Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peranan Orang Tua Terhadap Perkembangan Motorik pada Anak Usia Dini: Indonesia Kusmiati, Dini; Sianturi, Risbon; Loita, Aini
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1325

Abstract

Aspek perkembangan anak merupakan hal yang sangat penting bagi anak. Salah satu aspek penting untuk anak usia dini adalah aspek perkembangan motorik. Dalam perkembangan motorik, orang tua memiliki peranan penting. Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan orang tua terhadap perkembangan motorik pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif melalui Studi Pustaka, yakni metode pengumpulan data yang diarahkan kepada pencarian data dan informasi melalui dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, foto-foto, gambar, maupun dokumen elektronik yang dapat mendukung dalam proses penulisan. Hasil penelitian peran orang tua dapat membentuk pola sikap dan pribadi anak, juga dapat menentukan proses pendidikan yang diperoleh anak. Orang tua mempunyai peranan dalam memberikan stimulasi yang tepat sesuai usia perkembangan anak yakni melalui proses penalaran untuk mengatahui bakat yang di miliki oleh anaknya.
Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 3-4 Tahun Melalui Media Paper Clay Huda, Dalva Samrotul; Rahman, Taopik; Loita, Aini
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 8 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v8i1.1339

Abstract

Dunia anak merupakan dunia bermain, sepanjang hari, setiap waktu dan setiap saat, hidup anak dipenuhi dengan keceriaan bermain. Bagi anak, bermain secara sendiri maupun berkelompok bersama teman sebaya ataupun dengan orang tua sangatlah menyenangkan. Keterampilan motorik halus (fine motor skil) membentuk keterampilan yang membutuhkan kemampuan untuk mengendalikan otot-otot kecil atau halus untuk memperoleh aktualisasi keterampilan yang berhasil. Penelitian ini menggunakan metode literatur review yang mengambil data dari penelitian dahulu yang pembahasannya tentang peningkatan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun melalui media paper clay. Pengambilan data diambil dari 5 (lima) jurnal terkait bersumber dari Google Scholar. Setelah data didapat kemudian dilanjutkan dengan analisis data untuk mengetahui hasil dari 5 (lima) jurnal terkait, kemudian diambil kesimpulan apakah media paper clay cocok untuk peningkatan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pertama sebagai peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui media paper clay dengan menjabarkan media paper clay yang efektif dari beberapa penelitian terkait secara runtut agat dapat dijadikan sebagai sebuah acuan keterampilan motorik halus anak. Kedua, media pembelajaran paper clay dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Ketiga, selain media paper clay juga terdapat media lain yang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 3-4 tahun melalui media paper clay.
Manfat Penggunaan Media Balok untuk Anak Usia Dini Sylvani, Almira Maya; Loita, Aini; Masum Aprily, Nuraly
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v7i2.1472

Abstract

Balok merupakan alat permainan edukatif dengan menggunakan media balok yang terbuat dari kayu warna-warni. Dalam permainan balok tersebut, anak akan belajar untuk memecahkan masalah sederhana dengan cara menyusun balok dan juga membuat balok menjadi hal yang baru untuk anak. usia dini manfaat permainan balok terhadap perkembangan motorik halus anak usia ini adalah permainan balok ini dapat merangsang pergerakkan serta otot-otot yang ada di dalam tangannya. Dalam perkembangan kognitif membuat anak ancar berpikir, fleksibel dalam berpikir, orisinil (asli) dalam berpikir, elaborasi, imaginatif, senang menjajaki lingkungannya, banyak mengajukan pertanyaan, dan mempunyai rasa ingin tahu yang kuat, suka melakukan. Dalam perkembangan Bahasa misalnya anak mampu bercerita tentang apa yang dialami saat menata balok dan bercerita tempat apa apa saja yang dikunjungi, bentuk-bentuk tempat yang ditempati dan mampu tanya jawab dengan kemampuan yang dimiliki. Dalam perkembangan social emosional dalam hal ini, anak dapatkan meningatkan perkembangan sosial emosionalnya misanya dengan berterima kasih saat dibantu oleh teman, menunggu giliran dan merapikan semua permainan setelah selesai mengunakan balok Dan dalam anak perkembangan seni anak mampu mengembangkan imajinasinya sehingga membuat sebuah bentuk yang anak inginkan.
Optimalisasi Kemampuan Keaksaraan Anak Usia Dini melalui Penggunaan Aplikasi Sekolah Enuma Suciawati, Dewinta Tri; Loita, Aini
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i3.6357

Abstract

Kemampuan keaksaraan menjadi hal yang sangat penting bagi anak karena dapat membantu anak untuk memecahkan masalah, berpikir kritis dan kreatif, serta untuk berkomunikasi sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan Aplikasi Sekolah Enuma terhadap perkembangan keaksaraan anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan design quasi eksperiment. Dalam penelitian ini, terdapat kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing terdiri dari 6 anak, yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametrik menggunakan uji t berpasangan. Hasil dari perhitungan uji t berpasangan dilihat dari rata-rata selisih antara pre-test dan post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebesar 10,97 dan 4,16. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menerima perlakuan menggunakan Aplikasi Sekolah Enuma mengalami peningkatan yang lebih signifikan dalam kemampuan keaksaraan anak usia 5-6 tahun.
Penggunaan Media Video Animasi Terhadap Kemampuan Menulis Lambang Bilangan Anak Usia Dini 5-6 Tahun Sifa, Andini Nurlia; Mulyadi, Sima; Loita, Aini
Jurnal Ilmiah Cahaya Paud Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Cahaya Paud (Edisi November)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cahayapd.v7i2.8383

Abstract

Media pembelajaran merupakan bagian penting dalam proses penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Media tersebut dapat diterapkan sesuai dengan tema pelajaran yang telah direncanakan. Jenis media pembelajaran sangat beragam, salah satunya adalah media video animasi. Media video animasi merupakan tampilan pembelajaran yang menggabungkan teks, grafik, dan suara secara simultan. Video animasi yang beredar di masyarakat telah tersedia luas di pasaran dan dapat dimanfaatkan untuk ditampilkan kepada anak-anak sebagai dukungan dalam proses pembelajaran pada pendidikan anak usia dini.
Kognitif Anak dalam Berpikir Simbolik : Studi Deskriptif Tentang Perkembangan Anak Usia 5-6 Tahun Kotrunnada, Seli Amalia; Gandana, Gilar; Loita, Aini
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun dalam berpikir simbolik di TK Aisyiyah 2 Kota Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 14 anak kelompok B3 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan menggunakan instrumen lembar observasi berbasis rubrik penilaian yang mencakup lima indikator berpikir simbolik, yaitu: penggunaan objek sebagai simbol dalam permainan, kemampuan menggambar dan menjelaskan objek nyata, penggunaan bahasa imajinatif, kemampuan mengenali dan menggunakan simbol-simbol sederhana, serta pemahaman konsep melalui simbol warna. Setiap indikator dinilai menggunakan skala skor 1–4 dengan skor maksimal 12 pada masing-masing indikator. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa skor total dan rata-rata untuk menentukan kategori perkembangan anak. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor perkembangan kognitif anak dalam berpikir simbolik berada pada kategori Berkembang Sangat Baik, dengan capaian tertinggi pada indikator mengenali simbol serta penggunaan warna sebagai representasi objek nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang diterapkan di TK Aisyiyah 2 Kota Tasikmalaya telah memberikan stimulasi yang efektif terhadap perkembangan berpikir simbolik anak usia dini.
Stimulasi Kecerdasan Visual Spasial Melalui Seni Mozaik untuk Anak Usia Dini Herlina, Ena; Loita, Aini; Sianturi, Risbon
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 9 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v9i1.1884

Abstract

Kecerdasan visual spasial merupakan kemampuan yang penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini yang mempengaruhi pengalaman mereka terhadap lingkungan sekitarnya. Seni mozaik dengan yang mana dapat memadukan elemen visual dan spasial serta menggunakan bahan dengan kepingan-kepingan baik berupa kaca, daun atau pun kertas, dapat menjadi kegiatan yang efektif untuk merangsang kecerdasan anak. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode studi pustaka untuk mengeksplorasi bagaimana seni mozaik dapat menjadi alat yang efektif untuk dapat menstimulasi kecerdasan visual spasial pada naka usia dini. Temuan utama menunjukan bahwa partisifan dalam aktivitas seni mozaik mampu meningkatkan pemahaman visual spasial anak-anak, memperkaya proses belajar mereka melalui eksplorasi warna, bentuk, ukuran, pola dan komposisi geometris. Maka seni mozaik dapat menjadi kegiatan pembelajaran yang menarik dan efektif untuk mengembangkan kecerdasan visual spasial anak usia dini. stimulasi kecerdasan visual spasial anak dikembangkan dengan seni mozaik dimana anak juga dapat menemukan pengalaman berharga dengan temuan-temuan yang unik dalam seni mozaik terutama untuk visualisasinya.
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA POP-UP BOOK DALAM PEMBELAJARAN SENI BATIK DAN ANYAMAN UNTUK ANAK USIA DINI Ramdhani, Tasya Nur; Loita, Aini; Alia, Dwi
AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): (Mei 2025)
Publisher : Program Studi pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/alihsan.v6i1.3253

Abstract

Introducing local culture from an early age plays a crucial role in shaping children's identity. However, many early childhood education institutions (PAUD) do not have a structured cultural education program, particularly in introducing the arts of batik and weaving. This study aims to analyze the need for local culture-based learning media for early childhood as a foundation for developing a Pop-Up Book. A qualitative descriptive method was employed as the initial stage of the Educational Design Research (EDR) approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation at three early childhood education centers in Tasikmalaya. The results indicate that teaching methods are still dominated by lectures and have not effectively utilized visual media. Teachers expressed a need for concrete, engaging, and user-friendly learning tools, while children showed high interest in interactive media. Pop-Up storybooks are considered highly potential as cultural learning media suited to the developmental characteristics of early childhood. These findings serve as a critical foundation for developing relevant, contextual, and innovative learning media.