Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPAS SISWA KELAS IV SD INPRES 5/81 BAJOE KABUPATEN BONE Sudarto Sudarto; Sitti Rahmi; Lia Saputri
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11871

Abstract

This study is a pre-experimental study with a One Group Pretest-Posttest design. The aim of this reseach is determining whether the use of the PBL learning model influences or not the understanding of science concepts of students at SD Inpres 5/81 Bajoe, Bone Regency. The population in this study was all of 16 fourth-grade students. This study used a saturated sampling technique. Data collection techniques used tests. Data analysis techniques used were descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that an average pretest score of 53.43 and posttest score of 72.50; t count (1.94) > t table (2.13). Conclusion: The use of the PBL learning model influences the understanding of science concepts of fourth-grade students at SD Inpres 5/81 Bajoe, Bone Regency.
Pelatihan Merancang Perangkat Pembelajaran Berbasis Humanistis Berorientasi Deeplearning bagi Guru SD Sudarto Sudarto; Sudirman Sudirman; Rukayah Rukayah; Firdaus Firdaus; Andi Sri Wahyuni Mumang
DEDIKASI Vol 27, No 2 (2025): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v27i2.78139

Abstract

Pelatihan guru SD mitra Universitas Negeri Makassar (UNM) di Kabupaen Bone berfokus pada pembekalan kompetensi dalam merancang perangkat pembelajaran berbasis humanistis dan berorientasi deep learning. Pelatihan ini mengintegrasikan pendekatan yang sejatinya mendorong partisipasi aktif dan pembentukan karakter siswa serta terciptanya pemahaman yang mendalam terhadap materi yang dipelajarinya. Pelaksanaan pelatihan melibatkan teori dan praktik langsung, serta diskusi evaluasi bersama guru peserta. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya refleksi pedagogis, di mana guru diajak untuk memahami peran mereka sebagai fasilitator dalam proses belajar yang menumbuhkan empati, kemandirian, dan kreativitas siswa. Materi pelatihan mencakup perancangan tujuan pembelajaran yang bermakna, strategi pembelajaran kolaboratif, serta penggunaan asesmen autentik yang menilai proses dan hasil belajar secara komprehensif. Hasil pelatihan menunjukkan kemampuan guru dalam merancang atau membuat perangkat pembelajaran berbasis humanistis dan berorientasi deep learning berada pada kategori “Baik”. Capaian ini menunjukkan bahwa guru mampu mengadaptasi prinsip-prinsip pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan ke dalam praktik pengajaran sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengembangan profesional berkelanjutan yang dapat meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar.Kata Kunci: perangkat pembelajaran, humanistis, deep learning