Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Hubungan peran kepala sekolah dan sikap terhadap profesi guru dengan prestasi kerja guru SMA negeri di kabupaten Hulu Sungai Selatan Suhaimi Suhaimi; Nuryadin Efendi
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.222 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v13i1.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran kepala sekolah dan sikap terhadap profesi guru dengan prestasi kerja guru SMA Negeri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif, dengan populasi adalah semua guru SMA Negeri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang berjumlah 278 orang yang tersebar di 7 (tujuh) SMA Negeri. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel random sampling,. Jumlah sampel yang diambil 152 orang guru sebagai responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) ada hubungan yang signifikan antara peran kepala sekolah dengan prestasi kerja guru SMA Negeri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, (2) ada hubungan yang signifikan antara sikap terhadap profesi guru dengan prestasi kerja guru SMA Negeri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Secara bersama-sama terdapat hubungan antara peran kepala sekolah dan sikap terhadap profesi guru dengan prestasi kerja guru SMA Negeri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Disarankan: Peran kepala sekolah dan sikap terhadap profesi guru dapat lebih ditingkatkan dengan pengembangan prestasi kerja guru. Kepada peneliti selanjutnya dibidang ini disarankan untuk melakukan penelitian yang serupa pada objek yang berbeda dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan kajian teoritis yang lain.
VARIASI PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN BETON Suhaimi Suhaimi; Mujibullah Mujibullah
Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi Vol 4 No 1: Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi (Rekatek), Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Al Muslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.116 KB)

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang paling sering di pakai dan diminati karena merupakan bahan dasar yang mudah dibentuk. Permasalahan dalam proses pembuatan beton adalah porositas, yaitu kurang padatnya suatu konstruksi beton. Fly ash adalah sisa pembakaran batubara dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berupa butiran halus, bundar tidak poros serta bersifat pozzolan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara nilai slump dengan kadar fly ash, mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan fly ash (abu terbang) terhadap kuat tekan beton, mengetahui persentase penambahan fly ash yang paling tinggi dari nilai kuat tekan masing-masing variasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, perencanaan campuran beton menggunakan metode ACI atau American Concrete Institute. Hasil pengujian nilai slump masing-masing variasi benda uji diperoleh nilai slump beton normal (BN) sebesar 8 cm, untuk beton tambahan fly ash 5%, 10%, 15%, 20% sebesar 10 cm, 7,5 cm, 3,5 cm. Semakin besar kadar fly ash yang ditambahkan, maka slump yang didapat juga semakin rendah. Hasil pengujian kuat tekan beton untuk setiap variasi benda uji adalah beton normal (BN), sebesar 19,68 MPa, untuk beton fly ash 5%, 10%, 15%, 20% sebesar 21,48 MPa, 21,64 MPa, 22,39 MPa, 22,51 MPa. Nilai kuat tekan paling tinggi diperoleh pada penambahan fly ash 20% sebesar 14,38% dari beton normal.
UJI AKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK KERING LIDAH BUAYA (Aloe vera. (L) brum. f.) DAN EKSTRAK KENTAL DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum ruiz & pav) UNTUK ANTIBAKTERI PENYEBAB JERAWAT Suhaimi Suhaimi; Teti Indrawati; Shirly Kumala
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 15 No 1 Juni 2018
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.278 KB) | DOI: 10.31942/jiffk.v15i01.2168

Abstract

INTISARI   Ekstrak kering lidah buaya dan ekstrak kental daun sirih merah mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan fenol yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri penyebab jerawat. Penelitian ini bertujuanUntuk menentukan konsentrasi ekstrak kering lidah buaya  (Aloe vera (L) brum f), untuk menentukan ekstrak kental daun sirih merah (Piper crotacum ruiz dan pav)  mempunyai daya hambat ter terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus penyebab jerawat dan untuk menentukan konsentrasi kombinasi ekstrak kering lidah buaya  (Aloe vera (L) brum f)  dan ekstrak kental daun sirih merah  (Piper crotacum ruiz dan pav)mempunyai daya hambat terterhadap bakteri  Propionibacterium acnes  dan  Staphylococcus aureus  penyebab jerawat.Tahap-tahap penelitian yaitu determinasi tanaman lidah buaya dan daun sirih merah, pembuatan ekstrak, pemeriksaan ekstrak meliputi organoleptik, pH, uji skrining fitokimia serta pengujian aktivitas masing-masing ekstrak kering lidah buaya dengan konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, 30% dan 35%, ekstrak kental daun sirih merah dengan konsentrasi 25%, 12,5%, 7,16%, 3,13%, 1,78% dan 0,78% serta kombinasi ekstrak kering lidah buaya dan ekstrak kental daun sirih merah dengan konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 7,16%, 3,13%,  dan 1,56 terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Kombinasi ekstrak kering  lidah buaya  dan ekstrak kental daun sirih merah   memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri  Staphylococcus aureus  pada konsentrasi 1,56 % dan Propionibacterium acne   pada konsentrasi  3,13  Kata kunci : Lidah buaya, daun sirih merah, Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus.  ABSTRACT  Dried aloe vera extract and thick red betel leaf extract contains alkaloid compounds, flavonoids, tannins, saponins and phenols that have activity as an antibacterial cause of acne. The aim of this study was to determine the concentration of Aloe vera (L) brum f) extract, to determine the thick red betel leaf extract (Piper crotacum ruiz and pav) to have the inhibitory effect against the bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus causes acne and  to determine the concentration of Aloe vera (L) brum f) and red thick betel leaf extract (Piper crotacum ruiz and pav) have inhibitory effect on bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus cause acne. The research stages are the determination of aloe vera and red betel leaf, extract preparation, extract examination including organoleptic, pH, phytochemical screening test and activity test of dry aloe vera extract with concentration 10%, 15%, 20%, 25% , 30% and 35%, thick red betel leaf extract with concentration of 25%, 12.5%, 7.16%, 3.13%, 1.78% and 0.78%, and combination of aloe vera extract and viscous extract red betel leaves with concentrations of 50%, 25%, 12.5%, 7.16%, 3.13%, and 1.56 against the bacteria Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus. The combination of dry extract of aloe vera and thick red betel leaf extract have antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria at concentration 1.56% and Propionibacterium acne at concentration 3,13 %. Keywords: aloe vera, red betel leaf extract, Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus
PENGARUH SULFAT DALAM AIR TANAH SEBAGAI AIR CAMPURAN TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN NILAI FAS 0,65 R. Dedi Iman Kurnia; Syarizal Fhonna; Syifaul Husni; Suhaimi Suhaimi
VARIASI : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim Vol. 10 No. 5 (2018): Variasi, Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/vrs.v10i5.708

Abstract

Kuat tekan beton dipengaruhi oleh unsur-unsur pembentuk beton, salah satunya adalah air yang berfungsi sebagai pemicu proses kimiawi semen sebagai bahan perekat dan melumasi agregat supaya mudah dikerjakan. Proses kimiawi semen dan kuat tekan beton sangat tergantung dari kandungan yang terdapat dalam air campuran. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh kandungan sulfat dalam air tanah yang digunakan untuk campuran beton terhadap kuat tekan. Metode penelitian ini adalah eksperimental, yaitu mengambil beberapa sampel air tanah yang terdapat di wilayah pesisir Kabupaten Bireuen untuk diuji kandungan kimianya. Air tanah tersebut kemudian digunakan untuk campuran beton dengan faktor air semen (FAS) 0,65. Uji kuat tekan beton dilakukan pada umur 3, 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ion sulfat yang terkandung dalam air campuran beton berpengaruh negatif terhadap kuat tekan beton. Sehingga, semakin besar kadar kandungan sulfat dalam air campuran maka kuat tekan beton semakin kecil. Air campuran beton yang mengandung ion sulfat juga memperlambat proses hidrasi dan perkerasan beton sesuai dengan konsentrasi kadar kandungan sulfatnya.
STUDI PENGGUNAAN SIKAGROUT DAN ACCELERATOR TERHADAP KUAT TEKAN SERTA PERCEPATAN PERKERASAN BETON Suhaimi Suhaimi; R. Dedi Iman Kurnia; Helmy Dharmawan
VARIASI : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim Vol. 12 No. 11 (2020): Variasi, Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/vrs.v12i11.709

Abstract

Beton merupakan hasil pencampuran tiga bahan utama pembentuknya, yaitu semen, air danagregat. Untuk memperoleh sifat tertentu pada beton, diberikan bahan tambah campuran(admixture) atau zat additive, seperti pada percepatan waktu pengerasan dan pengikatan semen,meningkatkan keawetan (durability), mengurangi penyusutan (shrinkage) dan meningkatkan mutubeton (strengthening). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kuat tekan awalbeton kombinasi sikagrout dan accelerator, mengetahui dapatkah kombinasi tersebut mencapaimutu beton struktural pada umur 12 jam, 24 jam dan 48 jam. Mutu beton yang direncanakanadalah K - 250. Semen yang digunakan adalah semen tipe PCC, sika grout dan accelerator yangdigunakan berupa produksi PT. Sika Indonesia. Sikagrout digunakan sebagai pengganti agregatpasir. Penggunaan accelerator adalah 1 : 5 dari berat air campuran. Ukuran maksimum agragatkasar (split) yang digunakan 19,1 mm dan benda uji berbentuk silinder berukuran 10 x 20 cm.Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) hasil uji kuat tekanawal beton sikagrout accelerator untuk umur pengujian 12, 24 dan 48 jam berturut turut adalahsebesar 16,513 Mpa. 27,619 Mpa dan 38,953 Mpa; 2) nilai slump yang diperoleh lebih besar dariyang direncanakan dalam job mix design, yaitu sebesar 7,5 cm - 12 cm, dengan hasil pengukuranatau pengujian slump yang diperoleh sebesar 26 cm, sehingga nilai slump yang diperoleh termasukkatagori slump runtuh; dan 3) substitusi pasir dengan sikagrout dan penambahan bahan zatadditive berupa accelerator dapat mempercepat waktu perkerasan, hanya dalam waktu singkat (24jam) beton kombinasi sikagrout dan accelerator sudah mencapai kekuatan sesuai mutu betonrencana (20,75 MPa) dengan nilai kuat tekan beton sebesar 27,619 Mpa.
IMPLIFIKASI PENERAPAN SNI GEMPA 1726:2012 PADA PERENCANAAN GEDUNG DI KABUPATEN BIREUEN Suhaimi Suhaimi; R. Dedi Iman Kurnia
VARIASI : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim Vol. 10 No. 3 (2018): Variasi, Juni 2018
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/vrs.v10i3.711

Abstract

Peta zonasi gempa tahun 2010 yang dituangkan dalam peraturan baru beban gempa untuk gedung(SNI 1726:2012) digunakan sebagai dasar perencanaan beban gempa gedung di Indonesia sebagaipengganti peraturan gempa tahun 2002 (SNI 03-1726-2002). Penerapan peta zonasi dan peraturangempa yang baru berdampak pada kinerja struktur gedung yang menggunakan peraturan gempatahun 2002. Penelitian ini bertujuan mengkaji implifikasi penerapan SNI 1726:2012 terhadap gayageser dasar, story drift, momen dan tulangan lentur balok gedung yang dibangun sebelumnyamenggunakan peraturan gempa tahun 2002. Metode penelitian adalah simulasi dengan softwareETABS v.9.6.0. Gedung yang ditinjau adalah fasilitas pendidikan 3 lantai pada kondisi tanahlunak, sedang dan keras yang terletak di 5 kota dalam wilayah Kabupaten Bireuen. Hasil penelitianmenunjukkan dengan penerapan SNI gempa 1726:2012 terjadi peningkatan gaya geser dasar padastruktur gedung pendidikan, akibat peningkatan gaya geser tersebut menyebabkan momen yangterjadi pada balok semakin besar. Peningkatan terbesar terjadi pada gedung di Samalanga dan yangterkecil di Jangka pada kondisi tanah keras dan sedang, sedangkan kondisi tanah lunakpeningkatan terbesar terjadi di Matangglumpangdua dan Jangka serta yang paling kecil di Jeunieb.Peningkatan momen pada balok menyebabkan kebutuhan tulangan semakin besar. Peningkatantulangan paling besar terjadi pada gedung di Samalanga dan yang paling kecil pada gedung diJangka untuk kondisi tanah keras dan sedang, sedangkan untuk tanah lunak persentase peningkatantulangan relatif sama untuk semua kota yang ditinjau. Pengaruh yang paling besar penerapan SNI1726:2012 di Kabupaten Bireuen terjadi untuk gedung yang terletak pada kondisi tanah keras.
PERBANDINGAN KEBUTUHAN TULANGAN BALOK PADA GEDUNG UNTUK BERBAGAI KONDISI TANAH DI KABUPATEN PIDIE JAYA Suhaimi Suhaimi
VARIASI : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim Vol. 12 No. 6 (2020): Variasi, Juni 2020
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/vrs.v12i6.712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implifikasi penerapan SNI 1726:2012 terhadappeningkatan momen yang terjadi dan kebutuhan tulangan balok pada gedung yang telah dibangunsebelumnya menggunakan peraturan gempa tahun 2002 untuk berbagai kondisi tanah. Metodepenelitian adalah simulasi yang dilakukan dengan software ETABS v.9.6.0. Gedung yang ditinjauadalah fasilitas pendidikan 3 lantai pada kondisi tanah lunak, sedang dan keras yang terletak di 3kota dalam wilayah kabupaten Pidie Jaya. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitiandisimpulkan bahwa: 1) penerapan SNI gempa 1726:2012 berpengaruh terhadap percepatan gempadesain untuk bangunan gedung, momen dan kebutuhan tulangan balok; 2) peningkatan momen dankebutuhan tulangan balok untuk gedung yang berlokasi di tanah keras dan tanah sedang lebihbesar dibandingkan peningkatan pada gedung yang terletak di tanah lunak; 3) momen dankebutuhan tulangan balok gedung yang dianalisa dengan SNI 1726:2012 pada tanah lunak relatifsama untuk berbagai lokasi yang ditinjau, sedangkan pada tanah sedang dan tanah keras, momenyang terjadi pada balok dan kebutuhan tulangan berbeda untuk berbagai lokasi; dan 4) peningkatanmomen dan tulangan balok paling besar terjadi untuk gedung yang terletak di Lueng Putu danpeningkatan yang paling kecil terjadi untuk gedung di Ulee Gle.
PROBLEM HUKUM DAN PENDEKATAN DALAM PENELITIAN HUKUM NORMATIF Suhaimi Suhaimi
Jurnal Yustitia Vol 19, No 2 (2018): JURNAL YUSTITIA
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.877 KB) | DOI: 10.53712/yustitia.v19i2.477

Abstract

Artikel ini berjudul “Problem Hukum dan Pendekatan dalam Penelitian Hukum Normatif”. Judul ini sengaja penulis angkat dalam rangka untuk memperdalam khasanah keilmuan yang berkaitan dengan persoalan problem hukum yang selama ini menjadi perbincangan yang sangat aktual dalam ranah publik. Hal ini sengaja diangkat dalam rangka untuk memberikan kontribusi pemikiran dan paling tidak menjadi acuan awal tentang eksistensi hukum yang berlaku di Negara tercinta ini. Disamping itu, juga dalam tulisan ini memberikan gambaran tentang bagaimana cara atau pendekatan dalam melakukan tindakan penelitian hukum bagi para peneliti agar sedapatnya memperoleh hasil penelitian yang benar-benar objektif dan valid, tidak ada pertentangan dengan peneliti yang lain.Tulisan ini juga berisi pembahasan macam-macam pendekatan dalam melakukan penelitian hukum, terutama penelitian hukum normatif. Penelitian hukum normatif ini yang diteliti menitik beratkan pada penelitian undang-undang hukum positif. Dengan menggunakan penelitian data sekunder. Untuk itu mempelajari macam-macam pendekatan penelitian sangat diperlukan agar seorang peneliti tidak keliru dalam penelitiannya. Adapun metode dalam penyusunan tulisan ini dilakukan dengan cara mengkaji literatur-literatur yang berkaitan dengan materi metodologi penelitian hukum  yang kemudian dilakukan semacam interpretasi baik secara objektif maupun subjektif.
MERETAS SISTEM PEMERINTAHAN ISLAM DALAM LINTAS SEJARAH Suhaimi Suhaimi
Jurnal Yustitia Vol 20, No 1 (2019): JURNAL YUSTITIA
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.197 KB) | DOI: 10.53712/yustitia.v20i1.563

Abstract

Artikel ini mengusung tentang fenomena menarik berkenaan dengan sistem pemerintahan Islam yang pernah berkembang dalam sejarah kebudayaan Islam di dunia. Fokus pembahasan hanya merilis pada Daulah Islamiyah di masa Rasulullah saw., Khulafaurrasyidin, Dinasti umayyah dan Dinasti Abbasiyah. Sistem pemerintahan Islam sangat variatif dan memiliki karakteristik unik yang tidak terdapat pada sistem pemerintahan kenegaraan lainnya yang tidak bercirikan Islam. Ada yang menggunakan bentuk Teokrasi dan ada pula yang lebih menggunakan musyawarah (syuro). Sedangkan pedoman hukum yang digunakan menggunakan hukum-hukum Allah sebagaimana yang termaktub dalam al-Qur’an dan al-Sunnah.
PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA LALU LINTAS (Studi Kasus: Jalan Prof. A. Majid Ibrahim - Jalan Panglima Polem Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen) Kumita Kumita; Idayani Idayani; Romaynoor Ismy; Suhaimi Suhaimi; R. Dedi Iman Kurnia
VARIASI : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim Vol. 14 No. 3: Variasi, Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/vrs.v14i3.1515

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang memegang peranan penting dalam sektor perhubungan darat. Hambatan samping adalah aktivitas di samping jalan yang berpengaruh terhadap kinerja lalu lintas. Aktivitas pada samping jalan yang berpengaruh terhadap lalu lintas adalah pejalan kaki, kendaraan berjalan lambat, kendaraan keluar/masuk sisi jalan, kendaraan berhenti sembarangan dan parkir dibadan jalan (on street parking). Jalan Prof. A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem Kec. Kota Juang Kab. Bireuen adalah salah satu jalan sekunder di Kab. Bireuen yang mengalami kepadatan arus lalu lintas karena kapasitasnya sudah tidak mencukupi lagi dengan banyaknya kendaraan yang melaju di jalan tersebut. Permasalahan yang terjadi di Jln. Prof. A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem adalah tidak cukupnya areal parkir di jalan tersebut, sehingga banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan bahkan di badan jalan yang menyebabkan tidak maksimalnya kinerja jalan sehingga memungkinkan terjadinya kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja jalan dan pengaruh hambatan samping pada ruas jalan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada Senin, Rabu dan Sabtu selama 12 jam dimulai dari pukul 07.00 s.d 19.00 Wib. Lokasi penelitian ini adalah ruas Jln. Prof. A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem Kec. Kota Juang Kab. Bireuen. Metode penelitian ini menggunakan kajian kuantitatif untuk mencari besarnya kapasitas dan derajat kejenuhan yang mempengaruhi aktivitas Jln. Prof A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem Kec. Kota Juang Kab. Bireuen. Sedangkan, analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak microsoft excel, sedangkan perhitungan arus kendaraan dan sebagainya menggunakan metode PKJI 2014Pada Jln. Prof A. Majid Ibrahim didapatkan volume lalu lintas tertinggi terjadi pada Senin pukul 11.00 - 12.00 sebesar 554 skr/jam, hambatan samping sebesar 161 dengan kelas hambatan samping rendah (R). Untuk tingkat pelayanan pada Jln. Prof. A. Majid Ibrahim di dapatkan nilai tingkat pelayanan B dengan derajat kejenuhan 0,42. Sedangkan Jln. Panglima Polem didapatkan volume lalu lintas tertinggi pada Senin pukul 17.00 - 18.00 sebesar 774 skr/jam, hambatan samping sebesar 816 dengan kelas hambatan samping tinggi (T). Untuk tingkat pelayanan pada Jln. Panglima Polem dengan nilai derajat kejenuhan 0,64 didapatkan nilai tingkat pelayanan C.