Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Ayat Al-Qur'an tentang Kemiskinan: Kajian Tafsir Tematik Q.S. al-Żāriyāt Ayat 19: The Analysis of Quranic Verses on Poverty: A Thematic Tafsir Study of Surah al-Żāriyāt Verse 19 Ihwan Wahid Minu; Achmad Abubakar; Sohrah, Sohrah
AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. 4 No. 2 (2025): AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/qiblah.v4i2.2069

Abstract

This study aims to find out how Q.S. al-Żāriyāt verse 19 describes the condition of poverty in the perspective of Islam, to find out what the relationship is between this verse and the principles of welfare in the perspective of thematic interpretation, and to find out how Islam's solution to poverty is reflected in Q.S. al-Żāriyāt verse 19. This research is a library research. The results of this study are that Q.S. al-Żāriyāt verse 19 describes poverty in Islam as a condition that not only involves material deficiencies, but is also related to social, moral, and spiritual aspects. In the thematic interpretation of Q.S. al-Żāriyāt verse 19, the principles of welfare in Islam contained in this verse emphasize the importance of attention to those who do not beg, and the fulfillment of the rights of the poor as part of a greater social responsibility. In Q.S. al-Żāriyāt verse 19, there is an emphasis on paying attention to two types of poverty, namely those who beg and those who do not beg. Islam emphasizes the obligation to provide assistance to both, by maintaining their honor and paying attention to their overall welfare and offering solutions to create equitable prosperity in society.
دراسة نقدية للتفسير العلمي في العصر الحديث: A Critical Study of Contemporary Scientific Exegesis Gampang Dadiyono; Achmad Abubakar; Muhammad Yusuf
البصيرة: مجلة الدراسات الإسلامية Vol. 5 No. 2 (2024): البصيرة: مجلة الدراسات الإسلامية
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M), Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/bashirah.v5i2.1776

Abstract

The significance of this research lies in its focus on contemporary scientific exegesis, which addresses the stance of modern scholars on this method of interpretation, particularly those who oppose it. The research aims to clarify doubts, provide accurate information to those who are confused on the matter, and present a clear, comprehensive, and accessible explanation, enabling thinkers to reflect and adopt the most appropriate stance—one that leans toward what is beneficial for them and others, and that is pleasing to the Lord of all worlds. The researcher uses inductive, analytical, and critical approaches. Among the findings are: the method of scientific exegesis must be approached with caution, and its steps should be carefully considered. The moderate view on this method is that it is permissible, but only when conditions are met to ensure that the interpretation is valid and acceptable. It is neither absolutely rejected nor accepted without reservations. Scientific exegesis should avoid excessive claims, and the apparent meaning of the text should not be diverted to another meaning unless absolutely necessary—such as when the literal meaning is impossible to accept.
Science of Rasm Al-Qur'an: Analysis of Developments in the Digital Era Andi Darmawansyah Sayuti; Achmad Abubakar; Abdul Ghany
Tilawah: Journal of Al-Qur'an Studies Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/tilawah.v1i2.10

Abstract

The science of Rasm Al-Qur'an is a discipline that discusses the rules of writing the Qur'an that were established during the time of Uthman bin Affan, known as Rasm Utsmani. These rules have been a guideline in writing and reading the Qur'anic manuscripts for centuries, maintaining the integrity of the Qur'anic text. In recent decades, technological developments have brought significant changes in the science of the Qur'an and its interpretation. Digitization and technology have revolutionized the way the Qur'anic manuscripts are written, reproduced, and distributed, making it easier to learn Rasm Al-Qur'an without time limits. This study aims to analyze the development of the science of Rasm Al-Qur'an in the modern era, both theoretically and practically, and to see how this science adapts to technological advances and the needs of contemporary Muslims. The method used is library research, which collects and analyzes data from various sources. The results of this study indicate that digitization not only facilitates ancient manuscripts and standardization of the Qur'anic text. The digital Al-Quran application offers various features that enrich the learning experience, increase people's understanding and interest in studying the science of Rasm Al-Quran.
Wudhu dalam Tinjauan Islam, Kesehatan Jasmani dan Psikis Saleh Mursyid Djuddah; Achmad Abubakar; Muhsin Mahfudz
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 26 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v26i1.44461

Abstract

Artikel ini membahas tentang wudhu dalam Islam berdasarkan perspektif kesehatan jasmani dan psikis. Dalam artikel ini terdapat beberapa hal penting yang akan menjadi inti bahasan yaitu, wudhu perspektif Islam, manfaat wudhu perspektif kesehatan jasmani dan kesehatan psikis. Oleh karena itu maka perlu kiranya menjelaskan hal-hal tersebut agar tidak menimbulkan kekeliruan dan kesalahpaman. Pengkajian masalah ini dilakukan dengan cara melakukan kajian pustaka dengan pendekatan ilmu kesehatan berkaitan dengan manfaat wudhu. Maka kesimpulannya adalah dalam Islam, wudhu memiliki keutamaan dicintai Allah swt., mengangkat drajat seseorang. Adapun dalam aspek kesehatan jasmani, wudhu memiliki banyak manfaat, yaitu mengeluarkan racun dalam tubuh, merelaksasi tubuh, menstimulus syaraf, mencegah sakit gigi dan gusi, terhindar dari penyakit kulit dan kanker kulit. Sedangkan dalam aspek kesehatan psikis, wudhu memiliki manfaat, yaitu mereduksi rasa marah, meningkatkan kosentrasi dan relaksasi jiwa, mereduksi reaksi stress.
WAWASAN AL-QUR’AN TENTANG KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA IMPLIKASI TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI DALAM KELUARGA Buhungo, Ruwiah Abdullah; Achmad Abubakar; Mardan
Irfani Vol. 21 No. 3 (2025): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v21i3.6968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara tematik ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan kekerasan dalam rumah tangga serta menganalisis implikasinya terhadap pembentukan pendidikan karakter Islami dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir maudhu‘i (tematik) yang menelusuri ayat-ayat relevan seperti Q.S. al-Nisā’ [4]:19, al-Rūm [30]:21, dan al-Mā’idah [5]:8. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dari kitab tafsir klasik dan kontemporer serta literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikologis, dengan menegaskan nilai rahmah (kasih sayang), ‘adl (keadilan), dan mu‘āsyarah bil ma‘rūf (pergaulan yang baik) sebagai fondasi relasi keluarga. Kekerasan dalam rumah tangga dipandang bukan sekadar persoalan sosial, tetapi kegagalan dalam pendidikan moral dan spiritual. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki tanggung jawab epistemologis untuk membangun kesadaran nilai dan menanamkan budaya non-kekerasan dalam keluarga. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keluarga Qur’ani adalah entitas pendidikan pertama yang harus mencerminkan nilai kasih, kesetaraan, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Dengan demikian, pendidikan karakter Islami berbasis Al-Qur’an tidak hanya berfungsi membentuk individu berakhlak, tetapi juga menjadi sarana pencegahan kekerasan dalam rumah tangga melalui penanaman spiritualitas, dialog, dan keteladanan. Kata kunci: Wawasan Al-Qur’an, Kekerasan Rumah Tangga, Pendidikan Karakter Islami
GREEN QUR’ANIC HERMENEUTICS AS A NEW PARADIGM OF ECOLOGICAL EXEGESIS IN THE CONTEXT OF SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) Muhammad Radiyal; Achmad Abubakar; Sohrah
Jurnal Diskursus Islam Vol 13 No 2 (2025): Tafsir, Hadis, Syariah, Ekonomi Islam
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the intersection between Qur’anic interpretation and the global sustainability agenda through the framework of Green Qur’anic Hermeneutics. By re-examining the revelation within the moral horizon of the Sustainable Development Goals (SDGs), this research seeks to demonstrate that the Qur’an not only provides theological foundations for ecological ethics but also offers a comprehensive spiritual framework for environmental sustainability. Employing a qualitative and interpretive method, the study conducts a thematic analysis (tafsīr mawḍū’ī) on selected verses related to environmental balance (mīzān), corruption on earth (fasād fī al-arḍ), stewardship (khilāfah), and moderation (wasatiyyah). These concepts are contextualized within SDG pillars such as clean water, climate action, sustainable consumption, and life on land. The findings reveal that the Qur’anic ecological discourse anticipates modern sustainability paradigms by emphasizing moral restraint, accountability, and the unity of creation under divine order. Moreover, the integration of hermeneutical reflection and environmental ethics provides a new epistemological orientation for Islamic scholarship: from textual exegesis toward eco-ethical praxis. The study concludes that Green Qur’anic Hermeneutics contributes not only to the development of Islamic eco-theology but also to the global effort in realizing SDG principles through faith-based ecological awareness. This approach strengthens the dialogue between religion and environmental science, positioning the Qur’an as a living guide for sustainable civilization.
QUR’ANIC VALUES AS THE FOUNDATION OF ISLAMIC WORK ETHIC: A THEMATIC STUDY ON THE CONCEPTS OF ‘AMAL, AMANAH, AND ISTIQĀMAH Ahmad M. Latief; Achmad Abubakar; Mardan
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 13 No 3 (2025): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v13i3.7033

Abstract

This study aims to examine the Qur’anic perspective on work ethics, focusing on three core values: amanah (trust and responsibility), istiqāmah (consistency), and ikhlāṣ (sincerity). Using a thematic exegesis (tafsīr maudhu‘ī) approach combined with a comprehensive literature review, this research identifies Qur’anic verses related to work (‘amal) and contextualizes them within contemporary discussions on the Islamic Work Ethic (IWE). The findings reveal that, in Islam, work is regarded as an integral form of worship that must be carried out with honesty, consistency, and moral integrity. The value of amanah plays a central role in fostering trust and loyalty within organizations, while istiqāmah ensures the sustainability of ethical conduct, and ikhlāṣ instills a transcendental motivation that elevates professional dedication beyond material goals. Furthermore, the study demonstrates that the application of Qur’anic values in professional and educational settings can enhance productivity, job satisfaction, and the development of an ethical and healthy organizational culture. Overall, the study concludes that the Qur’anic work ethic remains profoundly relevant in addressing the professional and moral challenges of the contemporary global era.
Al-Qur'an, Human Rights, and Pluralism: Answering the Challenge of Religious Freedom in the Modern World Surahman S; Achmad Abubakar; Rahmi Damis
Kalam Al Gazali: Education and Islamic Studies Journal Vol 2 No 1 (2025): Education and Islamic Studies Journal (Februari-September)
Publisher : LPPM STAI AL GAZALI BARRU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20241/m0rnby70

Abstract

Tiga pilar utama yang berfungsi untuk mewujudkan keharmonisan di tengah masyarakat global yang semakin kompleks adalah Al-Qur’an, Hak Asasi Manusia (HAM), dan Pluralisme. Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif yang mengadopsi metode penelitian kepustakaan (library research). Kebebasan beragama menjadi masalah penting di zaman sekarang dan seringkali berada di persimpangan antara tradisi dan dinamika sosial modern. Tulisan ini memeriksa bagaimana nilai-nilai Islam berhubungan dengan hak asasi manusia, dengan penekanan khusus pada bagaimana Islam dapat menawarkan cara unik untuk mendukung pluralisme sambil mempertahankan esensi ajarannya. Kajian ini bertujuan untuk menjawab tantangan yang dihadapi kebebasan beragama melalui lensa Islam yang inklusif, menggunakan analisis historis, perspektif teologis, dan konteks global. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai universal Islam dapat digunakan untuk mendorong keadilan, toleransi, dan penghormatan terhadap keragaman keyakinan jika dipahami secara kontekstual. Paradigma dialogis diusulkan sebagai solusi untuk menjembatani. Kata kunci: Al-Qur’an, Hak Asasi Manusia (HAM), Kebebasan beragama.
Pemahaman Pendidikan Dalam Surah Madaniyah: Analisis QS. Mujaadalah Ayat 11 Berdasarkan Karakteristik Makkiyah Dan Madaniyah Andi Rafiqah Rahmah; Achmad Abubakar; Hamka Ilyas
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7620

Abstract

Pendidikan dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat penting, tidak hanya sebagai sarana untuk mencapai kesuksesan duniawi tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Surah al-Mujaadalah ayat 11, yang diturunkan di Madinah, mengandung pesan penting terkait pendidikan, yaitu penghormatan terhadap ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter. Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya di sisi Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam QS. al-Mujaadalah ayat 11, dengan mempertimbangkan karakteristik surah Makkiah dan Madaniyah, serta implikasinya dalam praktik pendidikan modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, yang mencakup analisis teks Al-Qur'an, tafsir, dan jurnal terkait pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dalam Islam, seperti yang dijelaskan dalam QS. al-Mujaadalah ayat 11, harus mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai moral dan etika. Pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan individu yang cerdas tetapi juga berbudi pekerti luhur. Implikasi dari pemahaman ini dalam pendidikan modern adalah perlunya pengembangan kurikulum yang mengutamakan integrasi antara pengetahuan dan karakter, penerapan teknologi dalam pendidikan yang beretika, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan dialogis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam yang relevan dan aplikatif di era modern.
Dampak Munasabah Ayat Terhadap Pemahaman Etika Dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah Dian Maharani Rusli; Achmad Abubakar; Hamka Ilyas
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis munasabah ayat dalam Surah Al-Baqarah dan implikasinya terhadap etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Surah Al-Baqarah, sebagai surah terpanjang dalam Al-Baqarah, sebagai surah terpanjang dalam Al-Qur’an, mengandung berbagai tema yang saling berkaitan, termasuk keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan analisis kualitatif, penelitian ini menggali keterkaitan antar ayat dan bagaimana konteks historis serta sosial memengaruhi pemahaman umat muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munasabah ayat tidak hanya memperkuat pemahaman terhadap ajaran Al-Quran, tetapi juga menawarkan panduan praktis dalam menghadapi tantangan moral di era modern. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemahaman etika dalam Islam dan relevansinya dalam konteks kontemporer, serta memperkuat posisi surah Al-Baqarah sebagai pedoman moral yang universal. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan etika dalam Islam dan relevansinya dalam masyarakat saat ini, surah ini menyajikan berbagai prinsip etika yang meliputi keadilan, kebenaran, amanah, serta tanggung jawab sosial, yang penting untuk menciptakan kehidupan yang adil dan harmonis. Melalui ayat-ayat seperti larangan riba, kewajiban bersedekah, dan pengajaran mengenai kejujuran serta amanah, Al-Qur’an menekankan pentingnya menjaga hubungan yang baik antara manusia, Allah, dan alam semesta.