Claim Missing Document
Check
Articles

EFFECTIVENESS OF RHEUMATIC EXERCISES IN REDUCING JOINT PAIN IN ELDERLY PEOPLE SUFFERING FROM RHEUMATOID ARTHRITIS Permata Sari, Pera; Andre Utama Saputra; Sasono Mardiono; M. Romadhon
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 10 No. 1 (2025): Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v10i1.434

Abstract

Rheumatoid arthritis or better known as rheumatism is a progressive autoimmune disease with chronic inflammation that attacks the musculoskeletal system but can involve organs and body systems as a whole. This study aims to determine the effectiveness of rheumatic exercises on changes in joint pain in elderly people with rheumatoid arthritis. This research is a type of experimental research using a pre-experimental design research method using a one group pre and post test design approach. The sample in this study was 30 respondents, sampling used total sampling technique. Collecting primary data by observing the pain scale of respondents as a measuring tool. Data processing using a computer through the SPSS for Windows version 16 program with the Wilcoxon paired statistical test with a significance level of α = 0.05 and obtained a value of p = 0.000 which means p < α. This shows that Ha was accepted and Ho was rejected, meaning that there is effectiveness of rheumatic exercise on changes in joint pain in elderly people with rheumatoid arthritis at the Harapan Kita Social Home, Palembang City in 2024.
Edukasi Pemberian Rebusan Air Jahe Campur Madu Terhadap Batuk Pilek Penderita Ispa Di Puskesmas 23 Ilir Kota Palembang Fitri Afdhal; Ranida Arsi; Andre Utama Saputra
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang terjadi pada bagian saluran napas mulai dari hidung sampai alveoli termasuk organ yang berhubungan (sinus, rongga telinga tengah, pleura). Penyebab dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah virus dan bakteri. Jahe merupakan tanaman yang memiliki kandungan minyak atsiri 2,58- 2,72% yang mempunyai efek antiseptik, antioksidan dan zat aktif yang dapat mengobati batuk. Madu merupakan desinfektan ringan yang memiliki kandungan pinobanksine dan vitamin C sebagai antioksidan dan antibiotik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah memberikan edukasi terkait minuman herbal rebusan jahe campur madu sebagai pendamping pada anak balita dengan batuk pilek ISPA. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara langsung bertatap muka dengan sasaran sehingga lebih efektif, meyakinkan dan mengakrabkan hubungan antara penyuluh dan sasaran serta cepatnya respon. Hasil: Klien memahami dan mengerti tentang manfaat rebusan air jahe campur madu, klien memahami dan mengerti tentang langkah-langkah melakukan pemberian rebusan air jahe campur madu.
Pendidikan Kesehatan Media Booklet Dalam Manajemen Hipertensi Pada Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi di Rs Nurul Hasanah Tahun 2023 Tanjung, Arif Irpan; Arsi, Ranida; Saputra, Andre Utama
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi sering disebut the silent karena tidak bergejala sehingga banyak orang tidak menyangka kalau dirinya mengidap hipertensi, sampai akhirnya muncul komplikasi yang mengakibatkan kerusakan organ (Herwati & Deliria, 2021). Selain itu pengertian hipertensi suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang tidak normal dalam pembuluh darah arteri dan terjadi secara terus menerus (Muriyati and Yahya, 2018). Pendidikan kesehatan adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik (Purnawan,2020).. Pemberian edukasi dalam bentuk pendidikan kesehatan tentang Hipertensi  pada Lansia merupakan strategi pendidikan kepada para Lansia . Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan secara penuh Lansia sesuai sasaran yaitu pada lansia yang Terdapat Hipertensi, mulai dari kegiatan edukasi yakni Pendidikan Kesehatan Media Booklet Dalam Manajemen Hipertensi  Pada Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi di Rs Nurul Hasanah Tahun 2023. Hasil bahwa Ada Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi di Rs Nurul Hasanah
Pendidikan Kesehatan Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi di Puskesmas Srikaton Tahun 2023 Ciselia, Dewi; Saputra, Andre Utama; Afrika, Eka
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 10 (2024): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10497013

Abstract

Berdasarkan Data Yang Diperoleh Dari Profil Kesehatan Indonesia 2020, Dari 28.158 Kematian Balita, 72,0% (20.266 Kematian) Diantaranya Terjadi Pada Masa Neonatus. Dari Seluruh Kematian Neonatus Yang Dilaporkan, 72,0% (20.266 Kematian) Terjadi Pada Usia 0-28 Hari. Sementara, 19,1% (5.386 Kematian) Terjadi Pada Usia 29 Hari – 11 Bulan Dan 9,9% (2.506 Kematian) Terjadi Pada Usia 12 – 59 Bulan. Pada Tahun 2020, Penyebab Kematian Neonatal Terbanyak Adalah Kondisi Berat Badan Lahir Rendah (Bblr). Penyebab Kematian Lainnya Di Antaranya Asfiksia, Infeksi, Kelainan Kongenital, Tetanus Neonatorium, Dan Lainnya. Berdasarkan Hal Tersebut Tim Pengabdian Masyarakat Mengadakan Penyuluhan Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap Bagi Bayi. Metode Yang Digunakan Adalah Ceramah, Diskusi Dan Tanya Jawab. Pelaksanaan Penyuluhan Imunisasi Dasar Dilaksanakan di Puskesmas Srikaton Tahun 2023. Penyuluhan Ini Diikuti Oleh 50 Peserta Yang Terdiri Dari Ibu Balita, Kader, Bidan Desa. Seluruh Peserta Antusias Dalam Mengikuti Penyuluhan, Hal Ini Dibuktikan Dengan Banyaknya Peserta Yang Bertanya Saat Sesi Tanya Jawab. Pemberian Kuesioner Dilakukan Sebagai Bentuk Evaluasi Pengetahuan Ibu Bayi Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap, Di Peroleh Hasil Sebelum Pemberian Penyuluhan Rata-Rata Tingkat Pengetahuan Ibu Sebesar 40,96% Dan Setelah Diberikan Penyuluhan Menjadi 70,68%. Setelah Diadakan Penyuluhan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Diharapkan Peserta Yang Mengikuti Benarbenar Mengerti Dan Menyebarluaskan Informasi Yang Diterima Kepada Warga Lain
Rebusan Daun Kersen (Muntigia Calabura L) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe di Puskesmas Makrayu Safitri, Serli Wulan; Parmin, Selamat; Saputra, Andre Utama
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 3 (2024): June
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12571986

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a metabolic disorder characterized by increased blood sugar due to decreased insulin secretion by the body's pancreatic beta cells which cannot use the insulin produced effectively. Kersen leaves contain saponins and flavonoids which can inhibit the absorption of blood sugar from the intestines. This research aims to determine whether there is an effect of boiled water from cherry leaves on reducing blood sugar levels. The research design used was quasi-experimental with a research design (two group pretest-posttest design). The research sample was 30 respondents suffering from diabetes mellitus at the Makrayu Community Health Center. Data analysis was carried out using the paired sample t-test. Based on the results of the hypothesis test, the average value of decreasing blood sugar levels between before and after consuming cherry leaf boiled water was 73.26 mg/dl, supported by a significance value (p-value) of 0.00<0.05. It can be interpreted that there is an effect of boiled cherry leaf water on reducing blood sugar levels in diabetes mellitus sufferers at the Makrayu Health Center. The conclusion is that there is a significant effect of boiled cherry leaf water on reducing blood sugar levels in the intervention group. The average decrease was 73.26 with a standard deviation of 28.45 after administering the boiled cherry leaves, whereas in the control group the average decrease was 13.13 with a standard deviation of 37.80.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Booklet “Manajemen Hipertensi” Terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien Dengan Hipertensi Tanjung, Arif Irpan; Arsi, Ranida; Saputra, Andre Utama
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 1, No 6 (2024): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10496448

Abstract

Hipertensi sering disebut the silent killer (pembunuh diam-diam) karena tidak bergejala sehingga banyak orang tidak menyangka kalau dirinya mengidap hipertensi, sampai akhirnya muncul komplikasi yang mengakibatkan kerusakan organ (Herwati Deliria, 2021). Selain itu pengertian hipertensi suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang tidak normal dalam pembuluh darah arteri dan terjadi secara terus menerus (Muriyati and Yahya, 2018). Pendidikan kesehatan adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik (Purnawan,2020). Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain pra- eksprimental dengan pendekatan (One Group Pre-Post Test Design). Hasil penelitian ini diketahui bahwa sebelum pemberian pendidikan kesehatan melalui pemberian booklet “Manajemen Hipertensi” tidak sekolah sebanyak 0 responden (0%), SD 0 responden (0%), SMP 3 responden (9%), SMA 16 responden (47%) dan sarjana atau perguruan tinggi 15 responden (44%). Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian devi (2021), peneliti berasumsi bahwa pendidikan seseorang berpengaruh karena seseorang yang memiliki pendidikan yang tinggi, maka daya tangkap terhadap suatu informasi juga semakin tinggi. Selain itu dalam penelitian ini ditemukan bahwa setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui pemberian booklet “Manajemen Hipertensi” yaitu untuk kategori baik 22 responden (64,7%), cukup 12 responden (35,3%),  kurang 0 reponden (0%). Penelitian ini juga menunjukkan adanya pengaruh (pre-operasi) dengan nilai signifikan hasil uji statistik non parametrik (wilcoxon) adalah 0,000 (pvalue 0,000 0,05).
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Peran Keluarga Dalam Pengawasan Menelan Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Mardiono, Sasono; Saputra, Andre Utama; Romadhon, Muhammad
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v10i1.569

Abstract

Tuberculosis is one of infectious chronic disease which still becomes society healt problem inthe word ,includes indonesia.drinking medicine obedience number of tuberculosis patient in Opi Healt center has not fulfilled the national target yet,and tends to dectease ever year .the medication to Tuberculosis patient can be done using some medicine combination that intended to exaterminate the germ.WHO recommends medication strategy,DOTS.that patient drink medicine supervised by drinking medicine supervisor.the research is aimed to know the relation of DMS (Drinking Medicine Supervisor) to drinking medicine obedience of Tuberculosis. The purpose of this study has been known factors related to the incidence of typoid fever. in Poli Rawat patient can be doneand Inpatient Room Kayuagung Hospital. This research is quantitative using analytical survey methods, and accidental sampling techniques.while the reseach place was conducted in the Opi Palembang health center on agust 21-28,2021.the population in the study was all patient who experienced Tuberculosis 2020some 40 people,and for the sample of 40 respondents. The results of the study were obtained based on the Chi-Square test have a relationship between educationand the role of families inthe supervision of swallowing drugs in the Tuberculosis education with a p-value of 0.001, there is a link between work and the role of families in drug swallowing supervision in high health Tuberculosis patient with a p-value of 0.001, there was a correlation between the level of knowledge was with the role of family supervisory draught swallow drugs on Tuberculosis patent with a p-value of 0.003
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENANGANAN CHOKING DI LINGKUNGAN SEKOLAH SDN 31 PASIE KANDANG KOTA PADANG Irwadi, Irwadi; Saputra, Andre Utama
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.26769

Abstract

Kejadian Kegawatdaruratan ini dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dan menimpa siapa saja termaksuk di sekolahan. Angka kejadian cedera di sekolah secara nasional sebesar 6,5% sedangkan cedera usia 5-14 tahun sebesar 1,2%. Sedangkan menurut World Health Organization (WHO) sekitar 1.737 anak berusia sekolah dirawat karena tersedak (Choking) sebesar 59,5% terkait makanan, 31,4% benda asing. Guru adalah orang yang terdekat sebagai pendidik, pendamping anak disekolah menjadi bagian penolong pertama bagi mereka. Sehingga penting untuk guru mengetahui dan mampu melakukan cara penanganan jika terjadi Choking pada anak di sekolah. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah penyuluhan dan pelatihan dilakukan agar para guru memiliki dasar pengetahuan yang cukup serta mampu dalam melakukan penanganan. Untuk membantu dan sebagai pengingat guru akan diberikan modul panduan dalam melakukan penaganan Choking pada anak. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses, dan evaluasi akhir dengan menggunakan pre-test dan post-test. Berdasarkan data hasil pengamatan pre-test, sebagian besar guru cukup paham akan cara penaganan Choking sebesar 53,2%. Dari hasil post-test menunjukan adanya peningkatan guru memiliki pengetahuan dan paham tentang penaganan Choking sebesar 69,3%. Simpulan, terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru cara penaganan awal kejadian Choking di lingkungan sekolah SDN 31 Pasie Kandang Kelurahan Pasie Nantigo Kota Padang.
EDUKASI DETEKSI KANKER PAYUDARA SEBAGAI UPAYA PROMOSI KESEHATAN WANITA PASANGAN USIA SUBUR Saputra, Andre Utama; Ariyani, Yulinda; Arsi, Ranida; Afdhal, Fitri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.29511

Abstract

Kanker payudara (carcinoma mammae) adalah suatu keadaan dimana sel-sel telah kehilangan kendali dan mekanisme normalnya, sehingga terjadi pertumbuhan jaringan payudara yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.(B et al., 2022). Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan Edukasi tentang deteksi dini kanker payudara dengan tehnik SADARI pada wanita usia subur sehingga dapat menjadi upaya promosi kesehatan dalam pencegahan kanker payudara. Metoda pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat ini adalah pendidikan masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan, di evaluasi dengan pre test dan post test dengan analisis kuantitatif. Jumlah peserta wus yang hadir 50 orang, 2 orang mahasiswa, dan 5 orang kader kesehatan. Kegiatan dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga penyusunan laporan. Hasil kegiatan ada perubahan dalam pengetahuan dengan rata-rata pre test 90,5% pengetahuan peserta berada di kategori kurang dan hasil post test 95,5% berada dikategori baik. Dalam aspek keterampilan, seluruh peserta wus yang hadir (100%) dapat mempraktekan kembali tehnik SADARI. Kesimpulan. Kegiatan Edukasi tentang deteksi dini kanker payudara dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan promosi kesehatan WUS dalam pencegahan dan pengendalian kanker payudara melalui deteksi dini dengan tehnik SADARI. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi strategi promosi kesehatan wus dalam pencegahan dan pengendalian kanker payudara. Perlu adanya sosialisasi lanjutan dan evaluasi berkala dari petugas kesehatan dalam beberapa program kesehatan berbasis masyarakat sehingga seluruh pelayanan kesehatan dapat tersosialisasikan dengan baik.
Edukasi Bahaya Asap Rokok Menggunakan Alat Peraga Berbasis Audio Visual Pada Remaja di Wilayah Kerja Polkes 02.10.04 Karang Endah, Gelumbang, Muara Enim Ranida Arsi; Fitri Afdhal; Andre Utama Saputra
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v8i2.7843

Abstract

Asap rokok mengandung zat-zat berbahaya yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit serius, termasuk kanker dan gangguan pernapasan. Pada tahun 2020 jumlah perokok dunia berusia ≥ 15 tahun sebanyak 991 juta orang. Penyebaran tembakau banyak memakan korban mencapai 8 juta jiwa per tahun-nya. Pengaruh buruk dari rokok bagi remaja adalah dapat membuat remaja menjadi tidak fokus saat belajar, daya tangkap kurang maksimal, gangguan axienty, hingga depresi ringan. Dampak rokok bagi remaja tidak berhenti sampai disitu saja, perkembangan paru-paru juga dapat terganggu selain itu juga, dapat menyebabkan insomnia, kanker mulut, kanker esophagus, kanker faring, laring dan kanker pancreas. Kesadaran para remaja akan bahaya rokok pada usia dini tidak akan selesai apabila pengetahuan remaja tidak ditingkatkan. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat perlu melakukan pengabdian masyarakat berupa edukasi guna meningkatkan pengetahuan remaja terkait bahaya asap rokok. Kegiatan edukasi kesehatan diikuti oleh 14 remaja yang sering terpapar dengan asap rokok. Edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah menggunakan media alat peraga. Sebelum pelaksanaan edukasi kesehatan, Remaja yang memiliki tingkat pengetahuan rendah sebanyak 70%, tingkat pengetahuan sedang sebanyak 43% dan tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 07%. Setelah pelaksanaan edukasi kesehatan, Remaja yang memiliki tingkat pengetahuan sedang menjadi 35% dan yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi bertambah menjadi 64%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan dengan media alat peraga berbasis audio visual dapat meningkatkan pengetahuan remaja. Edukasi kesehatan selanjutnya yang dapat diberikan pada remaja dapat berupa edukasi bahaya merokok dan kiat untuk berhenti merokok bagi remaja.