Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP SYSTEM THINKING PESERTA DIDIK DENGAN DIFERENSIASI INTELEKTUAL PADA MATERI SISTEM IMUN KELAS XI SMAN 5 PADANG Ananda, Syifa; Fadilah, Muhyiatul; Alberida, Heffi; Fajrina, Suci
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7610

Abstract

Hasil analisis awal yang menunjukkan kurangnya kemampuan system thinking peserta didik kelas XI SMAN 5 Padang berada pada kriteria yang perlu ditingkatkan. Penerapan model PBL juga masih belum optimal dalam pembelajaran biologi. Hal ini dikarenakan guru yang cenderung belajar dengan metode ceramah. Untuk itu, perlu upaya untuk meningkatkan system thinking peserta didik melalui penerapan model PBL dalam pembelajaran serta melihat faktor IQ peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh PBL terhadap system thinking peserta didik dengan diferensiasi intelektual kelas XI SMAN 5 Padang.Jenis penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan post-test only control group design. Populasi adalah seluruh kelas XI MIPA SMAN 5 Padang tahun pelajaran 2022/2023. Sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol dan XI MIPA 7 sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penilaian system thinking berupa tes essay yang jawabannya dalam bentuk peta konsep. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test dan uji korelasi rank spearman menggunakan SPSS versi 25.Hasil penelitian system thinking pada kelas eksperimen memiliki nilai yang lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 67,27 dan kelas kontrol sebesar 54,86. Hasil analisis data pengaruh PBL terhadap system thinking peserta didik sebesar 0,000 0,05, artinya terdapat perbedaan signifikan system thinking antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian hubungan IQ dan system thinking peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan nilai koefisien korelasi IQ pada kelas eksperimen sebesar 0,446 atau 19,8% dan pada kelas kontrol sebesar 0,091 atau 0,8%. Artinya kelas yang menggunakan model PBL dalam pembelajaran biologi memberikan nilai kontribusi IQ sebesar 19,8% terhadap system thinking dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat pengaruh model PBL terhadap system thinking peserta didik dengan diferensiasi intelektual kelas XI SMAN 5 Padang.
EFEKTIVITAS BOOKLET STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN TERHDAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK FASE F SMA 2 ADABIAH PADANG Fransiska, Sherli; Syamsurizal, Syamsurizal; Fuadiyah, Sa’diatul; Fajrina, Suci; Gusti, Utari Akhir
BIOPENDIX: Jurnal Biologi, Pendidikan dan Terapan Vol 11 No 1 (2024): Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan & Terapan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biopendixvol11issue1page129-134

Abstract

Background: Booklets can be produced through development research using the 4D model which consists of define, design, develop, and disseminate stages. Utari Akhir Agusti has developed a booklet until the develop stage, so further research is needed at the disseminate stage by conducting an effectiveness test as one of the steps of the disseminate stage. Methods: This research is a quasi-experiment research with Pretest-Posttest Control Group Design. The population of this study were all students of class XI phase F SMA Adabiah 2 Padang. The sample was taken using simple random sampling technique, so that phase F2 was selected as the experimental class and phase F5 as the control class. Research data in the form of learning outcomes of students in the cognitive domain. Data collection techniques using test techniques. The research instrument is a multiple choice test that has been valid and reliable. The data obtained were analyzed using the t test. Results: Based on the results of research on the cognitive domain shows the average value of the experimental class is higher than the control class. Data analysis using paired sample test, obtained sig value (0.000) < α value (0.05). Thus it can be concluded that the booklet of the structure and function of plant tissues effectively improves the learning outcomes of phase F students of Adabiah 2 Padang High School. Conclusion: Based on the research that has been done, it can be concluded that the booklet of the structure and function of plant tissues effectively improves the learning outcomes of phase F students of Adabiah 2 Padang High School.
Enhancing Students Sustainability Literacy through a Green Economy-Based Project-Based Learning Model Mulwandani, Zahra; Fajrina, Suci; Lufri; Fadilah, Muhyiatul
Bioilmi: Jurnal Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2024): Bioilmi: Jurnal Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/bioilmi.v10i2.26439

Abstract

Sustainability literacy has emerged as a critical educational need, particularly in the context of global challenges such as climate change, natural resource management, and socio-economic issues. Despite its importance, a survey by UNESCO (2021) revealed that only 12% of students in Indonesia possess adequate sustainability literacy, indicating a significant gap in educational effectiveness. This study aims to investigate the impact of a green economy-based Project Based Learning (PjBL) model on enhancing students' sustainability literacy in biology at SMAN 1 Sungai Penuh. Employing a quasi-experimental design with a posttest-only control group, the research involved 72 high school students divided into an experimental group (36 students) and a control group (36 students). Data were collected using structured questionnaires to assess sustainability literacy before and after the intervention. The results demonstrated a significant improvement in the experimental group, with an average post-test score of 82.5 (SD = 5.1) compared to 65.3 (SD = 4.8) in the control group. Statistical analysis using a t-test confirmed the significance of these findings (t = 5.67, p < 0.01). The study concludes that implementing the green economy-based PjBL model effectively enhances students' understanding of sustainability concepts and promotes active engagement in learning, providing valuable insights for curriculum development focused on sustainability literacy. 
INITIAL EVALUATION OF THE RISKS OF CHILD WELFARE INVOLVEMENT FOR PREVENTIVE MEASURES Fajrina, Suci; Lufri, Lufri; Evhan Nisa, Sandra; Putri, Ayu Melisa
JURNAL EDUSCIENCE Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Nigeria, Korea, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v11i2.6149

Abstract

Untuk mencegah keterlibatan anak dalam sistem kesejahteraan dengan segera melibatkan keluarga ke intervensi preventif, penting untuk mengidentifikasi risiko keterlibatan ini di masyarakat umum sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor demografi, sosial ekonomi, dan riwayat kriminal yang terkait dengan keterlibatan anak dalam sistem kesejahteraan. Kami mengumpulkan data antropometri dari 120.641 anak berusia di bawah 15 tahun serta data dari orang tua mereka (81.453 ibu dan 68.202 ayah) melalui Badan Pusat Statistik. Keterlibatan anak dalam kesejahteraan mencakup perintah pengawasan, perwalian yang ditetapkan pengadilan, atau penempatan di luar rumah yang dimulai dalam satu tahun setelah penilaian faktor risiko. Validitas prediktif keterlibatan ini dinilai dengan menghitung nilai AUC untuk setiap faktor risiko. Kami mengembangkan algoritma prediktif berbasis pohon keputusan dan melakukan validasi dengan menggunakan sampel terpisah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu tahun setelah penilaian, keterlibatan anak dalam sistem kesejahteraan dapat diprediksi secara akurat dengan kombinasi faktor-faktor tertentu pada tingkat individu. Risiko ini meningkat secara signifikan dengan bertambahnya jumlah faktor risiko. Anak-anak yang memiliki empat atau lebih faktor risiko memiliki peluang sepuluh kali lipat untuk terlibat dalam sistem kesejahteraan anak, sementara enam atau lebih faktor risiko meningkatkan risiko ini hingga 21 kali lipat dibandingkan dengan anak-anak tanpa faktor risiko. Semakin banyak faktor risiko yang terakumulasi, model prediktif menunjukkan peningkatan kemungkinan keterlibatan dalam sistem kesejahteraan anak. Nilai AUC yang tinggi dalam model prediktif dan akumulasi faktor risiko ini dapat membantu praktisi memperkirakan kebutuhan untuk merujuk keluarga ke intervensi pencegahan secara tepat waktu
ANALISIS RESPON PESERTA DIDIK TERHADAP PENERAPAN MODEL PBL BERBANTUAN VIDEO ANIMASI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI FASE F SMAN 1 SUNGAI PENUH Nadila, Ainatul; Fajrina, Suci; Fadilah, Muhyiatul; Rahmi, Fitri Olvia
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v4i2.1355

Abstract

Pembelajaran Biologi memegang peranan penting dalam membentuk pemahaman konsep dasar kehidupan akan tetapi sering dianggap sulit, kurang menarik dan membosankan oleh peserta didik karena materinya sifat abstrak. Untuk mengatasi kesulitan ini digunakan model Problem Based Learning (PBL) yang efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik. Integrasi PBL dengan media pembelajaran seperti video animasi dapat meningkatkan pembelajaran biologi. Analisis respon peserta didik terhadap pembelajaran ini penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memungkinkan guru untuk menilai dan mengoptimalkan metode pembelajaran guna meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan populasi peserta didik kelas XI SMA N 1 Sungai Penuh, dan menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan 154 sampel. Data dikumpulkan melalui angket tertutup sebanyak 22 pertanyaan dan dianalisis dengan metode kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan respon positif terhadap model PBL berbantuan video animasi dengan persentase rata-rata 72,6% pada dimensi kognitif, afektif, dan konatif.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BIOLOGI TERINTEGRASI NILAI KEISLAMAN PADA SISWA MAN Husna, Misrayatul; Fitri, Ramadhani; Fajrina, Suci
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um052v15i1p79-88

Abstract

Asbtrak. Dunia pendidikan sangat mempengaruhi prilaku seseorang pola pendidikan di Indonesia terlalu mengedepankan kecerdasan intektual dan materialisme dan mengabaikan kecerdasan emosional dan spiritual. Ilmu biologi perlu dipahami dan dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari dengan melihat secara nyata pada alam sekitar. Pengamatan terhadap alam sekitar merupakan suatu kegiatan yang perlu dilakukan oleh seorang yang beragama. Dengan memperhatikan alam sekitar berarti seseorang sedang memperhatikan keteraturan ciptaan tuhan atau memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Tujuan penelitian ini adalah agar dihasilkannnya modul pembelajaran biologi materi terintegrasi nilai keislaman yang layak digunakan, memenuhi kebutuhan pendidik dalam menyajikan bahan ajar dan kebutuhan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran dengan modul yang efektif untuk digunakan, serta membentuk karakter peserta didik MAN, agar menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia, berjiwa sosial tinggi, berilmu pengetahuan, serta menjadi pribadi yang terampil. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Review artikel. Data diperoleh dari hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Sumber data dari penelitian ini diambil dari hasil pencarian pada Google Scholar dan Google Books dengan kata kunci “Pengembangan Modul”, “Terintegrasi Nilai Keislaman”, “Pengaruh Modul Terintegrasi Nilai Keislaman”. Referensi yang akan diambil dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Berdasarkan hasil review terhadap beberapa artikel dan berdasarkan data hasil penelitian dari peneliti terdahulu, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran terintegrasi nilai keislaman layak untuk di gunakan. Beberapa data hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang digunakan layak digunakan dilihat dari respon peserta didik terhadap modul, kepraktisan modul, pengaruh modul terhadap karakter maupun kemampuan afektif siswa, serta pengaruh modul terhadap kemampuan kogntif siswa. Modul pembelajaran biologi terintegrasi nilai keislaman perlu untuk terus dikembangkan agar dapat digunakan secara optimal oleh peserta didik. Modul dapat dibuat dengan cara lebih kreatif agar dapat menarik perhatian siswa. Modul yang terintegrasi nilai keislaman perlu didukung oleh penyajian materi yang mudah dipahami, desain yang menarik, dan unsur-unsur lainnya yang dapat menjadikan modul disenangi oleh peserta didik. Abstract. The world of education greatly influences a person's behavior. The pattern of education in Indonesia is too immersed in intellectual intelligence and materialism and ignores emotional and spiritual intelligence. Biology needs to be understood and related to everyday life by seeing the real world around us. Observation of the natural surroundings is an activity that needs to be carried out by a religious person. Paying attention to the natural surroundings means that someone is paying attention to the orderliness of God's creation or paying attention to the signs of Allah's power. The purpose of this research is to produce biology learning modules integrated with Islamic values that are suitable for use, meet the needs of educators in presenting learning materials and the needs of students in understanding learning materials with effective modules to use, as well as shape the character of MAN students, so that they become the next generation who having noble character, high social spirit, knowledgeable, and being a tough individual. The research method used is the article review method. Data obtained from the results of previous studies that are relevant to the research objectives to be achieved. The data source for this research was taken from search results on Google Scholar and Google Books with the keywords "Module development”, “Integrated Islamic Values”, “The Influence of Integrated Islamic Values Modules”. References to be taken are selected based on inclusion and exclusion criteria. Based on the results of a review of several articles and based on research data from previous researchers, it can be concluded that the Islamic values integrated learning module is feasible to use. Some of the research data shows that the module used is feasible to use seen from the students' responses to the module, the practicality module, the effect of the module on students' character and affective abilities, and the effect of the module on students' cognitive abilities. Biology learning modules integrated with Islamic values need to be continuously developed so that they can be used optimally by students. Modules can be made in a more creative way in order to attract students' attention. Modules that integrate Islamic values need to be supported by easy-to-understand presentation of material, attractive designs, and other elements that can make the modules liked by students.
Development of Garuda Mas Tourism Object Based on Educational Tourism in Agam Regency, West Sumatera Arsih, Fitri; Fajrina, Suci; Syafrini, Delmira; Yuanda, Tazkiyah; Salsabila, Ghina
Pelita Eksakta Vol 7 No 2 (2024): Pelita Eksakta, Vol. 7, No. 2
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pelitaeksakta/vol7-iss2/255

Abstract

Community training in developing educational tourism is a strategic effort to combine aspects of education and tourism to create an interactive and enjoyable learning experience. Garuda Mas is one of the tourist attractions in Nagari Manggopoh, Lubuk Basung District, Agam Regency, West Sumatra Province. This tourist attraction has the potential to be developed into educational tourism. However, the development of this educational tourism object is faced with various obstacles that need to be overcome, such as the unavailability of human resources. The development of tourist attractions that provide interesting learning experiences requires a fairly large investment, including the provision of quality educational content and training for staff who will become education facilitators. Another obstacle is the lack of understanding or support from the local community regarding the importance of educational tourism. The purpose of this community partnership program is to provide training to tourism awareness groups at the Garuda Mas Tourist Attraction in an effort to develop it into an educational tourism-based tourist attraction. The implementation method for developing the Garuda Mas tourist attraction based on educational tourism used is Oriented-Project Planning (OPP). Based on the results, it can be seen that the training on the development of Garuda Mas Tourism Objects based on educational tourism in Agam Regency, West Sumatra Province was able to increase participants' knowledge about the concept of educational tourism, development and management of educational tourism.
Analisis Literasi Keberlanjutan Peserta Didik Fase E SMA Negeri 2 Padang pada Materi Keanekaragaman Hayati Sani, Anindita Fildzah; Fajrina, Suci; Ardi, Ardi; Selaras, Ganda Hijrah
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Februari 2025
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v5i01.1246

Abstract

Literasi keberlanjutan menjadi salah satu keterampilan penting abad ke-21, khususnya dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Literasi keberlanjutan merupakan  kemampuan yang penting dimiliki oleh peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi masalah yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa soal tes literasi keberlanjutan. Data dianalisis untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami, menganalisis, dan mengambil keputusan terkait isu keberlanjutan pada keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi keberlanjutan peserta didik fase E di SMA Negeri 2 Padang pada materi keanekaragaman hayati melalui tiga aspek utama, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan pola pikir. Penelitian dilakukan pada peserta didik Fase E sebanyak 90 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor tingkat literasi keberlanjutan peserta didik Fase E SMA Negeri 2 Padang sebesar 51,11 dengan kategori sangat rendah. Skor masing-masing aspek literasi keberlanjutan yaitu aspek pengetahuan 56,69 (rendah), aspek keterampilan memiliki skor 48,02 (sangat rendah) dan aspek pola pikir 42,44 (sangat rendah).
Perbandingan Hasil Belajar Peserta Didik Antara Penerapan Model Teams Games Tournament (TGT) Dengan Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Perubahan Lingkungan Di Kelas X MAN 3 Kota Padang walyafi, delvina; Ardi; Syamsurizal; Fajrina, Suci
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1, Agustus 2024 - Februari 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i1.4357

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar, peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran, masih terfokus pada guru, dan peserta didik sulit memahami konsep pada materi pembelajaran biologi. Tujuan peneltian untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan Team Game Tournament (TGT) dan model Problem Based Learning (PBL) pada materi perubahan lingkungan. Penelitian ini termasuk eksperimen semu/quasi exsperimental dengan desain Randomized Control-Group Pretest-Posttest Design. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas eksperimen I (X.7) dengan 35 peserta didik dan kelas eksperimen II (X.2) dengan 37 peserta didik. Instrumen yang digunakan yaitu tes dengan analisis data menggunakan uji hipotesis dengan uji Independent Sample T-Test dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai selisih antara posttest dan pretest yaitu α = 0,05 lebih besar daripada Sig (2-tailed) atau (0,05 > 0,006) Artinya H0 ditolak. Dengan demikian berarti terdapat perbedaan yang berarti hasil belajar peserta didik antara penerapan model pembelajaran TGT dengan PBL dimana berdasarkan nilai N-Gain ditemukan bahwa kelas eksperimen I yaitu, 24,55% lebih baik dari pada kelas eksperimen II yaitu, 11,1% pada materi perubahan lingkungan di MAN 3 Padang.
PROFIL KESADARAN KEBERLANJUTAN (SUSTAINABILITY CONSCIOUSNESS) PADA SISWA SMA Kelfina, Vidia; Fuadiyah, Sa’diatul; Fajrina, Suci; Rahmatika, Helsa
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 no 2 periode februari - september 2025 ( continues)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i2.6158

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) have definitions and principles that combine social, economic, and environmental aspects. Achieving SDGs requires a change in mindset and action called sustainability consciousness. In learning, teachers have linked SDGs with materials and projects related to sustainable development. However, students' concern for the environment is still low, so their level of sustainability consciousness is unknown. This study aims to analyze the profile of sustainability consciousness of high school students. This study is a descriptive type of research with quantitative methods. Data were collected through a questionnaire adapted from Gericke et al. (2019), consisting of 18 statements representing two indicators of sustainability consciousness, namely knowledge and attitude, covering three dimensions of SDGs including environment, social, and economy. Data analysis was carried out descriptively by grouping, tabulating, presenting, and calculating data. The results showed that the profile of sustainability consciousness of high school students was in the high category, with an average percentage of 76.38%. The knowledge aspect reached 76.38% and the attitude aspect 76.39%, both of which were in the high category. This shows that students have understood the concept of sustainability awareness and have begun to apply it in their daily lives.