Claim Missing Document
Check
Articles

Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Daeng Pabalik; Hermanto Suaib; Nur Helmi; Nanik Purwanti
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v5i1.903

Abstract

Tujuan  dari penelitian ini adalah : 1) Untuk  mengetahui penerapan  Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dalam meningkatkan produktivitas kerja Medical Representative PT. Otto Pharmaceutical Industries cabang Sorong. 2) Untuk mengetahui nilai-nilai MSDM  yang  berpengaruh   terhadap produktivitas kerja Medical Representative pada PT. Otto Pharmaceutical Industries  cabang Sorong. 3) Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi dalam penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia terhadap peningkatan produktivitas kerja Medical Representative pada PT. Otto Pharmaceutical Industries cabang Sorong. Penelitian ini dilakukan di Kota Sorong, sedangkan objek penelitian  adalah  pihak yang diteliti, yaitu seluruh karyawan  pada  PT. Otto Pharmaceutical Industries cabang Sorong. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara,dokumentasi, dan observasi. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh para pimpinan adalah bagaimana  dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawannya sehingga dapat mendukung keberhasilan pencapaian tujuan perusahaan. Untuk itu  pengelolaan  sumber daya manusia sangat erat kaitannya dengan pencapaian tujuan tersebut. Karena semakin baik pengelolaan sumber daya manusia (tenaga kerja) maka semakin baik pula pengelolaan sumber daya yang lain,  dan sebaliknya semakin buruk pengelolaan sumber daya manusia maka hal itu akan berakibat pengelolaan sumber daya  yang lain akan semakin buruk.
Penggunaan Ruang Publik Sebagai Tempat Berjualan Pedagang Kaki Lima di Kota Sorong Uswatul Mardliyah; Nanik Purwanti; Firda Yoan Sarapayari
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v7i1.1554

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang Penggunaan Ruang Publik Sebagai Tempat Berjualan Pedagang Kaki Lima di Kota Sorong (Studi Pada Area Toko Thio Kelurahan Remu Utara). Kegiatan Pedagang Kaki Lima merupakan fenomena kegiatan perekonomian rakyat kecil, dimana mereka berdagang unuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian adalah dengan cara penelitian lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Penggunaan Ruang Publik Sebagai Tempat Berjualan Pedagang Kaki Lima. Dimana Para pedagang kaki lima memperoleh lokasi di ruang publik dengan bantuan dari salah satu pedagang kaki lima di lokasi tersebut atau dengan kata lain melalui perantara, untuk lebih mudah dalam proses menempati lokasi berdagang. Pedagang Kaki Lima juga sebelumnya sudah  melapor kepada pemilik toko dan kepada orang yang memiliki wewenang di lokasi tersebut dan menyanggupi aturan-aturan yang disepakati secara lisan, sehingga dapat menempati lokasi berdagang di sekitar toko. Pedagang yang berada di lokasi tersebut merupakan salah satu tempat keramaian yang dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan karena nilai perputaran ekonomi di perkotaan yang cukup besar dan sangat mempengaruhi pendapatan para pedagang kaki lima di Kota Sorong.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENERBITKAN IZIN MEMBANGUN DI KOTA SORONG Belkin Heluka; Amiruddin Amiruddin; Nanik Purwanti
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 3 No. 4 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.691 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui dalam studi kebijakan pembangunan.Kebijakan dalam suatu pembangunan tidak terlepas dari  yang namanya pemerintah, Dalam arti pemerintah itu adalah suatu sistem  atau wadah organisasi besar yang berperan penting dalam memutuskan kebijakan pembangunan tertentu yang akan didirikan  baik dari masyarakat sipil dan masyarakat non sipil, mestinya tidak didirikan  suatu bangunan tersebut jika tidak mempunyai surat izin  dari pemerintah   melalui Dinas terkait  pada khususnya  dibagian Dinas Pekerjaan Umum (DPU) ,berdasarkan peraturan perundang-undangan  yang berlaku di  Republik Indonesia.Dengan demikian penulis meneliti permasalahan ini  selama kurang lebih  satu bulan dari tanggal 22 Oktober s/d 19 November di dinas pu Kota Sorong. Selama penelitian penulis  memperoleh beberapa hasil penelitian  yang telah dilakukan  penulis, benar bahwa  dinas pu sangat-sangat  berperan dalam ijin mendirikan bangunan mesti harus dibawah”Komando” pengawasan atau  keputusan berdasarkan undang-undang yang berlaku ditanah air ini, dan melalui kebijakan tersebut masyarakat pada umumnya  telah mengikuti  aturan norma tersebut  kemudian berhasil mendirikan bangunan secara umum di kota sorong  telah mendirikan 70% bangunan dan yang  telah mendirikan bangunan namun yang tidak memiliki izin dari dinas pu hampir mencapai 100% untuk itu masyarakat harus berperan penting  dan mengambil bagian serta mengikuti aturan mendirikan  suatu  bangunan mestinya  harus ijin dari  pemerintah kota sorong melalui dinas terkait yaitu Dinas Pekerjaan umum dengan bangunan tersebut yang akan didirikan tidak berstatus, kesannya adalah”illegal”.
Dampak Program Pencegahan Penularan Hiv Dan Aids Bagi Komunitas Waria Di Kota Sorong Putri Nofiyanti; Dg Pabalik; Nanik Purwanti
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.224 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program pencegahan penularan HIV dan AIDS terhadap komunitas waria di Kota Sorong; Untuk mengetahui tanggapan dari komunitas waria terhadap program pencegahan penularan HIV dan AIDS. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah observasi; wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu bulan agustus sampai oktober 2017. Populasi dalam penelitian ini ialah komunitas waria yang ada di Kota Sorong. Sedangkan sampel pada penelitian ini ialah komunitas waria yayasan papua lestari Kota Sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak Program HIV dan AIDS ini dapat dilihat dari segi pengetahuan, agar menjaga kesehatan diri agar terhindar dari infeksi menular seksual serta HIV dan AIDS. Dari segi Sikap, menganggap penting untuk berhubungan seks menggunakan kondom, menghadiri kegiatan-kegiatan diskusi yang membahas tentang kesehatan, Selalu mengunjungi layanan untuk memeriksakan diri secara rutin; bahwa komunitas waria sudah mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan mengenai informasi-informasi seputaran HIV dan AIDS, dan cara pencegahannya. Yayasan papua lestari berperan sangat penting terhadap program dimaksud yaitu dengan cara penjangkauan, pemberian informasi dan merujuk teman-teman ke layanan kesehatan. Dengan adanya program ini komunitas waria yang dulunya belum mengenal informasi seputaran kesehatan sekarang ini mereka sudah mengenal informasi-informasi ini. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dampak program pencegahan penularan HIV Dan AIDS yang di lakukan oleh Yayasan Papua Lestari mempunyai dampak yang besar bagi Komunitas Waria dalam penjangkauan, pemberian informasi kesehatan dari segi pengetahuan serta tanggapan dari Komunitas Waria Dalam upaya pencegahan penularan HIV dan AIDS memerlukan dukungan dari semua pihak.
Analisis Sistem Perkawinan Suku Moi Di Kabupaten Sorong Dolfince Mugu; Muhammad Ali; Nanik Purwanti
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 2 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.922 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui Sistem Perkawinan adat Suku Moi dan kendala-kendala dalam proses perkawinan adat Suku Moi. Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. dari hasil analisis dalam penelitian ini bahwa sistem perkawinan Suku Moi diawali dengan berbagai proses- proses atau beberapa tahapan yaitu diawali dengan proses peminangan, Selanjutnya membahas tentang mas kawin, ditentukan atau disepakati bersama antara pihak laki-laki dan pihak perempuan. Adapun kendala-kendala  dalam proses pelaksanaa sistem perkawinan pada Masyarakat suku Moi adalah Sebagian besar  masyarakat Suku Moi khususnya pemuda dan pemudi tidak terlalu banyak memahami nilai-nilai budaya, sistem perkawinan atau norma, sistem hukum dan aturan-aturan khusus yang hidup ditengah masyarakat adat suku Moi sampai pada saat sekarang ini. Telah berkurangnya para tokoh-tokoh Adat sebagai pelaku sistem adat itu sendiri. Dengan berkurangnya tokoh Adat maka dengan otomatis pendidikan kebudayaan akan semakin menipis hal ini diketahui berdasarkan hasil penelitian bahwa masyarak Suku Moi sudah jarang mendengar petuah tentang eksistensi budaya. Dan Kurangnya perhatian pemerintah terhadap pelestarian budaya, serta kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat suku Moi dalam mengsosialisasikan akan penting mempertahan nilai dan kearifal loka khususnya sistim perkawinan adat suku Moi di Kabupaten Sorong.
Analisis Kinerja Pegawai Dalam Meningkatkan Produktivitas Pada Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat Di Kota Sorong Arum Puspitasari; Nanik Purwanti
Jurnal Faksi : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 4 No. 3 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.782 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja, produktivitas pegawai pada Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat; Untuk mengetahui upaya meningkatkan produktivitas pegawai pada Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat; dan Untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung kinerja pegawai pada Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis secara kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kompetensi pegawai dalam meningkatkan kinerja di Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat sudah meningkat berdasarkan konsep-konsep kinerja yang baik yaitu produktivitas, responsibilitas, dan disiplin yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa produktivitas pegawai pada Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat di Kota Sorong meningkat berdasarkan konsep-konsep kinerja yang baik.
Olebolo: Sastra Lisan dan Ritus Petani (Kolaborasi Kearifan Lokal dan Rekayasa Sains dalam Praktik Petani di Tidore) Yuliana; Bustamin Wahid; Nanik Purwanti; Uswatul Mardliyah
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v7i2.1773

Abstract

This article aims at describing two important things in the agricultural tradition in Tidore, namely about olebolo as an oral literary expression of the Tidore farmer entity and farmer rites in agricultural practice in Tidore. This study used a folklore perspective with a phenomenological research type. The author used the Indonesian oral literature expert Endaswuara as a theoretical basis, besides that the author used the economic theory of farmer J. Scott to read, and direct the research in depth. Our findings show that olebolo is an oral literature of farmers singing when they are in the fields and gardens, olebolo is also an encouragement and has mystical and moral content as a true farmer and is able to bring strong solidarity between humans. In addition, the agricultural process in Tidore, especially in Gurabunga, still carries out rituals in the farming process, such as determining the good day during the process of land clearing, planting and harvesting, all of which contain a mystical dimension. Although this ritual is filled with a mystical mechanism, the farmers in Gurabunga also prioritize science, especially the engineering problem of farmers through fertilizers, agricultural bricks can improve the quality and quantity of the harvest. This integration of practice in the world of agriculture shows that the farming community in Gurabunga, cassava with local wisdom but they are so open to the presence of knowledge. Keywords: Oral literature, Farmer’s rite, Tradition-science collaboration
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan ekosistem wilayah pesisir Pantai Malaumkarta Kabupaten Sorong Uswatul Mardliyah; Nanik Purwanti; Siti Nurul Nikmatul Ula; Masniar Masniar
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2022): Juli
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v4i2.1628

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan ekosistem wilayah pesisir pantai Malaumkarta Distrik Makbon Kabupaten Sorong melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan  masyarakat di kampung malaumkarta belum terlalu memahami manfaat dan juga peluang mengembangkan ekosistem wilayah pesisir pantai yang merupakan salah satu  objek pariwisata, dan tentu ini berpengaruh pada kondisi perekonomian masyarakatnya yang masih sangat  rendah. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari tri dharma perguruan tinggi sebagai implementasi ilmu pengetahuan yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal ini bagaimana memberdayakan masyarakat dalam pengembangan ekosistem wilayah pesisir pantai.  
Persepsi Mahasiswa Terhadap Gerakan Feminisme Liberal (Studi Keterlibatan Mahasiswi Dalam Organisasi Internal Universitas Muhammadiyah Sorong) Nanik Purwanti; Anis Muliani
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 1 No. 3 (2022): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.996 KB) | DOI: 10.55784/jupeis.Vol1.Iss3.161

Abstract

Penelitian  ini mencoba untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang bagaimana peran perempuan dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyahh Sorong. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan tujuan untuk memberi gambaran mengenai situasi yang terjadi dengan menggunakan analisa kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara penelitian lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yakni peran mahasiswi dalam berorganisasi dianggap penting namun dalam ranah pengambilan keputusan penting, mahasiswi belum bisa sepenunya diberikan panggung terlepas dari stereotip gender yang menganggap perempuan lebih mengedepankan sisi emosional dibandingkan sisi rasional. Kesetaraan gender dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong telah terwujud dalam pembagian peran dan pemberian kesempatan memberikan pendapat. Peran perempuan dalam menduduki jabatan ketua dinilai masih lemah dikarenakan stereotip dan partisipasi perempuan dalam organisasi masih kurang dominan.
Pelatihan Pengolahan Ikan Tengiri Menjadi Bakso Ikan Di Masyarakat Kampung Baingkete Distrik Makbon Kabupaten Sorong Nanik Purwanti; Masniar Masniar; Uswatul Mardliyah; La Basri; Saiful Ichwan
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.54 KB)

Abstract

Kampung Baingkete berada didaerah pesisir pantai dan menjadi salah satu daerah tujuan wisata pantai yang baru berkembang di wilayah kabupaten Sorong. Sebagian besar mata pemcaharian warga masyarakatnya adalah nelayan. Hasil tangkapan ikan nelayan yang  berlimpah dan pengetahuan nelayan yang masih terbatas dalam pengolahann ikan dalam jangka waktu panjang, menyebabkan hasil tangkapan ikan hanya dimanfaatkan untuk lauk pauk sehari hari. Selain itu, masyarakat kampung Baingkete memiliki kearifan lokal bahwa tidak mengijinkan orang diluar/pendatang berjualan didaerah kampung Baingkete termasuk di lokasi wisata pantainya. Berdasarkan pertimbangan tesebut, Kami melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di kampung Baingkete, dengan judul Pelatihan Pengolahan Ikan Tengiri Menjadi Bakso Ikan Di Masyarakat Kampung Baingkete Distrik Makbon. Kami memilih ikan tengiri sebagai bahan pelatihan karena mengandung omega-3 yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan serta perkembangan otak manusi. Selain itu cita rasa daging ikan tengiri lebih mantap dan merupakan salah satu hasil tangkapan nelayan yang  banyak. Dengan harapan bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan keluarga  masyarakat kampung Baingkete, yaitu bisa berjualan bakso atau siomay ikan di lokasi.i wisata pantai.