Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengetahuan Ekologi Lokal dan Praktik Penangkapan Ikan Nelayan di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar. Idrus, Idham Irwansyah; Ismail, Ashari; Mappe, Ulfa Utami; Salwia, Salwia
Society Vol 13 No 1 (2025): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v13i1.812

Abstract

Marine ecosystems in small coastal and island communities play a vital role in sustaining local livelihoods. This study adopts a phenomenological approach, following the Stevick-Colaizzi-Keen method, to examine the forms of local ecological knowledge (LEK) held by fishermen on Barrang Lompo Island and how this knowledge informs their fishing practices. Drawing on Coleman’s Rational Choice Theory, the findings demonstrate that fishing behavior is shaped by ecological knowledge acquired through prolonged environmental interaction and passed down through generations. Rituals, traditions, and the use of ecologically responsive fishing gear are not merely cultural expressions; they are part of rational decision-making shaped by factors such as financial resources, anticipated returns, type of catch, availability of labor and equipment, market demand, pricing, and risk assessment. The choice to use or refrain from using fish bombs, for instance, reflects deliberate reasoning grounded in both experience and ecological insight. This study offers a sociological perspective on fishermen’s motivations and knowledge systems, contributing to the broader conservation discourse and highlighting the importance of knowledge transmission for fostering sustainability within fishing communities.
Fenomena Phubbing Pada Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar Anniza K, Nur Alia; Ismail, Ashari; Mario, Mario
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.48579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui motif yang melatarbelakangi perilaku phubbing pada mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar berdasarkan perspektif tindakan sosial Max Weber, 2. Mengetahui interaksi sosial pelaku phubbing pada mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif jenis fenomenologi. Penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1. Motif yang melatarbelakangi mahasiswa prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar berperilaku phubbing ialah karena kebiasaan dan dilakukan dengan spontan (tindakan tradisional), karena bosan, gugup, cemas, takut, canggung, merasa aneh jika tidak mengecek atau melihat ponsel dan berkeinginan untuk terus mengecek ponsel (tindakan afektif), karena mewajarkan phubbing  sebab sudah menjadi lumrah di masyarakat dengan tetap menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku (berorientasi nilai), karena memiliki harapan atau tujuan, yaitu menghindari tindakan kriminal (hipnotis), mengecek waktu, berbagi informasi dengan orang tua dan dosen serta FoMO atau rasa takut tertinggal trend (tindakan instrumental). 2. Pergeseran pola interaksi dilihat dari perilaku mahasiswa yang senang bermain ponsel saat bersama teman, keluarga, pasangan dan dosen dengan alasan bosan, gugup, cemas, takut dan canggung berakhir pada berkurangnya interaksi secara langsung. Pola interaksi yang dibentuk yaitu, a) kerjasama dalam bentuk komunikasi interpersonal (pola asosiatif) b) mewajarkan dan menggap lumrah perilaku phubbing dengan berusaha menyesuaikan diri dengan lawan bicara dan orang sekitar guna meminimalisir ketegangan atau konflik dan melahirkan keseimbangan dalam kehidupan sosial, pola yang dibentuk adalah akomodasi (penyesuaian diri agar terhindar dari konflik/asosiatif). c) Perilaku phubbing memiliki dampak negatif salah satunya adalah memicu terjadinya konflik, akibat salahsatu pihak merasa diabaikan.
ADOLESCENTS AND PARENTAL DIVORCE (STUDY OF ADOLESCENT RESILIENCE AFTER PARENTS DIVORCE EACH OTHER IN PAMPANGAN HAMLET, A'BULOSIBATANGVILLAGE, MARUSU SUB-DISTRICT) Surianti, Surianti; Ismail, Ashari; Jusnawati, Jusnawati
Social Landscape Journal Vol 6, No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/slj.v6i2.71102

Abstract

This study aims to determine (1) what factors affect the resilience of adolescents after parents divorce each other in Pampangan Hamlet, A'bulosibatang Village, Marusu Subdistrict, (2) Forms of resilience of adolescents after parents divorce each other in Pampangan Hamlet, A'bulosibatang Village, Marusu Subdistrict. This type of research is qualitative research with the determination of research subjects through purposive sampling technique. Data collection techniques, namely observation, interviews and documentation used to obtain concrete data related to the problems that are the subject of this study. This data was analyzed using a phenomenological approach. The results of this study show and know that: (1) Factors that influence adolescents after parents divorce each other, namely (a) Individual factors include the potential or abilities that exist within adolescents such as individuals trying to understand and understand the situation they are experiencing, the formation of independence to be responsible for themselves and their families, generate their own income at a young age and be able to build communication or interaction with the surrounding environment. (b) Family factors, namely the relationship between individuals and families is well established so as to get financial and emotional support to individuals. (c) Community factors, namely adolescents' involvement in extracurricular activities at school and active in social environmental activities. (2) Forms of adolescent resilience, namely (a) Compensation, the formation of adolescent economic independence through daily work (b) Protection, namely avoiding conflict and building relationships or social interactions well, especially with positive relationships between family members (c) Challenge, is an individual mindset where adolescents are able to help reduce family burdens such as working at a young age or managing personal expenses wisely. They are also able to maintain focus on goals for their future despite the family's unstable financial condition.
Tradisi Ziarah Kubur (Majerra’) Pasca Pernikahan Di Desa Allakuang Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap Niar, Niar; Ismail, Ashari; Tamrin, Sopian
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 12, Nomor 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.71950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: 1) Tradisi ziarah kubur atau majjerra' pasca pernikahan di Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, 2) Makna tradisi ziarah kubur atau majjerra' pasca pernikahan di Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Tradisi ziarah kubur (majerra’) pasca pernikahan tetap eksis dalam masyarakat Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, berkaitan dengan Syekh Abdul Rahman / Syekh Bojo sebagai kifrah dalam penyebaran islam, penamaan tradisi ziarah kubur sebagai majerra’, tradisi ziarah kubur yang dilakukan pasca pernikahan, dan adanya fungsi tradisi majerra’ tersebut di masyarakat. 2) Makna tradisi ziarah kubur atau majjerra' pasca pernikahan di Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap termuat dalam pelaksanaan tradisi yang meliputi persiapan ziarah, waktu dan penyelenggaraan ziarah, dan tata ruang makam. Makna tersebut menghasilkan nilai-nilai berupa nilai spritual, nilai tradisi (budaya), dan nilai silaturahmi. Dalam teori Fungsionalisme, pemenuhan kebutuhan biologis dari tradisi ziarah kubur (majerra’) dikaitkan dengan keselamatan dan keberlangsungan keturunan sedangkan kebutuhan psikologis berupa penghargaan dan penghormatan kepada leluhur. Sehingga tradisi tersebut dilakukan dari generasi ke generasi secara turun temurun. Secara simbolik tradisi ziarah kubur (majerra’) pasca pernikahan bermakna penghormatan, ungkapan rasa syukur hingga keharusan sebagai keberlanjutan tradisi yang kemudian menghasilkan nilai-nilai tradisi berupa nilai spitual, nilai tradisi (budaya) dan nilai silaturahmi.
Development Orientation: European Change in Max Weber's Perspective Ismail, Ashari
Jurnal Ad'ministrare: Jurnal Pemikirian Ilmiah dan Pendidikan Administrasi Perkantoran Volume 11, Issue 2, 2024
Publisher : Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71309/administrare.v11i2.5388

Abstract

Max Weber's thesis that announced the development of European change, due to Protestantism, which is closely related to capitalism, is the pursuit of maximum economic profit with a long-term ownership orientation. Protestantism is considered to have an inherent logical dynamic with the doctrine of being the spirit of pursuing economic profit. This study aims to examine Weber's thoughts in the context of development in Europe, and to provide criticism of the development orientation that arises from this thought. This study is library research, with a qualitative exploratory descriptive research type, which seeks to describe new findings from a research problem. Such an understanding, through a literature review with a library study method, is understood the criticism that capitalism should be a rational occupational conscience, about a work ethic, driven by the enjoyment of a material value of work, due to the development of liberalization and ownership. Upholding capital as an element of rationalization, is a strong spirit of the emergence of capitalism and the rejection of the irrational elements of work based on religious morality. In this regard, rational occupation, based on freedom of creativity, private ownership and productive efforts are the basic reasons for the birth of capitalism. This research can be a reference, especially regarding the spirit of capitalism and rationalization, offering a unique perspective on the social, economic, and cultural transformations of that era.
Pola Kerja Perempuan dalam Ketimpangan Pembangunan Ismail, Ashari
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 No.2 Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i2.63380

Abstract

Perempuan  dalam masyarakat memiliki  multi peran, dengan pola kerja yang beragam. Pola kerja perempuan demikian “banyak” menimbulkan julukan bahwa perempuan  berperan ganda  dometik -publik, namun seiring dengan perubahan, peran perempuan sering mengalami  pergeseran. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur atau studi pustaka.  Metode ini dilakukan dengan melakukan kajian komparatif  dari berbagai pustaka  tentang problematik pola kerja perempuan. Hasil penelitian menunjukan: Pola kerja perempuan dalam masyarakat,   seiring dengan perubahan,  mengalami pergeseran okuvasi,  yaitu pergeseran daya kerja, dari peran-peran produktif  ke peran-peran yang tidak/kurang produktif, yang  berdampak pada “ketidakseteraan gender” dalam pembangunan  dan  berujung pada ketidakadilan gender. Dalam hal ini, peran – peran perempuan dimaksud pada akhirnya menimbulkan ketimpangan dalam pembangunan sumberdaya manusia. Diantara   peran yang dilakoni perempuan  dan berdampak pada  ketimpangan pembangunan  yakni : 1). Pergeseran kerja dalam bidang pertanian; 2). Prostitusi di pedesaan; 3). Upah buruh yang rendah; dan  4). Eksplotasi  kapitalisme 
Menguak Tentang Urgensi Analisa Profile dan Agenda Ketokohan dan Bangunan Ke-Indonesian Pasca Orde Baru Ismail, Ashari
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 2, Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i2.68544

Abstract

Pengkajian tentang ketokohan “penguasa” dalam membangun keindonesiaan, memiliki nilai urgensi, ditengah pencarian sosok yang kredibel dan berintegritas. Kajian demikian, bukan sebagai  upaya mencari pencitraan diri, atau membangun opini yang menyesatkan, tetapi merupakan sebagai daya pengetahuan, dan bagian sikap politik – tentang eksistensi pejabat atau calon pejabat. Dalam kaitan ini, melalui studi literaur, dengan analisis kualitatif deskriptif, dipahami : (1). Analisa profile  ketokohan adalah upaya menunjukan kapabilitas dan kemampuan sang tokoh sebagai calon pemimpin atau pemimpin.; (2). Pengakajian agenda calon pemimpin  atau pemimpin, adalah bagian dari langkah urgen dalam mendeteksi langkah-langkah pragmatis yang dilakukan dalam mengembang tugas/ pengabdian.   Dalam hal yang lain, bangunan ke Indonesia an  yang diharapkan adalah bangunan ke Indonesi an,  yang bertumpuh  pada nilai positif,  guna terciptanya, civil  society yang madani.  AbstractThe study of the character of the ‘ruler’ in building Indonesia has an urgency value, amidst the search for a credible and integrity figure. Such a study is not an effort to seek self-image, or build misleading opinions, but is a power of knowledge, and part of a political attitude - about the existence of officials or prospective officials. In this regard, through a literature study, with descriptive qualitative analysis, it is understood: (1). Personality profile analysis is an effort to show the capabilities and abilities of the figure as a prospective leader or leader; (2). The assessment of the agenda of prospective leaders or leaders, is part of an urgent step in detecting pragmatic steps taken in developing tasks / services.   In other cases, the expected building of Indonesianness is the building of Indonesianness, which is based on positive values, in order to create a civil society. Keywords; Urgensi, Analisa Profile, Agenda Ketokohan Ke-Indonesian dan Orde Baru
PEMBINAAN KOMUNITAS PEDESAAN TRANSISI: Desiminasi Keagamaan Komunitas Pedesaan Transisi Menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1445 H di Dusun Tandara, Kaili Luwu Ismail, Ashari; A. Aco Agus; Firman Umar; Saifuddin
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2024): Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 01 Nomor 02 (Mei 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v1i02.71

Abstract

Pembinaan keagamaan merupakan salah satu sarana dalam meningkatkan kualitas keislaman suatu komonitas masyarakat transisi di Dusun Tandara, Kaili Luwu, Sulawesi Selatan. Komunitas ini mayoritas beragama Islam dan terdiri dari beberapa etnik (Soppeng, Barru, Pare-Pare, Toraja, dan lain-lain) dengan keterbatasan terkait literasi ilmiah dan keagamaan. Pembinaan dengan metode ceramah terkait ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan, diharapkan dapat lebih meningkatkan / minat dan memotivasi masyarakat dalam menjalankan ibadah dengan konsisten, dan penuh antusias, dan menjauhi hal yang bertentangan dengan nilai agama.
Mewujudkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Melalui Optimalisasi POKJA IV Program Kesejahteraan Keluarga di Kelurahan Tamalanrea Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Saifuddin; Ismail, Ashari; Aksha Wahda, Muhammad; Amandaria, Riri; Tamtin, Sopian
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2024): Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 01 Nomor 02 (Mei 2024)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v1i02.76

Abstract

Pengabdian optimalisasi program kesejahteraan keluarga ini, dilakukan di kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Pengabdian ini berangkat dari titik tolak meningkatnya angka penyakit berbasis lingkungan seperti: penyakit diare, deman berdarah, dan penyakit lain yang sejenis di Kota Makassar ( Ulfa, dkk,2024). Kondisi itu diperkuat dengan ditemukan masih rendahnya pemahaman dan kepedulian sebagian masyarakat yang berdomisili di kelurahan Tamalanrea mengenai pola hidup bersih dan sehat (Nurjannah,2024). Melalui pengabdian ini, diharapkan masyarakat memiliki penguatan pengetahuan dan kepedulian terhadap pola hidup sehat dan bersih, sebagaimana pula diharapkan oleh kelompok kerja kesejahteraan keluarga yang ada di Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Focus Group Discussion (FGD), yang melibatkan pemerintah (departeman Kesehatan), Petugas bantu Kesehatan di Kelurahan Tamanrea, dan masyarakat. Sebelum FGD dilkukan, diawali dengan ceramah singkat oleh perwakilan Pemerintah Kota Makassar (dalam hal ini, departemen Kesehatan Kota Makassar), pembentukan kelompok diskusi ke dalam dua kelompok diskusi, yaitu kelompok keluarga dan kelompok masyarakat luar keluarga, setiap kelompok dilakukan pendampingan oleh petugas POKJA Kesejahteraan Keluarga Kelurahan Tamalanrea, kemudian diakhiri dengan pemaparan kesimpulan oleh masing-masing kelompok untuk membuat beberapa catatan penting sebagai kesimpulan diskusi dan sekaligus menentukan Tindakan yang tepat untuk dilakukan dalam upaya menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat di Kelurahan Tamalanrea Kota Makassar.
Socio-Economic Resilience of Oil Palm Farmers in Facing Fluctuations in Oil Palm Fruit Selling Prices in Mahahe Village Latif, Abd.; Suhaeb, Firdaus W.; Ismail, Ashari
Journal of Social Science and Economics (JOSSE) Volume 2, Issue 3, December 2025
Publisher : Asha Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/j1n7ab68

Abstract

This study aims to analyze: (1) the factors influencing the resilience of oil palm farmers in facing fluctuations in fresh fruit bunch (FFB) prices in Mahahe Village, Central Mamuju Regency, and (2) the forms of resilience demonstrated by oil palm farmers under such conditions. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. Ten informants were selected based on specific criteria using a purposive sampling technique. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data validity was ensured through source triangulation. The findings indicate that: (1) the factors influencing the resilience of oil palm farmers against FFB price fluctuations in Mahahe Village include (a) self-esteem, (b) social support, (c) spirituality or religiosity, and (d) positive emotions. (2) The forms of resilience displayed by oil palm farmers in response to price fluctuations are categorized into two types: (a) overcoming the odds (managing challenges and difficulties) through income diversification strategies or seeking alternative employment outside the agricultural sector, and (b) coping (managing anxiety and stress) by engaging in alternative activities such as fishing, livestock raising, praying, exercising, and enjoying the tranquility of working in the plantation