Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA: STUDI DI UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Hartatik, Sri; Putra, Riyan Sisiawan; Soleha, Umdatus; Amalia, Rizki; Budiarti, Rizqi Putri; Sulistiyani, Endang
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v9i2.594

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsipkan bagaimana implementasi MBKM yang ada program studi non kesehatan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dan untuk mengetaui dampak dari implemntasi MBKM terhadap pembelajaran di program studi. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitif deskripstif dengan metode wawancara kepada program studi yang ada di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dan metode survey dengan responden 3956 terdiri dari mahasiswa sebanyak 3623 responden. Intrumen yang digunakan adalah angket dan wawancara tidak terstruktur. Responden penelitian ini adalah para kaprodi di prodi-prodi non Kesehatan Unusa dan seluruh civitas akademika yang ada di universitas baik tendik, dosen maupun mahasiswa. Hasil dari penelitian ini adalah Prodi-prodi non Kesehatan yang ada di Unusa tersebut rata-rata melaksanakan 5-6 Kegiatan dari 8 kegiatan MBKM. Implementasi program MBKM ini memberikan dampak terhadap proses pembelajaran mahasiswa. Proses Pembelajaran mahasiswa mengalami peningkatan yang baik dan sangat bermanfaat dalam peningkatan tujuan capaian pembelajaran yang ada di program studi. Peran serta tenaga dosen dan tendik dalam melaksanakan program MBKM, adapun bebrapa peran dosen maupun tendik yaitu berkontribusi langsung dalam rapat, diskusi dalam mempersiapkan kegiatan MBKM dan sebagai tim yang mempersiapkan kegiatan MBKM.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Mencegah Penularan Tuberkulosis Paru Setiyowati, Eppy; Wardani, Erika Martining; Soleha, Umdatus; Nurjanah, Siti
Madaniya Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.953

Abstract

Permasalahan terkait dengan peningkatan penyakit menular yang seringkali disebabkan oleh adanya faktor lingkungan juga disebabkan oleh pola perilaku hidup bersiha dan sehat yang belum dilaksanakan oleh masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan masa setelah kejadian wabah besar covid 19, warga masyarakat terutama lansia kurang lagi memperhatian new normal behavior pasca covid 19. Berdasarkan hasil analisis masalah yang terjadi pada warga emas di Selangor Malaysia, maka tim pengabdi UNUSA khususnnya prodi S2 Keperawatan terapan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan berupaya untuk bekrja sama dengan tim Pengabdi dari UiTM Selangor Malaysia. Terkait hal tersebut sangat perlu untuk dilakukan edukasi, pendampingan dan evaluasi terhadap new normal behavior bersama dengan warga emas di Selangor Malaysia guna membudayakan perlaku hidup bersih dan sehat pasca covid 19. Hasil yang didapatkan dari kegiatan tersebut adalah cucitangan merupakan salah satu faktor terjadinya penularan penyakit, selain itu juga kondisi lingkungan dengan jumlah penghuni melebihi kapasitas, sinar matahari ke dalam rumah, suhu didalam lembab dan ventilasi udara.
Individual and Environmental Factors Associated with Pulmonary Tuberculosis: A Cross-Sectional Study in an Urban Community Zahroh, Chilyatiz; Sudarianik, Sudarianik; Ainiyah, Nur; Setiyowati, Eppy; Soleha, Umdatus; Mulyadi, Mulyadi
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 7 No. 3 (2025): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v7i3.286

Abstract

Background: Tuberculosis is a contagious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. TB cases have increased at the Balongsari Health Center in recent years. The research aims to analyze individual and environmental factors related to pulmonary tuberculosis incidence at the center. Methods: This study applied the STROBE guidelines. It was an analytical observational study using a cross-sectional design. The study population comprised 152 tuberculosis (TB) patients and TB suspects registered at the Balongsari Health Center between January and December 2022. The sample consisted of pulmonary TB patients (TCM+) and TB suspects (TCM−) in a 1:1 ratio, selected through simple random sampling. The variables assessed included age, sex, HIV/AIDS status, diabetes mellitus, nutritional status, smoking history, lighting conditions, and housing occupancy density. Data were analyzed using the Chi-Square test. Results: The analysis showed that the factors significantly associated with the incidence of pulmonary tuberculosis at the Balongsari Health Center were age (p = 0.01), diabetes mellitus (p < 0.001), nutritional status (p < 0.001), smoking history (p < 0.001), and lighting conditions (p < 0.001). In contrast, gender (p = 0.15), HIV/AIDS status (p = 0.08), and occupancy density (p = 0.10) were not significantly associated with the incidence of pulmonary tuberculosis. Conclusion: Factors associated with the incidence of pulmonary tuberculosis included age, diabetes mellitus, smoking history, nutritional status, and lighting conditions. Conversely, gender, HIV infection, and occupancy density were not associated with pulmonary tuberculosis incidence.
The Potential of Walnut Oil with Massage Effleurage to Prevent Grade 1 Decubitus Wounds of Bed Rest Patients Iis Noventi; Umdatus Soleha; Siti Nur Hasina
Journal of Ners and Midwifery Vol 8 No 3 (2021)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v8i3.ART.p309-314

Abstract

The main problem in decubitus patients is the risk of damage to skin integrity related to factors: immobility, decreased sensory perception, decreased tissue perfusion, decreased nutritional status, friction and pulling force, advanced age, and increased humidity. The decubitus is a problem faced by patients with chronic diseases, weak conditions, and patients who experience paralysis. This study aimed to analyze the potential of walnut oil in preventing grade 1 decubitus Wounds of bed Rest Patients. This study used a Quasi-Experimental design (pretest-posttest control group). The sample was 20 people, divided into 2 groups; treatment and control. The treatment group received effleurage massage with walnut oil given twice a day for 7 days, while the control group received pressure ulcers prevention treatment according to the SOP applied in the hospital. A total of 10 patients who received massage using walnut oil showed a p-value of 0.04 (<0.05), which meant that walnut oil massage was affected significantly in preventing pressure ulcers. In conclusion, decubitus wounds can be prevented by effleurage massage with walnut oil which is given regularly twice a day.
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN, KESEHATAN PSIKOLOGIS DAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL LANSIA PENDERITA DIABETES MELLITUS (DM) TIPE 2 DENGAN SPIRITUAL GROUP THERAPY (SGT) Hasina, Siti Nur; Soleha, Umdatus; Shodiq, M.; Wulandari, Mei; Ikhsan, Muhamad Nur; Ilmi, Miftachul
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.7859

Abstract

Diabetes Mellitus Tipe 2 tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memberikan tekanan psikologis dan spiritual yang signifikan. Lansia dengan DM sering kali menghadapi stres, depresi, dan kecemasan akibat pengelolaan penyakit yang kompleks dan berkelanjutan. Kondisi psikospiritual yang terganggu dapat memperburuk pengendalian kadar gula darah, meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan neuropati, serta menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Tujuan pengabdian masyarakat ini meningkatkan kemandirian lansia dalam mengelola penyakit mereka sekaligus memperkuat kemandirian dan kesehatan psikologis serta kesejahteraan spiritual mereka melalui pendekatan partisipatif berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Lansia Mahatma RW.03 Manukan Kulon Surabaya. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk edukasi berupa sosialisasi dan penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan terkait . Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatan pemahamaan, ketrampilan, kesadaran dan peningkatan jumlah kunjungan posyandu. Serta terbentuknya aplikasi SGT DM Corner yang rancang khusus untuk pasien lansia dengan Diabetes Mellitus Tipe 2 khususnya serta lansia lain yang lebih luas. Diperlukan edukasi dan sosialisasi terstruktur agar lansia dapat patuh dalam pengobatan dan terhindar dari komplikasi Diabetes Mellitus tipe 2. Perlu peningkatan skill dan kemampuan kader posyandu khususnya dalam hal kesehatan. Sehingga menjadi rujukan dasar dalam palitif care di Posyandu Lansia. Posyandu lansia terstruktur  baik akan berdampak pada kesehatan lansia khususnya dalam hal Kemandirian, Kesehatan Psikologis dan Kesejahteraan Spiritual Lansia.
Range of Motion Therapy to Improve Physical Mobility in an Ischemic Stroke Patient: A Case Study Fadlilah, Nur; Septianingrum, Yurike; Wijayanti, Lono; Soleha, Umdatus
International Journal of Health Concord Vol. 1 No. 2 (2025): International Journal of Health Concord
Publisher : Lembaga Chakra Brahmanda Lentera (Chakra Brahmanda Lentera Institute) [CANDLE]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/ihc.v12.14

Abstract

Background: Stroke is a neurological disease caused by an occlusion or hypoperfusion in the cerebral blood vessels, leading to neurological deficits and resulting in disability or death. Objective: The purpose of this case study is to describe nursing care in addressing impaired physical mobility needs by implementing Range of Motion (ROM) exercises in stroke patients, from initial assessment to evaluation Methods: This study adopted a descriptive single-case study design and was reported in accordance with the CARE (Case Report) guideline. The sampling frame consisted of one postoperative orthopedic patient who met predefined inclusion criteria, namely stable vital signs, the ability to communicate and cooperate with examination procedures, and no contraindication to range-of-motion (ROM) exercises. Data were collected through interviews, physical examination, structured observation, and review of clinical records. Functional status and motor impairment were assessed using the standardized muscle strength grading scale (Medical Research Council [MRC] scale, 0–5), along with clinical monitoring sheets to document changes in movement capacity. The intervention protocol consisted of prescribed ROM exercises—including passive-assisted and active movement techniques—administered twice daily over the observation period, with progression based on clinical tolerance and patient feedback. Result: At baseline assessment, the patient demonstrated unilateral left-sided weakness, with muscle strength graded at 3/5 for both upper and lower extremities based on the Medical Research Council (MRC) scale, indicating movement against gravity but not resistance. After three consecutive days of prescribed ROM intervention, follow-up assessment showed improvement to 4/5 in both extremities, reflecting increased capability to move against moderate resistance. Measurements were conducted by the same trained clinician using the same standardized scale to enhance reliability, although potential subjective scoring bias inherent to manual muscle testing cannot be fully excluded. Conclusion: There was an increase in muscle strength between before and after the intervention. It is expected that ROM therapy can be applied as an intervention to overcome physical mobility impairment in stroke patients.
Peningkatan Dukungan Keluarga sebagai Upaya Perbaikan Life Style Penderita Hipertensi Soleha, Umdatus; Nurjanah, Siti; Hanik, Umi; Nurjannah, Siti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7235

Abstract

Gaya hidup yang positif pada penderita hipertensi sangatlah dibutuhkan untuk pengendalian tekanan darah. Tidak banyak penderita hipertensi yang memiliki gaya hidup positif, sehingga tekanan darah tidak terkendali dan menimbulkan komplikasi pada target organ, yang seharusnya bisa dicegah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penderita dalam perbaikan gaya hidup. Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui 3 tahapan yakni tahap pra kegiatan terdiri dari persiapan administrasi dan penyediaan sarana prasarana, tahap kegiatan merupakan kegiatan inti yaitu pelaksanaan pre test dan post test, pemberikan edukasi, demonstrasi gaya hidup dan manajemen emosi yang dapat dilakukan oleh penderita hipertensi. Tahap berikutnya adalah pasca kegiatan meliputi evaluasi keberlanjutan program. Hasil kegiatan, penderita hipertensi yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat sejumlah 87 orang, sebagian besar memiliki jenis kelamin wanita (99%), sebagian besar pendidikan dasar (80,00%), lama menderita > 4 tahun (80%), tekanan darah sistolik terisolasi (50%), usia terbanyak merupakan usia lansia akhir (88,5%%). Pengetahuan sebelum diberikan pendidikan sebagian besar memiliki pengetahuan baik yaitu 38%, setelah diberikan edukasi dan pendampingan menejemen emosi meningkat menjadi  63%. Penderita hipertensi memiliki peningkatan pengetahuan dan manajemen pengelolaan emosi yang meningkat. Pemberian intervensi mengenai Illness perception dan manajemen emosi sangat penting, untuk mendukung mereka dalam memiliki gaya hidup positif, yang pada akhirnya dapat melakukan pegendalian tekanan darah. Simpulan Pemberian intervensi untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan membangun illness perception sangat diperlukan. Hal ini sangat berdampak pada kemampuan penderita dalam mengelola penyakitnya dan mengelola respon emosional, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan gaya hidup penderita dan pengendalian tekanan darah.
The Importance of Discharge Planning in Stroke Patients: Literature Review Anie Tri Indiartinie; Eppy Setiyowati; Yurike Septianingrum; Abdul Muhith; Ima Nadatien; Umdatus Soleha; Rusdianingseh
Journal Of Nursing Practice Vol. 6 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v6i2.301

Abstract

Background: Stroke causes neurologic disturbances that can cause changes in quality of life. Quality of life is mental, physical, social health and regardless of disease. In order to achieve a good quality of life, there must be a role for health workers. Discharge planning in stroke patients is preparing patients for treatment in healing and improving the health status of stroke patients. Purpose: The purpose of the literature review is to find out the importance of discharge planning in stroke patients. Methods: The research stage is to make a selection by paying attention to the year of publication and with full text. Furthermore, articles and journals that are considered less relevant are excluded. Literature was obtained from 10 articles relevant to Google Scholar, Indonesia One Search, DOAJ, and Garuda with the keywords Discharge planning, Quality of life and Stroke. Results: After reviewing the selected articles, it was found that discharge planning has a good impact on increasing family readiness in caring for patients, as well as improving the quality of life of stroke patients, namely being able to increase rehabilitation activities, prevent disease complications and adherence to taking medication and routine control. Conclusions: Improving the quality of life of stroke patients, which can improve rehabilitation activities, prevent disease complications and comply with taking medication and routine control.
Peningkatan Pengetahuan dan Gaya Hidup Sehat Pada Penderita Hipertensi di Wilayah PCI Muslimat Malaysia Soleha, Umdatus; Zahroh, Chilyatiz
Jurnal ABDIRAJA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v9i1.4640

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Salah satu penyebab utama tingginya angka kejadian hipertensi adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko dan cara pengelolaannya (Adnan et al., 2018). Kondisi ini terjadi juga di Malaysia, berdasarkan data Malaysia Hipertension Profile 2019, prevalensi hipertensi di atas rata-rata global, hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pencegahan maupun pengelolaan hipertensi masih rendah. Tujuan program ini meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi tentang pentingnya gaya hidup sehat. Metode pengabdian masyarakat dimulai dengan sesi edukasi terpadu, dimana peserta diberikan pemahaman menyeluruh tentang hipertensi meliputi penyebab, faktor risiko, komplikasi. Edukasi juga memberikan pembelajaran praktik terkait pola makan, aktivitas fisik, pola tidur sehat, teknik relaksasi dan manajemen stres, latihan pernapasan dalam, meditasi, serta strategi mengelola emosi dan kecemasan. Mereka juga diajarkan cara memeriksa tekanan darah secara mandiri serta mencatat hasil pengukuran untuk memantau dan mengendalikan tekanan darah. Metode evaluasi dilakukan melalui pretest dan postest. Media edukasi yang digunakan adalah modul, kemudian data dianalisis secara deskriptif. Penderita hipertensi sejumlah 98 orang, sebagian besar memiliki jenis kelamin wanita (81,63%), usia terbanyak lansia awal (82,65%). Sebagian besar memiliki pendidikan dasar (87,76%), lama menderita > 3 tahun (81,63%), tekanan darah derajad I (66,64%), derajad II (33,36%). Pengetahuan penderita sebelum diberikan edukasi yaitu; pengetahuan baik (30,61%), pengetahuan cukup (31,63%) dan pengetahuan kurang (37,76%). Pengetahuan setelah diberikan edukasi yaitu; pengetahuan baik (66,33%), pengetahuan cukup (18,37%) dan pengetahuan kurang (15,30%). Pemberian edukasi mampu meningkatkan kemampuan kognitif dan manajemen hidup sehat, diharapkan penderita dapat menerapkan pengetahuan kedalam perilaku melalui gaya hidup sehat.
APPLYING RANGE OF MOTION TO OVERCOME PHYSICAL MOBILITY DISORDERS IN ISCHEMIC STROKE PATIENTS: A CASE STUDY Nur Fadlilah; Yurike Septianingrum; Lono Wijayanti; Umdatus Soleha
Literasi Kesehatan Husada: Jurnal Informasi Ilmu Kesehatan Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Issue 1, February 2026, Literasi Kesehatan Husada: Jurnal Informasi Il
Publisher : Library Unit collaborates with the Institute for Research and Community Service, College of Health Sciences Husada Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60050/lkh.v10i1.78

Abstract

Background: Stroke is a neurological condition caused by arterial occlusion or hypoperfusion that leads to impaired neurological function and disability. Impaired physical mobility is a common consequence requiring targeted nursing interventions. Objectives: This case study aims to describe a comprehensive nursing care process for a stroke patient with impaired physical mobility through structured Range of Motion (ROM) therapy. Methods: A descriptive case study was conducted on one ischemic stroke patient. Data were obtained via interviews, physical assessment, observation, and documentation. ROM therapy was implemented following a detailed SOP, including passive and active-assistive movements, performed daily for 10–15 minutes. Results: Muscle strength improved from Grade 3 to Grade 4 in both left upper and lower extremities after three days of intervention. Conclusion: ROM therapy was effective in increasing muscle strength. Further research with longer durations and larger samples is recommended.
Co-Authors -, SITI NURJANAH Abdul Muhith Achmad Hidayatullah Achsan Tudhonny Adirson Barbosa De Oliveira Afiyah, R. Khairiyatul Afrizal Nur Kadir Agustin, Dian Rahmawati Ah Yusuf, Ah Algristian, Hafid Amanda Indrika, Elke Amansyah Tohari, Delly Anastasia Mampesi Andini, Ary Anie Tri Indiartinie Anisah, Choirun Arvino Aprilian Bambang Edi Suwito Budi Prasetyo Budiarti, Rizqi Putri Nourma Budury, Syiddatul Chatarina Umbul Wahyuni Choirun Anisah Danny Irawan Delly Amansyah Tohari Diana Mufidati Diana Mufidati Difran Nobel Bistara Elok Tamarah Endang Sulistiyani Eppy Setiyowati Erika Chandra Dewi Ernawati, Yayuk Fauziah Rochmah, Ardianti Fifi Khoirul Fitriyah Firdaus Firnanda Erindia Fitriasari, Andikawati Heris Santy, Wesiana Hidaayah, Nur Ikhsan, Muhamad Nur Ilmi, Miftachul Imamatul Faizah Ira Trio ISKANDAR Ismatika Ismatika Ismatika, Ismatika Kamariyah, Nurul Khamida Khamida Khamida, Khamida Khusnah, Hidayatul Latifatul Muna Leticia Freitas Babo Lya Marliana M. Shodiq Mawarda Hatmanti, Nety Meidyta Sinantryana W Milaningrum, Kartika Misutarno, Misutarno Mufidati, Diana Muhammad Bagus Qomaruddin Muhammad, Akbar Reza Mulyadi Mulyadi Muna, Latifatul Nadatien, Ima Noer Farakhin Noventi, Iis Nur Ainiyah Nur Fadlilah Nur Fadlilah, Nur Nurhayati Puspita, Uci Nurjanah, Siti - Nursalam Nursalam Nyoto Nyoto Nyoto Nyoto, Nyoto Putri, Dini Firdiana Putri, Rahmadaniar Aditya Ratna Yunita RatnaYunita Sari Riyan Sisiawan Putra Rizki Amalia Rizki Amalia Rohmawati, Riska RR Dian Tristiana Rusdianingseh S.Pd. M Kes I Ketut Sudiana . Sari, Ratna Yunita Septianingrum , Yurike Septianingrum, Yurike Setiawan, M. Arif Helmi Sharoni, Siti Khuzaimah Ahmad Sigit Mulyono Singgih Singgih Siti Hardiyanti SITI NURJANAH Siti Nurjanah SITI NURJANAH - Siti Nurjannah Sri Hartatik Sri Hartatik Sudarianik, Sudarianik Sulaiha, Siti Sulistiyani, Endang Sulistiyawati, Sri Taufiq, Isa Umi Hanik Umi Hanik Wahyu Pranoto Wardani, Erika Martining Wijayanti, Lono Winawati Eka P Winoto, Priyo Mukti Pribadi Wulandari, Maharani Suci Wulandari, Mei Yanis Kartini Zahroh, Chilyatiz zahrotul jannah