Claim Missing Document
Check
Articles

Found 49 Documents
Search
Journal : BIMASTER

PENERAPAN METODE SAVING MATRIX DALAM MEMINIMUMKAN BIAYA DISTRIBUSI Tari, Shovita Anugrah; Prihandono, Bayu; Noviani, Evi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 4 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i4.79728

Abstract

Distribusi merupakan proses pengiriman produk dari produsen hingga sampai ke konsumen. Salah satu contoh kasus distribusi adalah pendistribusian elpiji. Pendistribusian elpiji sering kali terkait erat dengan rute kendaraan karena pentingnya ketepatan waktu dalam mengirimkan elpiji ke setiap pangkalan yang membutuhkan sehingga membantu dalam mengoptimalkan rute pendistribusian dengan biaya distribusi yang minimum. Permasalahan rute kendaraan dalam kasus pendistribusian elpiji termasuk kedalam Vehicle Routing Problem (VRP). Adapun masalah VRP dengan karakteristik Heterogeneuous Fleet Vehicle Routing Problem (HFVRP) dan VRP with Multiple Trips (VRPMT). Permasalahan yang dapat diselesaikan dalam konteks pendistribuisan elpiji umumnya berfokus pada pencapaian rute yang optimal dengan biaya distribusi yang minimum. Dalam permasalahan VRP dapat diselesaikan dengan menggunakan metode saving matrix. Tujuan penelitian ini yaitu menyelesaikan VRP dengan menggunakan metode saving matrix. Metode saving matrix merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk menentukan rute distribusi elpiji ke setiap pangkalan dengan cara membentuk rute distribusi yang optimal dengan biaya distribusi yang minimum. Metode saving matrix dilakukan dengan menghitung jarak tempuh kendaraan dan menentukan nilai saving menggunakan metode saving matrix. Rute pendistribusian kemudian dialokasikan untuk mencapai rute pendistribusian yang optimal dengan biaya distribusi yang minimum. Rute distribusi dengan metode saving matrix menghasilkan 10 rute distribusi dengan total jarak 103,0 km dan biaya distribusi sebesar Rp 773.281. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa rute yang dibuat dengan menggunakan metode saving matrix memberikan rute distribusi yang optimal dengan biaya distribusi yang minimum.  Kata Kunci : Vehicle Routing Problem, Heterogeneous Vehicle Routing Problem, VRP with Multiple  
PENGENDALIAN PRODUKSI KARET SIR-20 DI PT XYZ DENGAN PARTIAL BACKORDER ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY MODEL Nadia, Nadia; Noviani, Evi; Pasaribu, Meliana
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 5 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i5.81860

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri crumb rubber dengan produksi utama Standard Indonesian Rubber (SIR) 20. Dalam proses produksinya, PT XYZ kesulitan    dalam memperoleh bahan baku karet untuk kegiatan produksi SIR-20 dikarenakan perusahaan tidak mempunyai persediaan yang mencukupi sehingga proses produksi terhambat. Selain itu, timbulnya biaya-biaya lain yang disebabkan perusahaan mengalami kekurangan persediaan (stockout) yaitu kehilangan penjualan, biaya pemesanan dan transportasi, biaya tenaga kerja, biaya mesin yang menganggur dan meningkatnya biaya utang lancar. Dengan demikian, salah satu model    yang dapat diterapkan dalam masalah    pengendalian persediaan yaitu model Economic Production Quantity (EPQ)    yang bertujuan untuk menentukan kuantitas persediaan dengan biaya produksi yang minimum.  Pada model EPQ tidak diperbolehkan adanya  kekurangan persediaan ataupun  kekosongan persediaan (stockout). Namun, pada kenyataannya sering  terjadi  kekurangan persediaan ataupun  kekosongan persediaan dalam proses produksi pada perusahaan.  Dengan kondisi seperti ini, perusahaan menawarkan kepada konsumen untuk menunggu pesanan terpenuhi. Apabila konsumen yang bersedia menunggu pesanan terpenuhi maka perusahaan memungkinkan untuk stockout dan memenuhi pesanan yang menunggu dengan cara melakukan pemesanan ulang (backorder).  Oleh karena itu dikembangkan model EPQ menjadi model EPQ backorder partial dengan mempertimbangkan kondisi stockout dimana model ini dapat menentukan kuantitas persediaan optimal, siklus pemesanan, tingkat pengisian persediaan dalam meminimumkan total biaya persediaan.  Berdasarkan perhitungan menggunakan model EPQ backorder parsial diperoleh kuantitas persediaan optimal SIR-20 sebanyak 387.294,78 kg dalam setiap putaran produksi dengan total biaya persediaan sebesar Rp  7.502.536.885.622  per tahun.  Kata Kunci:  persediaan, pengendalian persediaan, produksi optimal, biaya produksi.  
ANALISIS MASALAH TRANSSHIPMENT MENGGUNAKAN METODE SIMPLEKS Awalia, Alma Putri; Noviani, Evi; Fran, Fransiskus
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 1 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i1.91229

Abstract

Masalah transshipment merupakan salah satu tantangan dalam optimasi distribusi produk yang bertujuan untuk meminimumkan ongkos transportasi. Masalah ini tidak hanya melakukan pendistribusian produk dari sumber ke tujuan, melainkan melewati beberapa titik-titik transit terlebih dahulu sehingga memerlukan metode optimasi khusus. Penyelesaian masalah transshipment adalah dengan mengubahnya sebagai masalah transportasi biasa yang selanjutnya diselesaikan dengan langkah-langkah masalah transportasi untuk mempermudah analisis. Masalah transportasi ini diselesaikan dengan mencari solusi awal terlebih dahulu yang kemudian dicari solusi optimalnya. Melalui artikel ini,   dianalisis pendekatan lain untuk menyelesaikan metode transportasi secara langsung tanpa perlu mengubahnya menjadi masalah transportasi biasa dan mencari solusi awal terlebih dahulu yaitu metode simpleks. Sebagai penerapan digunakan data pendistribusian pupuk di PT. A dan PT. B, lalu dimodelkan ke bentuk model transshipment dan dicari solusi optimalnya menggunakan metode simpleks. Hasil dari pernerapan metode simpleks menunjukkan bahwa metode simpleks  menghasilkan solusi optimal secara langsung dengan biaya minimum sebesar Rp 508.289.000. Dengan demikian, penggunaan metode simpleks menunjukkan bahwa ada berbagai pendekatan yang bisa diterapkan untuk menghasilkan solusi optimal pada masalah transshipment.Kata Kunci : transshipment, metode simpleks, solusi optimal
IMPLEMENTASI ITERATIVE DICHOTOMISER 3 MENGGUNAKAN MUTUAL INFORMATION DALAM MEMPREDIKSI PRODUKSI SAYURAN Adhazi, Tri; Noviani, Evi; Huda, Nur’ainul Miftahul
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 1 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i1.91696

Abstract

Pertanian merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, dengan produksi sayuran sebagai bagian utama pola konsumsi masyarakat. Fluktuasi produksi sayuran menjadi tantangan bagi petani dan pengambil kebijakan, karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan pasokan. Penelitian ini menerapkan algoritma Iterative Dichotomiser 3 (ID3) untuk memprediksi produksi sayuran di Kalimantan Barat berdasarkan data 2020"“2022. Data produksi empat sayuran tertinggi (mentimun, kacang panjang, terung, dan cabe rawit) dianalisis dengan mutual information untuk seleksi fitur. Model ID3 diuji menggunakan pembagian data 70% pelatihan dan 30% pengujian, menghasilkan akurasi 90,9%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kacang panjang memiliki pengaruh terbesar terhadap fluktuasi produksi sayuran lain, dengan nilai mutual information 1,886. Berdasarkan nilai akurasi yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa keakuratan algoritma ID3 tergolong sangat baik dalam prediksi produksi sayuran.  Kata Kunci: prediksi produksi sayuran, data mining, pohon keputusan, seleksi fitur, fluktuasi produksi  
PENGELOMPOKAN TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN ALGORITMA AGGLOMERATIVE HIERARCHICAL CLUSTERING Widiastuti, Ika; Noviani, Evi; Fran, Fransiskus
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 1 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i1.91827

Abstract

Kemakmuran masyarakat terus menjadi prioritas utama dalam proses pembangunan di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat. Pengelompokan kesejahteraan di Kalimantan Barat bertujuan untuk melakukan pengelompokan kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat sehingga pemerintah daerah bisa menentukan wilayah mana yang menjadi prioritas pembangunan ekonomi. Dalam peneliian ini metode yang digunakan adalah agglomerative hierarchical clustering dengan empat algoritma, yaitu single linkage, complete linkage, average linkage, dan ward linkage. Indikator yang digunakan mencakup pendapatan per kapita, Indeks Pembangunan Manusia, dan persentase penduduk miskin. Hasil pengelompokan karakteristik tingkat kesejahteraan masyarakat menggunakan metode Agglomerative Hierarchical Clustering menunjukkan bahwa algoritma terbaik adalah average linkage, dengan nilai korelasi chopenetic yaitu 0,936. Nilai yang mendekati satu menunjukkan bahwa hasil klasterisasi yang diperoleh memiliki kualitas yang baik. Hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa taraf kesejahteraan di Provinsi Kalimantan Barat dengan dua cluster menggunakan metode Average Linkage. Cluster ke-1 kabupaten/kota tingkat kesejahteraan yang tinggi yaitu Pontianak dan Singkawang. Cluster ke-2 kabupaten/kota tingkat kesejahteraan yang rendah yaitu Sambas, Bengkayang, Mempawah, Sanggau, Kubu Raya, Landak, Sintang, Sekadau, Kapuas Hulu, Melawi, Kayong Utara dan Ketapang.  Kata Kunci:   Average Linkage, clustering, kesejahteraan masyarakat.
OPTIMASI KEUNTUNGAN DALAM PRODUKSI KIMBAB DENGAN PEMODELAN KARUSH KUHN TUCKER (Studi Kasus : Home Industry Kimbab Nyami) Sari, Weni Kartika; Kusumastuti, Nilamsari; Noviani, Evi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 14, No 3 (2025): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v14i3.95123

Abstract

Kimbab Nyami merupakan home industry yang memproduksi dan memasarkan kimbab dengan berbagai isian dan varian rasa. Usaha tersebut memproduksi 6 jenis kimbab yaitu kimbab original, kimbab haikeng, kimbab sosis, kimbab nugget, kimbab ayam dan kimbab crabstik. Dalam proses produksi kimbab, jumlah produk yang diproduksi tidak selalu sesuai dengan jumlah ketersediaan bahan baku yang ada sehingga pengeluaran biaya untuk produksi dapat berdampak pada keuntungan yang diperoleh. Permasalahan ini terjadi karena perencanaan produksi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah produksi yang optimal perhari berdasarkan bahan baku yang tersedia agar diperoleh keuntungan yang optimal. Salah satu pengembangan model optimasi yang dapat diterapkan untuk menentukan kondisi optimal produksi dengan mempertimbangkan kendala bahan baku adalah pemodelan Karush Kuhn Tucker (KKT). Dalam penerapannya, fungsi tujuan dan batasan produksi disusun ke dalam sistem persamaan melalui syarat KKT. Selanjutnya, permasalahan diselesaikan menggunakan metode simpleks. Karena solusi yang dibutuhkan dalam penelitian ini harus berupa bilangan bulat, proses perhitungan selanjutnya dilakukan dengan menggunakan metode branch and bound. Setelah memperoleh solusi, langkah terakhir adalah melakukan substitusi nilai variabel keputusan (x) dan pengali Lagrange (λ) ke dalam fungsi Lagrange. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh jumlah produksi per hari pada usaha Kimbab Nyami adalah kimbab original sebanyak 8 gulung, Kimbab haikeng sebanyak 45 gulung, kimbab sosis sebanyak 13 gulung, kimbab nugget sebanyak 13 gulung, kimbab ayam sebanyak 8 gulung dan kimbab crabstik sebanyak 55 gulung dengan total produksi selama satu hari sebanyak 142 kimbab dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp435.279 per hari.
OPTIMASI PENDISTRIBUSIAN PRODUK BASRENG PADA UMKM BERKAH JAYA SNACK MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI TIDAK LANGSUNG Sary, Febriani; Helmi, Helmi; Noviani, Evi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 13, No 1 (2024): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v13i1.74048

Abstract

Berkah Jaya Snack adalah sebuah agen pendistribusian snack dan kue kering di Pontianak. Berkah Jaya Snack memiliki tiga cabang yang terdapat di Sambas, Sungai Raya Dalam (Serdam), dan Singkawang. Permasalahan dalam pengantaran barang akan berdampak pada pendapatan yang diperoleh sehingga diperlukan sebuah metode optimasi yang dapat meminimalkan biaya pendistribusian agar didapat hasil yang optimal. Metode transportasi dapat diterapkan agar memperoleh pendistribusian yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengalokasikan produk secara optimal sehingga dapat meminimumkan biaya pendistribusian basreng di Berkah Jaya Snack dengan menggunakan metode transportasi tidak langsung. Langkah-langkah yang dilakukan adalah menentukan solusi awal dengan menggunakan Northwest Corner Method (NWC), Least Cost Method (LC), dan Vogels Approximation Method (VAM). Selanjutnya, dari solusi awal dilakukan uji optimasi untuk mendapatkan solusi optimal dengan Modified Distribution Method (MODI). Berdasarkan hasil penelitian didapat hasil solusi awal dengan menggunakan metode NWC sebesar , menggunakan metode LC sebesar , dan menggunakan VAM sebesar . Kemudian dilakukan uji optimasi menggunakan metode Modified Distribution (MODI) diperoleh biaya minimum sebesar . Metode solusi awal yang lebih akurat digunakan untuk data dari Berkah Jaya Snack adalah dengan menggunakan VAM, karena menghasilkan besar biaya yang sama dengan hasil optimal dari metode MODI.  Kata Kunci : biaya distribusi, solusi optimal, MODI  
MENENTUKAN INVERS MOORE-PENROSE DENGAN METODE DEKOMPOSISI NILAI SINGULAR DAN DEKOMPOSISI QR Ratih, Ratih; Noviani, Evi; Yudhi, Yudhi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 6 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v12i6.71428

Abstract

Invers Moore-Penrose, yang disimbolkan sebagai , adalah invers matriks dari  yang memenuhi empat persamaan Penrose. Invers Moore-Penrose ada untuk setiap jenis matriks, termasuk matriks persegi yang singular dan matriks yang non-persegi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami metode Dekomposisi Nilai Singular dan Dekomposisi QR dalam menentukan invers Moore-Penrose. Pada metode SVD membagi matriks awal menjadi tiga matriks yaitu matriks ortogonal , matriks diagonal , dan matriks ortogonal . Proses dekomposisi SVD melibatkan perhitungan nilai-nilai singular dan vektor-vektor singular dari matriks awal. Sedangkan pada metode Dekomposisi QR membagi matriks awal menjadi dua matriks yaitu matriks ortogonal  dan matriks segitiga atas . Proses dekomposisi QR melibatkan perhitungan matriks orthogonal  dan matriks segitiga atas  melaluli langkah-langkah proses Gram-Schmidt. Menghitung invers Moore-Penrose menggunakan metode SVD dengan rumus  dan menghitung invers Moore-Penrose menggunakan metode Dekomposisi QR dengan   rumus .  Kata Kunci: Matriks Ortogonal, Nilai Singular, Proses Gram-Schmidt.
MENENTUKAN LINTASAN TERPENDEK PADA JALUR PENGANGKUTAN KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN ALGORITMA BELLMAN- FORD (Studi Kasus: PT. Perkebunan Nusantara XIII Kebun Parindu Afdeling Inti I) Adventa, Maria Wisda; Noviani, Evi; Helmi, Helmi
BIMASTER : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya Vol 12, No 5 (2023): Bimaster : Buletin Ilmiah Matematika, Statistika dan Terapannya
Publisher : FMIPA Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/bbimst.v12i5.70910

Abstract

Lintasan terpendek merupakan lintasan dari suatu tempat ke tempat lain yang memiliki bobot minimum. Dalam proses produksi atau distribusi suatu perusahaan berupaya untuk menghabiskan biaya distribusi yang minimum termasuk PT. Perkebunan Nusantara XIII Kebun Parindu Afdeling Inti I yang merupakan salah satu perusahaan kelapa sawit yang berada di Kabupaten Sanggau. Perusahaan ini memerlukan informasi tentang lintasan terpendek dalam pengangkutan kelapa sawit untuk membawa muatan sawit dari Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Algoritma Bellman-Ford merupakan salah satu cara untuk menentukan lintasan terpendek dalam teori graf. Algoritma ini menghitung seluruh jarak terpendek yang berasal dari simpul awal ke simpul tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lintasan terpendek menggunakan algoritma Bellman-Ford pada jalur pengangkutan kelapa sawit di PT. Perkebunan Nusantara XIII Kebun Parindu Afdeling Inti I. Penelitian ini dimulai dengan mengambil data jarak antar tempat yang didapatkan dari google maps selanjutnya dilakukan proses penghitungan bobot pada setiap simpul untuk mendapatkan bobot terkecil sehingga didapat lintasan terpendek dengan simpul-simpul yang saling berhubungan, simpul tersebut merupakan nama jalan/lokasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh lintasan terpendeknya dengan simpul 1"“2"“3"“4"“5"“13"“16"“21"“22 yaitu dimulai dari TPH Perkebunan Kelapa Sawit PTPN XIII Kebun Parindu Afdeling inti 1 melewati Jl. Mawang, Jl. Raya Bonti, Jl. Puskesmas, Jl. Pusat Damai, Jl. Tapang, Jl. Perintis, serta melalui Jl. PKS Parindu hingga ke tempat tujuan yaitu pabrik kelapa sawit PTPN XIII Kebun Parindu dengan jarak 18.791 meter.  Kata Kunci : Teori Graf, PT. Perkebunan Nusantara XIII, Lintasan Terpendek
Co-Authors Adhazi, Tri Adventa, Maria Wisda Agung Hartoyo AGUS PRIYANTO Ahmad Yani T Aljona, Sarah Amalia Wigati Ananda Rizky Amelia Andriani, Rika Fitri Annisatul Khairiah Awalia, Alma Putri Awaliyah, Ilka Nur Bayu Prihandono Budiono, Satwiko Christy, Maria Citra Puella Cucu Suhery Dwi Oktaviana Ekaristi, Mita Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo, Suci Lestari, Mukarlina, Epifania Kurva Evi Utami FAJRIN NURSETYA DESI Fatonah, Fatma Arum Feby Fitria Ramadhita Fitriah Fitriah Fitriani Fitriani Fran, Fransiskus Fransiskus Fran Fransiskus Fran Gusrizal Gusrizal Hari Rahman Alam Hasanuddin Hasanuddin Helmi Helmi Helmi Helmi Helmi Hendra Perdana Hestivera, Eva Novianti HUDA, NUR’AINUL MIFTAHUL Huda, Nur’ainul Miftahul Humaira Ichlashi Amaliah Ibnur Rusi Ika Widiastuti, Ika Josua, Josua Juandi Juandi Kurnia, Elsa Lili Oktaviana Lili Surai’ya Linisius Caesar Kevin Sinopa Mariatul Kiftiah Meilyna Habibullah Meliana Pasaribu Mohamad Rif’at Mudinillah, Adam Muhardi Nadia Nadia Nazara, Valeri Nilamsari Kusumastuti Nurin Hafizah NUR’AINUL MIFTAHUL HUDA Paranditus Paranditus Paranditus, Paranditus Pratama, Anjeryan Sapta ratih ratih Renisa Auditaputri Renny Puspita Sari Resti Julia Susanti Safitri, Fauziah Sari, Nyemas Yupika Sari, Weni Kartika Sariyanti, Eka Sary, Febriani Setyo Wira Rizki Simin Simin Siti Nur Amanah Sugiatno Sugiatno Suriyana Suriyana Suryaningsih, Dwi Syafitri, Kintan Salsabila Hasria Syed Bilal Asim Tari, Shovita Anugrah Uray Agustian Yoga Satria Putra Yoga Satria Putra Yudha Arman Yudhi Yuli Rahayu Yundari, Yundari