainan estafet bendera, secara langsung melibatkan aktivitas fisik dan koordinasi tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbedaan rerata kemampuan motorik kasar sebelum dan sesudah diberikan intervensi permainan estafet bendera pada anak usia prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimen one group pre-test post-test. Teknik total sampling dipilih dan didapatkan sebanyak 22 anak berusia 4-6 tahun dilibatkan sebagai sampel. Metode observasi dan ceklis perkembangan motorik kasar digunakan dalam pengumpulan data. Uji Paired Sample T-Test digunakan dalam analisa penelitian ini.Hasil: Hasil uji analisa didapatkan nilai p = 0,000, artinya adanya pengaruh intervensi permainan estafet bendera terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak prasekolah.Kesimpulan: Permainan estafet bendera terbukti efektif sebagai metode pembelajaran yang menarik dan mampu menstimulasi perkembangan motorik kasar anak usia 4-6 tahun.
Efektivitas terapi bermain puzzle terhadap perubahan tingkat kecemasan anak penyandang thalasemia Pratama, Prasetya Putra; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Nito, Paul Joae Brett
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/dc5d0452

Abstract

Latar Belakang: Masalah yang dihadapi anak-anak dengan Thalasemia mencakup aspek fisik serta psikologis, seperti kecemasan. Kondisi ini dapat mengganggu proses perawatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Terapi puzzle dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan. Sebagai upaya untuk melihat keefektifannya maka penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi bermain puzzle terhadap perubahan tingkat kecemasan anak usia 6-12 tahun penyandang thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain pre eksperimen. Sampel 15 anak penyandang Thalasemia berusia 6-12 tahun dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi, kuesioner dan SOP. Analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon.Hasil: Hampir seluruhnya responden berusia 6-9 tahun (80%), sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (53,3%). Responden dengan lama didiagnosa Thalasemia sebagian besar masuk kategori singkat (<5 tahun) 66,7%. Tingkat kecemasan sebelum pemberian terapi bermain puzzle rata-rata sebesar 55,73 masuk kategori sedang. Setelah terapi rata-rata kecemasan menurun yaitu 36,67 masuk kategori ringan. Hasil uji wilcoxon didapatkan p 0,001 yang artinya terapi bermain puzzle efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia 6–12 tahun penyandang Thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin. Kesimpulan: Pemberian terapi bermain puzzle efektif terhadap perubahan tingkat kecemasan anak penyandang Thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.
Hubungan durasi penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial pada anak prasekolah Septiana, Dini; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Nitto, Paul Joae Brett
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/c71kyv73

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget secara berlebihan dan tidak tepat dapat membuat anak kurang peduli terhadap lingkungan keluarga maupun masyarakat. Lamanya durasi penggunaan gadget dapat menghambat perkembangan sosial anak terutama pada interaksi sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial pada anak prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin.Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel menggunakan total sampling dari seluruh anak di kelas B TK Simpang Limau Banjarmasin sebanyak 44 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data univariat dan data bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil: Sebagian besar anak menggunaan gadget dengan durasi yang tidak lama (<1 jam) yaitu sebanyak 27 anak (61,4%). Sebagian besar anak memiliki tingkat interaksi sosial sedang yaitu sebanyak 23 anak (52,3%). Ada hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial pada anak prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin p value 0,004 dan nilai OR 9,333.Kesimpulan: Durasi penggunaan gadget berhubungan dengan kemampuan interaksi sosial pada anak prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin. Orang tua dapat menerapkan screen time untuk anak agar anak menggunakan gadget dengan durasi yang sudah ditentukan.
Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang Batuk Pilek Di Desa Sungai Rangas Ulu Mustaqimah; Saputri, Rina; Yanti, Novita; Ilahiya, Salwa Nur; Aryzki, Saftia; Hakim, Ali Rakhman; Ariani, Malisa
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.1021

Abstract

Batuk pilek adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernafasan bagian atas disertai dengan timbulnya gejala hidung tersumbat, keluarnya ingus, batuk sering disertai dengan demam dan sakit kepala. Pengobatan untuk batuk pilek hanya terbatas pada penanganan gejalanya saja tanpa membunuh virus penyebabnya. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan penyakit batuk pilek sering terjadi, seperti menggunakan obat dengan indikasi dan gejala yang tidak tepat, sehingga kader kesehatan diperlukan untuk mengetahui pengetahuan tentang penyakit batuk pilek. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan di Desa Sungai Rangas Ulu tentang penyakit batuk pilek. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk penyuluhan serta diskusi dengan para kader kesehatan. Media yang digunakan berupa leaflet dan power point yang berisikan tentang penyakit batuk pilek. Evaluasi untuk menilai pengetahuan kader melalui kuesioner pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Sungai Rangas Ulu, dapat dilihat bahwa pengetahuan kader kesehatan mengalami peningkatan sebesar 67%, konsisten sebesar 11%, dan mengalami penurunan sebesar 22%. Faktor yang mempengaruhi terjadinya penurunan pengetahuan antara lain bisa terjadi karena kurangnya perhatian dari kader kesehatan pada saat pemberian materi atau dikarenakan metode penyampaian tim yang tidak efektif. Kesimpulan dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman kader kesehatan di Desa Sungai Rangas Ulu mengenai batuk pilek dengan cara pemberian materi dan diskusi berupa tanya jawab secara langsung.