Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Stunting pada Balita Suling, Carolina I. S.; Ariani, Malisa; Fetriyah, Umi Hanik
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.4.2024.1009-1022

Abstract

Permasalahan yang kerap melanda Indonesia ialah mengenai isu pemenuhan gizi dan kejadian stunting. Permasalahan stunting berdampak pada kualitas sumber daya manusia yang menyebabkan kegagalan dalam pertumbuhan anak, mengalami hambatan dalam perkembangan kognitif dan motorik, tinggi badan yang rendah, turunnya kapasitas intelektual pada usia dewasa dan munculnya berbagai penyakit. Pola pemberian makanan merupakan faktor penentu salah satu penyebab kejadian stunting. Pola makan pada anak sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Anjir Pulang Pisau wilayah kerja Puskesmas Pulang Pisau. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel berjumlah 31 balita di Desa Anjir wilayah kerja UPT Puskesmas Pulang Pisau pada bulan Agustus 2024. Pengambilan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Kuesioner Child Feeding Questionnaire (CFQ). Telah dinyatakan valid dengan nilai rhitung (0,736 – 0,986) dan nilai reliabilitas jenis makanan 0,902 > 0,6, jumlah makanan 0,769 > 0,6 dan jadwal makanan 0,911 > 0,6. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Pola makan balita secara tepat sebanyak 25 orang (80,6%). Kejadian stunting pada balita di Desa Anjir sebanyak 16 orang (51,6%). Hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Anjir Pulang Pisau wilayah kerja Puskesmas Pulang Pisau dengan nilai p-value (0,018 < 0,05). Ada hubungan pola makan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Anjir Pulang Pisau wilayah kerja Puskesmas Pulang Pisau.
Identifikasi Kualitas Hidup Pada Balita dengan Stunting di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin : Identification of Quality of Life in Toddlers with Stunting at the Pekauman Community Health Center, Banjarmasin City Safitri, Ririn; Ariani, Malisa; Fetriyah, Umi Hanik
Journal of Health (JoH) Vol 12 No 1 (2025): Journal of Health (JoH) - January
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v12n1.1097

Abstract

Stunting is a malnutrition problem that continues to occur, South Kalimantan is ranked 9th with a prevalence exceeding the national figure. The aim is to determine the quality of life of stunted toddlers at the Pekauman Community Health Center, Banjarmasin City. Descriptive research design. Sample of 30 stunted child respondents using purposive sampling technique. Data collection used the PedsQL questionnaire. The variables studied are quality of life based on physical, emotional, social and school function. Univariate analysis uses mean, median and mode values. Quality of life for physical function (63.3%) was in the good category, mean 78.02. Quality of life for emotional function (56.7%) was in the poor category, mean 67.83. Quality of life for social function (70%) is in the good category, mean 91.00. Quality of life for school functioning (100%) is in the good category, mean 100.00. The results showed that the quality of life with 3 functions was in the good category (59.3%) with a mean value of 77.05. The results of the psychosocial assessment were in the poor category (53.3%) with a mean of 79.41. The conclusion is that the quality of life of stunted toddlers is in the good category. The research contribution is as information for parents that their role is needed in children's growth and development and can be used as discussion material for education regarding regulating the nutritional content of each portion of food for stunted children.
The Relationship Between Pre-Pregnancy Body Mass Index (BMI) and Weight Gain During Pregnancy with the Incidence of Stunting in Toddlers in the Working area of Pekauman Health Center Claudia, Jesika; Ariani, Malisa; Latifah, Latifah
PROMOTOR Vol. 8 No. 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i2.1101

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem caused by long-term inadequate nutritional intake, resulting in impaired growth in children. The nutritional status of pregnant women can be measured through body mass index (BMI) and weight gain during pregnancy, which reflect the nutritional condition of the mother and fetus. This study aims to determine the relationship between pre-pregnancy BMI and weight gain during pregnancy with the incidence of stunting in toddlers in the working area of Pekauman Health Center. This research uses a quantitative method with a Cross-Sectional approach, involving 30 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using mother and child observation sheets and the KIA book, then analyzed using the Kolmogorov-Smirnov and Chi-Square tests. The results showed no significant relationship between pre-pregnancy BMI and the incidence of stunting, but there was a significant relationship between weight gain during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers.
Optimizing the role of cadres in controlling hypertension in Sungai Rangas Ulu Village Mustaqimah, Mustaqimah; Ariani, Malisa; Aryzki, Saftia; Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman
Community Empowerment Vol 10 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12367

Abstract

Hypertension is a major health problem that requires continuous management, especially in areas with limited access to health services, such as Sungai Rangas Ulu Village. Limited public knowledge and a lack of health cadre skills in monitoring blood pressure are challenges in hypertension control. This community service activity aims to optimize the role of cadres in preventing hypertension. The training involved five cadres from toddler integrated health posts (posyandu) and five cadres from elderly integrated health posts (posyandu), with methods that included theoretical delivery on hypertension and its risk factors, as well as practical use of sphygmomanometers. The training results showed that 89% of cadres experienced a significant increase in knowledge and skills. Overall, this program successfully increased cadre capacity in blood pressure monitoring and health education, which is expected to contribute to more effective hypertension control in Sungai Rangas Ulu Village. Continued mentoring is needed to ensure program sustainability and long-term positive impact.
Pengaruh Video Edukasi terhadap Sikap dan Kontrol Diri tentang Seks Bebas Bulkis, Siti; Nito, Paul Joae Brett; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Ariani, Malisa
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11143

Abstract

Perilaku remaja yang beresiko dimulai dari berpegangan tangan, berkencan intim, bercumbu, hingga akhirnya melakukan kontak seksual, dan berujung pada perilaku seks bebas. Faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seks pranikah diantaranya yaitu pengetahuan dan sikap. Kurangnya pengetahuan remaja terhadap seks pranikah dapat membentuk sikap dan kontrol diri yang kurang baik terhadap seks bebas akan mengarah ke remaja yang memiliki sikap kurang baik. Pendidikan seks melalui media video adalah salah satu cara untuk meningkatkan sikap dan kontrol diri. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh video edukasi terhadap sikap dan kontrol diri remaja tentang seks bebas. Metode penelitian ini menggunakan Pre-Experimental dengan One Grup PreTest-PostTest Design. Jumlah sampel sebanyak 87 orang dengan teknik Quota sampling. Instrumen Penelitian menggunakan kuesioner sikap dan kontrol diri, dan dilakukan Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil yang diperoleh p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang artinya terdapat pengaruh video edukasi terhadap sikap dan kontrol diri remaja tentang seks bebas . Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pendidikan seks menggunakan media video efektif digunakan untuk meningkatkan sikap dan kontrol diri remaja tentang seks bebas sehingga dapat meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya seks bebas dan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kehamilan remaja, penyakit menular seksual, serta dampak psikologis dan sosial.
Korelasi tingkat pengetahuan dengan perilaku seksual pada remaja SMK Hawa, Ika Ismatul; Nito, Paul Joae Brett; Mahmudah, Rifa’atul; Ariani, Malisa
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.1323

Abstract

Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan, baik secara fisik, mental, maupun intelektual. Remaja memiliki karakter khas seperti rasa ingin tahu yang besar, menyukai tantangan, serta cenderung berani mengambil risiko tanpa pertimbangan yang matang. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada masa ini adalah perilaku seksual pranikah, yang umumnya terjadi pada remaja usia pertengahan (15–18 tahun) dan remaja akhir (19–21 tahun). Pada usia tersebut, remaja mulai mencari jati diri, timbul rasa cinta pada lawan jenis, dan mulai memikirkan berbagai hal yang berkaitan dengan seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi tingkat pengetahuan  dengan perilaku seksual remaja di SMK Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Banjarmasin sebanyak 92 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil analisis data dengan uji chi-square menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan baik (31,5%) cenderung tidak berisiko terhadap perilaku seksual, sedangkan responden dengan pengetahuan cukup (68,5%) memiliki risiko ringan dalam perilaku seksual. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai p = 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku seksual siswa di SMK Banjarmasin.
Relationship Between Mother's History of Preeclampsia and the Incidence of Stunting in Toddlers in the Work Area of Pekauman Public Health Center Banjarmasin Teddyansyah, Teddyansyah; Ariani, Malisa; Latifah , Latifah
PROMOTOR Vol. 8 No. 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i5.1163

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition condition whose prevalence has not yet reached the national target of 14%. The incidence of stunting in Indonesia still needs to be reduced according to the government's target. A history of preeclampsia is suspected as a risk factor for stunting so it needs to be studied. The purpose of this study was to determine the relationship between a history of preeclampsia in mothers and the incidence of stunting in toddlers. This study is a quantitative study with an analytical survey design and a cross- sectional approach in 30 mothers and children aged 24-59 months at the Pekauman Health Center who were selected using a purposive sampling technique. The research data were collected using observation sheets and anthropometric examinations and analyzed using the chi square test. The results showed that most mothers were in the non-risk age category (66.7%), most children were in the toddler age category (63.3%), and the percentage of boys and girls was balanced (50%). Most mothers had a history of preeclampsia (70%) and most children had stunting status (60%). The results of the chi square test showed a p value = 0.006. Adequate nutritional intake is needed for children to improve nutritional status.
The Relationship Between Intensity of Social Media Use and Cyberbullying on Social Media Husna, Jum’atul; Nito, Paul Joae Brett; Fetriyah, Umi Hanik; Ariani, Malisa
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4392

Abstract

The use of social media among teenagers is increasing, and the intensity of social media use among teenagers can result in cyberbullying behavior. One of the factors that influences cyberbullying behavior is the intensity of social media use and the increase in time spent doing online activities. The impact of cyberbullying behavior is a failure to develop social skills, such as empathy, negotiation and retaliation. Objective: To determine the relationship between the intensity of social media use and cyberbullying on social media at SMPN 3 Banjarmasin. Method: This research uses quantitative methods with a cross sectional research design. The population was 528 respondents and the sample size was 228 respondents using a stratified random sampling technique. Data were collected using a questionnaire on the intensity of social media use and cyberbullying behavior. The results of the validity of the media use intensity scale questionnaire with results of 0.500 – 0.654. Cyberbullying behavior scale questionnaire r calculated at 0.273 – 0.753. The results of the media use intensity scale questionnaire test were 0.625, and cyberbullying behavior scale questionnaire was 0.977. Which tested using the Kolmogorov Smirnov statistical test. Results: The results of the research are that the intensity of social media use among teenagers at SMPN 3 Banjarmasin is in the high significant category. Cyberbullying behavior among teenagers at SMPN 3 Banjarmasin is mostly in the high category. Conclusion : The results of the analysis show that there is a relationship between the intensity of social media use and cyberbullying behavior.
Pendidikan Bagi Kader Kesehatan Desa Sungai Rangas Ulu tentang Demam dan Keamanan Obat pada Ibu Hamil Mustaqimah, Mustaqimah; Ariani, Malisa; Aryzki, Saftia; Ramadhani, Alya; Sudarya, Maharani Fitria; Rustiana, Rustiana; Saputri, Rina; Hakim, Ali Rakhman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.602

Abstract

Kader kesehatan desa merupakan tenaga kesehatan desa yang berasal dari masyarakat desa. kader kesehatan desa perlu mendapatkan pendidikan berkelanjutan tentang informasi kesehatan. Diantaranya pengetahuan tentang demam dan obat yang aman untuk ibu hamil merupakan informasi perlu dipahami dengan baik oleh kader kesehatan. Kegiatan ini dengan tujuan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang penanganan demam dan penggunaan obat aman untuk ibu hamil. Penggunaan obat yang aman pada ibu hamil merupakan aspek penting untuk mencegah efek samping pada ibu maupun janin, sedangkan pemahaman tentang penanganan demam diperlukan untuk memastikan tindakan yang tepat saat terjadi kenaikan suhu tubuh. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyampaian materi secara langsung dengan media berupa PowerPoint, leaflet, dan modul. Sebanyak 8 orang kader Desa Sungai Rangas Ulu berpartisipasi dalam kegiatan ini. Proses kegiatan dimulai dengan pemberian pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi interaktif, dan diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan kader. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader mengenai penanganan demam dan obat yang aman untuk ibu hamil setelah edukasi dilakukan.
Manajemen Gigitan Ular Dengan Budaya Betatawar (Getah Daun Pepaya) melalui Pendekatan Culture Care Mohtar, M. Sobirin; Mahmudah, Rifa'atul; Ariani, Malisa; Riyanti, Dewi; Erianti; Putri, Nazilatul Audah Surya
Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : SMART SCIENTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70427/smartdedication.v1i1.18

Abstract

Daun pepaya merupakan salah satu tanaman yang mengandung saponin. Saponin adalah salah satu senyawa yang memacu dalam pembentukan suatu kolagen, yaitu suatu protein struktur yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Senyawa ini merupakan salah satu senyawa flavonoid yang larut dalam air serta dapat diekstrakkan menggunakan etanol 70% Berdasarkan data Lokakarya Nasional Tanaman Obat pada tahun 2010, dari total 40.000 jenis tumbuhan di dunia, Indonesia telah memiliki 30.000 jenis tumbuhan termasuk di antaranya 940 jenis tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Pepaya (Carica papaya L.) adalah tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Salah satu bagian dari tanaman pepaya yang berkhasiat sebagai obat ialah daunnya. Daun Carica papaya merupakan salah satu tanaman yang mengandung saponin, sedangkan kulit batang dan akar dari Carica papaya mengandung flavonoid dan alkaloid, selain itu juga daun serta akarnya mengandung polifenol dan bijinya mengandung saponin. Polifenol dan flavonoid memiliki aktivitas yaitu sebagai antiseptic. Pengobatan tradisional adalah pengobatan atau perawatan menggunakan cara maupun obat – obat atau ramuan tradisional yang mengacu pada pengalaman, keterampilan turun temurun dan diterapkan sesuai norma–norma yang berlaku dalam masyarakat Salah satunya getah daun pepaya sebagai pengobatan tradisional pada gigitan ular.