Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

DINAMIKA SOSIAL-EKONOMI DAN STRATEGI BERTAHAN HIDUP SINGLE MOTHER DI KELURAHAN DATA KABUPATEN PINRANG Qalbi, Nurul; Suhaeb, Firdaus W.; Ismail, Ashari
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 No.1 Agustus 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v9i1.77256

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji 1) dinamika sosial-ekonomi single mother di Kelurahan Data Kabupaten Pinrang, (2) strategi bertahan hidup single mother di Kelurahan Data Kabupaten Pinrang.  Jenis penelitian kualitatif fenomenologi dengan 12 informan dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui observasi langsung di lokasi, wawancara mendalam dan dokumentasi terhadap aktivitas sosial-ekonomi informan. Hasil menunjukkan bahwa (1) single mother di Kelurahan Data mengalami dinamika kehidupan sosial-ekonomi dengan menjalani peran ganda, mengalami tekanan emosional, beban finansial, perubahan pola asuh anak, pekerjaan dan sumber penghasilan, serta dukungan sosial. (2) Strategi bertahan hidup yang diterapkan single mother di Kelurahan Data  mencakup strategi aktif seperti bekerja sebagai petani atau pedagang kecil, strategi pasif berupa penghematan pengeluaran, serta strategi jaringan melalui bantuan keluarga dan program sosial. Temuan ini menggambarkan ketahanan dan kemandirian single mother dalam menghadapi dinamika kehidupan, serta pentingnya dukungan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan single mother.
Tradisi Mappalin Tomate (Kajian tentang Eksistensi dan Simbol dalm Ritual Tradisi Mappalin Tomate) di Desa Tadokalua, Kabupaten Mamasa Chrisatriani, Yeni; Ismail, Ashari; Suhaeb, Firdaus W.
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 No.1 Agustus 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v9i1.79805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana masyarakat Desa Tadokalua mempertahankan makna tradisi Mappalin Tomate di tengah arus modernisasi (2) Bagaimana keluarga di Desa Tadokalua memaknai simbol-simbol dalam tradisi Mappalin Tomate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teori interaksionisme simbolik untuk menafsirkan makna sosial yang muncul dalam praktik tradisi. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwasanya: (1) Masyarakat Desa Tadokalua mempertahankan makna dan nilai tradisi Mappalin Tomate melalui pewarisan adat secara turun-temurun, keterlibatan keluarga besar, serta penyesuaian bentuk pelaksanaan dengan perkembangan zaman tanpa mengubah makna dasarnya. Tradisi ini menjadi sarana menjaga identitas, kebersamaan, dan keseimbangan sosial di tengah modernisasi. (2) Simbol-simbol seperti Patani, pemotongan hewan kurban, waktu pelaksanaan, serta prosesi dipaitai allo mebongngi’ dimaknai sebagai lambang persatuan, pengorbanan, pembersihan, dan pencerahan.
Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Rel Kereta Api Terhadap Keluarga Petani di Kelurahan Mangempang Kabupaten Barru Alwi, Fitri; Suhaeb, Firdaus W; Ismail, Ashari
PREDESTINASI Vol 18, No 2 (2025): 2 Desember: PREDESTINASI
Publisher : Program Studi Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/predestinasi.v18i2.80736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana dampak pembangunan rel kereta api bagi kondisi sosial masyarakat di Kelurahan Mangempang, Kabupaten Barru, (2) bagaimana dampak pembangunan rel kereta api bagi kondisi ekonomi masyarakat di Kelurahan Mangempang, Kabupaten Barru.  Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengempulan data dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan teori modernisasi Neil Smelser dengan 4 bidang yaitu pendidikan, keluarga, stratifikasi sosial dan ekonomi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara sosial, di aspek pendidikan memudahkan keluarga petani untuk mengakses jenjang pendidikan yang lebih tinggi khususnya bagi anak-anak mereka dengan harga yang lumayan rendah pada umumnya, pada aspek keluarga terdapat pergeseran peran keluarga dimana fungsi keluarga mengalami perubahan termasuk dimana peran sang anak berubah dan di aspek stratifikasi adanya diferensiasi baru berdasarkan pemanfatan uang kompensasi dimana hal ini mempengaruhi besaran pendapatan yang kemudian mengelompokkan masyarakat tersebut berdasarkan besarnya pendapatan. (2) secara ekonomi, di aspek peningkatan akses pasar masyarakat melihat dan menilai bahwa peluang yang dihadirkan moda transportasi ini sangat mempunyai nilai jual tetapi saat ini belum menyediakan pelayanan di bagian barang sehingga masih belum membantu keluarga petan dalam mendistribusikan hasil taninya, pembangunan ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal tetapi juga mengharuskan keluarga petani untuk melakukan diverfikasi ekonomi akibat kehilangan lahan ataupun berkurangnya hasil tani yang mereka peroleh.
Motivation for Mountain Women in Rural Development Ismail, Ashari
Jurnal Ad'ministrare: Jurnal Pemikirian Ilmiah dan Pendidikan Administrasi Perkantoran Volume 12, Issue 2, 2025
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71309/administrare.v12i2.10822

Abstract

This research is a research that describes the motivation of women's occupation in rural development. This basic research is set in the Pengkasalu community, West Kaili Suli Village, Luwu. It is understood that women's occupational motivation is a problematic part of every community that needs to be revealed, in order to focus on excellent and reliable motivation in every development role. In this research, the method or approach used is a descriptive method with a qualitative approach. A qualitative approach is an approach that seeks to reveal research problems, by understanding the subjective data of the target through interviews, observations, and documentation. While the descriptive method is a method by describing observed social phenomena. The results of this research show that women's work motivation is made possible by the need factor to meet basic needs, the fulfillment of the need to socialize, and also for self-actualization. This work motivation is a work motivation born from the awareness of village women about the urgency of participating in the development and fulfillment of family needs. With the motivation born from the role of women, it is possible to give birth to a role and empowerment in the Pengkasalu community, in domestic and public roles.
Maudu Lompoa in the Trajectory of History: Continuity of Tradition and Socio-Economic Impact in Cikoang (2019–2024) Syarif, Nurul Hidayanti; Ismail, Ashari; Ridha, M. Rasyid; Bakhtiar, Bakhtiar
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i2.1106

Abstract

The preservation of the Maudu Lompoa tradition in Cikoang Village, Takalar Regency, South Sulawesi, faces significant challenges due to economic mobility, population migration, and pressures from globalization during the 2019–2024 period. These socio-economic dynamics threaten the continuity of intangible cultural heritage, particularly in the transmission of intergenerational values and in community participation patterns. This study aims to examine (1) the forms of community adaptation in maintaining the Maudu Lompoa tradition, (2) the role of the tradition in strengthening cultural identity and social resilience, and (3) its socio-economic impacts on the Cikoang community during 2019–2024. This study employed a qualitative approach combining ethnographic and historical methods, applying the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were collected through in-depth interviews with traditional leaders, Sayyid groups, and non-Sayyid community members; participant observation of the ritual procession; and secondary documentary sources. Purposive and snowball sampling were used until data saturation was achieved, and the data were analyzed using inductive thematic analysis and triangulation. The results reveal that the Cikoang community adapts through cross-generational value transmission and flexible symbolic participation—such as migrants contributing via remittances or family representatives. The tradition functions as a mechanism for collective identity formation through Islamic-local cultural syncretism and strengthens social resilience through mutual cooperation (gotong royong). Socio-economically, the tradition generates local economic turnover through ritual-related consumption and reinforces a values-based economic ethic grounded in spiritual blessings, sincerity, and communal solidarity. These findings indicate that tradition sustainability is achieved through dynamic cultural negotiation rather than rigid preservation, with implications for cultural tourism policy development in Takalar Regency.