Claim Missing Document
Check
Articles

Found 49 Documents
Search
Journal : BIMASTER

BILANGAN INDEPENDENT DOMINATION PADA BEBERAPA GRAF Lili Surai’ya; Evi Noviani; Fransiskus Fran
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 8, No 4 (2019): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.459 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v8i4.36582

Abstract

Suatu himpunan simpul dari graf  dikatakan himpunan domination jika semua simpul yang tidak berada di himpunan tersebut bertetangga dengan sedikitnya satu simpul di himpunan tersebut. Kardinalitas minimum dari himpunan domination disebut bilangan domination. Konsep himpunan domination terus berkembang salah satunya yaitu tentang himpunan independent domination. Simpul pada himpunan independent domination mendominasi simpul lain tetapi simpul pada himpunan tersebut tidak boleh saling bertetangga. Kardinalitas minimum dari himpunan independent domination yang dinotasikan dengan  disebut bilangan independent domination. Penelitian ini mengkaji tentang  pada beberapa graf yaitu graf cycle , graf roda  graf pizza  graf bunga matahari  graf antiprisma  dan graf prisma . Graf pizza dan graf bunga matahari dibangun dari graf roda, graf roda dibangun dari graf cycle. Graf antiprisma dan graf prisma dibangun dari graf cycle. Berdasarkan analisis pada penelitian ini diketahui bahwa , ,     ,   ,    ,  dan     untuk     yaitu    ,  untuk  yaitu , untuk  yaitu , dan untuk  yaitu   .Kata Kunci : graf cycle, graf roda, graf pizza, graf bunga matahari, graf antiprisma, graf prisma
PENYELESAIAN PERSAMAAN LAPLACE DALAM KOORDINAT POLAR Fitriani Fitriani; Evi Noviani; Yudhi Yudhi
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 3 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.263 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v9i3.41232

Abstract

Persamaan Laplace merupakan persamaan diferensial parsial yang mempunyai bentuk umum dalam koordinat kartesius dua dimensi, yaitu . Penelitian ini bertujuan menyelesaikan persamaan Laplace dalam koordinat polar. Persamaan Laplace dari koordinat kartesius ditransformasikan ke koordinat polar. Kemudian dicari penyeselesaian persamaan Laplace dengan syarat batas Dirichlet dalam bentuk formula Poisson. Selanjutnya formula Poisson diselesaikan dengan metode numerik. Berdasarkan hasil penelitian, penyelesaian persamaan Laplace dengan syarat batas menggunakan 100 partisi pada titik diperoleh error yang terbesar yaitu Sedangkan persamaan Laplace dengan syarat batas, menggunakan 100 partisi pada titik diperoleh error yang terbesar yaitu .Kata Kunci: persamaan Laplace, formula Poisson, koordinat polar
MODIFIKASI METODE NEWTON DENGAN KONVERGENSI ORDE TIGA UNTUK MENYELESAIKAN SISTEM PERSAMAAN NONLINEAR Yuli Rahayu; Evi Noviani; Yudhi Yudhi
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 4 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v9i4.43316

Abstract

Metode Newton merupakan metode iterasi yang digunakan untuk mencari akar-akar persamaan nonlinear maupun sistem persamaan nonlinear dengan orde konvergensi dua. Pada penelitian ini dibahas tentang penyelesaian sistem persamaan nonlinear dengan modifikasi metode Newton. Metode yang diperoleh dengan modifikasi metode Newton mempunyai orde konvergensi tiga. Langkah-langkah untuk mencari solusi sistem persamaan nonlinear  dengan menggunakan metode ini adalah mencari nilai  sebagai solusi dari iterasi ke-  dengan toleransi error . Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tersebut dapat menyelesaikan sistem persamaan nonlinear dengan orde konvergensi tiga.Kata kunci: Metode Newton, Orde konvergensi, Galat, Norm, Sistem Persamaan Nonlinear
KAJIAN MATRIKS INTERVAL DAN SIFAT-SIFATNYA Epifania Kurva; Evi Noviani; Nilamsari Kusumastuti
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 4 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v9i4.42650

Abstract

Misalkan IR menyatakan himpunan semua interval tertutup atas R. Matriks interval merupakan perluasan dari matriks real dengan elemen – elemen pada matriks interval berupa interval di IR. Aritmetika matriks interval merupakan generalisasi dari aritmetika matriks real, dimana operasinya menggunakan aturan-aturan yang berlaku dalam aritmetika interva. Oleh karena itu,terdapat sifat-sifat yang berlaku dalam aritmetika matriks real tapi  tidak berlaku dalam aritmetika matriks interval. Sifat-sifat tersebut terkait sifat distributif  yang tidak selalu berlaku pada elemen di IR.  Kata kunci : matriks, artimetika interval,sifat distributif
METODE BEDA HINGGA EKSPLISIT DAN IMPLISIT UNTUK MENYELESAIKAN PERSAMAAN PANAS Lili Oktaviana; Evi Noviani; Yudhi Yudhi
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 9, No 2 (2020): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.928 KB) | DOI: 10.26418/bbimst.v9i2.39942

Abstract

Persamaan difusi adalah persamaan diferensial parsial orde dua yang termasuk ke dalam tipe persamaan diferensial parsial parabolik. Persamaan difusi dapat juga disebut persamaan panas. Persamaan panas dapat diselesaikan dengan menggunakan metode beda hingga. Metode beda hingga memiliki beberapa skema diantaranya skema eksplisit dan skema implisit. Penelitian ini membahas penyelesaian persamaan panas dimensi satu dengan metode beda hingga eksplisit dan implisit. Langkah pertama pada penelitian ini yaitu memodelkan aliran panas pada batang kawat homogen menjadi persamaan panas dimensi satu. Selanjutnya, mendiskritisasi persamaan panas dimensi satu dengan menggunakan turunan numerik. Kemudian, menyelesaikan persamaan panas dimensi satu menggunakan skema eksplisit dan skema implisit dengan membentuk pola iterasi. Solusi persamaan panas dimensi satu dengan menggunakan metode beda hingga eksplisit yaitu  dengan  ,  dan . Sedangkan, dengan menggunakan metode beda hingga implisit yaitu  dengan ,  dan . Nilai  merupakan solusi hampiran metode beda hingga eksplisit dan implisit dengan  dan , dimana N adalah jumlah total titik-titik  dan  adalah jumlah total titik-titik . Terakhir, menggunakan program Scilab dilakukan simulasi penyelesaian persamaan panas dimensi satu dan menghasilkan solusi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa adanya perubahan suhu dari temperatur tinggi ke temperatur rendah yang dipengaruhi oleh waktu karena adanya proses perpindahan panas pada batang kawat homogen. Kata Kunci: perpindahan panas, turunan numerik, skema eksplisit, skema implisit
FUNGSI GREEN DARI PERSAMAAN DIFERENSIAL LINEAR ORDE-n NON HOMOGEN MENGGUNAKAN TRANSFORMASI LAPLACE Hari Rahman Alam; Evi Noviani; Setyo Wira Rizki
Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 10, No 1 (2021): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v10i1.44659

Abstract

 Persamaan diferensial adalah suatu persamaan yang melibatkan satu atau lebih turunan fungsi yang belum diketahui, salah satunya yaitu persamaan diferensial linear. Dalam menyelesaikan suatu persamaan diferensial linear didapatlah sebuah solusi, adapun salah satu cara menentukan solusi dari persamaan diferensial linear yaitu dengan mengggunakan fungsi Green. Penentuan solusi dari persamaan diferensial linear dengan menggunakan fungsi Green  dapat menggunakan metode transformasi Laplace. Transformasi Laplace adalah teknik mengubah sebuah fungsi menjadi fungsi yang baru menggunakan proses integrasi. Penelitian membahas cara menentukan fungsi Green dari suatu persamaan diferensial linear dengan menggunakan transformasi Laplace, persamaan diferensial linear yang digunakan yaitu persamaan diferensial linear orde-n koefisien konstan. Langkah yang dilakukan yaitu mencari solusi  dengan menggunakan transformasi Laplace dari persamaan diferensial linear orde-n koefisien konstan dan dalam hal ini  merupakan fungsi Green  dari solusi . Selanjutnya yaitu menyelesaikan persamaan diferensial linear yang berkaitan dengan fungsi delta Dirac dengan bentuk  menggunakan transformasi Laplace yang bertujuan untuk menemukan fungsi Green. Dari penelitian ini didapatlah solusi ,  adalah solusi persamaan diferensial biasa yang memuat fungsi Green .Kata Kunci: Persamaan Diferensial Linear, Transformasi Laplace, Fungsi Green.     
PENGENDALIAN PERSEDIAAN KARET DENGAN MENGGUNAKAN METODE CONTINUOUS REVIEW SYSTEM Nazara, Valeri; Helmi, Helmi; Noviani, Evi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 3 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i3.77791

Abstract

Pada suatu perusahaan yang memproduksi suatu barang, perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku dilakukan secara teratur agar memenuhi kebutuhan dengan efisiensi biaya. Manajemen persediaan adalah metode yang dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai alat  laporan dan alat ukur kinerja perusahaan dalam membantu kebijakan persediaan. Permasalahan yang seringkali terjadi pada perusahaan PT Sumber Alam adalah kesulitan menentukan banyaknya persediaan karet sebagai bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi karet remah (crumb rubber) SIR 20. Memesan dan menyimpan bahan baku dalam jumlah besar dapat memastikan kelancaran proses produksi tetapi ini juga menyebabkan meningkatnya biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian persediaan karet dengan menggunakan metode Continuous Review System di PT Sumber Alam dalam menentukan waktu dan jumlah pemesanan karet yang diperlukan, menetukan banyaknya penyimpanan karet serta meminumkan biaya persediaaan yang sesuai dengan kebutuhan. Perusahaan harus mengatur pengendalian persediaan dengan menggunakan metode continuous review system karena metode ini sangat cocok untuk persediaan bahan yang memiliki permintaan terus-menerus dan berfluktuasi. Parameter pada pengendalian persediaan meliputi banyaknya kebutuhan setiap kali pemesanan, reorder point dan safety stock. Berdasarkan hasil penghitungan dengan kebijakan perusahaan PT SumberAlam didapatkan total biaya persediaan adalah pertahun. Dari hasil penghitungan didapatkan bahwa metode pengendalian persediaan Continuous Review System   memiliki total biaya persediaan yang minimum yaitu per tahun dengan jumlah pemesanan optimal (q)  adalah setiap kali pesan dan pemesanan kembali (𝑟) adalah dengan jumlah safety stock .  Kata Kunci : Jumlah pemesanan, reorder point, safety stock, biaya persediaan.
OPTIMALISASI BIAYA PENDISTRIBUSIAN BERAS MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI PADA AGEN BERAS DI SINGKAWANG Suryaningsih, Dwi; Noviani, Evi; Helmi, Helmi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 3 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i3.77707

Abstract

CV. X Singkawang merupakan agen distributor yang mendistribusikan beras ke tiga daerah tujuan yaitu Sungai Duri, Sanggau Ledo dan Sambas. Pada proses pendistribusian, diperlukan perencanaan yang matang agar diperoleh biaya pengiriman yang minimum yaitu dengan menerapkan metode transportasi. Metode transportasi adalah suatu cara untuk menentukan jumlah barang yang akan dikirimkan dari suatu sumber ke setiap tujuan agar diperoleh biaya distribusi yang minimum. Pada penelitian ini metode transportasi yang digunakan yaitu Modified Vogel"™s Approximation Method (MVAM) dan ImpIied Cost Method (ICM) dengan metode Modified Distribution (MODI) untuk mencari solusi optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengoptimalkan biaya pendistribusian beras di CV. X Singkawang menggunakan metode transportasi. Langkah-langkah yang digunakan yaitu memformulasikan masalah ke dalam model matematika, kemudian membentuk tabel awal transportasi, dilanjutkan dengan mencari solusi menggunakan metode MVAM dan ICM kemudian lakukan uji optimalitas menggunakan MODI untuk mendapatkan solusi optimal. Berdasarkan hasil perhitungan solusi yang dihasilkan menggunakan MVAM dan ICM adalah sama, dengan pengalokasian dari gudang 1 ke Sungai Duri sebanyak 3.305 kg, gudang 1 ke Sanggau Ledo sebanyak 5.941 kg, gudang 1 ke Sambas sebanyak 1.115 kg dan gudang 2 ke Sambas sebanyak 4.085 kg dengan biaya transportasi sebesar Rp 2.491.230. Pada uji optimalitas menggunakan metode MODI, solusi yang dihasilkan MVAM dan ICM sudah optimal. Dengan demikian biaya pendistribusian minimum yang dapat dikeluarkan oleh CV. X Singkawang yaitu sebesar Rp2.491.230 dan menghemat Rp 236.270 dari biaya perusahaan sebesar Rp 2.727.500.  Kata Kunci : salah transportasi, alokasi, solusi optimal
PENGGUNAAN FUNGSI RESPON HOLLING TIPE III PADA ANALISIS KESTABILAN MODEL PREDATOR-PREY DUA SPESIES Safitri, Fauziah; Noviani, Evi; Huda, Nur’ainul Miftahul
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 4 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i4.79726

Abstract

Ilmu biologi memiliki beberapa cabang salah satunya yaitu ekologi, ekologi membahas mengenai interaksi atau hubungan antara makhluk hidup, salah satu bentuk interaksi dari hubungan ini adalah ketika dua atau lebih makhluk hidup bersaing merebutkan kebutuhan hidup yang sama, sehingga hal ini sering terjadi lingkungan sekitar. Salah satunya yaitu permasalahan yang terjadi pada dua spesies predator dan prey, dalam hal ini harus dibentuk sebuah model dari sistem agar ekosistem dari predator dan prey stabil. Model predator prey masih belum bisa menjadi solusi yang tepat dalam menganalisis masalah kestabilan sehingga perlu ditambah dengan Holling tipe III. Fungsi respon Holling tipe III adalah keadaan yang terjadi ketika predator akan cenderung mencari populasi prey lain ketika populasi yag dimakan mulai berkurang, sehingga tingkat pertemuan antara predator dan prey menjadi dua. Penelitian ini membahas mengenai pembentukan sebuah model dari predator prey, kemudian menganilisis kestabilan model tersebut serta mencari hasil simulasi numerik menggunakan metode Runge Kutta Fehlberg. Dengan beberapa batasan diperoleh hasil penelitian yang berbentuk model matematika yang memiliki tiga titik ekuilibtium. Pada titik pertama diperoleh trayektori sadle point, kemudian untuk titik ekuilibrium kedua diperoleh trayektori node point stabil dan sadle point tidak stabil, Sedangkan untuk titik ekuilibrium ketiga diperoleh trayektori tidak stabil dimana nilai diskriminan lebih dari nol dan juga merupakan trayektori stabil dengan nilai diskriminannya kurang dari nol.  Kata Kunci: kestabilan ekosistem, titik ekuilibrium, simulasi numerik.
PENERAPAN LOWEST ALLOCATION METHOD (LAM) DALAM PENENTUAN SOLUSI LAYAK AWAL PADA MASALAH TRANSPORTASI Andriani, Rika Fitri; Noviani, Evi; Pasaribu, Meliana
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 6 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i6.88810

Abstract

Masalah transportasi muncul ketika perusahaan atau industri mencoba menentukan cara terbaik untuk mengirimkan produk dan barang dari berbagai sumber ke berbagai tujuan. Perusahaan atau industri memerlukan perencanaan distribusi yang efisien untuk mengurangi biaya dan menghitung biaya pengiriman minimum. Lowest Allocation Method (LAM) adalah metode untuk menentukan solusi layak awal dengan mengalokasikan barang ke sel biaya terendah pada persediaan atau permintaan terkecil. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi layak awal masalah transportasi dengan LAM pada kasus seimbang maupun tidak seimbang. Masalah transportasi tersebut dimodelkan dan dicari penyelesaiannya menggunakan LAM. Dari hasil penelitian, alokasi solusi layak awal pada kasus distribusi tahu Pabrik XYZ yaitu Pabrik Ujung Berung 1 mendistribusikan ke Pasar Ujung Berung, Pasar Cimahi, dan Pasar Cicadas 1 berturut-turut 5, 65, dan 20 pallet, Pabrik Ujung Berung 2 mendistribusikan ke Pasar Cicadas 1 dan Pasar Cicadas 2 berturut-turut 45 dan 75 pallet, dan Pabrik Ujung Berung 3 mendistribusikan ke Pasar Ujung Berung sebanyak 60 pallet dengan total biaya pendistribusian sebesar Rp558.500. Sedangkan, pada kasus distribusi komponen mesin kelapa sawit CV. Adi Jaya Teknik yaitu Vendor 1 mendistribusikan ke Pekanbaru sebanyak 8.000 kg, Vendor 2 mendistribusikan ke Pekanbaru, Jambi, dan Palembang berturut-turut 1.000, 4.000, dan 10.000 kg, Vendor 3 mendistribusikan ke Pekanbaru, Padang dan Dummy berturut-turut 8.000, 2.000, dan 2.000 kg, Vendor 4 mendistribusikan ke Jambi sebanyak 8000 kg, dan Vendor 5 dialokasikan ke Padang sebanyak 8.000 kg dengan total biaya pendistribusian sebesar Rp60.200.000.  Kata Kunci:  Pendistribusian, Biaya Pengiriman, Sel Biaya Terendah
Co-Authors Adhazi, Tri Adventa, Maria Wisda Agung Hartoyo AGUS PRIYANTO Ahmad Yani T Aljona, Sarah Amalia Wigati Ananda Rizky Amelia Andriani, Rika Fitri Annisatul Khairiah Awalia, Alma Putri Awaliyah, Ilka Nur Bayu Prihandono Budiono, Satwiko Christy, Maria Citra Puella Cucu Suhery Dwi Oktaviana Ekaristi, Mita Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo, Suci Lestari, Mukarlina, Epifania Kurva Evi Utami FAJRIN NURSETYA DESI Fatonah, Fatma Arum Feby Fitria Ramadhita Fitriah Fitriah Fitriani Fitriani Fran, Fransiskus Fransiskus Fran Fransiskus Fran Gusrizal Gusrizal Hari Rahman Alam Hasanuddin Hasanuddin Helmi Helmi Helmi Helmi Helmi Hendra Perdana Hestivera, Eva Novianti HUDA, NUR’AINUL MIFTAHUL Huda, Nur’ainul Miftahul Humaira Ichlashi Amaliah Ibnur Rusi Ika Widiastuti, Ika Josua, Josua Juandi Juandi Kurnia, Elsa Lili Oktaviana Lili Surai’ya Linisius Caesar Kevin Sinopa Mariatul Kiftiah Meilyna Habibullah Meliana Pasaribu Mohamad Rif’at Mudinillah, Adam Muhardi Nadia Nadia Nazara, Valeri Nilamsari Kusumastuti Nurin Hafizah NUR’AINUL MIFTAHUL HUDA Paranditus Paranditus Paranditus, Paranditus Pratama, Anjeryan Sapta ratih ratih Renisa Auditaputri Renny Puspita Sari Resti Julia Susanti Safitri, Fauziah Sari, Nyemas Yupika Sari, Weni Kartika Sariyanti, Eka Sary, Febriani Setyo Wira Rizki Simin Simin Siti Nur Amanah Sugiatno Sugiatno Suriyana Suriyana Suryaningsih, Dwi Syafitri, Kintan Salsabila Hasria Syed Bilal Asim Tari, Shovita Anugrah Uray Agustian Yoga Satria Putra Yoga Satria Putra Yudha Arman Yudhi Yuli Rahayu Yundari, Yundari