Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Petani Pada Program Upaya Khusus Jagung di Kabupaten Pandeglang Triguna, Rizki; Suharno, Suharno; Kilat Adhi, Andriyono
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2022.10.1.142-151

Abstract

The Special Efforts Program (UPSUS) is a government program to achieve sustainable food self-sufficiency, one of which is the commodity of corn. The success of the UPSUS program is inseparable from the participation of farmers. Some factors affect the level of farmer participation. This study aimed to analyze the factors that influence farmers' participation in the UPSUS program. The study was carried out from August to October 2019 in Pandeglang Regency. The research involved 94 respondents who were joined in the UPSUS Program on maize commodity. The data obtained were statistically analyzed using Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) analysis. The results showed that the ability of farmers and the opportunity factor had a positive and significant effect on the level of farmer participation. This implies that the higher farmers’ ability and the number of opportunities obtained by farmers increase the level of farmer participation in the UPSUS corn program. Farmer characteristics have a positive impact but do not possess a significant effect on the level of farmer participation.
PENGARUH KEMITRAAN TERHADAP RISIKO PRODUKSI USAHATERNAK AYAM BROILER DI KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN keluarga jamas, wildan; Sayid Akbar, M. Wildan; Fariyanti, Anna; Kilat Adhi, Andriyono
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2022.10.1.85-100

Abstract

Kabupaten Serang merupakan salah satu daerah penghasil ayam broiler di Provinsi Banten. Produksi ayam broiler di Kabupaten Serang menghadapi risiko produksi dan mortalitas ayam yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap risiko produksi ayam broiler pada peternak mitra dan peternak mandiri di Kabupaten Serang. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Penentuan daerah penelitian menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus dan snowballing untuk mengumpulkan 64 peternak ayam broiler. Jumlah sampel terbagi menjadi 32 peternak mitra dan 32 peternak mandiri. Model Just and Pope digunakan untuk menganalisis risiko produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor produksi yang bersifat meningkatkan risiko produksi pada usahaternak ayam broiler adalah vaksin, tenaga kerja, obat-obatan, sekam, dummy mitra, dan dummy musim, sedangkan faktor yang bersifat menurunkan risiko produksi pada usahaternak ayam broiler adalah pakan, pemanas, dan vitamin. Peternak perlu berhati-hati dalam memberikan vitamin, obat-obatan, dan vaksin agar sesuai dengan dosis yang dibutuhkan serta mengontrol penggunaan tenaga kerja untuk meminimumkan risiko produksi.
Analisis Keberlanjutan Usahatani Perkebunan Kelapa Rakyat Kabupaten Indragiri Hilir Rasihen, Yogy; Kilat Adhi, Andriyono; Suprehatin, Suprehatin
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.177-187

Abstract

Perkebunan kelapa merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi keberlanjutan terkini usahatani perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir, dan bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat melalui metode Multidimensioanl Scalling (MDS). Analisis MDS multidimensi sebagai aspek yang dikaji pada penelitian ini yaitu dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari 45 responden di tiap-tiap kecamatan, yang dilakukan pada empat wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, yaitu Kecamatan Enok, Keritang, Mandah, dan Kecamatan Pulau Burung. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden petani dan beberapa ahli yang konsentrasi pada perkelapaan yang dipilih secara purposive, data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian dan Perkebunan, dan literalur lain yang mendukung penelitian ini. Hasil teknik ordinasi Rap-Coconut pada metode MDS menunjukkan nilai indeks keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir berkisar antara 25,01-50,00 termasuk kedalam ketegori kurang berkelanjutan. Pada analisis indeks keberlanjutan untuk ke-tiga dimensi masing-masing adalah 48,01 (ekonomi), 33,76 (ekologi), dan 28,06 (sosial budaya) termasuk kedalam kategori kurang berkelanjutan dari total nilai 100,00 untuk nilai baik (sangat berkelanjutan). Keberlanjutan usahatani perkebunan kelapa rakyat pada masing-masing dimensi memiliki indeks keberlanjutan yang berbeda-beda sehingga diperlukan adanya kebijakan yang berbeda untuk mengevaluasi keberlanjutan usahatani perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir agar meningkatkan status keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat.
Strategi Pengembangan Usaha Padi Organik (Studi Kasus : Gapoktan Sumber Makmur, Kabupaten Oku Timur Sumatera Selatan) Tyas, Wening; Baga, Lukman M.; Kilat Adhi, Andriyono
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2022.10.2.362-374

Abstract

Padi organik memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan karena konsumen akan memperoleh manfaat kesehatan sedangkan produsen memperoleh keuntungan yang lebih baik karena harga jual yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian adalah untuk menyusun strategi pengembangan dalam usaha padi organik pada Gapoktan Sumber Makmur yang merupakan sentra produksi padi organik di Sumatera Selatan. Pada penelitian ini mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, merumusan alternatif strategi menggunakan SWOT kemudian dilanjutkan dengan penyusunan hierarki menggunakan AHP. Berdasarkan hasil analisis lingkungan menunjukkan bahwa gapoktan memiliki sembilan kekuatan, lima kelemahan, lima peluang dan tiga ancaman, dimana produk telat bersertifikat organik merupakan subfaktor terpenting dari kekuatan; luas lahan semakin berkurang sebagai kelemahan; pasar terbuka luas sebagai peluang; sedangkan adanya serangan OPT (wereng) sebagai ancaman. Strategi prioritas yang dapat dilakukan dalam pengembangan usaha padi organik berdasarkan hasil analisis AHP yaitu menjalin kerjasama dengan lembaga lain untuk memperluas jangkauan pemasaran.
ANALISIS DAYA SAING PADA USAHATANI PADI TADAH HUJAN DAN USAHATANI PADI IRIGASI DI KLATEN bimoseno sepfrian, bimoseno sepfrian; Sepfrian, Bimoseno; Kilat Adhi, Andriyono; Firdaus, Muhammad
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2022.10.2.222-234

Abstract

Salah satu program pembangunan pertanian yang strategis adalah swasembadaya pangan. Swasembada ini disebut swasembada beras karena beras bahan pangan utama dalam swasembada pangan. Padi merupakan tanaman pangan strategis untu terciptanya swasembada beras di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis daya saing beradasarkan keunggulan kompetitif, komperatif, dan sensitivitas pada sawah tadah hujan dan irigasi di kabupaten Klaten. Metode yang digunakan dalam penentuan sample dilakukan dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menujukan bahwa sawah tadah hujan dan irigasi di Kabupaten Klaten memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Analisis sensitivitas melihat saat terjadi penurunan output 20 persen pada sawah tadah hujan tidak berdaya saing lagi secara kompetitif karena nilai PCR menjadi 1,01 dari sebelumnya yaitu 0,80 sedangkan sawah irigasi tetap berdaya saing secara kompetitif dengan nilai PCR menjadi 0,71 dari sebelumnya 0,56. Untuk usahatani padi tadah hujan perlu adanya teknologi tambahan untuk meningkatkan produksi saat terjadinya kemarau yang lebih panjang atau intensitas hujan yang lebih rendah sehingga tidak terjadinya penurunan produksi karena kekurangan air di sawah tadah hujan yang menyebabkan tidak berdaya saing secara kompetitif dan komperatif.
ANALISIS PEMASARAN BERAS ORGANIK DI PROVINSI SUMATERA BARAT Mardalisa M, Julia; Mardalisa, Julia; Kilat Adhi, Andriyono; Suwarsinah, Heny Kuswanti
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.262-276

Abstract

Berdasarkan data SPOI tahun 2020, komoditas beras organik merupakan salah satu produk organik yang paling banyak digunakan. Beras merupakan salah satu komoditas teratas untuk produk organik. Pada tahun 2017 dan 2018, luas lahan yang dikonversi menjadi organik tumbuh signifikan sebesar 53.000 hektar. Luas area komoditas beras organik yang dihasilkan sejauh tahun 2016 terdapat 5 kabupaten/kota yang paling luas. Berdasarkan data dari SPOI, Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu tempat di Indonesia dengan lahan padi organik terbanyak (2017). Sejak tahun 2006, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah memiliki kebijakan untuk membantu pertumbuhan pertanian organik. Terdapat beberapa permasalahan dalam pemasaran beras organik di Sumatera Barat yaitu kurangnya akses pasar oleh petani sehingga hanya sebagian kecil hasil panen petani padi organik diserap sebagai produk akhir beras organik dan produk dijual dengan harga beras konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis efisiensi pemasaran dan operasional pemasaran (margin, farmer’s share dan rasio keuntungan) beras organik di Provinsi Sumatera Barat. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive. Purposive sampling digunakan untuk menentukan responden petani, dan snowball sampling digunakan untuk menentukan responden pedagang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Rasio keuntungan terhadap biaya, farmer's share, dan analisis margin pemasaran adalah alat analisis kuantitatif. Temuan ini menunjukkan terdapat empat jalur pemasaran beras organik di Sumatera Barat, yang semuanya didukung oleh lima lembaga pemasaran yang berbeda yaitu pedagang pengumpul, pedagang besar, petani bandar, pedagang pengecer skala kecil dan pedagang pengecer skala besar (supermarket). Petani – pedagang pengumpul – pedagang besar - pengecer skala kecil (saluran 2) merupakan pola saluran yang paling banyak dipilih oleh petani yaitu sebesar 50%. Saluran 4 merupakan pola saluran yang paling efisien karena merupakan saluran terpendek, memiliki margin terendah sebesar Rp 5.500, dan memiliki nilai farmer's share tertinggi sebesar 50%.
Tata Kelola Rantai Nilai Gula Aren di Kabupaten Tasikmalaya Nurohmah, Nuri Nabila; Kusnadi, Nunung; Kilat Adhi, Andriyono
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.1.106-119

Abstract

Tingginya harga gula aren dibandingkan gula merah non-aren di tingkat konsumen menimbulkan pertanyaan aktivitas penciptaan nilai mana yang menyebabkan harga gula aren relatif lebih mahal. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi aktor dan peran masing-masing aktor yang terlibat dalam rantai nilai gula aren; dan (2) menganalisis tata kelola yang terbentuk dalam rantai nilai. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan kuisioner dan observasi lapangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 53 petani aren dan 10 pengepul gula aren. Data dianalisis menggunakan kualitatif deskriptif yang merujuk pada analisis rantai nilai global (VCGs) yang dikemukakan oleh Gereffi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktor yag teridentifikasi dalam rantai nilai gula aren terdiri atas petani aren, pengolah gula aren, pengepul gula aren, pedagang, layanan pendukung, social entreprise, dan konsumen. Pengolah gula aren dan pengepul merupakan aktor yang paling berperan dalam rantai nilai gula aren di Kabupaten Tasikmalaya; (2) secra keseluruhan, tipe tata kelola yang terbentuk dalam rantai nilai gula aren di Kabupaten Tasikmalaya adalah tata kelola modular.
ATRIBUT DIMENSI KEBERLANJUTAN PERKEBUNAN KARET RAKYAT DI PROVINSI RIAU Muhammad Ikhsan, Ikhsan; Ikhsan, Muhammad; Kilat Adhi, Andriyono; Harianto, Harianto
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.259-273

Abstract

Tren penurunan produksi karet yang terus terjadi di Provinsi Riau merupakan tantangan serius yang memengaruhi keberlanjutan perkebunan karet kedepan. Tujuan riset ini adalah mengembangkan indeks dan Tujuan studi ini yakni meningkatkan indeks serta mengenali faktor - faktor yang mempengaruhi keberlanjutan perkebunan karet rakyat di Provinsi Riau dari perspektif ekonomi, ekologi, dan sosial menggunakan pendekatan RAP-Rubber dengan teknik Multi Dimensional Scaling (MDS). Informasi yang dianalisis diperoleh dari dua sumber utama , yaitu informasi primer serta sekunder. Informasi primer dikumpulkan lewat interaksi langsung dengan petani karet serta pihak terikat di zona perkebunan karet. Sedangkan itu, informasi sekunder didapatkan dari institusi serupa Badan Pusat Statistik, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, dan literatur yang berkaitan dengan topik riset ini. Nilai indeks keberlanjutan perkebunan karet rakyat di Provinsi Riau secara multi dimensi adalah 38,40 masuk dalam kategori kurang berkelanjutan. Rentang nilai indeks keberlanjutan pada setiap dimensi bervariasi antara 26,67–51,29. Nilai keberlanjutan terendah terdapat pada dimensi ekonomi, diikuti oleh dimensi sosial, sementara dimensi ekologi memiliki nilai keberlanjutan tertinggi. Faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi keberlanjutan perkebunan karet rakyat di Provinsi Riau adalah fluktuasi harga, harga ojol dan penggunaan pestisida (dimensi ekonomi); teknik pembukaan lahan, pengetahuan tanaman Legum Cover Crop, dan jumlah hari sadap (dimensi lingkungan); hubungan sosial petani tengkulak, tingkat pendidikan dan ketersediaan penyuluhan (dimensi sosial). Implikasi manajerial dari riset ini adalah sebagai dasar untuk evaluasi dan pemantauan berkelanjutan terhadap perkebunan karet, dengan mengidentifikasi indikator kunci dan mengukur keberlanjutan secara teratur.
MODEL BISNIS KANVAS TIGA LAPIS SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SAYUR ORGANIK Walaela, Khais; Suprehatin, Suprehatin; Kilat Adhi, Andriyono
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.30-48

Abstract

Saat ini, konsumen menjadi lebih sadar dan peduli terhadap isu-isu sosial dan lingkungan dalam keputusan pembelian mereka seperti bagaimana produk tersebut diproduksi dan bahan apa yang digunakan. Sebagai konsekuensinya, bisnis perlu mengambil keputusan yang selaras dengan nilai-nilai dan berkontribusi terhadap keberlanjutan. Namun, hal itu membutuhkan model dan strategi bisnis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model bisnis berkelanjutan sayur organik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada Kelompok Tani Citra Muda yang berbeda di Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci ketua kelompok tani dan karyawan. Data dianalisis menggunakan Triple-Layered Business Model Canvas (TLBMC). Hasilnya menunjukkan bahwa model bisnis pertanian organik saat ini bervariasi dari segi dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan. Hasil TLBMC menunjukkan bahwa faktor kunci keberlanjutan usaha pertanian organik adalah produksi, sumber daya manusia, nilai produk, hubungan baik dengan pemangku kepentingan, dan media. Memahami praktik bisnis yang berorientasi keberlanjutan seperti pertanian organik, saat ini memberikan wawasan untuk mengembangkan model bisnis berkelanjutan dengan mempertimbangkan dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial.
Analisis Sikap Konsumen dan Kinerja Atribut Sosis Kemasan Merek Fiesta di Wilayah Jabodetabek Suharno; Yunus, Zabrina; Suharno, Suharno; Adhi, Andriyono Kilat
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.198-213

Abstract

The intense competition in the packaged sausage industry necessitates that producers understand the attributes deemed important by consumers. Such understanding is crucial for formulating effective marketing strategies. This study has three primary objectives: to identify the consumer decision-making process in purchasing packaged sausages, to analyze consumer attitudes toward the product, and to evaluate the performance of various attributes of Fiesta brand packaged sausages. The findings of this study are expected to serve as an evaluation tool for companies in improving and developing products that better align with consumer preferences.This study employs a primary data approach, with data collected through a survey of 156 respondents. The data were analyzed using descriptive analysis, the multi-attribute Fishbein model, and Importance-Performance Analysis (IPA). The results indicate that consumers go through five stages in the decision-making process, ranging from need recognition to post-purchase behavior. Furthermore, consumer attitudes toward all attributes of Fiesta brand packaged sausages fall into the positive and highly positive categories, with the highest attitude score recorded for the clarity of the expiration date. The Importance-Performance Analysis (IPA) further reveals that the attributes of Fiesta brand packaged sausages are distributed across four quadrants of the Cartesian diagram. Among these attributes, variations in size/packaging options, sausage texture, and price have been identified as top priorities for improvement. Therefore, companies need to enhance or refine attributes that have yet to meet consumer expectations based on priority scales, ensuring a significant impact on consumers’ overall evaluation of the product.
Co-Authors Aditya Arief Rachmadhan Agatha Kinanthi Agatha Kinanthi Alviedo Amzul Rifin Anggraini Sukmawati Atabani, Afton Bernhard Brummer Bernhard Brummer Bimoseno Sepfrian bimoseno sepfrian, bimoseno sepfrian Burhani, Al-May Abbyan Izzy Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Burhanuddin Dedi Rahmat Setiadi Devi, Ida Ayu Made Mega Salma Dwi Rachmina DWI SURYANTO Fadhlurrohman, Muhammad Surya Fariyanti, Anna FERDI, FERDI MAULANA Harianto Harianto Heny K Daryanto Heny Kuswanti Suwarsinah Herawati Herawati Hutagaung, Bagasferyan Indah Ibanah Jihan Zakia Adila Jihan Zakia Adila keluarga jamas, wildan Khayani, Ardha Lintang Kinanti, Shakila Putria Lukman M. Baga Mardalisa M, Julia Mardalisa, Julia Maryanti Sitohang Muhammad Firdaus Muhammad Firdaus Muhammad Ikhsan Muhammad Ikhsan, Ikhsan Muhammad Khaliqi Muhammad Surya Fadhlurrohman Nasma, Arwaa Kamiliya Nerisa Agnesia Widiyanto, Nerisa Agnesia Netti Tinaprilla Nofianingsih, Meyga Putri Nunung Kusnadi Nurohmah, Nuri Nabila Nurrahmawati, Tania Okti Diana Bahrun Puspi Eko Wiranthi Qashiratuttarafi Qashiratuttarafi Qashiratuttarafi Qashiratuttarafi Rachmadhan, Aditya Arief Rahmawati, Alfi Rasihen, Yogy Ratna Winandi Asmarantaka Rici Tri Harpin Pranata Riska Pujiati Riska Pujiati Rita Nurmalina Rizki Rahmawati Cendrawasih Rosiana, Nia Safriadi, Agus Sayid Akbar, M. Wildan Setyarini, Aulia Dwi Suharno Suharno Suharno Suprehatin Suprehatin Syifa Fauziah Syifa Fauziah Syifa Fauziah Tiffany Rahma Abdillah Triana Gita Dewi Triguna, Rizki Tyas, Wening Ummy Qalsum Wahyu Budi Priatna Walaela, Khais Yunus, Zabrina