Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KEMITRAAN TERHADAP RISIKO PRODUKSI USAHATERNAK AYAM BROILER DI KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN M. Wildan Sayid Akbar; Anna Fariyanti; Andriyono Kilat Adhi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 1 (2022): Juni 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2022.10.1.85-100

Abstract

Kabupaten Serang merupakan salah satu daerah penghasil ayam broiler di Provinsi Banten. Produksi ayam broiler di Kabupaten Serang menghadapi risiko produksi dan mortalitas ayam yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap risiko produksi ayam broiler pada peternak mitra dan peternak mandiri di Kabupaten Serang. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Penentuan daerah penelitian menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus dan snowballing untuk mengumpulkan 64 peternak ayam broiler. Jumlah sampel terbagi menjadi 32 peternak mitra dan 32 peternak mandiri. Model Just and Pope digunakan untuk menganalisis risiko produksi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor produksi yang bersifat meningkatkan risiko produksi pada usahaternak ayam broiler adalah vaksin, tenaga kerja, obat-obatan, sekam, dummy mitra, dan dummy musim, sedangkan faktor yang bersifat menurunkan risiko produksi pada usahaternak ayam broiler adalah pakan, pemanas, dan vitamin. Peternak perlu berhati-hati dalam memberikan vitamin, obat-obatan, dan vaksin agar sesuai dengan dosis yang dibutuhkan serta mengontrol penggunaan tenaga kerja untuk meminimumkan risiko produksi.
Analisis Keberlanjutan Usahatani Perkebunan Kelapa Rakyat Kabupaten Indragiri Hilir Yogy Rasihen; Andriyono Kilat Adhi; Suprehatin Suprehatin
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.177-187

Abstract

Perkebunan kelapa merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi keberlanjutan terkini usahatani perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir, dan bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat melalui metode Multidimensioanl Scalling (MDS). Analisis MDS multidimensi sebagai aspek yang dikaji pada penelitian ini yaitu dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari 45 responden di tiap-tiap kecamatan, yang dilakukan pada empat wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, yaitu Kecamatan Enok, Keritang, Mandah, dan Kecamatan Pulau Burung. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden petani dan beberapa ahli yang konsentrasi pada perkelapaan yang dipilih secara purposive, data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian dan Perkebunan, dan literalur lain yang mendukung penelitian ini. Hasil teknik ordinasi Rap-Coconut pada metode MDS menunjukkan nilai indeks keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir berkisar antara 25,01-50,00 termasuk kedalam ketegori kurang berkelanjutan. Pada analisis indeks keberlanjutan untuk ke-tiga dimensi masing-masing adalah 48,01 (ekonomi), 33,76 (ekologi), dan 28,06 (sosial budaya) termasuk kedalam kategori kurang berkelanjutan dari total nilai 100,00 untuk nilai baik (sangat berkelanjutan). Keberlanjutan usahatani perkebunan kelapa rakyat pada masing-masing dimensi memiliki indeks keberlanjutan yang berbeda-beda sehingga diperlukan adanya kebijakan yang berbeda untuk mengevaluasi keberlanjutan usahatani perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir agar meningkatkan status keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat.
Strategi Pengembangan Usaha Padi Organik (Studi Kasus : Gapoktan Sumber Makmur, Kabupaten Oku Timur Sumatera Selatan) Wening Tyas; Lukman M. Baga; Andriyono Kilat Adhi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2022.10.2.362-374

Abstract

Padi organik memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan karena konsumen akan memperoleh manfaat kesehatan sedangkan produsen memperoleh keuntungan yang lebih baik karena harga jual yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian adalah untuk menyusun strategi pengembangan dalam usaha padi organik pada Gapoktan Sumber Makmur yang merupakan sentra produksi padi organik di Sumatera Selatan. Pada penelitian ini mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, merumusan alternatif strategi menggunakan SWOT kemudian dilanjutkan dengan penyusunan hierarki menggunakan AHP. Berdasarkan hasil analisis lingkungan menunjukkan bahwa gapoktan memiliki sembilan kekuatan, lima kelemahan, lima peluang dan tiga ancaman, dimana produk telat bersertifikat organik merupakan subfaktor terpenting dari kekuatan; luas lahan semakin berkurang sebagai kelemahan; pasar terbuka luas sebagai peluang; sedangkan adanya serangan OPT (wereng) sebagai ancaman. Strategi prioritas yang dapat dilakukan dalam pengembangan usaha padi organik berdasarkan hasil analisis AHP yaitu menjalin kerjasama dengan lembaga lain untuk memperluas jangkauan pemasaran.
ANALISIS DAYA SAING PADA USAHATANI PADI TADAH HUJAN DAN USAHATANI PADI IRIGASI DI KLATEN Bimoseno Sepfrian; Andriyono Kilat Adhi; Muhammad Firdaus
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 10 No. 2 (2022): Desember 2022 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2022.10.2.222-234

Abstract

Salah satu program pembangunan pertanian yang strategis adalah swasembadaya pangan. Swasembada ini disebut swasembada beras karena beras bahan pangan utama dalam swasembada pangan. Padi merupakan tanaman pangan strategis untu terciptanya swasembada beras di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis daya saing beradasarkan keunggulan kompetitif, komperatif, dan sensitivitas pada sawah tadah hujan dan irigasi di kabupaten Klaten. Metode yang digunakan dalam penentuan sample dilakukan dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menujukan bahwa sawah tadah hujan dan irigasi di Kabupaten Klaten memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Analisis sensitivitas melihat saat terjadi penurunan output 20 persen pada sawah tadah hujan tidak berdaya saing lagi secara kompetitif karena nilai PCR menjadi 1,01 dari sebelumnya yaitu 0,80 sedangkan sawah irigasi tetap berdaya saing secara kompetitif dengan nilai PCR menjadi 0,71 dari sebelumnya 0,56. Untuk usahatani padi tadah hujan perlu adanya teknologi tambahan untuk meningkatkan produksi saat terjadinya kemarau yang lebih panjang atau intensitas hujan yang lebih rendah sehingga tidak terjadinya penurunan produksi karena kekurangan air di sawah tadah hujan yang menyebabkan tidak berdaya saing secara kompetitif dan komperatif.
ANALISIS PEMASARAN BERAS ORGANIK DI PROVINSI SUMATERA BARAT Julia Mardalisa; Andriyono Kilat Adhi; Heny Kuswanti Suwarsinah
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 2 (2023): Desember 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.2.262-276

Abstract

Berdasarkan data SPOI tahun 2020, komoditas beras organik merupakan salah satu produk organik yang paling banyak digunakan. Beras merupakan salah satu komoditas teratas untuk produk organik. Pada tahun 2017 dan 2018, luas lahan yang dikonversi menjadi organik tumbuh signifikan sebesar 53.000 hektar. Luas area komoditas beras organik yang dihasilkan sejauh tahun 2016 terdapat 5 kabupaten/kota yang paling luas. Berdasarkan data dari SPOI, Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu tempat di Indonesia dengan lahan padi organik terbanyak (2017). Sejak tahun 2006, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah memiliki kebijakan untuk membantu pertumbuhan pertanian organik. Terdapat beberapa permasalahan dalam pemasaran beras organik di Sumatera Barat yaitu kurangnya akses pasar oleh petani sehingga hanya sebagian kecil hasil panen petani padi organik diserap sebagai produk akhir beras organik dan produk dijual dengan harga beras konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis efisiensi pemasaran dan operasional pemasaran (margin, farmer’s share dan rasio keuntungan) beras organik di Provinsi Sumatera Barat. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive. Purposive sampling digunakan untuk menentukan responden petani, dan snowball sampling digunakan untuk menentukan responden pedagang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Rasio keuntungan terhadap biaya, farmer's share, dan analisis margin pemasaran adalah alat analisis kuantitatif. Temuan ini menunjukkan terdapat empat jalur pemasaran beras organik di Sumatera Barat, yang semuanya didukung oleh lima lembaga pemasaran yang berbeda yaitu pedagang pengumpul, pedagang besar, petani bandar, pedagang pengecer skala kecil dan pedagang pengecer skala besar (supermarket). Petani – pedagang pengumpul – pedagang besar - pengecer skala kecil (saluran 2) merupakan pola saluran yang paling banyak dipilih oleh petani yaitu sebesar 50%. Saluran 4 merupakan pola saluran yang paling efisien karena merupakan saluran terpendek, memiliki margin terendah sebesar Rp 5.500, dan memiliki nilai farmer's share tertinggi sebesar 50%.
Tata Kelola Rantai Nilai Gula Aren di Kabupaten Tasikmalaya Nuri Nabila Nurohmah; Nunung Kusnadi; Andriyono Kilat Adhi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.1.106-119

Abstract

Tingginya harga gula aren dibandingkan gula merah non-aren di tingkat konsumen menimbulkan pertanyaan aktivitas penciptaan nilai mana yang menyebabkan harga gula aren relatif lebih mahal. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi aktor dan peran masing-masing aktor yang terlibat dalam rantai nilai gula aren; dan (2) menganalisis tata kelola yang terbentuk dalam rantai nilai. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan kuisioner dan observasi lapangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 53 petani aren dan 10 pengepul gula aren. Data dianalisis menggunakan kualitatif deskriptif yang merujuk pada analisis rantai nilai global (VCGs) yang dikemukakan oleh Gereffi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktor yag teridentifikasi dalam rantai nilai gula aren terdiri atas petani aren, pengolah gula aren, pengepul gula aren, pedagang, layanan pendukung, social entreprise, dan konsumen. Pengolah gula aren dan pengepul merupakan aktor yang paling berperan dalam rantai nilai gula aren di Kabupaten Tasikmalaya; (2) secra keseluruhan, tipe tata kelola yang terbentuk dalam rantai nilai gula aren di Kabupaten Tasikmalaya adalah tata kelola modular.
ATRIBUT DIMENSI KEBERLANJUTAN PERKEBUNAN KARET RAKYAT DI PROVINSI RIAU Muhammad Ikhsan; Andriyono Kilat Adhi; Harianto Harianto
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.259-273

Abstract

Tren penurunan produksi karet yang terus terjadi di Provinsi Riau merupakan tantangan serius yang memengaruhi keberlanjutan perkebunan karet kedepan. Tujuan riset ini adalah mengembangkan indeks dan Tujuan studi ini yakni meningkatkan indeks serta mengenali faktor - faktor yang mempengaruhi keberlanjutan perkebunan karet rakyat di Provinsi Riau dari perspektif ekonomi, ekologi, dan sosial menggunakan pendekatan RAP-Rubber dengan teknik Multi Dimensional Scaling (MDS). Informasi yang dianalisis diperoleh dari dua sumber utama , yaitu informasi primer serta sekunder. Informasi primer dikumpulkan lewat interaksi langsung dengan petani karet serta pihak terikat di zona perkebunan karet. Sedangkan itu, informasi sekunder didapatkan dari institusi serupa Badan Pusat Statistik, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, dan literatur yang berkaitan dengan topik riset ini. Nilai indeks keberlanjutan perkebunan karet rakyat di Provinsi Riau secara multi dimensi adalah 38,40 masuk dalam kategori kurang berkelanjutan. Rentang nilai indeks keberlanjutan pada setiap dimensi bervariasi antara 26,67–51,29. Nilai keberlanjutan terendah terdapat pada dimensi ekonomi, diikuti oleh dimensi sosial, sementara dimensi ekologi memiliki nilai keberlanjutan tertinggi. Faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi keberlanjutan perkebunan karet rakyat di Provinsi Riau adalah fluktuasi harga, harga ojol dan penggunaan pestisida (dimensi ekonomi); teknik pembukaan lahan, pengetahuan tanaman Legum Cover Crop, dan jumlah hari sadap (dimensi lingkungan); hubungan sosial petani tengkulak, tingkat pendidikan dan ketersediaan penyuluhan (dimensi sosial). Implikasi manajerial dari riset ini adalah sebagai dasar untuk evaluasi dan pemantauan berkelanjutan terhadap perkebunan karet, dengan mengidentifikasi indikator kunci dan mengukur keberlanjutan secara teratur.