Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Creative Branding Hijack Sandals untuk Meningkatkan Brand Image Ilham Akbar Zam Zamy; Dadi Ahmadi
Jurnal Riset Public Relations Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v3i1.1995

Abstract

Abstract.Hijack Sandals is a fashion brand that was born in Bandung in 2010 which until now is still very consistent in selling products that focus on footwear, namely sandals. They were born and appeared in that year because of the concern of the people around them, who made the shoes very comfortable. In fact, the climate in Indonesia is suitable for wearing sandals. Hijack Sandals has dozens of products filled with various kinds of sandals with different motifs and colors. This research is entitled "Creative Branding Hijack Sandals Strategy to Improve Brand Image (Case Study Regarding Hijack Sandals Creative Branding Strategy in Sustain the Culture Collection via Instagram)". The purpose of this research is to find out how Hijack Sandals' Creative Branding Strategy is in the Sustain the Culture collection and also what makes this research unique is that Hijack Sandals continues to consistently echo this campaign so that the sandal culture in this country never stops and is packaged as attractively as possible by creating content-content posted on Hijack Sandals Instagram. This research uses a case study approach that aims to find out how the strategy of Hijack Sandals' creative team in promoting the Sustain the Culture collection to improve Brand Image. Supporting data in this study is the presence of two key informants and two supporting informants. Founder and Creative Director as key informants, and supporting informants are followers of Hijack Sandals' Instagram account. Abstrak.Hijack Sandals adalah salah satu brand fashion yang lahir di Bandung pada tahun 2010 yang sampai saat ini masih sangat konsisten menjual produk berfokus pada alas kaki yaitu sandal. Mereka lahir dan muncul di tahun itu atas keresahan orang-orang sekitar yang sangat banyak membuat sepatu padahal sejatinya iklim di Indonesia itu cocok dengan memakai sandal. Hijack Sandals memiliki puluhan produk yang diisi oleh berbagai macam sandal dengan motif dan warna yang berbeda-beda. Penelitian ini berjudul “Strategi Creative Branding Hijack Sandals Untuk Meningkatkan Brand Image (Studi Kasus Mengenai Strategi Creative Branding Hijack Sandals Pada Koleksi Sustain the Culture melalui Instagram)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Strategi Creative Branding Hijack Sandals pada koleksi Sustain the Culture melalui Instagram, yang menjadikan penelitian ini unik adalah Hijack Sandals terus konsisten menggaungkan campaign ini agar budaya bersandal di negara ini tidak pernah berhenti dan mereka kemas dengan semenarik mungkin dengan pembuatan konten-konten yang dimuat di Instagram Hijack Sandals. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mencari tahu bagaimana strategi tim kreatif Hijack Sandals melakukan promosi pada koleksi Sustain the Culture untuk meningkatkan Brand Image. Data pendukung dalam penelitian ini adalah dengan adanya dua key informan dan satu informan pendukung. Founder dan Creative Director sebagai key informan, dan informan pendukung adalah followers akun Instagram Hijack Sandals.
Mitos Tumbuhan Medis sebagai Simbol Bahan Narkotika dalam Film Dokumenter Muhammad Aldy Febiansyah; Firmansyah; Dadi Ahmadi
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 3, No. 1, Juli 2023 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v3i1.1880

Abstract

Abstract. The film How To Change Your Mind is a film whose title explains that we have to change our thinking when watching this film. This film tells about how Michael Pollan and also the narrator in the film tell and explain how psychedelics change our minds. Psychedelic which means "Mind Manifestation" is an effect or condition when we try substances that have psychedelic effects or are now included in class I narcotics. This research takes data from the documentary series How To Change Your Mind which is based on a book entitled How To Change Your Mind by Michael Pollan. This film tells how psychedelic effects occurred in the past and the impact we can still feel today. Uniquely, this psychedelic was banned due to a problematic CIA mind control experiment, while this psychedelic can help someone get out of someone's suicidal ideation. The research aims to examine what meanings are related to informative messages from the meaning of semiotics. This study uses a qualitative approach to Roland Barthes' semiotic analysis in the film How To Change Your Mind. By analyzing the denotative, connotative and mythical signs taken from this film, the researcher found the research results in the form of data taken by observing the film through scenes or scenes, dialogues, background music used in the film to some of the characters involved. Abstrak. Film How To Change Your Mind merupakan film yang judulnya menjelaskan bahwa kita harus merubah pemikiran kita ketika menonton film ini. Film ini menceritakan tentang bagaimana Michael Pollan dan juga narator dalam film tersebut menceritakan serta menejelaskan bagaimana psikedelik merubah pikiran kita. Psikedelik yang mempunyai arti “Manifestasi Pikiran” merupakan efek atau keadaan saat kita mencoba zat-zat yang memiliki efek psikedelik atau sekarang dimasukan kedalam narkotika golongan I. Penelitian ini mengambil data dari film series dokumenter How To Change Your Mind yang diangkat berdasarkan buku yang berjudul How To Change Your Mind oleh Michael Pollan. Film ini menceritkan bagaimana efek psikedelik terjadi di masa lampau dan dampaknya yang sampai sekarang masih bisa kita rasakan. Uniknya psikedelik ini dilarang akibat ekperimen pengendalian pikiran CIA yang bermasalah sedangkan psikedelik ini dapat membantu seseorang keluar dari keingingan bunuh diri yang dialamai seseorang. Penelitian bertujuan untuk meneliti makna apa saja yang berkaitan dengan pesan informatif dari sisi pemaknaan semiotika. Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kualitatif analisis semiotika Roland Barthes dalam film How To Change Your Mind. Dengan menganalisis tanda denotatif, konotatif serta mitos yang diambil dari film ini, peneliti menemukan hasil penelitian berupa data yang diambil dengan cara observasi film melalui scene atau adegan, dialog, latar musik yang digunakan dalam film tersebut kepada beberapa tokoh yang terlibat.
Kegiatan Media Relations Dalam Mempertahankan Citra Positif Corrylia Almira Rahma Raissa; Dadi Ahmadi
Jurnal Riset Public Relations Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.vi.1087

Abstract

Abstract. X Regional III West Java is the largest telecommunications company that oversees 6 (six) telecommunications office business areas in West Java. The author finds that there is a uniqueness that must be explored in this research, especially in the media relations process, namely although X Regional III West Java already has good relations with the media, but there is still negative news that appears in the community, therefore the author chooses the research method using case studies. This research uses postpositivism paradigm. In collecting his research, the author made observations and conducted in-depth interviews as well as literature studies. The results showed that the management of relations with the mass media carried out by X Regional III West Java was by by conducting activities with the EVP and the mass media formally, the human relations approach is semi-formal and communication with the mass media is informal. The reason X Regional III West Java conducts media relations activities is to educate the public about X's products and policies, minimize negative news and build public trust through media relations. Abstrak. X Regional III Jawa Barat merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar yang menaungi 6 (enam) wilayah usaha kantor telekomunikasi di Jawa Barat. Penulis menemukan adanya keunikan yang harus digali dalam penelitian ini khususnya pada proses media relationsnya yaitu walaupun X Regional III Jawa Barat telah memiliki hubungan baik dengan media namun masih ada berita negative yang muncul di masyarakat, maka dari itu penulis memilih metode penelitian menggunakan studi kasus. Penelitian ini menggunakan paradigma postpositivisme. Dalam mengumpulkan penelitiannya, penulis melakukan observasi dan melakukan wawancara mendalam dan juga studi pustaka. Hasil Penelitian menghasilkan bahwa pengelolaan relasi dengan media massa yang dilakukan X Regional III Jawa Barat adalah dengan melakukan kegiatan bersama EVP dan media massa secara formal, pendekatan human relations bersifat semi formal dan komunikasi dengan media massa bersifat informal. Alasan X Regional III Jawa Barat melakukan kegiatan media relations adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai produk dan kebijakan X, meminimalisir berita negative dan membangun kepercayaan masyarakat melalui media relations.
Kampanye Budaya Beberes di Media Sosial Instagram Refi Maulana Yusuf; Dadi Ahmadi
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 2, No. 2, Desember 2022 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v2i2.1530

Abstract

Abstract. This study discusses the culture of beberes campaign in Kentucky Fried Chicken in introducing self service facilities. The lack of concern for cleanliness is still a big problem in Indonesia, because of the lack of awareness of the importance of cleanliness which is not owned by everyone. Therefore, KFC as a fairly large fast food restaurant began to introduce self service through a campaign called Beberes Culture. The campaign which contains responsibility for the used food containers to be disposed of in its place, wants to restore an independent Indonesian culture and care for the cleanliness of the surrounding environment. There needs to be a campaign media that is capable of carrying out this activity, one of the media chosen by KFC is through Instagram @kfcindonesia. Don't forget to put a hash mark on each upload that says "culture is fine," both in the writing column and also in some image uploads. This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques in this study were in the form of observation, interviews with 2 informants and literature study. By using analysis techniques and source triangulation. The results of this study found that the cultural campaign was wrong which was carried out by KFC through several stages such as planning, implementation, obstacles and evaluation. Planning is done by compiling the goals to be achieved, how to convey and the content of the message to be conveyed. The campaign is carried out through social media, KFC outlets and environmental care activities. The obstacles that occur are the pros and cons of the community regarding the cultural campaign. Evaluation is done by asking directly to consumers about the assessment of the culture campaign beberes. Abstrak. Penelitian ini membahas mengenai kampanye budaya beberes di Kentucky Fried Chicken dalam memperkenalkan fasilitas self service. Masih kurangnya kepedulian terhadap kebersihan masih menjadi sebuah permasalahan yang cukup besar di Indonesia, karena minimnya kesadaran akan pentingnya kebersihan yang belum di miliki oleh semua orang. Oleh karena itu KFC sebagai restoran cepat saji yang cukup besar mulai memperkenalkan self service (pelayanan sendiri) melalui kampanye yang bernama Budaya Beberes. Kampanye yang berisi tentang tanggungjawab terhadap bekas makan yang telah digunakan untuk dibuang pada tempatnya, ingin mengembalikan budaya Indonesia yang mandiri dan peduli terhadap kebersihan di lingkungan sekitarnya. Perlu adanya media kampanye yang mempuni untuk melakukan kegiatan ini, salah satu media yang dipilih oleh pihak KFC adalah melalui instagram @kfcindonesia. Disetiap unggahannya tidak lupa diberikan tanda pagar yang bertuliskan budayabeberes, baik di kolom tulisan dan juga di beberapa unggahan gambar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualtatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi, wawancara terhadap 2 informan dan studi pustaka. Dengan menggunakan teknik analisis dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa kampanye budaya beberes yang dilakukan oleh KFC melalui beberapa tahapan seperti perencanaan, pelaksanaan, hambatan dan evaluasi. Perencanaan dilakukan dengan menyusun tujuan yang ingin dicapai, cara menyampaikan dan isi pesan yang ingind disampaikan. Pelaksanaan kampanye dilakukan melalui media sosial, gerai KFC dan kegiatan peduli lingkungan. Hambatan yang terjadi adanya pro-kontra masyarakat mengenai kampanye budaya beberes. Evaluasi dilakukan dengan menanyakan langsung kepada konsumen mengenai penilaian terhadap kampanye budaya beberes.
Penggunaan Umpan Klik pada Situs Grid.id Mediani Tri Rahmawati; Zulfebriges; Dadi Ahmadi
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 3, No. 2, Desember 2023 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v3i2.2746

Abstract

Abstract. Internet speed at this time gives us the information we want in a matter of seconds. Coverage in online media has also begun to vary, even current news is sometimes supplemented by the rise of the clickbait phenomenon. Not infrequently this click bait leads to readers' curiosity and forms new opinions that provoke public emotion towards the news conveyed. The widespread use of click bait attracts readers' attention because they have to click on the page to read more about the story. Therefore this study examines the use of click bait related to Najwa Shihab's news on the Grid.id site. The Grid.id site itself is a lifestyle and entertainment news portal which is still managed by the Kompas Gramedia group. Researchers find out how news categories, techniques for using click bait and also click bait elements used by the Grid.id site in reporting on Najwa Shihab. This study uses a quantitative method with a type of descriptive content analysis. The theory used in this study is the theory of Computer Mediated Communication (CMC), a communication process mediated by hardware such as computers. This theory explains that media convergence actually occurs along with the development of the times. The sample for this research is the entire population of news related to the January to March 2023 editions of Najwa Shihab, totaling 18 news stories. The results of this study indicate that the reporting of Najwa Shihab on Grid.id from January to March 2023 falls into the soft news category. In addition, 75% of Najwa Shihab's reporting was found to use the clickbait technique of deixis discourse. In addition, this research shows that 41% of Najwa Shihab's news from January to March 2023 uses formatting elements. Abstrak. Kecepatan internet pada saat ini memberikan kita informasi yang kita inginkan dalam hitungan detik. Pemberitaan di media online pun mulai beragam, pemberitaan saat ini pun terkadang ditambahi dengan maraknya fenomena umpan klik (clickbait). Tak jarang umpan klik ini menggiring rasa penasaran pembaca serta membentuk opini baru yang memancing emosi publik terhadap berita yang disampaikan. Maraknya penggunaan umpan klik menarik perhatian pembaca karena harus mengklik laman tersebut untuk membaca beritanya lebih lanjut. Maka dari itu penelitian ini meneliti penggunaan umpan klik terkait pemberitaan Najwa Shihab di situs Grid.id. Situs Grid.id sendiri merupakan portal berita lifestyle dan entertainment yang masih dikelola oleh Kompas Gramedia grup. Peneliti mencari tahu bagaimana kategori pemberitaan, teknik penggunaan umpan klik dan juga unsur umpan klik yang digunakan oleh situs Grid.id dalam pemberitaan Najwa Shihab. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis analisis isi deskriptif. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori Computer Mediated Communication (CMC), proses komunikasi yang dipertarai perangkat keras seperti komputer. Teori ini menjelaskan konvergensi media itu benar terjadi seiring dengan perkembangan zaman yang terjadi. Sampel penelitian ini adalah keseluruhan populasi berita terkait Najwa Shihab edisi bulan Januari hingga Maret 2023 yang berjumlah 18 berita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan Najwa Shihab di Grid.id pada bulan Januari hingga Maret 2023 masuk ke dalam kategori berita lunak atau soft news. Selain itu 75% dari pemberitaan Najwa Shihab ditemukan menggunakan teknik clickbait wacana deixis. Selaiin itu, penelitian ini menunjukkan bahwa 41% berita Najwa Shihab bulan Januari hingga Maret 2023 menggunakan unsur formatting.
Implementasi Strategi Promosi Wisata Melalui Website Sipinter Berisi Dadi Ahmadi; Natasya Giyar Dwisyafitri
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 2, No. 2, Desember 2022 Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v2i2.1529

Abstract

Abstract. The Government of Purwakarta Regency through the Department of Youth, Sports, Tourism and Culture of Purwakarta Regency creates an innovation regarding tourism that utilizes technology. The innovation is called Sipinter Berisi or Integrated Tourism Information System. Disporaparbud Purwakarta uses technology in the form of website applications as innovative solutions, and believes that technology & internet can be used to meet everyone’s needs, especially in this case, namely to promote tourist destination in Purwakarta Regency. In maintaning the number of tourist visitors in Purwakarta Regency, of course Disporaparbud Purwakarta carries out strategy in promoting tourism, especially through the Sipinter Berisi. The purpose of this study was to determine strategic planning, strategic implementation, obstacles experienced, and the form of evaluation carried out by the Disporaparbud Purwakarta. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach and constructivism paradigm. Data collection techniques used are interviews, observation, documentation, and literature study. The results of this study indicate that in carrying out the promotion, it is necessary to carry out the stages of planning, implementing and evaluating the obstacles that occur. The planning is carried out with the stages of searching for data and selecting website-based media. In its implementation, TV media connections, stakeholder mapping with different interests, and the mobilizations of tourism managers are carried out. In this tourism promotion, there are obstacles that occur, namely the lack of budget and inappropriate human resource background so that work motivation decreases. In overcoming these obstacles, evaluations are carried out including by reviewing the obstacles that occur and by controlling human resources. Abstrak. Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purwakarta menciptakan suatu inovasi mengenai kepariwisataan yang memanfaatkan teknologi. Inovasi tersebut dinamai Sipinter Berisi atau Sistem Informasi Pariwisata Terintegrasi. Disporaparbud Kabupaten Purwakarta menggunakan teknologi berupa aplikasi website sebagai solusi yang inovatif, serta meyakini bahwa teknologi & internet dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan setiap orang, khususnya dalam hal ini yaitu untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Purwakarta. Dalam mempertahankan jumlah pengunjung wisatawan di Kabupaten Purwakarta, tentunya Disporaparbud Kabupaten Purwakarta melakukan strategi dalam mempromosikan pariwisata khususnya melalui media Sipinter Berisi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perencanaan strategi, implementasi strategi, hambatan yang dialami, dan bentuk evaluasi yang dilakukan oleh Disporaparbud Kabupaten Purwakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam melaksanakan promosi diperlukan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dari hambatan yang terjadi. Perencanaan yang dilakukan yaitu dengan tahapan pencarian data dan pemilihan media berbasis website. Dalam pelaksanaannya dilakukan koneksi media TV, pemetaan stakeholder dalam kepentingan yang berbeda, dan mobilisasi pengelola wisata. Dalam promosi wisata ini terdapat hambatan yang terjadi yaitu adanya keterbatasan anggaran dan background SDM yang tidak sesuai sehingga menurunnya motivasi kerja. Dalam menanggulangi hambatan tersebut dilakukan evaluasi diantaranya dengan mengkaji hambatan yang terjadi dan dengan pengendalian SDM.
Digital Literacy for Women's Empowerment: A Solution to Grow Awareness of Countering Hoaxes Ahmadi, Dadi; Rini Rinawati; Dedeh Fardiah; Ferry Darmawan; Mutia Umar; Nia Kurniati Syam
MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan Volume 39, No. 2, (December 2023) [Accredited Sinta 3, No 79/E/KPT/2023]
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mimbar.v39i2.2645

Abstract

The purpose of this study is to explore the effectiveness of digital literacy programmes for women to raise awareness and combat hoaxes. The object of the research is the women's recitation community who are members of the Aisyiyah organisation. The importance of digital literacy in today's digital era and the need for continued investment in programmes to help women become more digitally literate. Using a quasi-experimental design, this study used pre-test and post-test data to measure awareness and combat hoaxes. Data was collected from primary and secondary sources, including surveys and literature reviews. The results showed an improvement in literacy and this reflected the participants' understanding and application of digital literacy skills, including social media, blogs, videos, images and editing tools. A comparison between the pre and post-test results and the change in error rates can give an idea of the increase or decrease in digital literacy skills after the programme.
Pola Komunikasi Pasangan Pernikahan Muda Effendi, Muhammad Hanif Jabbar; Ahmadi, Dadi
Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam (JRHKI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrhki.v4i1.3429

Abstract

Abstrak. Pernikahan adalah sebuah kegiatan yang sangat sakral yang dilakuka oleh dua individu yang berbeda jenis kelamin dengan dibekali kesiapan secara mental, finansial, fisik. Menciptakan hubungan yang harmonis adalah salah satu tujuan pernikahan. Untuk menjaga keharmonisan dan mencegah konflik dalam suatu hubungan, komunikasi sangatlah penting. Maka penelitian ini difokuskan mengenai bagaimana pola komunikasi pada pasangan pernikahan usia muda dalam mempertahankan hubungan dan prestasi akademik pada Mahasiswa Bandung yang meliputi bagaimana proses komunikasi yang terjadi sehari-hari sehingga dapat terbentuknya pola komunikasi Pada penelitian ini, metode penelitiannya menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi pada mahasiswa aktif di kota Bandung dan menggunakan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam pola komunikasi pasangan pernikahan muda, terdapat komunikasi dalam mempertahankan kualitas hubungan pernikahan, dalam komunikasi tersebut tedapat tiga pola yaitu keterbukaan komunikasi, bersikap positif dan quality time. Terdapat tiga faktor konflik pasangan pernikahan muda yaitu perbedaan ekspetasi, perbedaan presepsi dan keterbatasan waktu dalam berkomunikasi. Penyelesaian konflik pasangan pernikahan muda meliputi dua strategi yaitu intropeksi diri dan diskusi. Dan yang terakhir, pernikahan dapat memberikan dampak positif dan juga negatif kepada individu yang sudah menikah. Abstract. Marriage is a very sacred activity carried out by two individuals of different sexes equipped with mental, financial, and physical readiness. Creating a harmonious relationship is one of the goals of marriage. To maintain harmony and prevent conflict in a relationship, communication is very important. So this research is focused on how communication patterns in young married couples contribute to maintaining relationships and academic achievement in Bandung students, which includes how the communication process occurs daily so that communication patterns can be formed. In this study, the research method used qualitative methods with an ethnographic approach with active students in the city of Bandung and used the constructivism paradigm. The results of this study indicate that in the communication patterns of young married couples, there is communication in maintaining the quality of marriage relationships. In this communication, there are three patterns: open communication, being positive, and quality time. There are three conflict factors among young married couples: differences in expectations, differences in perceptions, and limited time for communication. The conflict resolution of young married couples includes two strategies, namely self-introspection and discussion. And finally, marriage can have both positive and negative impacts on married individuals.
Ekofeminisme dalam Film Dokumenter “Our Mother’s Land” Rahyanatuqolbi, Annisa; Iskandar, Doddy; Ahmadi, Dadi
Jurnal Riset Public Relations Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Public Relations (JRPR)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpr.v4i1.3824

Abstract

Film menjadi media massa untuk merepresentasikan sebuah empiris yang terjadi dalam masyarakat. Film dokumenter “Our Mothers Land” memberitakan ekofeminisme yang dirilis pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk ekofeminisme yang terdapat pada scene-scene film dokumenter Our Mothers’ Land dengan menggunakan semiotika John Fiske. Tulisan ini akan membahas perihal film Our Mother’s Land yang rilis di tengah berita lingkungan yang mencuat pasca sahnya Undang-Undang Minerba dan  Omibus Law Cipta Kerja. Film ini hadir pada format dokumenter yang mendeskripsikan perjuangan warga norma pada mempertahankan tanahnya berasal eksploitasi korporat. Our Mother’s Land penekanan mengangkat kisah-kisah gerakan perlawanan yang digagas serta diorganisir langsung oleh para wanita. Pada film ini terdapat scene-scene yang ingin dicari memahami makna nya melalui teori semiotika milik John Fiske, menggunakan melalui tiga level proses pengkodean asal teori The Codes of Television yaitu level empiris, level representasi, dan  level ideologi. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ekofeminisme dalam film Our Mothers’ Land digambarkan oleh sosok para perempuan yang semangat dan tidak pantang menyerah dalam setiap peristiwa melawan perusahaan yang akan mengambil hak warga, seorang yang mampu menjadi pemimpin di dalam masyarakat, walaupun dengan labelnya yang seorang perempuan. Film is a mass media representing a reality in society. Documentary film “Our Mothers Land” released in 2020 tells about ecofeminism. This study aims to analyze the forms of ecofeminism that exist in the scenes of the documentary film Our Mothers' Land using John Fiske's semiotics. This article will discuss the film Our Mother's Land, released amid environmental issues that arose after the Minerba Law and Job Creation Omnibus Law came into force. This film is presented in a documentary format that depicts the struggle of indigenous peoples in defending their land from corporate exploitation. Our Mother's Land focuses on stories of resistance movements initiated and directly organized by women. In this film there are scenes whose meaning you want to find out through John Fiske's semiotic theory, by going through three levels of the coding process of The Codes of Television theory, namely the level of reality, the level of representation, and the level of ideology. The results of the research show that ecofeminism in the film Our Mothers' Land is depicted by the figures of women who are enthusiastic and never give up in every incident against companies that will take away citizens' rights, someone who is able to become a leader in society, even though she is labeled as a woman.
Bentuk Jurnalisme Warga dalam Pemberitaan di Media Online Faiq Muhammad Fauzan; Firmansyah; Ahmadi, Dadi
Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital Volume 4, No. 1, Juli 2024 Jurnal Riset Jurnalistik dan Media Digital (JRJMD)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrjmd.v4i1.3462

Abstract

Abstrak. Salah satu fenomena yang berkaitan dengan proses penyebaran informasi adalah maraknya aktivitas menyebarkan informasi yang sering disebut dengan citizen journalism (jurnalisme warga). Sebuah aktivitas yang muncul karena perkembangan internet. Maka dalam artikel ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana konsep citizen journalism telah berkembang pesat dan telah masuk dalam redaksi media massa sebagai sebuah keunggulan dalam pelibatan masyarakat dan kecepatan informasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus. Peneliti menggunakan riset kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik ini digunakan dalam studi untuk mendapatkan jawaban terbaik dari pertanyaan masalah. Dalam studi ini, berikut subjek yang menjadi sumber informasi tentang hal-hal yang ingin diketahui peneliti yakni manajer online, editor online dan pengguna jurnalisme warga. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk Citizen Journalism pada media online Tribun Jabar dan untuk mengetahui proses gatekeeping berita pada media online Tribun Jabar. Dalam studi ini, berikut subjek atau informan yang menjadi sumber informasi tentang hal-hal yang ingin diketahui peneliti: Redaktur pelaksana, Koordinator lapangan, Editor online dan jurnalisme warga. Analisis data dilakukan berdasarkan bentuk citizen journalism dan gatekeeping pemberitaan. Hasil pada studi ini menemukan bahwa kehadiran citizen journalism di Tribun Jabar memberikan kontribusi pada keragaman dan kedalaman liputan berita. Tribun Jabar juga mendapatkan berita yang tidak terjangkau oleh wartawan, khususnya dalam liputan di daerah yang sulit dijangkau oleh tim redaksi. Abstract. One of the phenomenon related to the process of disseminating information is the rise in information dissemination activities which is often called citizen journalism. An activity that emerged due to the development of the internet. So this article aims to describe how the concept of citizen journalism has developed rapidly and has entered mass media editorials as an advantage in community involvement and speed of information. This study uses a qualitative approach based on case studies. Researchers use qualitative research using interview, observation and documentation techniques. In this study, the following subjects are sources of information about things the researcher wants to know, namely online managers, online editors and citizen journalism users. The aim of this study is to find out what Citizen Journalism looks like in the online media Tribun Jabar and to find out the news gatekeeping process in the online media Tribun Jabar. In this study, the following subjects or informants were sources of information about things the researcher wanted to know: Managing editor, field coordinator, online editor and citizen journalism. Data analysis was carried out based on the form of citizen journalism and news gatekeeping. The results of this study found that the presence of citizen journalism in the West Java Tribune contributed to the diversity and depth of news coverage. The West Java Tribune also gets news that is not reached by journalists, especially in coverage in areas that are difficult for the editorial team to reach.