Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA SURAT DINAS DI KANTOR PERBEKEL DESA PENGLUMBARAN KABUPATEN BANGLI SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS SURAT DI SEKOLAH ., I KADEK DARMADI ADIYASA; ., Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Prof. Dr. Drs. I Wayan Rasna, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kesalahan penggunaaan ejaan pada surat dinas yang disusun pegawai kantor Perbekel Desa Penglumbaran. (2) kesalahan penggunaan pilihan kata pada surat dinas yang disusun pegawai kantor Perbekel Desa Penglumbaran. (3) implikasi penggunaan bahasa Indonesia terhadap pembelajaran menulis surat di sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah surat dinas yang dikeluarkan pegawai kantor Perbekel Desa Penglumbaran. Objek penelitian ini adalah penggunaan bahasa Indonesia pada surat dinas yang meliputi penggunaan ejaan, pilihan kata dan penggunaan bahasa Indonesia pada pembelajaran menulis di sekolah. Data yang dikumpulkan berupa surat dinas dengan menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah (1) kesalahan penggunaan ejaan dalam surat dinas memiliki kesalahan sebanyak 95 kesalahan pemakaian huruf, 5 kesalahan penulisan kata, dan 379 kesalahan penggunaan tanda baca. (2) kesalahan penggunaan pilihan kata dalam surat dinas memiliki kesalahan (a) kesalahan kelangsungan pilihan kata/diksi berjumlah 33 kesalahan, (b) kesalahan penggunaan kata tidak baku 20 kata. (3) implikasi penggunaan bahasa Indonesia pada penelitian ini, yaitu implikasi teoritis yang memberikan penegasan teori yang berkaitan dengan penggunaan ejaan dan diksi. Kemudian implikasi praktis, dapat memberikan pengetahuan bagi pembaca mengenai penggunaan ejaan dan pemilihan kata/diksi. Simpulan penelitian ini adalah (1) kesalahan terbanyak ditemukan pada penggunaan ejaan 479 kesalahan. (2) kesalahan pemilihan kata sebanyak 53 kesalahan. (3) implikasi penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu implikasi teoretis dan implikasi praktis. Saran penelitian ini ialah, pegawai kantor Perbekel Desa Penglumbaran harus memiliki pedoman penggunaan EYD yang benar sebagai pedoman. Selain itu, untuk balai bahasa hendaknya melakukan penyuluhan bahasa ke desa-desa.Kata Kunci : penggunaan bahasa Indonesia, surat dinas, kantor This study aimed for describing 1) the use of spelling in formal letter organized by office of Perbekel Desa Penglumbaran. 2) the use of word choice in formal letter organized by office of Perbekel Desa Penglumbaran. 3) the implication of the use of Indonesian language to the lesson of letter’s writing in the school. This study used descriptive qualitative design. The subject of this study were the formal letter organized by the officer of Kantor Perbekel Desa Penglumbaran. The object of this study was the use of Indonesian language including the use of spelling, word choice and the use of Indonesian language in lesson writing in the school. The data was collected by using documentation. The result showed that: 1) the use of spelling in formal letter had error as many as 95 errors in terms of alphabet’s use, 5 errors in terms of word choice, and 379 errors in terms of symbol’s use. 2) the use of word choice in formal letter had errors such as: a) the choice of word directly/diction as many as 33 errors, b) the use of 20 non-formal words, 3) the implication of the use of Indonesian language in this study were: theoretical implication which provided the theory based on spelling and word choice. Then, practical implication which provided knowledge to the reader related to the use of spelling and word choice/diction. The conclusions of this study were: 1) the most error occurred in spelling which is 479 errors. 2) the errors of word choice occurred were 53 errors, 3) the implication of this study was divided into 2 such as theoretical and practical implication. This study suggested that, the officer of perbekel desa Penglumbaran must have the guideline of correct spelling. Besides that, balai bahasa must give socialization to the villages.keyword : the use of Indonesian language, formal letter, office
EKSISTENSI TEATER ILALANG DALAM RANGKA MEWADAHI KEGIATAN APRESIASI SASTRA MENULIS PUISI DI SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., I Wayan Sumahardika; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) keberadaan Teater Ilalang dalam mewadahi kegiatan apresiasi sastra anggotanya, (2) proses kreatif menulis puisi yang dilakukan Teater Ilalang Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini menggunakan ancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anggota Teater Ilalang SMA Laboratorium Undiksha, Singaraja, dengan objek penelitian kegiatan apresiasi sastra oleh Teater Ilalang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) latar belakang Teater Ilalang dalam mewadahi apresiasi sastra anggotanya dipengaruhi oleh dua hal, yakni hubungan sekolah dengan Teater Ilalang dan keterkaitan pembina dengan Teater Ilalang, (2) proses kreatif menulis puisi Teater Ilalang, ditemukan dua tahap dalam pengajaran menulis puisi siswa, yakni pembinaan secara berkelompok dan pembinaan secara personal.Kata Kunci : sanggar, teater, apresiasi sastra, dan puisi This study aimed at analyzing (1) the existence of Teater Ilalang in accommodating the activities of literary appreciation of its members, (2) the creative process of writing poetry committed by Teater Ilalang Laboratorium Undiksha Singaraja. This study used design of descriptive qualitative research. The subjects of this study were members of Teater Ilalang SMA Laboratorium Undiksha, Singaraja, and the objects of this study were the activities of Teater Ilalang’s literary appreciation. The data collection methods used in this research were observation, interview, documentation, and literature. The intended data were analyzed through analysis technique of descriptive qualitative. The results of the analysis showed that (1) the background of Teater Ilalang in accommodating the literary appreciation of its members was affected by two things, namely the relationship between the school and the Teater Ilalang as well as the relationship between the instructor and the Teater Ilalang, (2) in the creative process of writing poetry in Teater Ilalang, this study found two stages in teaching students to write poetry, namely cluster coaching and personal coaching.keyword : atelier, theater, literary appreciation, and poetry
PENGGUNAAN ALAT PERAGA WAYANG TANTRI UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK PELAJARAN MENDONGENG BAGI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SUKAWATI ., Pt Bagus Gd Putra; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11625

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) penggunaan alat peraga wayang tantri dapat menjadikan pelajaran mendongeng menarik bagi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukawati dan; (2) daya tarik penggunaan alat peraga wayang tantri dalam pelajaran dongeng kelas VII SMP Negeri 1 Sukawati. Penelitian ini menggunakan ancangan penelitian tindakan kelas (PTK), dengan subjek penelitian siswa kelas VII. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah pengunaan wayang tantri, kemampuan siswa mendongeng, serta respons siswa terhadap penggunaan alat peraga wayang tantri dalam pelajaran mendongeng. Data dikumpulkan dengan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) penggunaan alat peraga wayang tantri dapat menjadikan pelajaran mendongeng menarik bagi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukawati, sehingga siswa lebih kreatif dan termotivasi dalam mendongeng. (2) Daya tarik pembelajaran ini, ketika memainkan wayang tantri karena mereka dapat belajar secara berkelompok sambil bermain.Kata Kunci : mendongeng, alat peraga, wayang tantri This recent study aimed to describe (1) the use of tantric puppet as visual aid for making story telling class interesting in 7th grade of SMP Negeri 1 Sukawati, and (2) the attraction of tantri puppet as visual aid in story telling class in 7th grade of SMP Negeri 1 Sukawati. It used the action research framework (PTK) in which the research involved the seven graders in SMP Negeri 1 Sukawati. The research objects were the steps of using tantri puppet as visual aid, the students story telling ability, and the students responses toward the use of tantri puppet as visual aid in story telling class. The data were collected through observation, dokumentation, and interview theniques. The data analysis used the descriptive analysis technique. The result revealed (1) the tantri puppet as visual aid was interesting for seven graders in SMP Negeri 1 Sukawati and it made them more creative and motivating in telling stories, and (2) the attraction of playing this technique in the story yelling class were from their ways in learning through playing it in group works.keyword : storytelling, visual aid, puppet tantric
ANALISIS IMPLIKATUR NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI DAN PERAN IMPLIKATUR BAGI KOMUNIKASI SASTRA ., Made Nita Purwanti; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8685

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengkaji jenis implikatur dan implikasi tuturan dalam “Novel Tarian Bumi” (2) mengkaji peran implikatur dalam komunikasi sastra. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah “Novel Tarian Bumi.” Objek penelitian ini adalah implikatur dan peran implikatur bagi komunikasi sastra. Data penelitian ini berupa tuturan yang ada dalam “Novel Tarian Bumi.” Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan pencatatan. Dari 48 tuturan “Novel Tarian Bumi”, terdapat 44 tuturan yang mengandung implikatur. Terdiri 1 tuturan yang mengandung implikatur konvensional dan 43 tuturan yang mengandung implikatur percakapan. Peran implikatur dalam komunikasi sastra dapat ditinjau dari 2 sisi, yakni dari sisi pengarang dan dari sisi pembaca. Hal ini membuktikan bahwa teori implikatur Grice bersifat universal dan masih relevan digunakan dalam mengkaji novel. Kata Kunci : implikatur, Novel Tarian Bumi, komunikasi sastra This study aims to (1) assess the implications of the type of implicature and speech in "Novel Dance of the Earth" (2) examine the role of implicatures in literary communication. To achieve these goals, used qualitative descriptive design. This research subject is "Novel Dance of the Earth." The object of this study is implicatures and implicature role for literary communication. This research data in the form of speech is in "Novel Dance of the Earth." Data collected by the method of documentation and record keeping. Of the 48 utterances "Novel Dance of the Earth", there are 44 utterances containing implicatures. Comprising 1 utterances containing conventional implicature and 43 utterances containing implicatures conversation. Implicature role in literary communication can be viewed from two sides, from the side of the author and the reader. This proves that the theory of implicatures Grice is universal and is still relevant to be used in assessing novel.keyword : implicatures, Novel Dance of the Earth, literary communication
PENGGUNAAN TEKS DESKRIPSI SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS NASKAH DRAMA SISWA KELAS XI BAHASA 1 SMA KARYA WISATA SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Dwi Indah Yuliana Ni Made; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Drs. I Wayan Rasna,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11593

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMA Karya Wisata Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan menulis naskah drama dengan penggunaan teks deskripsi sebagai sumber belajar, (2) mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis naskah drama. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan dua siklus. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas XI Bahasa 1 di SMA Karya Wisata Singaraja sedangkan objeknya penggunaan teks deskripsi sebagai sumber belajar dalam meningkatkan kemampuan menulis naskah drama. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa tes dan observasi. Untuk mendapatkan data berupa aktivitas siswa dilakukan dengan metode observasi, sedangkan data kemampuan menulis naskah drama dilakukan dengan metode tes. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata siklus I adalah 70,79 atau mengalami peningkatan dari nilai sebelumnya (Prasiklus) 59,58. Nilai rata-rata siklus II 80,00 atau mengalami peningkatan dari siklus I 70,79. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan sumber belajar teks deskripsi dapat meningkatkan kemampuan menulis naskah drama siswa di kelas XI Bahasa 1 SMA Karya Wisata Singaraja dan sumber belajar teks deskripsi dapat membuat siswa kelas XI Bahasa 1 SMA Karya Wisata Singaraja menjadi lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran yang dapat dibuktikan dengan hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa. Kata Kunci : menulis naskah drama, teks deskripsi. This class action research has been done at SMA Karya Wisata Singaraja. The purposes of this research are: (1) to develop the ability in writing drama script using descriptive text as learning resources, (2) to know the students activity in learning of writing script drama. This research conducted with two cycles. The subject in this research is the students of XI Language 1 class in SMA Karya Wisata Singaraja while the object is the use of description text as a source of learning in improving the ability to write drama script. This research uses data collection method in the form of test and observation. To get the data in the form of student activity is done by observation method, while the data ability of writing drama script is done by test method. The results of this research indicate the average value of cycle I is 70.79 or an increase from the previous value (Prasiklus) 59.58. The average value of cycle II is 80.00 or increased from cycle I 70.79. Based on those results, it can be concluded that the use of learning resources of descriptive text can improve the students ability in writing the drama script at XI Language 1 class of SMA Karya Wisata Singaraja and the source of learning description text can make the students in XI Language 1 class of SMA Karya Wisata Singaraja become more active in learning process. keyword : Writing script drama, description text
MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DI SMA NEGERI 1 SUKASADA ., Agus Eddy Hartawan; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4777

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengkaji perencanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada, (2) mengkaji pelaksanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada, dan (3) mengkaji evaluasi pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan objek penelitian ini ialah pembelajaran teks eksposisi dengan model inkuiri di kelas X yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi atau penilaian pembelajaran teks eksposisi. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan video. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif untuk mengenalisis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) rancangan pelaksanaan pembelajaran mencangkup beberapa komponen, yaitu komponen-kompnen RPP kurikulum 2013 tersebut meliputi: identitas mata pelajaran/tema, perumusan indikator, perumusan tujuan pembelajaran, memilih materi ajar, pemilihan sumber belajar, pemilihan media belajar, model pembelajaran, skenario pembelajaran/langkah-langkah, dan penlaian. Namun, komponen dalam RPP teks eksposisi belum sepenuhnya diisi atau dicantumkan. Hal itu dapat dilihat dari beberapa komponen yang tercantum pada RPP yang digunakan oleh guru masih perlu diperbaiki dan dikembangkan lagi Komponen yang dimaksud, yaitu kegiatan pembelajaran. (2) Pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksposisi yang dilakukan di dalam kelas teryata tidak sepenuhnya mengacu pada langkah-langkah pembelajaran yang telah disusun oleh guru dalam RPP karena tergantung pada situasi dan kondisi kelas. (3) Guru sudah melaksanakan penilaian segi kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan. Penilaian pembelajaran teks eksposisi sangat sulit karena terlalu banyak aspek yang dinilai seperti penilaian kompetensi sikap, penilaian kompetensi pengetahuan, dan penilaian kompetensi keterampilan.Kata Kunci : Inkuiri, pembelajaran menulis, teks eksposisi This examination have a purpose ( 1 ) to recite the lesson plan of exposition writing text with the inquiry model in SMA Negeri 1 Sukasada , (2) to recite the implementation of exposition writing text with the inquiry model , in SMA Negeri 1 Sukasada , (3) to recite the evaluation of the exposition writing text with the inquiry model in SMA Negeri 1 Sukasada . This examination use the descriptive – qualitative plan. The subject of the examination are the students of class x and the object of the examination is exposition writing text with the inquiry model in class x such as : plan ,implementation , and evaluation or judging of the exposition writing text . The data of this examination assembled by the observation method . The instrument of this examination is thread of observation and video . The analyze of the data that can be use in this examiantion is descriptive - qualitative to analyze the data that can get from the observation , interview , and documentation . The result of this examination show about (1 ) the plan , implementation , that can catch many components such as : component of RPP curriculum 2013 cover about identity , the subject , / tema, indicator , purpose , choose the material , sources , media , model of the lesson , scenario of the lesson / steps and evaluations . But , the components of RPP in exposition writing text were not included . That matter can be see in many components which include in RPP that the teacher use had to corrected and expanded . Those components are ( 1 ) the activity , (2) implementation of the exposition writing text in the classroom cannot strike in the activity that the teacher arranged in RPP because of the situation in the classroom .(3 ) The teacher have done the evaluation of attitude component , knowledge ,and skill . The evaluation of exposition writing text is very difficult because there are so many aspects that had to estimated such as : judging of attitude , knowlege and skillkeyword : inkuiri, writing learning, expoaition text
KISAH-KISAH TANTRI: NILAI, PERANAN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER, DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN TEKS FABEL KELAS VII KURIKULUM 2013 ., KOMANG SUMANTINI; ., I Made Astika, S.Pd., M.A.; ., Dr. I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15156

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji (1) nilai karakter dalam Kisah-Kisah Tantri, (2) peranan Kisah-Kisah Tantri dalam pendidikan karakter, dan (3) relevansi Kisah-Kisah Tantri terhadap pembelajaran teks fabel kelas VII kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan ancangan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi dengan teknik membaca, mungutip, dan mencatat. Instrumen menggunakan kartu data dan catatan-catatan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) nilai karakter dalam Kisah-Kisah Tantri meliputi: nilai peduli lingkungan, religius, mandiri, demokratis, jujur, disiplin, cinta damai, bersahabat/komunikatif, kerja keras, tanggung jawab, kreatif, rasa ingin tahu, dan peduli sosial. (2) Peranan Kisah-Kisah Tantri tampak dari segi Kisah-Kisah Tantri sebagai karya sastra lama dan dari segi muatan nilai. Kisah-Kisah Tantri sebagai karya sastra lama yaitu memiliki peran sebagai berikut: untuk mengembangkan aspek kepribadian dan mengembangkan karakter anak didik, sebagai sumber bacaan yang memperkaya khasanah bangsa, berperan untuk menyampaikan pesan tentang baik dan buruk dalam perilaku, berperan dalam pembelajaran sastra untuk menerapkan pendidikan karakter, dan berperan untuk mengenali berbagai karakter atau sifat manusia, sedangkan dari segi muatan nilainya berperan sebagai patokan atau kontrol perilaku sosial, berperan sebagai panutan atau contoh, dan dapat dijadikan sebagai bahan renungan tentang kehidupan. (3) relevansi Kisah-Kisah Tantri dalam pembelajaran teks fabel kelas VII kurikulum 2013 tampak pada ciri Kisah-Kisah Tantri sebagai teks fabel, kandungan nilai dalam Kisah-Kisah Tantri, dan struktur cerita (orientasi, koplikasi, resolusi, dan koda).Kata Kunci : Kisah-Kisah Tantri, pendidikan karakter, kurikulum 2013 This study aimed to review (1) the values of characters in Kisah-Kisah Tantri (2) the role of the Kisah-Kisah Tantri in character education, and (3) the relevance of Kisah-Kisah Tantri to the learning of fable text in class VII curriculum 2013. This research used descriptive qualitative approach. Data were collected by using documentation method with reading, quoting, and taking notes. The instruments used in data collection were data cards and field notes. The results of this study showed that (1) the character value in the Kisah-Kisah Tantri included: environmental awareness, religious, independent, democratic, honesty, discipline, tranquility, friendly/communicative, hard working, responsibility, creative, curiosity and social awareness. (2) The role of Kisah-Kisah Tantri appeared from the Kisah-Kisah Tantri can be seen as old literary works and from the value aspect. Kisah-Kisah Tantri as an old literary works had the following role such as: to develop personality aspect and develop the character of the students, as a source of reading that enriches the valuable object of the nation, as a role to convey the message of good and bad in terms of behavior, played a role in the study of literature to apply character education, and played as a role in recognizing various characters or human nature, while in terms of content value acted as a benchmark or control of social behavior, acted as role model or example, and can be used as a reflection into real life. (3) The relevance of the Kisah-Kisah Tantri in the fable text learning in class VII in curriculum 2013 appeared on the features of the Kisah-Kisah Tantri as fable texts, the content value in the Kisah-Kisah Tantri, and the generic structure of the story (orientation, complication, resolution, and the ending of the story)keyword : Kisah-Kisah Tantri, character education, curriculum 2013
ANALISIS CITRA DAN PENCITRAAN BERITA KISAH ANTOLOGI LIPUTAN MENDALAM DAN MEMIKAT ., Noval Amanda Firdaus; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) citra yang digunakan oleh wartawan, (2) cara wartawan membangun citra dan pencitraan, dan (3) kecenderungan pemanfaatan citra dan pencitraan dalam berita kisah Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Ancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian delapan judul berita kisah dalam Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. Adapun objek penelitian ini adalah citra, pencitraan, dan kecenderungan wartawan dalam menggunakan citra tertentu. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) dari delapan berita kisah ditemukan 327 citra dengan rincian 108 citra penglihatan, 54 citra pendengaran, 4 citra penciuman, 4 citra pencecapan, 109 citra gerak, 47 citra perasaan, dan 1 citra perabaan. Di antara delapan wartawan, Alfian Hamzah paling banyak menggunakan citra dalam karyanya yaitu berjumlah 121 citra sedangkan Coen Husain Pontoh paling sedikit menggunakan citra yaitu hanya 5 citra, (2) wartawan membangun citra dengan sejumlah cara yaitu dengan melukiskan peristiwa secara terperinci, menggunakan frasa yang menggambarkan situasi penuh citra, menggunakan kata onomatope (peniruan suara), serta menggunakan kata yang sudah identik dengan citra, dan (3) kecenderungan yang ditemukan adalah wartawan lebih banyak menggunakan citra gerak dan penglihatan. Hal ini disebabkan karena sifat media cetak menuntuk seorang wartawan untuk menyajikan gambaran yang hidup kepada pembaca. Di antara citra (penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, gerak, perasaan, dan perabaan), citra perabaan tidak terlalu signifikan digunakan.Kata Kunci : berita kisah, citra, pencitraan this research aims to reviewing: (1) image used by journalists, (2) how journalist build an image and imagery, and (3) the tendency of use imagery and imagery of feature in Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. The research design used is descriptive qualitative with research subjects eight tittle of feature in Antologi Liputan Mendalam dan Memikat. This research object is an image, imagery, and the tendency of journalists in using a particular image. The method used to collecting data is book study method. The result shows: (1) from eight feature found 327 images with details 108 visual imagery, 54 auditory imagery, 4 smeel imagery, 4 gustatory imagery, 109 kinaesthetic imagery, 47 feeling imagery, and 1 tactile imagery. Among the eight journalists, Alfian Hamzah most widely used imagery in his work amounted to 121 image while Coen Husain Pontoh at least use the image that is only 5 image, (2) journalist build an image with some ways, namely by describing the event in detail, using a phrase that describes the full image situation, using onomatopoeic word (imitation sound), as well as using a word that is synonymous with the image, (3) trends found were journalists more use kenaesthetic imagery and visual imagery. This is because the nature of the print media demanding a reporter to present a vivid picture to the reader. Among the image (visual, auditory, smell, gustatory, kinaesthetic, feeling and tactile), tactile image is not too significant palpability used.keyword : feature, image, imagery
PENGGUNAAN GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS PADA SISWA KELAS X AKUNTANSI A SMK NEGERI 1 SINGARAJA ., I Gusti Ngurah Adi Wiratmajaya; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6257

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan (1) mendeskripsikan proses pembelajaran menulis teks prosedur kompleks dengan menggunakan gambar berseri pada siswa kelas X Akuntansi A SMK Negeri 1 Singaraja, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis teks prosedur kompleks dengan menggunakan gambar berseri pada siswa kelas X Akuntansi A SMK Negeri 1 Singaraja, dan (3) mendeskripsikan pandangan siswa kelas X Akuntansi A SMK Negeri 1 Singaraja terhadap pembelajaran menulis teks prosedur kompleks dengan menggunakan gambar berseri. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi A SMK Negeri 1 Singaraja. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu, metode observasi, penugasan, dan bercerita. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) proses pembelajaran berjalan dengan baik dan siswa aktif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, (2) tercapainya ketuntasan hasil belajar menulis teks prosedur kompleks siswa, yakni pada siklus I memperoleh skor rata-rata 74,9, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa menjadi 80,42, dan (3) siswa sangat senang terhadap penggunaan gambar berseri dalam pembelajaran menulis teks prosedur kompleks. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk menerapkan penggunaan gambar berseri pada materi bahasa indonesia yang lain, seperti menulis teks prosedur kompleks.Kata Kunci : gambar berseri, kemampuan menulis, teks prosedur kompleks This Classroom Action Research has purpose (1) to describe the process of writing complex procedure text learning using of chapter picture for increasing the abillity of writing complex procedure text to the X grade Accountant A students in SMK Negeri 1 Singaraja, (2) to describe the increasing of writing complex procedure text to the X grade Accountant A students in SMK Negeri 1 Singaraja, and (3) to describe the students view of X grade Accountant A students in SMK Negeri 1 Singaraja toward writing complex procedure text learning using chapter picture. The subject of this research is X grade Accountant A students in SMK Negeri 1 Singaraja. The methods in collecting the data are using, observation, assignment, and stary telling. The data was analysed using descriptive cuantitative and cualitative methods. The result of this research are (1) the learning process run well and the students were active in doing the learning process, (2) the achieving of the learning result in writing students complex procedure, that is in siclus I got the avarage score 74,9, while in siclus 2 the students avarage score become 80,42, and (3) the students were very happy of using the chapter picture in writing complex procedure learning. Based on the result of this research, this research is recomended to apply the using of chapter picture in other Indonesian language material, like writing complax procedure text. keyword : chapter picture, abillity of writing, complex procedure text.
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA SURAT DINAS DI KANTOR PERBEKEL DESA PENGLUMBARAN KABUPATEN BANGLI SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN MENULIS SURAT DI SEKOLAH Adiyasa, I Kd. Darmadi; Artika, I Wayan; Rasna, I Wayan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i2.20628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kesalahan penggunaaan ejaan pada surat dinas yang disusun pegawai kantor Perbekel Desa Penglumbaran. (2) kesalahan penggunaan pilihan kata pada surat dinas yang disusun pegawai kantor Perbekel Desa Penglumbaran. (3) implikasi penggunaan bahasa Indonesia terhadap pembelajaran menulis surat di sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah surat dinas yang dikeluarkan pegawai kantor Perbekel Desa Penglumbaran. Objek penelitian ini adalah penggunaan bahasa Indonesia pada surat dinas yang meliputi penggunaan ejaan, pilihan kata dan penggunaan bahasa Indonesia pada pembelajaran menulis di sekolah. Data yang dikumpulkan  berupa surat dinas dengan menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah (1) kesalahan penggunaan ejaan dalam surat dinas memiliki kesalahan sebanyak 95 kesalahan pemakaian huruf, 5 kesalahan penulisan kata, dan 379 kesalahan penggunaan tanda baca. (2) kesalahan penggunaan pilihan kata dalam surat dinas memiliki kesalahan (a) kesalahan kelangsungan pilihan kata/diksi berjumlah 33 kesalahan, (b) kesalahan penggunaan kata tidak baku 20 kata. (3) implikasi penggunaan bahasa Indonesia pada penelitian ini, yaitu implikasi teoritis yang memberikan penegasan teori yang berkaitan dengan penggunaan ejaan dan diksi. Kemudian implikasi praktis, dapat memberikan pengetahuan bagi pembaca mengenai penggunaan ejaan dan pemilihan kata/diksi. Simpulan penelitian ini adalah (1) kesalahan terbanyak ditemukan pada penggunaan ejaan 479 kesalahan. (2) kesalahan pemilihan kata sebanyak 53 kesalahan. (3) implikasi penelitian ini dibedakan menjadi dua yaitu implikasi teoretis dan implikasi praktis. Saran penelitian ini ialah, pegawai kantor Perbekel Desa Penglumbaran harus memiliki pedoman penggunaan EYD yang benar sebagai pedoman. Selain itu, untuk balai bahasa hendaknya melakukan penyuluhan bahasa ke desa-desa.
Co-Authors ., Anak Agung Elva Surya Dewi ., Dewa Ayu Wijayanti Kusuma Dewi ., Dwi Indah Yuliana Ni Made ., Eni Nur Anita ., I KADEK DARMADI ADIYASA ., I Made Astika, S.Pd., M.A. ., I Made Wiranatha Bhawa ., KOMANG SUMANTINI ., Luh Ade Rahayu Irma Yanti ., Made Nita Purwanti ., Ni Made Febrianthi ., Ni Made Sauca Yukti ., Ni Nyoman Dewi Narayukti ., Ni Putu Ana Yuspidayanti ., Ni Putu Sri Lestari ., Pt Bagus Gd Putra ., Putu Dianty Dewi A.A.Sagung Dian Chandradewi . Adelia, Ni Putu Cahya Adiyasa, I Kd. Darmadi Agus Eddy Hartawan . Ajmadewi, Ni Putu Khrisna Amalia, Salsabila Farah Anak Agung Elva Surya Dewi . Andryani, Kd Zervina Artawan, Gede Artawan, I Gde Astrawan, I Kadek Vera Darmayanti, Ni Putu Lily Desak Made Yoniartini Desak Nyoman Siti Ariani . Desak Nyoman Siti Ariani ., Desak Nyoman Siti Ariani Dewa Ayu Wijayanti Kusuma Dewi . Diantari, I Dewa Ayu Merry Dwi Indah Yuliana Ni Made . Dwi Ratih Wahyu Ningtias Eka Yanti, Ni Putu Dewi Eni Nur Anita . Franciska, Holla Fransiska Arina Ehgo Gde Artawan Gede Gunatama Gede Yuli Sutrawan . Gede Yuli Sutrawan ., Gede Yuli Sutrawan Gusti Ayu Cintya Pramita Hairunnisah, Yulianti I Dewa Ayu Merry Diantari I Dewa Gede Budi Utama I Gede Nurjaya I Gusti Agung Ayu Ria Mahayani . I Gusti Agung Ayu Ria Mahayani ., I Gusti Agung Ayu Ria Mahayani I Gusti Ngurah Adi Wiratmajaya . I Gusti Ngurah Adi Wiratmajaya ., I Gusti Ngurah Adi Wiratmajaya I KADEK ADHI DWIPAYANA . I KADEK DARMADI ADIYASA . I Kadek Sudarsana . I Kadek Sudarsana ., I Kadek Sudarsana I Kadek Sudiarsa . I Kadek Sudiarsa ., I Kadek Sudiarsa I Kd. Darmadi Adiyasa I Ketut Paramarta I Made Astika I Made Astika, S.Pd., M.A. . I Made Wiranatha Bhawa . I Nengah Martha I Nengah Sueca I Nyoman Adi Susrawan I Nyoman Darma Putra I Nyoman Kutha Ratna I Nyoman Weda Kusuma I Nyoman Yasa I Putu Wahya Santosa . I Putu Wahya Santosa ., I Putu Wahya Santosa I Wayan Sugiarta I Wayan Sumahardika . I Wayan Sumahardika ., I Wayan Sumahardika I Wayan Wendra Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putrayasa Kadek Wirahyuni Kami, Kanisius Kd Zervina Andryani Komang Dinda Ayu Kristyana Dewi Komang Mas Yudiarta KOMANG SUMANTINI . Lestari, Ni Wayan Pasek Luh Ade Rahayu Irma Yanti . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Nita Purwanti . Made Sri Indriani Mahdalena Maryani, Sri Narayukti, Ni Nyoman Dewi Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati . Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati ., Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati Ni Made Dian Dwi Jayanti . Ni Made Febrianthi . Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Sania Indri Wahyuni Ni Made Sauca Yukti . Ni Made Suaca Yukti Ni Nyoman Dewi Narayukti Ni Nyoman Dewi Narayukti . Ni Nyoman Sartini Ni Putu Ana Yuspidayanti Ni Putu Ana Yuspidayanti . Ni Putu Eka Purnama Dewi . Ni Putu Eka Purnama Dewi ., Ni Putu Eka Purnama Dewi Ni Putu Khrisna Ajmadewi Ni Putu Purnami Ni Putu Sri Lestari . Ningtias, Dwi Ratih Wahyu Nitami, Matilda Dwi Noval Amanda Firdaus . Noval Amanda Firdaus ., Noval Amanda Firdaus Paramarta, , I Ketut Pramita, Gusti Ayu Cintya Pramudhita, Kadek Denya Chandra Pratiwi, Kadek Dwi Priyanti Dharma Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Pt Bagus Gd Putra . Purnami, Ni Putu Putra Gotama, Putu Andyka Andyka Putu Dianty Dewi . Putu Sri Laksmi Dewi Runi Fazalani S.S. M.Pd Ida Ayu Sukma Wirani . Sang Ayu Putu Sriasih Santiadi, Ni Kadek Putri Sartini, Ni Nyoman Sepri Sri Bina Br Naibaho Sudiana, I Nym Sugeng Santoso Sugeng Santoso Sugiarta, I Wayan Tantri, Ade Asih Susiari Urip Widodo, Urip Widana, I Gede Rai Yanti, Kadek Diah Dwi Yudiarta, Komang Mas Yulianti Hairunnisah Yuspidayanti, Ni Putu Ana