Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

RANCANG BANGUN SISTEM JARINGAN MULTIDROP MENGGUNAKAN RS485 PADA APLIKASI PENGONTROLAN ALAT PENERANGAN KAMAR HOTEL Abdus Salam; Mukhidin Mukhidin; Tasma Sucita
ELECTRANS Vol 11, No 2 (2012): Volume 11, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umumnya lampu pada kamar hotel masih menggunakan saklar manual, sehingga lampu hanya bisa dioperasikan secara manual. Dengan demikian konsumsi daya listrik tidak bisa terkontrol secara baik, hal ini karena kebiasaan yang kurang disiplin terhadap penggunaan daya listrik. Atas dasar permasaalahan tersebut penulis membuat alat pengontrol lampu kamar hotel yang bisa memonitor lampu pada tiap kamar dan mengendalikannya melalui PC. Alat ini dirancang dengan memanfaatkan komunikasi multidrop RS485 dan mikrokontroler AT89S51 sebagai pengendali utama, dimana PC/komputer berfungsi untuk menampilkan kondisi lampu dan memberikan perintah pada mikrokontroler untuk mengendalikan lampu. Informasi yang diterima oleh komputer dari mikrokontroler diperoleh melalui jaringan multidrop RS485, begitu pula perintah yang diterima mikrokontroler oleh PC diterima melalui jaringan multidrop RS485. Rangkaian terdiri dari dua grup/drop, dimana tiap satu drop mengoperasikan dua buah lampu. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan menunjukkan bahwa rangkaian ini bekerja dengan baik, hal ini dibuktikan software PC dapat berkomunikasi dengan rangkaian jaringan multidrop RS485 dan lampu dapat dikendalikan oleh PC. Masih terdapat kekurangan pada alat ini yakni terkadang relay yang bertugas menyalakan lampu terkadang masih memiliki selisih waktu dari perintah yang dilakukan software PC.
PERANCANGAN ANTENA FRAKTAL ULTRA WIDEBAND Mukhidin _; Tommi Haryadi; Rana Baskara; Tuti Suartini
ELECTRANS Vol 13, No 1 (2014): Volume 13, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah antena fraktal ultra wideband (UWB) dengan pencatuan saluran mikrostrip disajikan dalam makalah ini. Struktur fraktal digunakan untuk mendapatkan kinerja ultra wideband sehingga dapat diperoleh bandwidth yang sangat lebar. Selain itu untuk memperoleh bandwidth impedansi yang lebar ditambahkan slot pada ground plane. Parameter dan karakteristik antena serta hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan struktur fraktal dan penambahan slot pada ground plane diperoleh bandwidth lebih dari 7,5 GHz. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada rentang frekuensi 3,1 – 10,6 GHz VSWR antena kurang dari 2 sehingga antena ini dapat digunakan untuk aplikasi UWB.
SUATU KONSEP AWAL AKUNTABILITAS PENDIDIKAN YANG MANTAP DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI (Terkait dengan Akreditasi Program Studi pada Lingkungan LPTK PTK) Enjang Akhmad Juanda; Mukhidin -
Prosiding APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lives, especially here for educational management domain, as if automatically,mechanistically passes away. It seems that our routine jobs/ functions as if nearly exactly controlled,as if nearly without soul. Meanwhile outside demands to us directly or indirectly more and morechallenges. Furthermore, actually our environment facilities according to information technology moreand more exists and self perfecting.In daily educational practises, we as educational society and even our stakeholders arealmost dominantly immersed to routinity of existing life stream automatically. This condition affecting tosomething crucial in nature thus just forgotten. What is that? That is educational accountability,standing/ errecting educational accountability. With this kind of awaraness, in mind, and in turnfollowed by action, we hope we can approach to our effort to a peak performances condition.In this paper we tried to analyze the educational accountability elements related to informationtechnology era that assumed as can be created. This elements could be as artificial or as dailyhappening (elements), but in our ideas is in effort to enliven or to enacting it. Because the educationalaccountability as educational practician or conceptors in my point of view is our entail obligation. In thispaper generally, we tried to analyze diverse of existing facilities whether in software, hardware orbrainware as long as it can be regulated according to our possibility efforts and abilities.Keywords: ICT/TIK, accountability/akuntabilitas, ranking.
METAKOGNITIF SEBAGAI KETERAMPILAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN ABAD 21 Esi Febrina; Mukhidin Mukhidin
Edusentris VOL 6, NO 1 (2019): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.062 KB) | DOI: 10.17509/edusentris.v6i1.451

Abstract

Artikel ini merupakan tinjauan pustaka dari hasil analisis model metakognitif berdasarkan komponen metakognitif dalam lingkungan belajar dan strategi dalam mengembangkan keterampilan metakognisi. Keterampilan metakognisi merupakan salah satu keterampilan khusus yang perlu dikembangkan pada kegiatan belajar dalam menghadapi tantangan abad 21. Metakognisi didefinisikan sebagai 'thinking about thinking, yaitu pengetahuan (knowledge) dan regulasi (regulation) pada suatu aktivitas kognitif seseorang. Keterampilan metakognitif bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran dan pemahaman siswa sehingga membantu siswa dalam mencapai tujuan belajar. Metakognitif memiliki dua kelompok komponen yaitu pengetahuan metakognitif dan regulasi metakognitif. Pengetahuan metakognitif mengacu pada proses kognitif yang terdiri dari pengetahuan variable individu, pengetahuan variabel tugas dan pengetahuan tentang variable strategi. Sementara regulasi metakognitif mengacu pada pengetahuan prosedural seseorang untuk mengatur proses kognitif dengan berdasarkan empat komponen yaitu perencanaan, monitoring, evaluasi dan revisi.
PERSEPSI SISWA SMK MENGENAI TINGKAT PEMENUHAN GREEN SKILLS DALAM PEMBELAJARAN PRAKTIKUM PENGOLAHAN KUE BEKATUL Lilis Rohayati; Nika Nurastuti; Wita Sari; Mustika N Handayani; mukhidin mukhidin
EDUFORTECH Vol 7, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v7i1.48365

Abstract

Pemenuhan aspek green skillsdalam pembelajaran di SMK dilakukan untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Studi mengenai hal tersebut belum banyak dikaji khususnya di SMK Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siwa mengenai pemahaman green skillsdan tingkat pemenuhan aspek-aspek green skillsmelalui praktikum pengolahan kue bekatul (dedak padi). Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMKN 1 Kuningan jurusan APHP yang telah melakukan praktikum pengolahan kue bekatul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran praktikum pengolahan kue bekatul pada mata pelajaran Teknologi Pengolahan Limbah dapat memenuhi aspek-aspek green skills menurut persepsi siswa SMKN 1 Kuningan jurusan APHP. Mayoritas siswa (86,7% responden) memahami dan mampu menjelaskan mengenai green skill. Selain itu, jumlah responden mengenai tingkat pemenuhan aspek-aspek green skills yaitu: 60% pada aspek Environmental awarenesssangat terpenuhi,43,3% pada aspek Communication skills sangat terpenuhi, 46,7% pada aspek Adaptability in green jobs terpenuhi, 63,3% pada aspek Innovation skills to identify opportunities and create new strategies to respond to green challengessangat terpenuhi, serta 66,7% pada aspek Management systems of wastesangat terpenuhi.
The Development of Connected Learning Modules in Computer Systems and Microprocessor Electronics Subjects at 10th Grade in Vocational High School Yanda Mochamad Hasbial; Mukhidin Mukhidin; Agus Heri Setya Budi
JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 16, No 1 (2023): January
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v16i1.67588

Abstract

Learning modules are one of the important things in the continuity of learning. The learning modules are arranged systematically and cover all the content of the learning material that will be delivered by including an evaluation at the end of the module section to determine students' ability to understand learning. This study aimsto determine the effective development of connected learning modules in 10th grade at VHS (Vocational High School). The data collected is in the form of the feasibility of developing learning modules. This research is field research with the descriptive qualitative method. MAXQDA is used to explain the mapping of the research results obtained. The research subject involved the teacher as MGMP Team (Subject Teacher Conference) in this VHS, which provides an assessment through a validation sheet regarding the feasibility of the module to be used in the learning process. The results of this study indicate that the module that will be used already has a good and proper category as a support for the Connected Learning model to be applied learning process in the classroom. The conclusion based on the study results shows that the Connected Learning model can be used as an alternative learning model that only focuses on conventional learning models. This study’s results imply that the Connected Learning model can make it easier for teachers to be effective in the learning process.
The Relevance of the Project-Based Learning (PjBL) Learning Model with “Kurikulum Merdeka Belajar” Amsal Alhayat; Mukhidin Mukhidin; Tuti Utami; Rika Yustikarini
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i1.69363

Abstract

Tuntutan pembelajaran abad 21 mengenai pemenuhan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten adalah hal yang mendasari bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Namun, dalam implementasinya masih terdapat kebingungan dalam penyampaian metode pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni melalui penerapan kurikulum merdeka belajar yang menekankan pada pembelajaran berbasis proyek. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan relevansi dari salah satu model pembelajaran abad 21, yaitu Project-Based Learning (PjBL) dengan Konsep Kurikulum Merdeka Belajar. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan atau Library Research. Hasil penelitian didapati bahwa relevansi kurikulum merdeka belajar dengan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) dituangkan melalui Profil Pelajar Pancasila dan variasi pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk dapat berkolaborasi dan memiliki kemampuan merencanakan hingga memberikan solusi terkait suatu permasalahan. Agar kompetensi siswa sesuai tuntutan abad 21, diperlukan peningkatan kemampuan dan kompetensi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kemampuan dan kompetensi tersebut diantaranya adalah kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.
WORKSHOP PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN ABAD 21 BAGI GURU SMKN 1 CISARUA Roer Eka Pawinanto; Saripudin Saripudin; Mukhidin Mukhidin; Sumarto Sumarto; Enjang Akhmad Juanda; Bachtiar Hasan; I Wayan Ratnata; Jaja Kustija; Arjuni Budi Pantjawati; Tasma Sucita
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan (JITTER) Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jitter.vol9.iss2.2023.959

Abstract

Nowadays, the development of information communication technology (ICT) and global economic growth. Information and communication technology facilitates communication between members of society and the world of work which is not limited by space and time. Communication skills refer to the ability to identify, access, utilize and optimize communication tools and techniques to receive and convey information to other parties. The Electrical Engineering Education FPTK Indonesian University of Education (UPI) intends to conduct training on 21st century learning strategies for teachers at SMKN 1 Cisarua. From the results of the implementation of the training activities at this PKM it can be concluded that this activity ran smoothly, the enthusiasm of schools in Bandung Raya in delegating participants was also quite good because this material was felt to be very important for every teacher to be able to make 21st century teaching aids.
Menaklukan Dunia Kerja melalui Pendidikan Profesi Guru Bahasa Inggris Fegy Lestari; M. Mukhidin
Inovasi Kurikulum Vol 17, No 1 (2020): Inovasi Kurikulum, February 2020
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2039.266 KB) | DOI: 10.17509/jik.v17i1.36806

Abstract

Tuntutan dunia kerja yang semakin membuat msyarakat memutar otak, agar dapat mewujudkan mimpinya. Perkembangan globalisasi yang menghadirkan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ditengah-tengah masyarakat yang menyebabkan persaingan bebas disegala sektor dan tidak luput di sektor pendidikan. Indonesia merupakan negara ASEAN, yang berarti harus mempersiapkan masyarakat dengan kemampuan dan keterampilan dalam bersaing di dunia kerja. Selain itu, juga harus mempersiapkan pendidik (guru) lokal memiliki profesionalisme yang tinggi yang dapat bersaing dengan tenaga asing. Salah satu upaya pemerintah adalah menciptakan program pendidikan profesi guru (PPG) di sektor pendidikan. Memiliki guru yang berkualitas adalah harapan setiap masyarakat agar dapat menciptakan lulusan-lulusan yang berkualitas yang mampu bersaing baik secara nasional maupun internasional. Salah satu PPG yang dapat menjembatani dengan dunia internasional adalah PPG bahasa Inggris, dimana lulusan-lulusan yangberkualitas dapat mengaplikasikan kemampuan berbahasa Inggris dapat lahir dari seorang guru yang memiliki kompetensi berbahasa Inggris dengan baik dan benar.Kata Kunci: Tuntutan dunia kerja; MEA; PPG; Guru dan Lulusan yang berkualitas AbstractThe demands of the world of work are increasingly making people rack their brains, in order to realize their dreams. The development of globalization that presents the Asean Economic Community (MEA) in the midst of society that causes free competition in all sectors and does not escape the education sector. Indonesia is an ASEAN country, which means it must prepare people with the ability and skills to compete in the world of work. In addition, it must also prepare local educators (teachers) to have high professionalism who can compete with foreign workers. One of the government's efforts is to create a teacher professional education (PPG) program in the education sector. Having quality teachers is the hope of every society in order to create quality graduates who are able to compete both nationally and internationally. One of the PPGs that can bridge the international community is the English PPG, where quality graduates who can apply English language skills can be born from a teacher who has good and correct English competence.
Unlocking the potential of vocational skills: How vocational high school students' preferences for teachers' use of digital technology influence telecommunication technical skills Pratiwi, Anisa Ihsanul; Abdullah, Ade Gaffar; Mukhidin, Mukhidin
INVOTEC Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Technological and Vocational Education-Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/invotec.v19i2.66727

Abstract

Digital competence is crucial for teachers to utilize digital technology in the current era of learning. Especially for vocational high school teachers, face the challenge of designing effective learning strategies by harnessing digital technology to enhance students' vocational skills. The research aims to investigate vocational high school students' preferences regarding the use of digital technology by teachers and its influence on their vocational skills in VSAT (Vocational Satellite). While this topic has been rarely studied among vocational high school students, understanding students' perception of teachers' digital competence and its impact on their vocational skills can provide valuable insights into how digital technology usage can enhance vocational skills and better prepare students for success in the workforce. This study employs a quantitative method with descriptive and simple linear regression analysis. Data collection involved distributing questionnaires directly and online through Google Forms, which were voluntarily filled out by 123 students from three SMKs in the Bandung and Cimahi regions. The research findings reveal that students' preferences for teachers' use of digital technology fall under the good category, with an assessment interval of 78.2%. Additionally, a positive influence is found between vocational high school students' preferences for teachers' use of digital technology and their vocational skills in VSAT. The study is expected to provide valuable input for teachers and schools to implement teaching methods that support the development of students' vocational skills through optimal utilization of digital technology.