Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Drug Related Problems (DRPs) Pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pediatrik Di Rsud Pringsewu Tahun 2024 Annies Surya Utami; Mida Pratiwi; Vicko Suswidiantoro; Edy Syamsuri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3698

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit menular pada saluran pernapasan atas maupun bawah yang disebabkan oleh virus atau bakteri, dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas. Penggunaan obat pada pasien ISPA berpotensi menimbulkan Drug Related Problems (DRPs) seperti ketidaktepatan pemilihan obat, dosis, durasi, atau interaksi obat, yang dapat memengaruhi keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian Drug Related Problems (DRPs) pada pasien Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di RSUD Pringsewu periode 2024 berdasarkan Cipolle. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental dengan menggunakan rekam medis dengan teknik pengambilan data berupa total sampling dan didapatkan 23 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian ini, analisis DRPs menunjukkan bahwa pada kategori terapi obat yang tidak diperlukan terdapat 1 pasien (16,66%), kategori perlu terapi obat tambahan sebanyak 5 pasien (83,33%), sementara pada kategori terapi obat tidak efektif, dosis terlalu tinggi, dosis terlalu rendah, efek samping obat, dan ketidakpatuhan tidak ditemukan pada pasien ISPA pediatrik yang menjalani rawat inap di RSUD Pringsewu periode 2024. Kesimpulan penelitian ini yaitu, dari total 23 pasien ISPA pediatrik yang menjalani rawat inap di RSUD Pringsewu periode 2024, sebanyak 6 pasien (26,08%) pasien mengalami DRPs dan 17 pasien (73,91%) pasien tidak mengalami DRPs   ABSTRACT Acute Respiratory Tract Infection (ARTI) is a contagious disease of the upper and lower respiratory tract caused by viruses or bacteria, and is one of the leading causes of morbidity and mortality. The use of drugs in ARTI patients has the potential to cause Drug-Related Problems (DRPs), such as inappropriate drug selection, dosage, duration, or drug interactions, which may affect the success of therapy. This study aims to analyse the occurrence of Drug-Related Problems (DRPs) in patients with Acute Respiratory Tract Infections (ARTI) at Pringsewu Regional Public Hospital during the 2024 period based on Cipolle. This study is a non-experimental study using medical records with a data collection technique of total sampling, yielding 23 samples that met the inclusion criteria. Based on the results of this study, the DRPs analysis showed that in the category of unnecessary drug therapy, there were 1 patients (16,66%), while in the category of additional drug therapy, there were 5 patients (83,33%). While in the category of ineffective drug therapy, excessive dosage, insufficient dosage, drug side effects, and non-compliance were not found in paediatric ISPA patients admitted to Pringsewu General Hospital during the 2024 period. This study concludes that, out of a total of 23 paediatric ISPA patients admitted to Pringsewu General Hospital in 2024, 6 patients (26,08%) experienced DRPs and 17 patients (73,91%) did not experience DRPs. Keywords :  ARTI, DRPs, Pediatrics, Pringsewu Hospital, Cipolle
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Pasien Rawat Jalan Tentang Penggunaan Antibiotik Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2025 Ahmad Zul Khoiri; Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi; Diah Kartika Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4997

Abstract

Penyakit infeksi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting khususnya di negara berkembang. Pengobatan lini pertama untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan antimikroba antara lain antibakteri/antibiotik, antijamur, antivirus, dan antiprotozoal.  Tujuan penelitian ini untuk  menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien rawat jalan terhadap penggunaan antibiotik. Studi ini menggunakan  metode penelitian  deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 100 pasien rawat jalan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang pernah mengonsumsi antibiotik. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam penggunaan antibiotik. Hasil penelitian menunjukan pasien dengan pengetahuan baik sebanyak 49% responden, pengetahuan cukup sebanyak 37% responden dan pengetahuan rendah sebanyak 14% responden. Pasien dengan kepatuhan tinggi sebanyak 14% responden, kepatuhan sedang sebanyak 23% responden dan kepatuhan rendah sebanyak 63% responden. Uji analisis hubungan pengetahauan dengan kepatuhan pengobatan dengan chi-square menunjukan terdapat hubungan yang signifikat antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pengobatan pada pasien  rawat jalan dengan nilai p-value = 0,004 (p< 0,05).  
Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Dan Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Menggunakan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl) Juliatika Kurniawati; Vicko Suswidiantoro; Diah Kartika Putri; Wina Safutri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas tersebut, salah satunya berasal dari tumbuhan yang kaya senyawa metabolit sekunder. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui memiliki potensi aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penelitian dilakukan melalui tahapan determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antioksidan pada variasi perbandingan ekstrak (25 mg:75 mg), (50 mg:50 mg), dan (75 mg:25 mg). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Nilai IC₅₀ kombinasi ekstrak berturut-turut sebesar 1,396 ppm; 0,533 ppm; dan 3,164 ppm, yang seluruhnya termasuk kategori antioksidan sangat kuat (<50 ppm). Kontrol positif vitamin C menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 7,214 ppm. Kombinasi ekstrak dengan perbandingan 50 mg:50 mg menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi. Dengan demikian, kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang efektif.
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Sanggi Kabupaten Tanggamus Riki Renaldo; Vicko Suswidiantoro; Wina Safutri; Riza Dwiningrum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan berperan penting dalam menunjang mutu pelayanan kesehatan, terutama dalam kepuasan pasien rawat jalan. Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan yang mencakup dimensi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sanggi Kabupaten Tangggamus. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sanggi sebanyak 6.050 orang. Sampel penelitian berjumlah 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kepuasan pasien yang dimodifikasi berdasarkan dimensi SERVQUAL dan telah diuji validitas serta reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden pasien rawat jalan di Puskesmas Sanggi Kabupaten Tanggamus didominasi oleh kelompok usia 26–35 tahun (27%), berjenis kelamin laki-laki (53%), dengan pendidikan terakhir mayoritas SMA (38%), serta sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga (42%) dan tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Sanggi berada pada kategori puas. Rincian hasil penilaian rata-rata pada setiap dimensi adalah: Tangible (84,73%), diikuti Reliability (85,13%) dan Responsiveness (87,46%). Sementara itu, dimensi Assurance (86,36%) dan Empathy (86,33%). Secara keseluruhan, mayoritas pasien merasa puas dengan pelayanan kefarmasian, meskipun masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya pada dimensi jaminan.
FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN GEL PEEL-OFF SEBAGAI MASKER WAJAH DARI SARI WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) Alensia Putri, Nofellia; Dwiningrium, Riza; Suswidiantoro, Vicko; Pratiwi, Mida
Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia
Publisher : APDFI (Asosiasi Pendidikan Diploma Farmasi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33759/v7i3.792

Abstract

Carrots (Daucus carota L.) are rich in beta-carotene, vitamins A, C, and E, which possess antioxidant activity and potential for use as active ingredients in cosmetic formulations. This study aimed to formulate and evaluate the physical characteristics of peel-off gel mask preparations containing carrot juice at varying concentrations. A laboratory-based experimental design was used to develop three formulations containing 5 %, 10 %, and 15 % carrot juice. Physical evaluations included organoleptic properties, homogeneity, pH, drying time, spreadability, adhesiveness, protective effect, and skin moisture. All formulations demonstrated acceptable physical stability. The 10% concentration formula showed the most ideal drying time, balanced spreadability and adhesiveness, and the most significant increase in skin moisture. These findings indicate that carrot juice can be effectively used as a single active ingredient in peel-off gel mask formulations, with 10 % identified as the most optimal concentration. For future development, further studies are recommended to include long-term stability testing, dermatological evaluations on human subjects, and exploration of combinations with other natural ingredients to enhance effectiveness and support broader applications in herbal-based cosmetic industries.
ESTUTI: Ethnomedicine and Transformation of Ice Cream to Prevent Stunting Using Family Medicinal Plants in Tanggamus Diah Kartika Putri; Fina Aulika Lestari; Taufiki Miftausakina; Amalia Siti Nurazizah; Adi Saputra; Vicko Suswidiantoro; Wina Safutri
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.2951

Abstract

The stunting prevalence rate for Lampung Province based on the 2022 SSGI averages 15.2% and Tanggamus Regency is ranked fourth with the highest stunting prevalence, namely 20.4%. This research aims to use TOGA as a spearhead for treating stunting in toddlers using Moringa leaves and ginger rhizomes. Moringa leaves (Moringa Oleifera Lam.) can be used as a potential alternative source of protein and calcium to meet children's nutritional needs. The ESTUTI formulation is divided into 3 formulations with differences in Moringa leaf extract and ginger, namely 25gr/100ml water, 50gr/100ml water, and 75gr/100ml water. Tests in this research include organoleptic tests, hedonic tests and melting point tests. The results show that the most preferred "ESTUTI" formulation is F1 with the formula Moringa leaves: ginger 25gr/100ml water. The combination of ginger and Moringa leaves is rich in nutritional value as an anti-stunting agent which the community responded well to during outreach. So it is hoped that it will be able to provide information on snacks as functional foods that have new qualities and qualities as anti-stunting by utilizing plants that grow abundantly around and developing the community's innovation and entrepreneurship experience.Key words: Curcuma xanthorriza; Ethnomedicine; Formulation; Ice cream; Moringa oleifera Lam; Stunting 
Analisis Kadar Pemanis Buatan Natrium Siklamat Pada Jamu Suplemen Kesehatan Dan Jamu Sediaan Sirup Yang Beredar Di Kabupaten Pringsewu Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Iga Mayola Pisacha; Vicko Suswidiantoro; Eva Nursoleha; ⁠Sulistia Surya; Meilia Wulandari; Warda Johrotul Jannah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12712

Abstract

Jamu merupakan produk obat bahan alam yang banyak dikonsumsi masyarakat, termasuk dalam bentuk suplemen kesehatan dan sediaan sirup. Pada proses pembuatannya, produk jamu dapat ditambahkan pemanis buatan, salah satunya natrium siklamat, untuk meningkatkan cita rasa. Penggunaan natrium siklamat yang melebihi batas maksimum dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, sehingga perlu dilakukan pengawasan terhadap kandungannya pada produk yang beredar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan menentukan kadar natrium siklamat pada jamu suplemen kesehatan dan jamu sediaan sirup yang beredar di Kabupaten Pringsewu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian menggunakan metode observasional dengan analisis kualitatif dan kuantitatif serta teknik purposive sampling. Sebanyak 17 sampel terdiri atas 10 sampel jamu suplemen kesehatan dan 7 sampel jamu sediaan sirup dianalisis secara kualitatif menggunakan metode pengendapan dengan pereaksi HCl 10%, BaCl₂ 10%, dan NaNO₂ 10%, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 311 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 sampel yang diuji terdapat 5 sampel positif mengandung natrium siklamat, yaitu tiga sampel jamu suplemen kesehatan (SK3, SK7, dan SK9) serta dua sampel jamu sediaan sirup (SS1 dan SS3). Kadar natrium siklamat pada jamu suplemen kesehatan berturut-turut sebesar 21,88 mg/kg, 67,104 mg/kg, dan 47,512 mg/kg, sedangkan pada jamu sediaan sirup sebesar 29,328 mg/kg dan 21,064 mg/kg. Seluruh kadar natrium siklamat yang diperoleh masih berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, yaitu sebesar 1.250 mg/kg. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian sampel jamu suplemen kesehatan dan jamu sediaan sirup yang beredar di Kabupaten Pringsewu mengandung natrium siklamat, namun seluruh sampel yang positif masih memenuhi persyaratan keamanan karena kadar natrium siklamat tidak melebihi batas maksimum yang ditetapkan.
The Role of Counseling on the Utilization of Family Medicinal Plants as Traditional Herbal Remedies on the Knowledge Level of the Community in Datarajan Village Diah Kartika Putri; Prasojo Pribadi; Vicko Suswidiantoro; Taufiki Miftausakina
Al Makki Health Informatics Journal Vol. 4 No. 4 (2026): Al Makki Health Informatics Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/fws0b560

Abstract

The use of medicinal plants as traditional remedies offers synergistic effects, in which combinations of several plant species can enhance treatment effectiveness. Indonesia possesses the second-largest biodiversity in the world, with approximately 25,000–30,000 plant species, of which around 7,500 have been identified as having medicinal potential; however, only approximately 1,200 species are utilized as traditional medicines. This study aimed to determine the level of community knowledge and examine the effect of counseling on knowledge regarding the utilization of Tanaman Obat Keluarga (TOGA) as traditional herbal remedies. The study employed a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The results showed that among 120 respondents in the intervention group, the majority demonstrated a good level of knowledge, with 71 respondents (59%) categorized as having good knowledge. The Mann–Whitney test results indicated a p-value of 0.000, demonstrating a significant difference between groups. This study concluded that community knowledge was categorized as good and that counseling had a significant effect on the knowledge level of the community in Datarajan Village, Ulu Belu District, Tanggamus Regency, regarding the utilization of Tanaman Obat Keluarga (TOGA) as traditional herbal remedies.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) dan daun kersen (Muntingia calabura L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Propionibacterium acnes Mira Bella Apriance; Riza Dwiningrum; Vicko Suswidiantoro; Mida Pratiwi
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/3fe6e905

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora) dan daun kersen (Muntingia calabura L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes, serta mengidentifikasi kandungan senyawa aktif dan menentukan konsentrasi kombinasi yang paling efektif. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium. Ekstrasi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan skrining fitokimia  terhadap senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram dengan konsentrasi kombinasi, yaitu 25%:75%, 50%:50%, dan 75%:25%. Zona hambat yang diperoleh dianalisis dengan uji One Way Anova. Hasil menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung senyawa metabolit sekunder Kombinasi ekstrak biji kopi robusta daun kersen konsentrasi 25% : 75% menghasilkan diameter zona hambat terbesar (4,53±1,71 mm), diikuti oleh konsentrasi 75% : 25% (4,28±2,51 mm) dan 50% : 50% (3,83±1,24 mm), ketiganya tergolong dalam kategori hambat lemah (<5 mm). Analisis statistik menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p > 0,05).  
Faktor-Faktor Dominan yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Diah Kartika Putri; Salsabila Jelita; Vicko Suswidiantoro; Hardono Hardono
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i3.1754

Abstract

Patients with Chronic Kidney Disease (CKD) undergoing hemodialysis experience various physical, psychological, and social disturbances that negatively impact their quality of life. While hemodialysis sustains life, this study aimed to identify respondent characteristics and analyze the influence of age, gender, education, occupation, hemodialysis frequency, and duration of hemodialysis on the quality of life of CKD patients undergoing the procedure, as well as to determine the most dominant factor influencing their quality of life. A non-experimental research design with a cross-sectional approach was employed. The study involved 65 respondents selected via purposive sampling and was conducted at the Hemodialysis Unit in February 2026. Data were collected using the KDQOL-SF 36 questionnaire and analyzed using Pearson Correlation, Independent T-test, One-Way ANOVA, and Multiple Linear Regression. Bivariate analysis results indicated that age (p=0,004), occupation (p=0,005), and duration of hemodialysis (p=0,014) were significantly associated with the quality of life of CKD patients, whereas gender (p=0,656) and education level (p=0,117) showed no significant association. Multivariate analysis revealed that the duration of hemodialysis was the most dominant factor influencing patients' quality of life (β=6,781; p=0,028), with the model explaining 25% of the variation in quality of life (R²=0,25). Thus, the duration of hemodialysis is the dominant factor affecting the quality of life of CKD patients; the longer patients undergo hemodialysis therapy, the better their ability to adapt to the disease and treatment, leading to a tendency for improved quality of life.
Co-Authors Abdul Mun&#039;ím Abdul Mun’im Adi Saputra Afi Sania Rosanti Ahmad Zul Khoiri Aini, Sarifatul Alensia Putri, Nofellia Amalia Siti Nurazizah Amanda Tirtasena ananda, ardini Andika Wahyu Saputra Anggun Fitria Annajim Daskar Annies Surya Utami Annisa Zahra Artadevy, Nadhila Fahira Audya Zahra Bastian, Arif Alexander Bayu Satriawan, Ahmad Clarissa Helmavicha Amanda Damayanti Abdul Karim, Dewi Daskar, Annajim Deswita, Dwi Diah Kartika Putri Dila Cindy Reptiana Dimas Thoriq Muhammad Iqbal Dwiningrium, Riza Edy Syamsuri Eka Pratiwi Yunianti Eka Selviyana Elsya Azis Suryani Eva Nursoleha Eva Nurul Baity Fadia Zahra, Alya Fadlina Chany Saputri Fikriya Ridlawati Fina Aulika Lestari Gustianing, Defy Haikal Nur Islam Hardono Hardono Hazballah Asy Syifa Iga Mayola Pisacha Indah Safitri Jelita Kartika Juliatika Kurniawati Kaka Widi Rahayu Katika Putri, Diah Kiki Ariska Lestari, Fina Aulika Linatul Arifah M.Syarif Alhauri Mahendri, Adelia Citra Meilia Wulandari Mela Annisa Mela Kurniasari Mida Pratiwi Mida Pratiwi Miftah Khoirun Nissa Miko Nanda Kusuma Mira Bella Apriance Muhammad Ridwan Mun'im, Abdul Novi Ana Nurlaili Prasojo Pribadi Pratama, Dimas Feriza Pratama Puspita, Cici Chandra Putri, Diah Karika Putri, Diah Kartika Riesce Octa Verantika Riki Renaldo Riska Reza Novita Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum Riza Dwiningrum, Riza Rosanti, Afi Sania Safitri, Indah Salsa Della Ananta Putri Salsabila Jelita Saputra, Cahya Agung Sari, Yuhana Satriawan, Ahmad Bayu Septiana, Elen Suci Humayroh Sucipto, Ajeng Afriliana Sutomo, Ahmad Syaifurrahman, Amir Tanjung, Salsabila Adelia Taufiki Miftausakina Tias Eka Rahmawati Triyani Anggun Sari Sari Turisma Alfi Arizona Vera Tri Anjani Warda Johrotul Jannah Wibowo, Catur Ari Wina Safutri Wina Safutri Wulan Cahya Indah Yanti, Erna Yeni Aryanti ⁠Sulistia Surya