Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

P PERAN ORANG TUA MENSTIMULASI PERKEMBANGAN ANAK DENGAN STATUS PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-5 TAHUN DI POLI ANAK RSUD PAMBALAH BATUNG Hinderayani, Nani; Ariani, Malisa; Basit, Mohammad
Journal of Nursing Invention Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v4i1.292

Abstract

Background: Every stage of a child's growth and development is very important in the first thousand Days of Life (HPK) of his birth. Parental care and upbringing greatly affects the stage of its development. Proper stimulation will stimulate the child's brain so that its development becomes optimal. Objective: The aim of the study was to analyze the relationship between the role of parents in stimulating children's development and the developmental status of children aged 3-5 years at the Children's Polyclinic at Pambalah Hospital, Batung. Method: This study uses the Cross Sectional method. The population of parents and their children aged 3-5 years who visited the Children's Polyclinic at Pambalah Batung Hospital, the number of samples was 54 people. Purposive Sampling Technique. Questionnaire instruments and observation sheets and using the Chi Square test. Result: The results showed that the role of stimulating good child development was 43 people (79.6%), the appropriate child development status was 34 people (63%). There I s a significant relationship with a value (p value) of 0.022, where the p value α (≤ 0.05). Conclusion: Parents with a good role in stimulating the chance to have children with appropriate development compared to parents with a role that is not good in stimulating.
Ayo SADARI: Kegiatan Sosialisasi Bagi Generasi Z Untuk Deteksi Dini Kanker Payudara Ariani, Malisa; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Hj. Latifah; Nito, Paul Joae Brett; Wulandari, Desi; Sari, Dewi Puspita; Nastasya, Difa; Safitri, Dwi Yani; Renata, Elin; Salsabhilla, Ericca Dwi; Rusali, Fahria; Jannah, Fathul; Fatmawati; Latifah, Hayatun; Humairoh; Yusfanita, Intan Audi; Aisyah, Intan Nur; Sarinda; Azizah, Sofhia Aulia Putri
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 4 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i4.821

Abstract

Pendahuluan:Permasalahan kanker payudara merupakan masalah yang sering dialami wanita, ditandai dengan benjolan abnorman di area payudara yang dapat berkembang menjadi tumor. Salah satu cara mengatasi kanker payudara adalah dengan melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang dapat dilakukan dengan mudah dan bertujuan untuk mengetahui apakah ada benjolan yang mencurigakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan meningkatatkan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan payudara, serta membekali pengetahuan siswi tentang cara melakukan SADARI dengan benar agar mampu mendeteksi perubahan atau tanda awal kanker payudara. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi dengan melibatkan siswa/i di SMAN 4 Banjarmasin. Edukasi mencakup pengertian kanker payudara dan pentingnya deteksi dini, kemudian dilakukan demonstrasi langsung cara melakukan SADARI dengan menggunakan peraga anatomi. Pre-test dan post-test diberikaan untuk mengetahui pengetahuan siswa. Hasil: Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan dalam menangani bahaya kanker payudara dan cara menanganinya. Simpulan: Sosialisasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan siswa/i SMAN 4 Banjarmasin mengenai pentingnya pemeriksaan payudara sendiri guna deteksi dini kanker payu dara. Kegiatan ini juga menumbuhkan sikap tangguang jawab dan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker payudara bagi remaja.
Efektivitas Video Edukasi Kandidiasis dengan Pengetahuan Santri Pesantren Manba’ul Ulum Kabupaten Banjar Girsang, Endah Natasya Br; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Latifah, Latifah; Ariani, Malisa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3909

Abstract

Kandidiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans dan sering dialami oleh remaja putri, terutama saat menstruasi, akibat kurangnya pemahaman mengenai kebersihan area reproduksi. Diperkirakan sekitar 75% wanita pernah mengalami infeksi ini setidaknya sekali dalam hidupnya. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya edukasi yang tepat dan mudah dipahami untuk mencegah terjadinya infeksi, khususnya pada kelompok usia remaja yang rentan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas video edukasi tentang kandidiasis dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri di Pondok Pesantren Putri Manba’ul Ulum, Kabupaten Banjar. Metode penelitian menggunakan desain Pre-Experimental One Group Pretest–Posttest dengan melibatkan 100 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap sebelum serta setelah pemberian video edukasi. Hasil penelitian menunjukkan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan dan sikap responden sebelum dan setelah intervensi. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa rendahnya pemahaman mengenai kebersihan organ reproduksi berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kandidiasis pada remaja putri. Video edukasi terbukti efektif sebagai media penyampaian informasi karena mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk sikap pencegahan yang lebih baik. Dengan demikian, penggunaan media audiovisual seperti video edukasi dapat direkomendasikan sebagai strategi intervensi kesehatan reproduksi di lingkungan pesantren dan institusi pendidikan sejenis.
Hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur pada anak penyandang talasemia Alpian, Ridho; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Mahdiyah, Dede
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/sqyt1250

Abstract

Latar Belakang: Anak dengan Talasemia sering mengalami penurunan kadar hemoglobin yang berdampak pada kualitas tidur dan dapat mengganggu konsentrasi serta kualitas hidup. Tujuan penelitian ini menganalisa hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur pada anak penyandang Talasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 32 dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan kuesioner SDSC. Data dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact.Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki, berusia 6–12 tahun, dengan lama sakit talasemia ≥5 tahun, mayoritas memiliki kadar hemoglobin pra transfusi <9 g/dL dan mengalami gangguan tidur. Skor tertinggi pada subskala SDSC terdapat pada Sleep Hyperhidrosis dengan keluhan berkeringat di malam hari, diikuti Disorders of Excessive Somnolence, sementara subskala lainnya lebih rendah. Hasil uji Fisher’s Exact p = 0,004.Kesimpulan: Terdapat hubungan kadar hemoglobin pra transfusi dengan kualitas tidur anak Talasemia. Pemantauan hemoglobin  secara berkala dan rutin transfusi diharapkan dapat meningkatkan kualitas tidur pasien.
Efektivitas kegiatan permainan estafet bendera terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah Widia, Widia; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/fz97tv91

Abstract

Latar Belakang: Usia anak prasekolah mengalami perkembangan fundamental pada aspek motorik kasar yang menunjang keterampilan bergerak, kemampuan menjaga keseimbangan, serta kualitas interaksi sosial. Keterlambatan motorik kasar masih menjadi isu perhatian khusus. Permainan estafet bendera, secara langsung melibatkan aktivitas fisik dan koordinasi tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbedaan rerata kemampuan motorik kasar sebelum dan sesudah diberikan intervensi permainan estafet bendera pada anak usia prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain pra-eksperimen one group pre-test post-test. Teknik total sampling dipilih dan didapatkan sebanyak 22 anak berusia 4-6 tahun dilibatkan sebagai sampel. Metode observasi dan ceklis perkembangan motorik kasar digunakan dalam pengumpulan data. Uji Paired Sample T-Test digunakan dalam analisa penelitian ini.Hasil: Hasil uji analisa didapatkan nilai p = 0,000, artinya adanya pengaruh intervensi permainan estafet bendera terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak prasekolah.Kesimpulan: Permainan estafet bendera terbukti efektif sebagai metode pembelajaran yang menarik dan mampu menstimulasi perkembangan motorik kasar anak usia 4-6 tahun.
Efektivitas terapi bermain puzzle terhadap perubahan tingkat kecemasan anak penyandang thalasemia Pratama, Prasetya Putra; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Nito, Paul Joae Brett
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/dc5d0452

Abstract

Latar Belakang: Masalah yang dihadapi anak-anak dengan Thalasemia mencakup aspek fisik serta psikologis, seperti kecemasan. Kondisi ini dapat mengganggu proses perawatan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Terapi puzzle dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan. Sebagai upaya untuk melihat keefektifannya maka penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas terapi bermain puzzle terhadap perubahan tingkat kecemasan anak usia 6-12 tahun penyandang thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain pre eksperimen. Sampel 15 anak penyandang Thalasemia berusia 6-12 tahun dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi, kuesioner dan SOP. Analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon.Hasil: Hampir seluruhnya responden berusia 6-9 tahun (80%), sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (53,3%). Responden dengan lama didiagnosa Thalasemia sebagian besar masuk kategori singkat (<5 tahun) 66,7%. Tingkat kecemasan sebelum pemberian terapi bermain puzzle rata-rata sebesar 55,73 masuk kategori sedang. Setelah terapi rata-rata kecemasan menurun yaitu 36,67 masuk kategori ringan. Hasil uji wilcoxon didapatkan p 0,001 yang artinya terapi bermain puzzle efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada anak usia 6–12 tahun penyandang Thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin. Kesimpulan: Pemberian terapi bermain puzzle efektif terhadap perubahan tingkat kecemasan anak penyandang Thalasemia di RSUD Ulin Banjarmasin.
Hubungan durasi penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial pada anak prasekolah Septiana, Dini; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa; Nitto, Paul Joae Brett
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/c71kyv73

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gadget secara berlebihan dan tidak tepat dapat membuat anak kurang peduli terhadap lingkungan keluarga maupun masyarakat. Lamanya durasi penggunaan gadget dapat menghambat perkembangan sosial anak terutama pada interaksi sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial pada anak prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin.Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel menggunakan total sampling dari seluruh anak di kelas B TK Simpang Limau Banjarmasin sebanyak 44 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data univariat dan data bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil: Sebagian besar anak menggunaan gadget dengan durasi yang tidak lama (<1 jam) yaitu sebanyak 27 anak (61,4%). Sebagian besar anak memiliki tingkat interaksi sosial sedang yaitu sebanyak 23 anak (52,3%). Ada hubungan antara durasi penggunaan gadget dengan kemampuan interaksi sosial pada anak prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin p value 0,004 dan nilai OR 9,333.Kesimpulan: Durasi penggunaan gadget berhubungan dengan kemampuan interaksi sosial pada anak prasekolah di TK Simpang Limau Banjarmasin. Orang tua dapat menerapkan screen time untuk anak agar anak menggunakan gadget dengan durasi yang sudah ditentukan.