Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

IDEOLOGI MUHAMMADIYAH: KAJIAN FILOSOFIS KONSEP DASAR DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN KADER Pohan, Selamat; Riswanda, Wahyu; Husnul Khotimah, Muti; Rozi Pasaribu, Fahrul; Zahara, Novita; Akbar, Jihan
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v10i2.4682

Abstract

This article aims to explain the concept of Muhammadiyah ideology philosophically and ideologically, analyzing its manifestation in the preamble to the articles of association and bylaws (AD/ART), seven philosophies, and the role of 17 groups of verses in the Qur'an in shaping the character of cadres. This study uses philosophical and ideological analysis methods with a literature review approach, referring to fundamental documents and thematic interpretations used by Muhammadiyah. The results of the study conclude that Muhammadiyah's ideology is a comprehensive system rooted in tawhid, emphasizing righteous deeds, ijtihad, knowledge, and morals for social transformation towards khairu ummah. These core principles are manifested in the seven main ideas of the preamble, operationalized by the AD/ART, deepened by the seven philosophies, and crystallized for self-development through 17 groups of verses from the Qur'an. This ideology guides Muslims towards a just, progressive society based on the values of tawhid.
Penerapan Metode Ilmiah Studi Kasus Pada Mahasiswa Magister Pendidikan Agam Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Pohan, Selamat; Ritonga, Nelmi Magdalena; Hasibuan, Juli Khairani; Azzahra, Sobrina; Hidayatullah, Hidayatullah
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juni-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2010

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode ilmiah dalam penyusunan tesis oleh mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman mahasiswa mengenai aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis metode ilmiah serta bagaimana nilai-nilai keislaman diintegrasikan dalam proses penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi proses bimbingan dan seminar akademik, serta analisis dokumen proposal dan tesis mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memahami langkah-langkah prosedural metode ilmiah, namun masih terdapat kendala dalam penerapannya secara filosofis, terutama pada aspek epistemologi dan aksiologi. Penelitian juga menemukan bahwa nilai-nilai keislaman seperti kejujuran ilmiah, tanggung jawab moral, dan orientasi kemaslahatan mulai terinternalisasi, meskipun belum diterapkan secara konsisten. Dukungan dosen pembimbing dan pedoman akademik menjadi faktor pendukung utama, sementara keterbatasan literasi metodologis dan kurangnya refleksi filosofis menjadi faktor penghambat. Dengan demikian, penguatan pemahaman metode ilmiah berbasis filsafat ilmu perlu dioptimalkan dalam proses pembimbingan tesis di MPAI UMSU.
Muhammadiyyah sebagai Gerakan Islam Berwatak Tajrih dan Tajdid Arifina, Dini Febria; Siregar, Mohd Rizky; Harahap, Nur Zakia; Ardiansyah, Ryan; Pohan, Selamat; Tanjung, Rizki Wijaya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam merupakan agama yang sempurna dan menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Ajarannya mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari keyakinan (akidah), ibadah, akhlak, hingga hubungan sosial. Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian umat Islam mengalami kemunduran dalam berbagai bidang, seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, dan moral. Banyak ajaran Islam yang tidak lagi diamalkan secara murni sebagaimana pada masa Rasulullah saw. dan para sahabat. Kondisi ini menyebabkan munculnya berbagai bentuk penyimpangan dalam praktik keagamaan, seperti takhayul, bid‘ah, serta perpecahan di antara sesama umat Islam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, muncul gerakan pemurnian dan pembaruan dalam Islam yang dikenal dengan istilah tajrid dan tajdid. Dalam konteks keagamaan, tajdid merujuk pada upaya untuk mengembalikan ajaran Islam kepada sumber aslinya, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian Search Library (Studi Pustaka) dengan pendekatan kualitatif, kemudian hasil penelitian dideskripsikan secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan kedua pergerakan tersebut membawa Islam kepada perubahan dari masa kemunduruan hingga mengalami pemurnian dan pembaharuan.
Progressive Islam as Muhammadiyah's Response to Modernity: An Ideological Review of the Second Century of MKCH Pohan, Selamat; Syaiyuti, Amelia Ramdhani; Marpaung, Rizky Arafani Nurhikmah; Syahputra, Mustika Darma; Fauziah, Fauziah; Azziahran, Aliyyah Putri
EDUCTUM: Journal Research Vol. 4 No. 6 (2025): Eductum: Journal Research
Publisher : Lembaga Riset Mutiara Akbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56495/ejr.v4i6.1378

Abstract

This study analyzes the concept of Progressive Islam in Muhammadiyah's Statement of Beliefs and Ideals of Life (MKCH) as an ideological response to the challenges of modernity in the organization's second century. The MKCH, formulated at the 46th Congress in 2010, is a crystallization of Muhammadiyah's progressive thinking that seeks to bridge authentic Islamic values with the needs of the contemporary era. This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach through content analysis of MKCH documents and related literature. The results show that Progressive Islam in the MKCH represents three main dimensions: first, a theological dimension that emphasizes a substantive-progressive understanding of Islam; second, a methodological dimension that uses a rational-ijtihadi approach in responding to social change; and third, a practical dimension that embodies the values of progress in a social-transformative movement. The transformation of thought in Muhammadiyah's second century shows a shift from a purification movement (tajdid) to a more inclusive and contextual enlightenment movement (tanwir). MKCH is an ideological foundation for Muhammadiyah in facing the complexities of modernity without losing its authentic Islamic identity.