p-Index From 2021 - 2026
4.836
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI GEJALA CHILLING INJURY BERDASARKAN PERUBAHAN pH DAN ION LEAKAGE PADA BUAH MANGGA GEDONG GINCU Putri Wulandari Zainal; Aris Y Purwanto; Usman Ahmad
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 21, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.081 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.21.1.16-21.2017

Abstract

Mangga Gedong Gincu merupakan buah tropika yang disukai oleh masyarakat.Buah tropika dan sub-tropika sensitif dengan paparan suhu rendah. Paparan suhu rendah tersebut dapat mengakibatkan terjadinya chilling injury (CI). Adapun gejala CI  adalah adanya lekukan, bercak coklat pada permukaan, gagal matang, ion leakage. Tujuan penelitian adalah untuk dapat mengidentifikasi gejala CI yang terjadi selama penyimpanan buah mangga gedong gincu berdasarkan perubahan pH dan ion leakage. Berdasarkan hasil penelitian buah mangga yang disimpan pada suhu 8oC, mengalami perubahan pH yang tidak mencapai 4.5 yaitu dari awal penyimpanan 3.02 menjadi 3.37 pada akhir penyimpanan. Sedangkan untuk penyimpanan suhu 13 °C mengalami perubahan pH yang mencapai 4.5 yaitu 3.05 menjadi 4.69, secara normal perubahan pH buah mangga pada tingkat matang yaitu 2.0 ke 5.5 Hal ini terlihat bahwa buah mangga yang disimpan pada suhu 8oC telah mengalami gejala CI yaitu gagal matang. Perubahan ion leakage yang terbesar untuk penyimpanan 8 oC terjadi pada hari penyimpanan ke-4 dan hari ke-6 untuk penyimpanan 13oC. Untuk buah mangga yang disimpan pada suhu 8 oC, ion leakage disebabkan oleh adanya stress suhu dingin sehingga membran sel rusak dan menyebabkan kebocoran ion.
RANCANG BANGGUN ALAT DETEKSI RINTANGAN PADA LINTASAN KERJA TRAKTOR BERBASIS PENGOLAHAN CITRA Irriwad Putri; Usman Ahmad; Desrial Desrial
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 20, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.086 KB) | DOI: 10.25077/jtpa.20.2.65-72.2016

Abstract

Sensor deteksi rintangan (obstacle detection sensor) merupakan komponen yang penting dalam pengembangan traktor otomatis (autonomous tractor) dalam rangka mengenal lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat deteksi rintangan pada lintasan outdoor traktor berbasis pengolahan citra. Tahapan penelitian ini meliputi penelitian pendahuluan, perancangan alat, pembuatan alat, dan uji fungsional alat. Alat ini menggunakan kamera CCD sebagai sensor utama dan dilengkapai pointer laser. Pada penelitian pendahuluan diperoleh spesifikasi komponen alat yang digunakan yaitu pointer laser berjumlah enam buah dengan sinar laser berwarna merah yang berupa visible light dengan panjang gelombang 650 nm dengan daya < 5mWatt. Kamera perekam yang digunakan  merupakan jenis kamera CCD color dengan resolusi 640 x 480 dan FL 60 mm. Secara keseluruhan alat deteksi rintangan mempunyai konsistensi penyinaran diatas 85%. Hal ini membuktikan bahwa alat ini mampu digunakan sebagai alat deteksi rintangan pada lintasan outdoor traktor.
Effect of hydrogen peroxide treatment on the concentration of volatile compound in coriander seeds oil Rizka Wildani; Usman Ahmad; Mohamad Rafi; Slamet Ari Dwi Ratnanto
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2021.004.02.1

Abstract

Coriander seeds essential oil have shown some remarkable biological properties and health benefits. The coriander seeds used in Indonesia are imported and also treated with hydrogen peroxide before reaching consumers. Hydrogen peroxide is known to be a strong oxidizer, but so far, there has been no information that explains its effects on the essential oil composition and concentration in coriander seed. This study aims to determine the effect of using hydrogen peroxide and the drying method on the composition of essential oils in coriander seeds. Yield and volatile oil compounds were measured, and the results were compared between the hydrogen peroxide concentration (0,35 and 50% )  and drying method (mechanical drying (50 ℃) and room temperature drying). GC-MS analysis detected linalool as the most common volatile constituent in all treatments. The highest concentration of linalool compounds (70.16%) was found in seeds without hydrogen peroxide (0%) treatment combined with mechanical drying, followed by without hydrogen peroxide (0% H2O2) combined with room drying (23.74%), then by 35% hydrogen peroxide  combined with room drying (18.71%), 35% hydrogen peroxidecombined with mechanical drying (18.84%), 50% hydrogen peroxide  combined with room drying (22.18%) and by 50% hydrogen peroxide combined with mechanical drying (15.45%). Therefore, the yield was clearly affected only by hydrogen peroxide treatment where no hydrogen peroxide treatment gave the highest yield. The drying method did not have any significant effect on yield.
Retail Packaging Design For Avocado Fruits Labeled Ripe Indicator Novita Sari; Emmy Darmawati; Usman Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 10 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.010.3.291-304

Abstract

Kematangan buah alpukat tidak mudah diketahui karena tidak ditandai dengan perubahan warna. Konsumen umumnya menekan buah untuk memastikan tingkat kematangannya, oleh karena itu diperlukan label indikator kematangan agar buah tidak rusak karena sering ditekan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang kemasan ritel alpukat yang dilengkapi dengan label indikator kematangan buah. Penelitian dilakukan dengan tahapan pembuatan matrik indikator warna berbahan KMnO4 dan Molibdat, pemilihan kemasan retail, aplikasi label indikator pada kemasan dan penyimpanan pada suhu ruang (T1) dan suhu rendah (T2). Pada kemasan diberi perforasi (P1) dan tanpa perforasi (P2). Paremeter yang diukur adalah laju respirasi, warna label indikator, kekerasan dan TPT (Total Padatan Terlarut). Kemasan didesain untuk dua buah alpukat dengan berat 0,5 kg perkemasan. Bahan kemasan dari plastik mika berukuran 14 x 9 x 6 cm, diberi perforasi sebanyak 4 buah berdiameter 0,8 mm. Volume kemasan 756 ml dan volume buah rata-rata 553,18 ml. Label indikator berukuran 2 x 1 cm diletakkan dibagian dalam tutup kemasan. Etilen yang dihasilkan oleh alpukat dapat merubah warna label indikator pada kemasan. Perforasi kemasan membuat perubahan warna label indikator lebih terlihat. Pada kemasan tanpa perforasi terdapat uap air yang tertahan di label indikator membuat label basah dan robek. Perubahan nilai oHue label indikator lebih berkolerasi atau memiliki hubungan dengan perubahan kekerasan (r = -0,42) dibanding nilai TPT (r = 0,071). Pada suhu penyimpanan rendah (13±2°C), korelasi nilai oHue dengan kekerasan sangat rendah r = 0,059). Dari hasil tersebut disarankan aplikasi label indikator kematangan buah alpukat sebaiknya digunakan pada penyimpanan suhu ruang dengan kemasan yang diberi perforasi.
Kajian Pengaruh Kombinasi Iradiasi Sinar Gamma Dan Pelapisan Lilin Lebah Pada Buah Mangga Arumanis Lu’lu’i Zulaikho; Usman Ahmad; Siti Mariana Widayanti; Fajar Kurniawan
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.213 KB) | DOI: 10.29303/jrpb.v10i1.290

Abstract

Mangga arumanis tidak hanya digemari di dalam negeri, tetapi juga merupakan salah satu komoditas ekspor bagi Indonesia. Namun, ekspor dalam jumlah besar masih sulit dilakukan karena umur simpan yang relatif pendek. Untuk meningkatkan volume ekspor diperlukan penanganan pascapanen yang dapat menurunkan laju penurunan mutu dan memperpanjang umur simpan. Iradiasi sinar gamma dan lilin lebah telah lama digunakan sebagai penanganan pascapanen buah secara terpisah, tetapi tidak untuk kombinasinya terhadap buah mangga arumanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perlakuan iradiasi sinar gamma dan kombinasinya dengan pelapisan lilin lebah dalam memperpanjang umur simpan buah mangga arumanis. Buah mangga yang telah diinvestasi telur lalat buah selanjutnya diberi perlakuan pascapanen berupa iradiasi sinar gamma menggunakan dua dosis (0,50 kGy dan 0,80 kGy) dan dikombinasikan dengan pelapisan lilin lebah dengan konsentrasi 6%. Berdasarkan pengamatan didapatkan hasil bahwa penggunaan dosis 0,50 kGy dan 0,80 kGy tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap parameter mutu buah manga arumanis. Hasil penelitian ini memberikan klarifikasi bahwa perlakuan sinar gamma dapat mematikan serangan lalat buah dan kombinasinya dengan pelapisan lilin lebah dapat menurunkan laju penurunan beberapa parameter mutu buah. Kombinasi iradiasi sinar gamma 0,80 kGy dan lilin lebah 6% memberikan nilai susut bobot terendah, nilai hue dan L* tertinggi, dan total padatan terlarut terendah. Kombinasi iradiasi sinar gamma 0,50 kGy dan lilin lebah 6% menghasilkan kandungan vitamin C tertinggi. Iradiasi sinar gamma dosis 0,50 kGy menghasilkan nilai kadar air terendah. Pemberian perlakuan iradiasi sinar gamma dan kombinasinya dengan pelapisan lilin lebah dapat menjaga mutu buah mangga arumanis hingga 30 hari.
Improving the Taste of Robusta Coffee by Fermentation with Yeast Inoculum and Its Effect on Caffeine Content Hani Fildzah Nadya; Usman Ahmad; Samsudin Samsudin
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 13, No 2 (2024): June 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i2.298-308

Abstract

Harvesting coffee process by farmers generally executed entirety, resulting rainbow harvest. Coffee fermentation with yeast starter cultures Saccharomyces cerevisiae Y612, Candida parapsilosis Y207 and Torulospora delbrueckii Y594 was executed separately to determine the role of starter cultures on caffeine and robusta coffee taste at different maturity levels. The study was conducted at the Indonesian Industrial and Beverage Crops Research Institute in Sukabumi,, from June to November 2022. The experiment used a factorial complete randomized design. The first factor was the maturity level of the coffee and starter culture as the second factor. Fermentation was implemented for 48 hours inoculated with 108 cells/mL starter culture. The results showed that the temperature fluctuated, the pH value always decreased to 4.50 and T. delbrueckii was the starter culture with the highest activity during fermentation. Inoculum-fermented robusta coffee caffeine content was higher than non-inoculum. The lowest caffeine content was found in spontaneously fermented red fruit of 1.39%, while the highest caffeine content was produced by red fruit samples inoculated with C. parapsilosis of 2.7%. Robusta coffee with S. cerevisiae inoculation brought the best taste of robusta coffee with 82.10%, there was no significant difference between the red harvest coffee fruit and the fermented rainbow color with a starter culture. Keywords: Caffeine, Harvest, Inoculation, Maturity level, Starter cultures
Peran Serta Masyarakat Melalui Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Pengawas dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir yang berkelanjutan Usman, Ahmad; Ardiansyah, Nike; Syamsuddin, Syamsuddin; Haeril, Haeril
Intelektualita Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v12i1.16882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan dan peningkatan program pemberdayaan sosial masyarakat lokal melalui penguatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan sumber daya pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi (mixed methods). Penelitian dilakukan di Dinas Kelautan Perikanan, Dinas Pariwisata, Badan Lingkungan Hidup, dan lima kecamatan pesisir di Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan dan pemberdayaan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), sejak pengalihan kewenangan pengawasan kepada Pemerintah Provinsi, keberadaan Pokmaswas tidak lagi efektif terutama keterpaduan dalam hal pengawasan dan penangkapan pelaku illegal fishing serta pelaku pengeboman ikan akibat lemahnya koordinasi. Selain itu pengalihan kewenangan tersebut telah menciptakan rantai perintah dan aliran informasi yang panjang juga secara langsung menyebabkan prosedur pengambilan keputusan menjadi tidak efisien.
Shelf-life Estimation of the Red Ginger Powder in Paper Kraft Packaging using ASLT Method Arrhenius Model Saputri, Diah Ega; Ahmad, Usman; Pujantoro, Lilik
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.011.3.318-331

Abstract

One form of processed red ginger to maintain its quality is dry powder. Therefore, a study is needed to determine the decrease in quality of red ginger powder in packaging during storage and to estimate its shelf-life. This research consisted of two stages, namely the first stage of making red ginger powder and the second stage of storing the ginger powder in packaging stored in an incubator using the accelerated shelf-life testing (ASLT) method. Quality analysis carried out were changes in moisture content, vitamin C, and color value. The results of drying and pulverizing red ginger produced red ginger powder with a water content of 10%, vitamin C content of 21.03 mg/100g and color value with a chroma value of 23.47. Based on the critical quality of red ginger powder, namely the chroma value, it can be concluded that the shelf-life of red ginger powder kraft paper packaging at 28 °C (room temperature) is 292 days and if it is stored at 30 °C then the shelf-life of red ginger powder in the same packaging material will be 212 days.
Effectiveness of Gamma Ray Irradiation on the Quality of Cured Vanilla (Vanilla Planifolia A.) handayani, yossi; Budiastra, I Wayan; Ahmad, Usman
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.011.3.344-357

Abstract

Vanili umumnya disimpan untuk tahap penuaan selama 2-6 bulan sehingga memicu pertumbuhan mikrob. Teknologi iradiasi dapat diterapkan untuk mereduksi mikrob pada vanili tujuan ekspor. Tujuan penelitian adalah menguji efektivitas iradiasi gamma terhadap mutu vanili hasil curing serta menentukan dosis iradiasi terbaik dengan mutu masih diterima oleh konsumen. Rancangan percobaan adalah rancangan acak lengkap faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama dosis iradiasi sebanyak tiga taraf yaitu 10, 15 dan 30 kGy serta tanpa iradiasi (0 kGy) sebagai kontrol. Faktor kedua adalah bahan baku vanili hasil curing sebanyak tiga taraf yaitu vanili curing dengan pengering efek rumah kaca (ERK) tanpa peram lanjut, vanili curing dengan pengering ERK dan peram lanjut empat malam serta vanili curing hasil penjemuran petani. Pemberian iradiasi dilakukan pada vanili setelah penyimpanan selama dua bulan. Pengujian parameter mutu dilakukan sebelum dan sesudah iradiasi pada sampel yang dikemas, meliputi, fisik, kimia, mikrobiologi, dan uji organoleptik. Dosis iradiasi 10 kGy ditemukan efektif untuk mengurangi cemaran mikrobiologi pada vanili tanpa peram dan dengan peram lanjut sesuai batas cemaran SNI, namun pada vanili penjemuran petani dibutuhkan dosis 15 kGy. Dosis iradiasi tidak memberi efek terhadap susut bobot, kadar air dan kadar vanilin sehingga mutu dan aroma masih baik. Iradiasi meningkatkan nilai L* dan chroma namun kesukaan panelis terhadap warna vanili masih bernilai 4 (agak suka) hingga 30 kGy. Pemberian iradiasi meningkatkan kesukaan panelis terhadap aroma dari agak tidak suka (3) sebelum diiradiasi menjadi agak suka (4) setelah diiradiasi.
HEADING TOWARDS SDGS ACHIEVEMENT: EVALUATING INSTITUTIONAL CAPACITY IN IMPLEMENTING COASTAL ECONOMIC DEVELOPMENT POLICIES IN BIMA REGENCY Usman, Ahmad; Haeril, Haeril
KOMUNITAS Vol. 15 No. 1 (2024): Islamic Community Development through Practice and Public Policy
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/komunitas.v15i1.9980

Abstract

This study explores the necessity and techniques for enhancing institutional capacity in implementing policies for coastal economic development in Bima Regency, aimed at achieving Sustainable Development Goals. Coastal economic development is crucial for the attainment of SDGs, especially in resource-rich but institutionally challenged areas like Bima Regency. Utilizing a mixed-methods approach, this research integrates interviews, focus group discussions, and document analysis to assess current institutional capabilities and develop strategies to boost these capacities. The findings reveal that the government of Bima Regency excels in delivering quality public services, maintaining financial stability, and fostering employee competence. However, it struggles with over-reliance on central funding and limited cross-sector collaboration. This study identifies opportunities in regional partnerships, tourism expansion, and technology use, while acknowledging threats from national policy shifts and environmental vulnerabilities. By enhancing strengths, mitigating weaknesses, and exploiting opportunities, Bima Regency can model regional progress towards SDGs and sustainable community welfare improvement.
Co-Authors . Asmirah . Sabihah . Yulianingsih Abdul Kadir Abdul Malik Iskandar Adi Sutrisno Ahiruddin Ahiruddin Ali Djamhuri Ardiansyah, Nike Aris Purwanto Armansyah H. Tambunan Arshiya Subhani Asmiatiningsih, Sri Azus, Faidah Baskara Edi Nugraha Christina Winarti Dedy Wirawan Soedibyo Dentaka, Dentaka Desrial Diding Suhandy Dwi Dian Novita Dwi Pamungkas Bermani Dyah Wulandani Efi Toding Tondok Eko Heri Purwanto Emmy Darmawati Enrico Syaefullah Evi Savitri Iriani Fahim Muchammad Taqi Fahmi Riadi Fajar Kurniawan Fajar Kurniawan Firdaus, Jonni Hadi K Purwadaria Haeril, Haeril HALIM, HARIFUDDIN handayani, yossi Hani Fildzah Nadya Harifuddin Harifuddin, Harifuddin Hendra Hendra I Dewa Made Subrata I Wayan Budiastra Iftikhar Alam Khan Imam, Sadrul Iman Sabarisman Indradewa, Rhian Inge Scorpi Tulliza Iptidaiyah, Muhamad Jati Sumarto Putro Jonni Firdaus, Jonni Junaidin, Junaidin Khalimatus Sa&#039;diyah Krah, Courage Y. Kudang Boro Seminar Lilik Pujantoro Lilik Pujantoro Eko Nugroho Lu’lu’i Zulaikho Lydia Ariani Mar'atus Sholihah Mardison Suhil Meika Wahyuni Azrita Meivie Lintang Mohamad Rafi Mohamad Rahmad Suhartanto Mohammad Irfan Monika Marpaung Mudho Saksono Muhammad Masdar Muhammad Sudirman Akili Muhammad Yusuf Antu MUHAMMAD YUSUF ANTU Nadya, Hani Fildzah Nanda Supriana Nanda Wisha Ranawati Nelwan, Leopold Oscar nFN Sarastuti nFN Sutrisno nFN Sutrisno Nijma Nurfadila, Nijma Nikmatul Hidayah Nofiyanti, Sri Handayani Novita Sari Nugraha Edhi S Nugraha Edhi Suyatma Nur Rahma Refilia Nur ‘Azah Putri Wulandari Zainal Putri, Irriwad Ranawati, Nanda Wisha Rizka Wildani Rokhani Hasbullah Rosadi, Ariani Rosyid Ridho Rudy Tjahjohutomo Samsudin Samsudin Samsudin Samsudin Samsudin Samsudin Samsudin Saputri, Diah Ega Sarastuti Sarastuti Sarastuti, Sarastuti Selvi Marcellia Siregar, Gokma Ampetua Siti Mariana Widayanti Sjahrul Annas Slamet Ari Dwi Ratnanto Slamet Widodo Slamet Widodo Slamet Widodo Sri Lestari Sri Widowati Suci Rahmi Sukrisno Widyotomo Suroso . Sut risno SUTRISNO Sutrisno . Sutrisno . Sutrisno Sutrisno Sutrisno, Sutrisno Syamsuddin Syamsuddin Tasrif Tasrif Verra Mellyana Waqif Agusta Wawan Hermawan Wendianing Putri Luketsi Wulansetiasari, Rizky Yusianto Yusianto