Claim Missing Document
Check
Articles

دراسة نقدية للتفسير العلمي في العصر الحديث: A Critical Study of Contemporary Scientific Exegesis Gampang Dadiyono; Achmad Abubakar; Muhammad Yusuf
البصيرة: مجلة الدراسات الإسلامية Vol. 5 No. 2 (2024): البصيرة: مجلة الدراسات الإسلامية
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bashirah.v5i2.1776

Abstract

The significance of this research lies in its focus on contemporary scientific exegesis, which addresses the stance of modern scholars on this method of interpretation, particularly those who oppose it. The research aims to clarify doubts, provide accurate information to those who are confused on the matter, and present a clear, comprehensive, and accessible explanation, enabling thinkers to reflect and adopt the most appropriate stance—one that leans toward what is beneficial for them and others, and that is pleasing to the Lord of all worlds. The researcher uses inductive, analytical, and critical approaches. Among the findings are: the method of scientific exegesis must be approached with caution, and its steps should be carefully considered. The moderate view on this method is that it is permissible, but only when conditions are met to ensure that the interpretation is valid and acceptable. It is neither absolutely rejected nor accepted without reservations. Scientific exegesis should avoid excessive claims, and the apparent meaning of the text should not be diverted to another meaning unless absolutely necessary—such as when the literal meaning is impossible to accept.
Science of Rasm Al-Qur'an: Analysis of Developments in the Digital Era Andi Darmawansyah Sayuti; Achmad Abubakar; Abdul Ghany
Tilawah: Journal of Al-Qur'an Studies Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/tilawah.v1i2.10

Abstract

The science of Rasm Al-Qur'an is a discipline that discusses the rules of writing the Qur'an that were established during the time of Uthman bin Affan, known as Rasm Utsmani. These rules have been a guideline in writing and reading the Qur'anic manuscripts for centuries, maintaining the integrity of the Qur'anic text. In recent decades, technological developments have brought significant changes in the science of the Qur'an and its interpretation. Digitization and technology have revolutionized the way the Qur'anic manuscripts are written, reproduced, and distributed, making it easier to learn Rasm Al-Qur'an without time limits. This study aims to analyze the development of the science of Rasm Al-Qur'an in the modern era, both theoretically and practically, and to see how this science adapts to technological advances and the needs of contemporary Muslims. The method used is library research, which collects and analyzes data from various sources. The results of this study indicate that digitization not only facilitates ancient manuscripts and standardization of the Qur'anic text. The digital Al-Quran application offers various features that enrich the learning experience, increase people's understanding and interest in studying the science of Rasm Al-Quran.
Wudhu dalam Tinjauan Islam, Kesehatan Jasmani dan Psikis Saleh Mursyid Djuddah; Achmad Abubakar; Muhsin Mahfudz
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i1.44461

Abstract

Artikel ini membahas tentang wudhu dalam Islam berdasarkan perspektif kesehatan jasmani dan psikis. Dalam artikel ini terdapat beberapa hal penting yang akan menjadi inti bahasan yaitu, wudhu perspektif Islam, manfaat wudhu perspektif kesehatan jasmani dan kesehatan psikis. Oleh karena itu maka perlu kiranya menjelaskan hal-hal tersebut agar tidak menimbulkan kekeliruan dan kesalahpaman. Pengkajian masalah ini dilakukan dengan cara melakukan kajian pustaka dengan pendekatan ilmu kesehatan berkaitan dengan manfaat wudhu. Maka kesimpulannya adalah dalam Islam, wudhu memiliki keutamaan dicintai Allah swt., mengangkat drajat seseorang. Adapun dalam aspek kesehatan jasmani, wudhu memiliki banyak manfaat, yaitu mengeluarkan racun dalam tubuh, merelaksasi tubuh, menstimulus syaraf, mencegah sakit gigi dan gusi, terhindar dari penyakit kulit dan kanker kulit. Sedangkan dalam aspek kesehatan psikis, wudhu memiliki manfaat, yaitu mereduksi rasa marah, meningkatkan kosentrasi dan relaksasi jiwa, mereduksi reaksi stress.
WAWASAN AL-QUR’AN TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA IMPLIKASI TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI DALAM KELUARGA Buhungo, Ruwiah Abdullah; Achmad Abubakar; Mardan
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara tematik ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan kekerasan dalam rumah tangga serta menganalisis implikasinya terhadap pembentukan pendidikan karakter Islami dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir maudhu‘i (tematik) yang menelusuri ayat-ayat relevan seperti Q.S. al-Nisā’ [4]:19, al-Rūm [30]:21, dan al-Mā’idah [5]:8. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dari kitab tafsir klasik dan kontemporer serta literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikologis, dengan menegaskan nilai rahmah (kasih sayang), ‘adl (keadilan), dan mu‘āsyarah bil ma‘rūf (pergaulan yang baik) sebagai fondasi relasi keluarga. Kekerasan dalam rumah tangga dipandang bukan sekadar persoalan sosial, tetapi kegagalan dalam pendidikan moral dan spiritual. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki tanggung jawab epistemologis untuk membangun kesadaran nilai dan menanamkan budaya non-kekerasan dalam keluarga. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keluarga Qur’ani adalah entitas pendidikan pertama yang harus mencerminkan nilai kasih, kesetaraan, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Dengan demikian, pendidikan karakter Islami berbasis Al-Qur’an tidak hanya berfungsi membentuk individu berakhlak, tetapi juga menjadi sarana pencegahan kekerasan dalam rumah tangga melalui penanaman spiritualitas, dialog, dan keteladanan. Kata kunci: Wawasan Al-Qur’an, Kekerasan Rumah Tangga, Pendidikan Karakter Islami
GREEN QUR’ANIC HERMENEUTICS AS A NEW PARADIGM OF ECOLOGICAL EXEGESIS IN THE CONTEXT OF SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) Muhammad Radiyal; Achmad Abubakar; Sohrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 2 (2025): Tafsir, Hadis, Syariah, Ekonomi Islam
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v13i2.62167

Abstract

This study explores the intersection between Qur’anic interpretation and the global sustainability agenda through the framework of Green Qur’anic Hermeneutics. By re-examining the revelation within the moral horizon of the Sustainable Development Goals (SDGs), this research seeks to demonstrate that the Qur’an not only provides theological foundations for ecological ethics but also offers a comprehensive spiritual framework for environmental sustainability. Employing a qualitative and interpretive method, the study conducts a thematic analysis (tafsīr mawḍū’ī) on selected verses related to environmental balance (mīzān), corruption on earth (fasād fī al-arḍ), stewardship (khilāfah), and moderation (wasatiyyah). These concepts are contextualized within SDG pillars such as clean water, climate action, sustainable consumption, and life on land. The findings reveal that the Qur’anic ecological discourse anticipates modern sustainability paradigms by emphasizing moral restraint, accountability, and the unity of creation under divine order. Moreover, the integration of hermeneutical reflection and environmental ethics provides a new epistemological orientation for Islamic scholarship: from textual exegesis toward eco-ethical praxis. The study concludes that Green Qur’anic Hermeneutics contributes not only to the development of Islamic eco-theology but also to the global effort in realizing SDG principles through faith-based ecological awareness. This approach strengthens the dialogue between religion and environmental science, positioning the Qur’an as a living guide for sustainable civilization.
Al-Qur'an, Human Rights, and Pluralism: Answering the Challenge of Religious Freedom in the Modern World Surahman S; Achmad Abubakar; Rahmi Damis
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiga pilar utama yang berfungsi untuk mewujudkan keharmonisan di tengah masyarakat global yang semakin kompleks adalah Al-Qur’an, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Pluralisme. Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yang mengadopsi metode penelitian kepustakaan (library research). Kebebasan beragama menjadi masalah penting di zaman sekarang dan seringkali berada di persimpangan antara tradisi dan dinamika sosial modern. Tulisan ini memeriksa bagaimana nilai-nilai Islam berhubungan dengan hak asasi manusia, dengan penekanan khusus pada bagaimana Islam dapat menawarkan cara unik untuk mendukung pluralisme sambil mempertahankan esensi ajarannya. Kajian ini bertujuan untuk menjawab tantangan yang dihadapi kebebasan beragama melalui lensa Islam yang inklusif, menggunakan analisis historis, perspektif teologis, dan konteks global. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai universal Islam dapat digunakan untuk mendorong keadilan, toleransi, dan penghormatan terhadap keragaman keyakinan jika dipahami secara kontekstual. Paradigma dialogis diusulkan sebagai solusi untuk menjembatani. Kata kunci: Al-Qur’an, Hak Asasi Manusia (HAM), Kebebasan beragama.
Pemahaman Pendidikan Dalam Surah Madaniyah: Analisis QS. Mujaadalah Ayat 11 Berdasarkan Karakteristik Makkiyah Dan Madaniyah Andi Rafiqah Rahmah; Achmad Abubakar; Hamka Ilyas
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7620

Abstract

Pendidikan dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat penting, tidak hanya sebagai sarana untuk mencapai kesuksesan duniawi tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Surah al-Mujaadalah ayat 11, yang diturunkan di Madinah, mengandung pesan penting terkait pendidikan, yaitu penghormatan terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter. Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya di sisi Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam QS. al-Mujaadalah ayat 11, dengan mempertimbangkan karakteristik surah Makkiah dan Madaniyah, serta implikasinya dalam praktik pendidikan modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, yang mencakup analisis teks Al-Qur'an, tafsir, dan jurnal terkait pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dalam Islam, seperti yang dijelaskan dalam QS. al-Mujaadalah ayat 11, harus mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai moral dan etika. Pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan individu yang cerdas tetapi juga berbudi pekerti luhur. Implikasi dari pemahaman ini dalam pendidikan modern adalah perlunya pengembangan kurikulum yang mengutamakan integrasi antara pengetahuan dan karakter, penerapan teknologi dalam pendidikan yang beretika, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan dialogis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam yang relevan dan aplikatif di era modern.
Dampak Munasabah Ayat Terhadap Pemahaman Etika Dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah Dian Maharani Rusli; Achmad Abubakar; Hamka Ilyas
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis munasabah ayat dalam Surah Al-Baqarah dan implikasinya terhadap etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Surah Al-Baqarah, sebagai surah terpanjang dalam Al-Baqarah, sebagai surah terpanjang dalam Al-Qur’an, mengandung berbagai tema yang saling berkaitan, termasuk keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan analisis kualitatif, penelitian ini menggali keterkaitan antar ayat dan bagaimana konteks historis serta sosial memengaruhi pemahaman umat muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munasabah ayat tidak hanya memperkuat pemahaman terhadap ajaran Al-Quran, tetapi juga menawarkan panduan praktis dalam menghadapi tantangan moral di era modern. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemahaman etika dalam Islam dan relevansinya dalam konteks kontemporer, serta memperkuat posisi surah Al-Baqarah sebagai pedoman moral yang universal. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan etika dalam Islam dan relevansinya dalam masyarakat saat ini, surah ini menyajikan berbagai prinsip etika yang meliputi keadilan, kebenaran, amanah, serta tanggung jawab sosial, yang penting untuk menciptakan kehidupan yang adil dan harmonis. Melalui ayat-ayat seperti larangan riba, kewajiban bersedekah, dan pengajaran mengenai kejujuran serta amanah, Al-Qur’an menekankan pentingnya menjaga hubungan yang baik antara manusia, Allah, dan alam semesta.
Penerapan Kaidah Majaz Mursal dalam Al-Qur’an: (Kajian Balagah mengetahui Struktur dan Fungsinya dalam Penafsiran al-Qur’an) Jannah, Raudatul; Achmad Abubakar; Muhammad Irham; Anggun Puspita Ningrum; Sri Virnawati
Al-Aqwam: Jurnal Studi Al-Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2025): Online Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/alaqwam.v4i1.2291

Abstract

This article aims to analyze the interpretation of the Qur’an using the language style of majaz, especially in majaz mursal. Because the language style of majaz influences, expands the meaning of the word arrangement in the Qur’an and the understanding of the meaning desired by Allah swt, has implications for translation and interpretation, several verses of the Qur’an are interesting both in terms of sentence composition and rhetoric (balaghiyyah) this study uses a descriptive method of analysis of majaz mursal in verses of the Qur'an, both in different contexts and themes. This study uses methods from qualitative data sources. This application shows the richness of language and depth of thought in sacred texts, and invites people to better understand Islamic teachings holistically.
Konsep Hutang Piutang dalam Ekonomi Islam : Kajian Qs. Al-Baqarah Ayat 282 dalam Perspektif Tafsir Al-Qur’an Al-Azhim Karya Ibnu Katsir Samsidar; Syamsurianto; Achmad Abubakar; Halimah Basri; Muh. Azka Fazaka Rifa’i
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 4 No. 1 (2024): VISA: Journal of Vision and Ideas
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v4i1.1482

Abstract

Debt is a transaction in which two people voluntarily give money to another person and then return it to them in the same way. This study aims to determine how Ibnu Katsir views the concept of accounts payable and receivable from an Islamic economic perspective. Although we know that debts and receivables are permitted, Islam advises its followers to avoid debts as much as possible, regardless of whether they can afford to buy something with cash or not when they are in limited economic conditions. Because debt is always a heavy burden and threatens morality. Rasulullah saw. once refused to pray for the body of someone who owed a lot of debt to his family and did not have the means to pay it. As explained in the Koran, recording or writing is the first step in debt and receivable transactions. This research uses library research methods with an interpretive science approach using the tahlili method. The results of this research show that people who owe money are obliged to tell the clerk about the debt they admit because they are worried that there will be fraud against those who owe it. If it is a buying and selling transaction, it is permissible not to record or write down the transaction. Furthermore, there is a need for fair witnesses. In terms of testimony, Ibnu Katsir stated that being a witness is fardlu kifayah or not mandatory for the person concerned unless there is another person who can replace his position