Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Comparison Of The Effectiveness Between Contrast Bath And Tens (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) In Reducing Lactic Acid Levels Among Members Of The Binsik As.Sr Club Muhammad al-hasani; Bazuri Fadilah Amin; Junaidi Junaidi; Nadya Dwi Oktafiranda
Jurnal Segar Vol. 14 No. 2 (2026): Journal Segar, Volume 14 Number 2, May 2026
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/segar/1402.04

Abstract

This research was conducted with the primary objective of comparing the effectiveness of two recovery methods, namely Contrast Bath and Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), in reducing lactic acid levels among members of the Binsik AS.SR Club after engaging in intensive physical activity. The central problem addressed in this study is the accumulation of lactic acid, which is widely recognized as a major factor contributing to fatigue, muscle soreness, and decreased performance. Previous studies have generally examined only one of these methods in isolation, which limits the scope of understanding. To overcome this gap, the present study adopted a one-group pretest-posttest design, with lactic acid levels measured both before and after treatment. The sample consisted of athletes from the club who underwent recovery sessions using both Contrast Bath and TENS. Data collection was carried out through blood lactic acid testing with a portable device, and the results were analyzed using appropriate statistical tests. Findings revealed that Contrast Bath reduced lactic acid levels by an average of 1.8 mmol/L, while TENS achieved a greater reduction of 2.3 mmol/L. Both methods were statistically significant in accelerating recovery, yet TENS demonstrated superior effectiveness. The conclusion emphasizes that both strategies can be applied as practical post-training recovery approaches, offering valuable implications for coaches and athletes in selecting suitable rehabilitation techniques. This study is expected to serve as a useful reference for the advancement of sports science, particularly in the areas of muscle recovery and fatigue management.
Pelatihan Williams Flexion Exercise Dalam Mengatasi Low Back Pain Pada Anggota Wanita Di Persatuan Warga Kabupaten Kaur (PWK) Wilayah Jakarta Selatan Nadya Dwi Oktafiranda; Ela Yuliana; Yasep Setiakarnawijaya; Bazzar Ari Mighra; Langgeng Safitri
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lower back pain (LBP) adalah gangguan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan mempengaruhi aktifitas seseorang yang mengalaminya. LBP merupakan sindrom nyeri yang terjadi di bagian bawah punggung dan merupakan gangguan musculoskeletal yang sering dialami oleh Masyarakat dari berbagai kalangan usia. Tujuan kegiatan pengabdian ini ialah untuk memberikan edukasi mengenai LBP dan penangannya menggunakan metode Williams flexion exercise. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor perwakilan pemerintah Bengkulu di Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2025 dengan jumlah peserta 20 orang. Peserta memiliki rasa keingintahuan tentang gejala – gejala LBP dan penanganan dalam mengatasi nyeri low back pain yang dialami, selain itu menambah kemampuan peserta dalam melakukan latihan secara mandiri. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu menerapkan latihan Williams Flexion Exercise sebagai upaya preventif dan rehabilitatif dalam mengurangi keluhan nyeri punggung bawah, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup aktif dan sehat bagi wanita usia produktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang LPB dan penangannya dengan hasil pretest 40,5% dan posttest 87%, sehingga dikatakan terjadi peningkatan sebesar 46,5%
Pengaruh Aktivitas Panahan terhadap Tingkat Konsentrasi pada Anak-Anak Sekolah Dasar Oktafiranda, Nadya Dwi; Pelana, Ramdan; Mitsalina, Dinan; Diyananda, Dzulfiqar; Yuliana, Ela
JSKK (Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan) Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jskk.2026.11.1.3

Abstract

Abstract Concentration is an important skill for elementary school children to support their learning success. This study aims to determine the effect of archery activities on the concentration levels of elementary school children. The research method used was a pre-experiment with a pretest and posttest one-group design. The research sample consisted of 15 children at SDN Duren Tiga 14 South Jakarta. Concentration levels were measured using the Concentration Grid Test (CGT). The results of the analysis showed a significant increase in concentration scores, with a pretest average of 2.33 and a posttest average of 9.47. Archery activities were proven to be effective in improving the concentration of elementary school children at SDN Duren Tiga 14, South Jakarta. Archery can be used as a means of cognitive stimulation in schools to improve children's concentration. Keywords: archery activities, archery sports, concentration. nd a posttest average of 9.47. Archery activities were proven to be effective in improving the concentration of elementary school children at SDN Duren Tiga 14, South Jakarta. Archery can be used as a means of cognitive stimulation in schools to improve children's concentration
The relationship between subjective knee function and psychological readiness to return to sport after ACL injury: A cross-sectional study Yuliana, Ela; Purba, Ruliando Hasea; Migrha, Bazzar Ari; Oktafiranda, Nadya Dwi; Nurhidayah, Dewi
Journal Sport Area Vol 10 No 3 (2025): December
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2025.vol10(3).19470

Abstract

Background: Athletes with anterior cruciate ligament (ACL) injuries often reduce or stop sports participation due to fear of re-injury and low confidence in their injured knee. While most studies emphasize physical recovery, fewer explore how subjective knee function affects psychological readiness to return to sport. Objectives: This study aims to determine the contribution of self-reported knee symptoms and function (subjective assessment) to psychological readiness to return to sport after ACL injury with operative and non-operative treatment. Methods: This cross-sectional study involved 40 participants who met the inclusion criteria for post-ACL injury, both operative and non-operative. Data were collected using the International Knee Documentation Committee (IKDC 2000) questionnaire for subjective knee function and the Anterior Cruciate Ligament–Return to Sport after Injury (ACL-RSI) scale for psychological readiness. A simple linear regression test was conducted with a 95% confidence interval. Finding/Results: The mean IKDC score was 69.80 ± 12.53 and the mean ACL-RSI score was 58.43 ± 19.12. The regression analysis showed a significant positive relationship between subjective knee function and psychological readiness to return to sport (r = 0.61, p < 0.05), with a coefficient of determination (R2) of 0.373. Conclusion: Subjective knee function significantly influences psychological readiness to return to sport after an ACL injury. Enhancing knee function through targeted rehabilitation programs may improve athletes’ confidence and reduce fear of re-injury, facilitating a safer and more effective return to sport.
PENGARUH MANIPULASI SPORT MASSAGE DAN HOT BATH TERHADAP PENURUNAN KELELAHAN PADA ATLET SEPAKBOLA SSB MUTIARA CEMPAKA Gilang Romadhon; Eka Fitri Novita Sari; Nadya Dwi Oktafiranda; Deden Akbar Izzuddin
Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Olahraga Kebugaran dan Rehabilitasi (JOKER)
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/joker.v2i2.6992

Abstract

Dalam olahraga sepakbola pemain sering mengalami kelelahan pada saat setelah latihan, Kelelahan merupakan menurunnya kemampuan dalam melakukan aktivitas fisik, secara umum gejala kelelahan yang lebih dekat adalah pada pengertian kelelahan fisik atau physical fatigue dan kelelahan mental atau mental fatigue. Intervensi lain yang dapat diberikan untuk mengurangikelelahan antara lain adalah dengan pemberian hot bath dan sport massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sport massage dan hot bath terhadap kelelahan pada pemain sepakbola dan juga untuk mengetahui beda pengaruh antar keduaintervensi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis quasi eksperimen, dengan pendekatan pre and post test design. Sampel berjumlah 30 orang diambil melalui metode Purposive Sampling, pengukuran dalam penelitian menggunakanVisual Analogue Scale for Fatigue (VAS-F) untuk mengukur nilai derajat kelelahan. Dari hasil uji T Dependent pada kelompok sport massage mendapatkan hasil 50,93 (t hitung) > 2,145 (t tabel) yang berarti menunjukkan ada pengaruh pemberian sport massage terhadap kelelahan, pada kelompok hot bath mendapatkan hasil 59,56 (t hitung) > 2,145 (t tabel) yang berarti menunjukkan ada pengaruh pemberian hot bath terhadap kelelahan, Interpretasi hasil uji T Independent beda pengaruh pemberiansport massage dan hot bath terhadap kelelahan pada pemain sepakbola mendapatkan nilai 8,365 (t hitung) > 2,145 yang artinya ada beda pengaruh pemberian sport massage dan hot bath terhadap kelelahan pada pemain sepakbola.
Strategi Pengembangan Pembinaan Prestasi Kop Futsal Universitas Negeri Jakarta dengan Analisis SWOT Dzulfiqar Diyananda; Ela Yuliana; Nadya Dwi Oktafiranda
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol. 14 No. 2 (2025): December: Jurnal Pendidikan Olah Raga
Publisher : Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpo.v14i2.9864

Abstract

Analisis SWOT digunakan di berbagai bidang, seperti pendidikan, industri, dan pertanian. Seiring perkembangannya, para ahli mengombinasikan model SWOT dengan berbagai teknik analisis lainnya. Namun, kajian mengenai analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dalam konteks Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau klub olahraga prestasi masih relatif terbatas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan melalui Forum Group Discussion (FGD) dengan melibatkan 12 orang sebagai sumber data primer. Teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal, yang selanjutnya dikembangkan ke dalam bentuk data kuantitatif melalui analisis faktor dominan menggunakan tabel IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary). Penentuan koordinat sumbu X diperoleh dari selisih antara jumlah skor Strength (2,60) dan Weakness (1,31), sehingga menghasilkan skor sebesar 1,29. Selanjutnya, koordinat sumbu Y ditentukan dari selisih antara skor Opportunity (1,57) dan Threat (1,68), dengan hasil skor sebesar −0,11. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa posisi strategi berada pada koordinat IFAS 1,29 dan EFAS −0,11, yang terletak pada kuadran II. Posisi ini mengindikasikan bahwa strategi pemecahan masalah yang tepat adalah strategi diversifikasi. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi pengembangan prestasi KOP Futsal Universitas Negeri Jakarta adalah strategi diversifikasi. Strategi ini diharapkan mampu mendorong klub olahraga prestasi untuk melakukan berbagai upaya kreatif dalam memaksimalkan proses pembinaan, sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan peningkatan prestasi secara berkelanjutan.