Claim Missing Document
Check
Articles

Kurikulum Sastra Berbasis Teknologi pada Era Digital Kami, Kanisius; Artika, I Wayan
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i2.900

Abstract

This research aims to describe the technology-based literature curriculum in the digital era. This type of research is library research with the object of research is technology-based literary curriculum in the digital era. The data of this research is in the form of verbal description that contains information about technology-based literature curriculum in the digital era, which is related to the underlying principles and alternative concepts of technology-based literature curriculum in the digital era. The data was obtained from sources such as books, research articles, and scientific journal proceedings. The data sources were selected based on considerations the credibility of the owner of the idea or publication. the accuracy of the source, especially regarding novelty, detail, and completeness. Objective balanced and acceptable, and (d) the availability of complete information about the data source for tracking and communication. The data analysis technique is content analysis or content a sis from the data source to the conclusion. The results in this study found several basic elements that can be accommodated in a technology-based literature curriculum in the digital era, including the use of digital media, interactive learning, e-learning platforms, the use of learning aids, digital skills development, and digital creativity
Cucuran Darah dalam Ritual Pasola dan Makna Bagi Kehidupan Masyarakat Sumba Kami, Kanisius; Artika, I Wayan; Artawan, Gede; Paramarta, I Ketut
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 5 No. 4 (2024): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v5i4.1527

Abstract

This research aims to describe the meaning of bloodshed in the Pasola ritual for people's lives in Sumba.  This type of research is library research. The data in this research comes from books and scientific articles that discuss the Pasola ritual and its meaning. Data collection techniques are carried out through reading and analyzing literature relevant to the research topic. The data analysis technique is carried out through two main methods: first, content analysis, namely reviewing texts or documents to understand and interpret the meaning of the Pasola ritual; second, contextual analysis, namely understanding the social, cultural and historical context of the Pasola ritual. The results of this research found several important meanings of bloodshed in the Pasola ritual for the lives of the people of Sumba, including as a channel for fertility and successful harvests, respect for ancestors and guardian spirits of the land, as a ritual of purification and spiritual renewal, as a symbol of courage and virility, and a symbol of uniting society.
LIMA CERPEN PROPAGANDA LEKRA (1950—1965) I Wayan Artika
Aksara Vol 28, No 2 (2016): Aksara, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v28i2.126.129-142

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap muatan, karakter, dan tujuan ditulisnya cerpen propaganda; serta mengkaji hubungan sastra dan politik semasa Lekra (1950—1965).  Masalah penelitian adalah muatan, tujuan, karakter cerpen propaganda serta hubungan sastra dan politik.  Metode untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan penelitian, menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian membuktikan, cerpen propaganda sarat muatan marxisme dan agenda perjuangan PKI. Tujuan cerpen propaganda adalah memengaruhi massa rakyat agar mendukung perjuangan PKI.  Karakter cerpen propaganda dibedakan menjadi karakter umum (yaitu aktual, menyerang lawan, memengaruhi pembaca) dan karakter yang tampak pada struktur karya (bertema komunisme; tidak mementingkan alur; cerita berupa pandangan ideologis-politik pengarang; setting Revolusi Indonesia; pelaku cerita; rakyat tertindas, kader partai progresif, partisipan, simpatisan, dan militan PKI); dan bahasa mudah dimengerti. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, cerpen propaganda menunjukkan hubungan erat antara sastra, ideologi, dan politik. Hubungan sastra dan politik menunjukkan bahwa cerpen-cerpen tersebut merupakan alat propaganda PKI sesuai dengan Mukadimah 1950 dan 1959, Konsepsi Kebudayaan Rakyat, dan prinsip 1-5-1. Dalam hubungan tersebut, sastra berada di bawah politik dan kebenaran ideologi lebih tinggi daripada nilai sastra. 
METODE TRANSFER PENGETAHUAN TRADISIONAL DALAM PEMBELAJARAN NYUNGKIT SONGKET SIDEMEN: KAJIAN ETNOPEDAGOGI DI SANGGAR FORTUNA I Nengah Sueca; Artika, I Wayan; I Wayan Rasna; Gde Artawan
Jurnal Pendidikan DEIKSIS Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan DEIKSIS
Publisher : ITP Marakandeya Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59789/deiksis.v8i1.420

Abstract

Pendidikan budaya dan pembelajaran bahasa memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya suatu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembelajaran nyungkit songket Sidemen di Sanggar Fortuna sebagai praktik etnopedagogi, serta (2) menganalisis penerapan metode transfer pengetahuan tradisional dalam pembelajaran nyungkit. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi literatur dalam perspektif etnopedagogi. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran nyungkit songket Sidemen di Sanggar Fortuna merupakan praktik pendidikan berbasis budaya lokal yang berlangsung dalam ranah pendidikan nonformal melalui aktivitas menenun yang bersifat komunal, kontekstual, dan berbasis pengalaman langsung. Metode transfer pengetahuan tradisional berlangsung secara turun-temurun melalui relasi sosial senior–junior yang memungkinkan pengetahuan diwariskan secara natural melalui interaksi spontan, imitasi, koreksi langsung, dan pembiasaan. Pola pewarisan ini tidak hanya mentransmisikan keterampilan teknis menenun, tetapi sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Sidemen dan memastikan keberlanjutan warisan budaya lokal dalam menghadapi arus modernisasi.
Local Wisdom in Learning: Ethnopedagogical Values of "Kandas" in Traditional Culinary Practices of the Ngaju Dayak Tribe Franciska, Holla; Artika, I Wayan
Jurnal Paedagogy Vol. 13 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v13i1.18898

Abstract

This study aims to describe and analyze the ethnopedagogical values embodied in the kandas culinary tradition of the Dayak Ngaju people. The research employed a qualitative approach using a descriptive ethnographic method. Data were collected through participatory observation, documentation, and in-depth interviews with traditional leaders, community leaders, the owner of a Dayak traditional restaurant, and members of the younger generation. The data were analyzed qualitatively using a cultural ethnographic approach with an interactive analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The analysis process was conducted iteratively and concurrently with data collection until the completion of the study. The findings indicate that the kandas culinary tradition embodies several ethnopedagogical values, including religious and spiritual values, togetherness, independence, environmental conservation, cultural identity, and intergenerational knowledge transmission. These values are highly relevant for integration into contextual learning grounded in local culture. This study contributes to the strengthening of local wisdom–based education and supports efforts to preserve the cultural heritage of the Dayak Ngaju community.
Representasi Nilai dalam Tradisi Tiorana Masyarakat Etnik Donggo (Kajian Linguistik Antropologi) Maryani, Sri; Artika, I Wayan
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.37491

Abstract

Tradisi tiorana merupakan praktik budaya pascaperkawinan masyarakat etnik Donggo yang secara harfiah bermakna mengunjungi mertua. Tradisi ini diwujudkan melalui kunjungan keluarga mempelai perempuan ke rumah keluarga mempelai laki-laki dengan membawa sarung tenun serta jajan tradisional berupa kalempe atau timbu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi nilai yang terkandung dalam tradisi tiorana berdasarkan praktik budaya dan persepsi masyarakat dengan perspektif linguistik antropologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi persepsi masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap dua pelaksanaan tradisi tiorana di Desa Wadukopa serta angket daring menggunakan Google Form yang diisi oleh 25 responden dari masyarakat etnik Donggo. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif melalui pengategorian nilai-nilai yang terepresentasi dalam praktik kebahasaan, simbol budaya, dan interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tiorana merepresentasikan nilai hormat kepada mertua, kesantunan berbahasa, kebersamaan keluarga, tanggung jawab sosial, dan penguatan identitas budaya Donggo. Nilai hormat kepada mertua dan kesantunan berbahasa muncul sebagai representasi nilai yang paling dominan, baik dalam observasi maupun persepsi responden. Simbol budaya seperti sarung tenun dan kalempe/timbu dipersepsikan sebagai penanda ketulusan, penghormatan, dan penerimaan kekerabatan. Meskipun terdapat persepsi perubahan dalam pelaksanaan tradisi, nilai-nilai inti tiorana dinilai tetap bertahan dan relevan dalam kehidupan masyarakat Donggo di tengah dinamika sosial.
Co-Authors ., Anak Agung Elva Surya Dewi ., Dewa Ayu Wijayanti Kusuma Dewi ., Dwi Indah Yuliana Ni Made ., Eni Nur Anita ., I KADEK DARMADI ADIYASA ., I Made Astika, S.Pd., M.A. ., I Made Wiranatha Bhawa ., KOMANG SUMANTINI ., Luh Ade Rahayu Irma Yanti ., Made Nita Purwanti ., Ni Made Febrianthi ., Ni Made Sauca Yukti ., Ni Nyoman Dewi Narayukti ., Ni Putu Ana Yuspidayanti ., Ni Putu Sri Lestari ., Pt Bagus Gd Putra ., Putu Dianty Dewi A.A.Sagung Dian Chandradewi . Adelia, Ni Putu Cahya Adiyasa, I Kd. Darmadi Agus Eddy Hartawan . Ajmadewi, Ni Putu Khrisna Amalia, Salsabila Farah Anak Agung Elva Surya Dewi . Andryani, Kd Zervina Artawan, Gede Artawan, I Gde Astrawan, I Kadek Vera Darmayanti, Ni Putu Lily Desak Made Yoniartini Desak Nyoman Siti Ariani . Desak Nyoman Siti Ariani ., Desak Nyoman Siti Ariani Dewa Ayu Wijayanti Kusuma Dewi . Diantari, I Dewa Ayu Merry Dwi Indah Yuliana Ni Made . Dwi Ratih Wahyu Ningtias Eka Yanti, Ni Putu Dewi Eni Nur Anita . Franciska, Holla Fransiska Arina Ehgo Gde Artawan Gede Gunatama Gede Yuli Sutrawan . Gede Yuli Sutrawan ., Gede Yuli Sutrawan Gusti Ayu Cintya Pramita Hairunnisah, Yulianti I Dewa Ayu Merry Diantari I Dewa Gede Budi Utama I Gede Nurjaya I Gusti Agung Ayu Ria Mahayani . I Gusti Agung Ayu Ria Mahayani ., I Gusti Agung Ayu Ria Mahayani I Gusti Ngurah Adi Wiratmajaya . I Gusti Ngurah Adi Wiratmajaya ., I Gusti Ngurah Adi Wiratmajaya I KADEK ADHI DWIPAYANA . I KADEK DARMADI ADIYASA . I Kadek Sudarsana . I Kadek Sudarsana ., I Kadek Sudarsana I Kadek Sudiarsa . I Kadek Sudiarsa ., I Kadek Sudiarsa I Kd. Darmadi Adiyasa I Ketut Paramarta I Made Astika I Made Astika, S.Pd., M.A. . I Made Wiranatha Bhawa . I Nengah Martha I Nengah Sueca I Nyoman Adi Susrawan I Nyoman Darma Putra I Nyoman Kutha Ratna I Nyoman Weda Kusuma I Nyoman Yasa I Putu Wahya Santosa . I Putu Wahya Santosa ., I Putu Wahya Santosa I Wayan Sugiarta I Wayan Sumahardika . I Wayan Sumahardika ., I Wayan Sumahardika I Wayan Wendra Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putrayasa Kadek Wirahyuni Kami, Kanisius Kd Zervina Andryani Komang Dinda Ayu Kristyana Dewi Komang Mas Yudiarta KOMANG SUMANTINI . Lestari, Ni Wayan Pasek Luh Ade Rahayu Irma Yanti . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Nita Purwanti . Made Sri Indriani Mahdalena Maryani, Sri Narayukti, Ni Nyoman Dewi Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati . Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati ., Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati Ni Made Dian Dwi Jayanti . Ni Made Febrianthi . Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Sania Indri Wahyuni Ni Made Sauca Yukti . Ni Made Suaca Yukti Ni Nyoman Dewi Narayukti Ni Nyoman Dewi Narayukti . Ni Nyoman Sartini Ni Putu Ana Yuspidayanti Ni Putu Ana Yuspidayanti . Ni Putu Eka Purnama Dewi . Ni Putu Eka Purnama Dewi ., Ni Putu Eka Purnama Dewi Ni Putu Khrisna Ajmadewi Ni Putu Purnami Ni Putu Sri Lestari . Ningtias, Dwi Ratih Wahyu Nitami, Matilda Dwi Noval Amanda Firdaus . Noval Amanda Firdaus ., Noval Amanda Firdaus Paramarta, , I Ketut Pramita, Gusti Ayu Cintya Pramudhita, Kadek Denya Chandra Pratiwi, Kadek Dwi Priyanti Dharma Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Prof. Dr. I Wayan Rasna,M.Pd . Pt Bagus Gd Putra . Purnami, Ni Putu Putra Gotama, Putu Andyka Andyka Putu Dianty Dewi . Putu Sri Laksmi Dewi Runi Fazalani S.S. M.Pd Ida Ayu Sukma Wirani . Sang Ayu Putu Sriasih Santiadi, Ni Kadek Putri Sartini, Ni Nyoman Sepri Sri Bina Br Naibaho Sudiana, I Nym Sugeng Santoso Sugeng Santoso Sugiarta, I Wayan Tantri, Ade Asih Susiari Urip Widodo, Urip Widana, I Gede Rai Yanti, Kadek Diah Dwi Yudiarta, Komang Mas Yulianti Hairunnisah Yuspidayanti, Ni Putu Ana