Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Humaniora

MANUSIA SUSILA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF FILOSOFIS . Surajiyo
Humaniora Vol 12, No 2 (2000)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.097 KB) | DOI: 10.22146/jh.685

Abstract

Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Semua kegiatan dan kehidupan negara dan bangsa harus didasarkan pada Pancasila . Di samping se_ bagai dasar, Pancasila juga merupakan pedoman yang menunjukkan arah dalam mencapai tujuan negara . Pendidikan, selain merupakan kegiatan dalam keluarga, masyarakat dan negara, secara logis Pancasila merupakan dasar dan sekaligus pedoman yang menunjukkan ke mana tujuan pendidikan nasional itu diarahkan. Penjabaran lebih konkret dan operasional dari Pancasila terdapat dalam UUD 1945 dan peraturan perundangan yang ada di bawahnya . Dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1 dinyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran . Ayat 2 berbunyi pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan undangundang . Operasional febih lanjut tentang pendidikan diatur dengan undang-undang . UU RI No. 4 Tahun 1950 mengatur tentang Dasar-Dasar Pendidikan Pengajaran di Sekolah, diperkuat dengan Lembaran Negara No . 38/1950, dan diperkuat UU No . 12/1954 . Bab II Pasal 3 berisi tentang tujuan pendidikan yaitu membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air . Dalam UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berda- 154 MANUSIA SUSILA DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF FILOSOFIS Surajiyo* Doktorandus, Staf Pengajar IISIP, Jakarta sarkan Pancasila dan UUD 1945; berfungsi mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional . Dalam Ketetapan MPR RI Nomor IV/MPR/1999 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara Tahun 1999-2004 disebutkan dalam Bab 11, Kondisi Umum, bahwa di bidang pendidikan, masalah yang dihadapi adalah berlangsungnya pendidikan yang kurang bermakna bagi pengembangan pribadi dan watak peserta didik, yang berakibat hilangnya kepribadian dan kesadaran akan makna hakiki kehidupan . Matapelajaran yang berorientasi pada akhlak dan moralitas serta pendidikan agama kurang diberikan dalam bentuk latihan-latihan pengalaman untuk menjadi corak kehidupan sehari-hari . Karenanya, masyarakat cenderung tidak memiliki kepekaan yang cukup untuk membangun toleransi, kebersamaan, khususnya dengan menyadari keberadaan masyarakat yang majemuk . Seiring dengan kondisi umum tersebut. visi yang tertuang dalam Bab III adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia, yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi, dan berdisiplin .
Co-Authors Al-Amin, Al-Amin Ali Ramatni Ali Ramatni Andi Prasetyo Anggraini, Susia Annisa Ika Aulia Apandi, Aziz Arismenanda, Mita Assudaisiy, Abdurahman Azhar Azhar Aziz, Hairul Betti Nuraini Budiono, Bahrain Erekat Caka Gatot Priambodo Dahlan Dahlan Damayanti, Dina Damsi, Guan Dewi Anjani, Dewi Dona Katarina Dudi Parulian Dwi Yulistyanti, Dwi Eka Yulianti Eprianti, Yuli Farkhatin, Naely Fata, Tenggo Husnul Fazza, M. Mifthah Fitria Fitria Fitriana Destiawati Fitriana Destiawati Guntur Arie Wibowo, Guntur Arie Harry Dhika, Harry Hasbad, Muhammad Adriansyah Hazalena, Marvia Helmita, Helmita Herlinda Herlinda Huda, Akbar Fatul Idayati, Irma Irma Idayati Jeni Amperasari Jepri, Jepri Juita, Hartati Ratna Kesuma, Indrawati Mara Khanarun, Khanarun Marlina, Dwi Mufida, Rifqi Al Muhammad Fakhar Ali Muhammad Yusuf Muharamah, Wahdatul Mulyono, Hardi Nahot Frastian Nasruddin Nasruddin Nisusmiati, Murlina Nonot Suwarno Novita, Putri Paleni, Herman Parulian, Dudi Raberta, Yulpa Rahman, Elzanti Ramadhani, Putra Rangga Prasetyo Ridho, Ardias Rahmad Rina Wahyu Winarni Rindi Ningmas Rizka Fajrina S Rizka Nur Fadhillah Ronal Aprianto Safitri, Tiansi Santia, Yeyen Saputra, Dendi Sari Gulo, Rilda Purnama Sari, Tri Agriana Septya Yolanda Setiawan, Heri Sastria Sholihaningtias, Dian Nur Sugeng Astanto, Sugeng Sugiyarti Sugiyarti, Sugiyarti Sundari Sundari Suwarno Suwarno Suwarno Suyadi Suyadi Tenggo Husnul Fata Triharyati, Eri Widijatmoko, Engelbertus Kukuh Windaryadi, Catur Windytia Amanda Yunita, Shania Zulhendra, Zulhendra