Claim Missing Document
Check
Articles

Sinergi Akademisi dan Pemerintah dalam Mengoptimalkan Potensi Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya Fajeriana, Nurul; Kadir, Muhammad Arifin Abd.; Purwanti, Nanik; Hasriyanti, Hasriyanti; Yuniar, Fita Dewi; Salmah, Ummu; Rivai, Andi Pangeran
SINAR SANG SURYA Vol 10, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4931

Abstract

Sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat penting dalam mengoptimalkan potensi pertanian berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia. Rapat Pengembangan Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Papua Barat Daya ini dilaksanakan melalui dua tahapan kegiatan yakni pemaparan materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab interaktif. Rapat ini menyoroti Pengembangan pangan dan pertanian di Provinsi Papua Barat Daya harus berorientasi pada keberlanjutan, dengan mengintegrasikan teknologi modern, pendekatan ekologi, dan kearifan lokal. Hasil dari program ini meliputi rekomendasi strategis, seperti penyusunan peta jalan untuk pertanian berkelanjutan, peningkatan investasi pada infrastruktur pertanian, dan pengembangan platform digital untuk mendukung akses pasar dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Sesi interaktif juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan pemerintah untuk menghadapi tantangan lokal serta menerapkan praktik pertanian yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan secara ekonomi, serta inklusif secara sosial. Optimalisasi lahan pertanian, diversifikasi komoditas, serta penguatan kapasitas petani menjadi elemen penting dalam mencapai ketahanan pangan. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang pertanian berkelanjutan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya alam. Dengan pendampingan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, dan kebijakan yang mendukung, Papua Barat Daya diharapkan menjadi model inovasi pertanian berkelanjutan di Indonesia.
Pendidikan Kesadaran Sosial Remaja untuk Mencegah Konflik dan Intoleransi di Sekolah Uswatul Mardliyah; Siti Nurul Nikmatul Ula; Nanik Purwanti; Bustamin Wahid; Lukman Rais; Akhmad Faqih Mursyid; Umar Ramli
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5173

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran sosial remaja dalam mencegah konflik dan intoleransi di sekolah. Kegiatan dilaksanakan di MTS Muhammadiyah Kota Sorong melalui pendekatan partisipatif, seperti edukasi nilai sosial, pelatihan empati dan toleransi, serta diskusi kasus sosial. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, role play, dan studi kasus untuk membantu siswa memahami perbedaan dan menyelesaikan konflik secara damai. Sebanyak 40 siswa kelas VIII dan IX terlibat dalam program ini. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya empati, komunikasi efektif, dan penghargaan terhadap keberagaman. Peserta juga mampu mengidentifikasi penyebab konflik serta merumuskan strategi pencegahannya. Program ini berhasil menumbuhkan kesadaran sosial dan memperkuat nilai toleransi, serta diharapkan dapat berlanjut melalui kerja sama sekolah dan lembaga terkait guna menciptakan lingkungan pendidikan yang damai dan inklusif.
Sosialiasi Faktor Resiko Perempuan Menjadi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kota Sorong Masniar Masniar; Lona Helti Nanlohy; Faried Desembardi; Nanik Purwanti; Uswatul Mardliyah; Lukman Rais; Siti Nurul Nikmatul Ula
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v1i4.528

Abstract

This research aims to determine the risk factors for women becoming victims of domestic violence. This research is qualitative in nature using a case study approach to analyze data based on quality and described using words so that language or explanation is obtained in the form of sentences that are systematic and easy to understand. The research results show that the background of women becoming victims of domestic violence includes family economic factors and family dysfunction, which causes violence against women. Cases of violence against women at the Sorong City Police Station this time have entered into a violence emergency status and there will be 33 cases in 2022. Long-term prevention of violence against women is through the use of Positive Deviance and psychosocial approaches for families in reducing the level of domestic violence.
PEMANFAATAN KULIT BAWANG PUTIH DENGAN BIOAKTIVATOR MICROBACTER ALFAAFA-11 (MA-11) SEBAGAI BIOPESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN Nurul Fajeriana; Mochamad Firmasyah Agustio; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Ismail Munadi Sangadji; Fita Dewi Yuniar; Siti Nurjanah; Nanik Purwanti; Lukman Rais; Ummu Salmah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58585

Abstract

Penggunaan pestisida sintetis secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan pertanian. Kondisi tersebut masih ditemukan pada Kelompok Tani Malawo Sejahtera di Kelurahan Jamaimo, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya yang sebagian besar petaninya masih bergantung pada pestisida kimia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan biopestisida ramah lingkungan berbahan Microbacter Alfaafa-11 (MA-11) dan kulit bawang putih sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 minggu dengan melibatkan 22 anggota kelompok tani melalui pendekatan partisipatif dan edukatif berupa penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, fermentasi, pengemasan produk, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada seluruh variabel evaluasi. Pengetahuan peserta mengenai dampak pestisida sintetis meningkat dari 61,44% menjadi 84,16%, pemahaman pertanian ramah lingkungan dari 60,31% menjadi 87,17%, pengetahuan bahan organik sebagai biopestisida dari 63,02% menjadi 88,59%, dan keterampilan pembuatan biopestisida dari 41,87% menjadi 87,64%. Selain itu, pemahaman teknik aplikasi dan penyimpanan meningkat dari 52,48% menjadi 85,73%, sedangkan motivasi penggunaan biopestisida ramah lingkungan meningkat dari 58,26% menjadi 89,11%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa metode penyuluhan dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas petani menuju sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah dalam Mengoptimalkan Potensi Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya Nurul Fajeriana; Muhammad Arifin Abd. Kadir; Nanik Purwanti; Hasriyanti Hasriyanti; Fita Dewi Yuniar; Ummu Salmah; Andi Pangeran Rivai
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4931

Abstract

Sinergi antara akademisi dan pemerintah sangat penting dalam mengoptimalkan potensi pertanian berkelanjutan di Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia. Rapat Pengembangan Pertanian Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Papua Barat Daya ini dilaksanakan melalui dua tahapan kegiatan yakni pemaparan materi oleh narasumber dan sesi tanya jawab interaktif. Rapat ini menyoroti Pengembangan pangan dan pertanian di Provinsi Papua Barat Daya harus berorientasi pada keberlanjutan, dengan mengintegrasikan teknologi modern, pendekatan ekologi, dan kearifan lokal. Hasil dari program ini meliputi rekomendasi strategis, seperti penyusunan peta jalan untuk pertanian berkelanjutan, peningkatan investasi pada infrastruktur pertanian, dan pengembangan platform digital untuk mendukung akses pasar dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Sesi interaktif juga menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara akademisi dan pemerintah untuk menghadapi tantangan lokal serta menerapkan praktik pertanian yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan secara ekonomi, serta inklusif secara sosial. Optimalisasi lahan pertanian, diversifikasi komoditas, serta penguatan kapasitas petani menjadi elemen penting dalam mencapai ketahanan pangan. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang pertanian berkelanjutan dan menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk pengelolaan sumber daya alam. Dengan pendampingan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, dan kebijakan yang mendukung, Papua Barat Daya diharapkan menjadi model inovasi pertanian berkelanjutan di Indonesia.
The Tradition of Paying Dowry: A Case of Biak Wardo Tribe in Ayau Islands, Raja Ampat Nanik Purwanti; Uswatul Mardliyah; Yonas Yapen
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 5 No. 3 (2022): September
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.873 KB) | DOI: 10.34050/elsjish.v5i3.23006

Abstract

Indonesia has a diversity of religions and cultures therefore when we talk about marriage that is framed in a relationship with God and tradition or customary positive law, it is certain that each region has differences in the implementation which is unique. Culture is something that can be used as a unique and distinctive identity for an area. Indonesia has many kinds of culture and traditions. These traditions are usually used as a rule or pattern of life of the community in everyday life. One of them is marriage, one of the important elements in marriage is the payment of a dowry. Marriage processions have procedures that vary according to tradition in society, and each culture has a way of interpreting the dowry itself. This is the case with the marriage customs of the Biak Wardo Tribe in the Ayau Islands District. This study aims to determine the dowry payment tradition of the Biak Wardo Tribe in the Ayau Archipelago District, Raja Ampat Regency, and to find out the obstacles faced in the Biak Wardo Tribal dowry payment tradition in the district. Ayau Islands, Raja Ampat Regency. The method used in this study used qualitative methods and analyzed descriptively qualitatively. This study also uses the discipline approach of Anthropology and Sociology. Data Collection Techniques with Observation, Interviews, and Documentation, Data Analysis Techniques. The results of this study indicate that the tradition of paying the dowry of the Biak Wardo tribe, Ayau islands, Raja Ampat district is divided into three parts, namely Sanepen, Ararem and Anum. The obstacle that often occurs is the addition of dowry payments from the woman's family so that the man must pay it on the same day while the extra requested is not given in the agreed note, it is often troublesome for the man's family but the man must still pay it on that day also so that the payment of the dowry is considered legal.
Hidden Resilience: Unraveling Women's Vulnerability in Patriarchal Cultural Structures in Sorong City Lukman Rais; Nanik Purwanti; Dewi Astria Faroek; Mirnawati Kinder; Uswatul Mardliyah
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 9 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v9i2.44460

Abstract

This study aims to analyze the level of patriarchal culture, socio-economic vulnerability, and women's resilience in Sorong City. The research approach used a mixed method and convergent design. The sampling technique used was area sampling and purposive sampling. The research sample consisted of 348 women spread across 41 sub-districts in Sorong City and 5 key informants consisting of government officials, religious leaders, traditional leaders, and women's leaders. Data collection was carried out through surveys, in-depth interviews, and documentation studies. Data analysis through descriptive and thematic statistics will be integrated to draw conclusions. The results of the study found a strong level of patriarchal culture and socio-economic vulnerability due to family disharmony and violence faced by women. Women's resilience e it is supported by optimism, cultural values, and access to protection services. Women's resilience is formed from internal motivation and spirituality to survive due to the stimulus of family continuity. Research has found that the most effective form of resilience is hidden resilience, where women's resistance is formed in a non-confrontational way, not fighting directly but developing negotiations so that their resilience can continue sustainably for the future of the family
Co-Authors Abdul Kadir, Muhammad Arifin Ahistasari, Asih Akhmad Faqih Mursyid Akmal Ridwan Amiruddin Amiruddin Ana Lestari Ana Lestari Andi Pangeran Rivai Anis Muliani Arum Puspitasari Banggu, Masni Basri, La Belkin Heluka Bustamin Wahid Bustamin Wahid Desembardi, Faried Dewi Astria Faroek Diana Mustikawati Dolfince Mugu Faried Desembardi Firda Yoan Sarapayari Fita Dewi Yuniar Fitri, Dian Arsita Fitriyani Suparta Gintung Patantis Halik, Wahyudin Hasriyanti Hasriyanti Hasriyanti Helmi, Nur Hidaya, Nur Ichwan, Saiful Idris, Irfandi Kadir, Muhammad Arifin Abd Kadir, Muhammad Arifin Abd. Kalagison, Miryam Diana La Basri Linda Sari Lobo Lona Helti Nanlohy Lukman Rais Lukman Rais Mardliyah, Uswatul Masniar Masniar Masniar Masniar Masniar Masniar, Masniar Mei Menselina Safkaur Mirnawati Kinder Mochamad Firmasyah Agustio Mohamad Solahudin MUHAMMAD ALI Muhammad Ali Muhammad Arifin Abd Kadir Muhammad Nursid Nanlohy, Lona Helti Nikmatul Ula, Siti Nurul Nur Helmi Nurhidaya Nurhidaya Nurul Fajeriana M Obadiri, Abrian Olfen Pabalik, Daeng Pabalik, Dg Patrouw, Juvita Angelia purnomo, arie Putri Nofiyanti Rais, Lukman Ramli, Umar Refra, Mohamad Saleh Rivai, Andi Pangeran Romadhon, Akbar Saeni, Agil Salmah, Ummu Salmawati Salmawati, Salmawati Sangadji, Ismail Munadi Sarapayari, Firda Yoan Sedik, Yubelina Gema Siti Nurjanah Siti Nurjannah Siti Nurul Nikmatul Ula Situ Nurul Nikmatul Ula Slamet Widodo Suaib, Hermanto Suaib, Hermanto Subhan, Putri Bulkis Tanel, Ester Yulina Ula, Siti Nurul Nikmatul Umar Ramli Ummu Salmah Uswatul Mardliyah Uswatul Mardliyah Uswatul Mardliyah Uswatul Mardlyah Wisang Candra Bintari Yonas Yapen Yuliana Arsyad Yuniar, Fita Dewi