Claim Missing Document
Check
Articles

THE ROLE OF THE POLICE REGARDING DIVERSION LEGAL MEASURES AGAINST CHILDREN AS CRIMINAL OFFENDERS TRAFFIC ACCIDENT (Research Study at Serdang Berdagai Police) J.E. Melky Purba; M. Fikri Akbar; Jontario Lumban Gaol
International Conference on Health Science, Green Economics, Educational Review and Technology Vol. 4 (2022): International Conference on Health Science, Green Economics, Educational Review and T
Publisher : Universitas Efarina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ihert.v4i1.290

Abstract

Traffic accidents involving children result in the emergence of new problems in law enforcement in relation to determining sanctions for the child's responsibility. Through restorative justice, the basis for the solution is to achieve balance between the victim and the perpetrator of the crime, and then the criminal process can be carried out flexibly so that it is not limited to the need for justice. The goal of restorative justice is to restore the consequences of children's violations and efforts to improve children's morals so that children no longer repeat their actions. The aim of this research is to find out the role of the police in the process of legal action against children as perpetrators of traffic accident crimes based on the results of a research study at the Serdang Bedagai Police Station. By using a type of empirical research that is descriptive analysis, through data collection such as interviews, library data and document data sourced from primary legal materials and secondary legal materials which are then processed and analyzed. The role of the police in efforts to divert children as perpetrators of criminal traffic accidents at the Serdang Bedagai Police Traffic Unit is based on a report and investigators making a BAP, then Bapas conducting community research in the perpetrator's home environment, then Bapas issuing a letter of recommendation as to whether or not the diversion process is appropriate and The letter was handed over to investigators, investigators called the parties involved to carry out diversion
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KELAPA SEBAGAI CAMPURAN MATERIAL PAVING BLOCK BAGI USAHA KECIL MENENGAH DI DESA BERNUNG KABUPATEN PESAWARAN Jaya, Fery Hendi; miranda, zesty; Akbar, M. Fikri; Subekti , Farendra
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70522/jad.v3i1.46

Abstract

Nowadays we have found lots of variations or various kinds of community innovations related to the needs of the community itself, so that the community is trying to make it easier so that their needs are met, especially in the current economic situation, the community which has just experienced economic improvements after the Covid-19 pandemic. The purpose of this service is to increase public knowledge and understanding of the benefits of coconut shell waste as a mixture for making paving blocks. Currently, as the population increases, physical development is increasing, and the need for building materials is also increasing. For example Paving blocks are usually used for coating soil, such as vehicle parking lots, yards, alleyways, etc. Basically, paving blocks are only designed to withstand compressive strength. However, it cannot be denied that paving blocks will also receive tensile forces as a result of unstable soil conditions or imperfect installation. Most of the damage that occurred in the field was broken in the middle, not destroyed. The large amount of coconut shell waste that should be used as a basic ingredient for making paving block mixes. With the use of coconut shell waste as a mixture of materials, it is hoped that it can help the community as a building material so that it makes it easier and costs less.
The Role Communication Technology in Enhancing Student Collaboration for Da'wah Akbar, M. Fikri; Aziz Apriadi, Eko; Aini, Fitaha
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 8 No 2 (2024): Ath-Thariq: Jurnal Dakwah dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ath-thariq.v8i2.6mcmkt33

Abstract

This study examines the role of communication technology in enhancing collaboration among Public Relations and Digital Communication students at Sang Bumi Ruwa Jurai University, particularly in supporting da'wah and promoting Islamic values. Using a qualitative case study approach with ten purposively selected participants, data was collected through in-depth interviews and observations, analyzed thematically. Findings highlight the significant role of technologies like Zoom, Google Meet, WhatsApp, and Google Drive in improving collaboration efficiency and flexibility, enabling real-time discussions and overcoming time and location barriers in da'wah contexts. However, challenges such as technical issues and difficulty building virtual interpersonal relationships were noted. The study recommends improving technology access, technical training, and supportive policies to optimize technology use in collaborative da'wah activities. These insights inform strategies for developing technology-based learning in higher education, particularly in Islamic communication, equipping students with essential skills for the digital era.
ANALISIS KINERJA PEGAWAI PEREMPUAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGARUSUTAMAAN GENDER PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENGAIRAN BEKRI LAMPUNG TENGAH Muhammad Fikri Akbar; Erwin Putubasai; Vina Hernida Herman
INTERCODE Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/ire.v1i2.541

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja pegawai perempuan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas. Pengairan Bekri kabupaten Lampung Tengah dalam hal kegiatan lapangan dalam upaya peningkatan pengarusutamaan gender. Penelitian ini menurut metodenya tergolong desain penelitian deskriptif dengan desain kualitatif deskriptif peneliti bermaksud untuk menjelaskan dan memaparkan mengenai hambatan-hambatan yang ada pada kegiatan-kegiatan lapangan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri yang berkaitan dengan kinerja pegawai perempuan serta upaya peningkatan pengarusutamaan gender pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri tahun 2019. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai perempuan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri. Metode pengambilan data adalah dengan observasi dan wawancara, dokumentasi juga studi pustaka. Teknik pemeriksaan keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi teknik, sedangkan analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya kesenjangan tugas antara pegawai laki-laki dan pegawai perempuan pada kegiatan lapangan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri. Pegawai perempuan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri tidak pernah dilibatkan sacara langsung pada kegiatan lapangan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri. Pimpinan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri beranggapan bahwa pekerjaan dilapangan berat dan beresiko tinggi sehingga menganggap pegawai perempuan tidak mampu untuk melaksanakan tugas bidang tehnik sehingga Pegawai perempuan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri hanya ditugaskan pada urusan administrasi kantor saja. Padahal tujuan diadakan pengarusutamaan gender sendiri adalah menghilangkan dan meniadakan isu gender dan ketimpangan kerja bidang kepengairan dalam kegiatan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kinerja pegawai perempuan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri Lampung Tengah dalam hal  menyelesaikan pekerjaan administrasi kantor dan kepegawaian dengan baik, cukup tepat waktu dalam pengerjaannya dan mampu melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab tetapi untuk bidang teknis, pegawai perempuan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri buta tentang pekerjaan dilapangan
Peranan Tugas Lapangan Dalam Menggalang dan Mengembangkan Kemitraan Program Keluarga Berencana (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lampung Selatan) miranda, zesty; Akbar, M. Fikri; Asmaria, Asmaria; Mariana, Lusi
JSSHA ADPERTISI JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2023): Jun 2023
Publisher : Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jsshha.v3i1.482

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali mengakibatkan permasalahan yang sangat kompleks di Indonesia, program Keluarga Berencana menjadi salah satu jalan dalam menyeimbangkan permasalahan aspek kependudukan tersebut. Pelayanan Keluarga Berencana diberikan di berbagai unit pelayanan baik oleh pemerintah maupun swasta dari tingkat desa hingga tingkat kota dengan kompetensi yang sangat bervariasi. Pemberi layanan Keluarga Berencana antara lain adalah Rumah Sakit, Puskesmas, dokter praktek swasta, bidan praktek swasta dan bidan desa. Permasalahan sangat kompleks dan berkaitan satu sama lain sehingga mengakibatkan pertumbuhan penduduk menjadi tidak seimbang, permasalahan tersebut terurai seperti disuatu daerah dan kota-kota besar, umumnya masih sangat banyak masyarakat yang kurang memamahi penting program Keluarga Berencana Nasional. Dengan adanya keterlibatan dalam perannya sebagai aparatur sipil negara Petugas Lapangan Keluarga Berencana sangat lah penting perannya mengingat salah satu keterkaitan dalam pemberdayaan masyarakat yang membantu mensosialisasikan program keluarga berencana (Keluarga Berencana). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana dalam program Keluarga Berencana. Penelitian ini merupakan Penelitian kualitatif yang berisikan riset bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Hasil Penelitian ini akan diterbitkan pada jurnal nasional atau internasional.
Penguatan Nilai Ideologi Pacasila Dan Wawasan Kebangsaan Terhadap Masyarakat Wujud Mempertahankan Budaya Bangsa Idham; Sudewi, Sudewi; Akbar, M. Fikri; Lenny Nadriana
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 4 No. 2 (2025): JUNI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many of the analysis of figures in various discussions and research that show several trends in the depletion of the spirit of nationalism among the younger generation among the younger generation, including the general public. At the same time, the development of nationalism through the role of institutional units outside the world of education, for example the conducted by the Bandar Lampung City Council with the theme “Socialization of the ideology of Pancasila and Nationalistic Insight” in various discussions and researches. Pancasila and Nationalistic Insight” in several theoretical studies provide a significant contribution. significant contribution. Therefore, making an institutional unit outside of education as a location for service as an endeavor to shape and develop national character (nationalism) is the right answer in preparing the younger generation and the community to become quality human resources who are able to be wise in responding to globalization. globalization. The objectives of this community service activity are the formation of strengthening Nationalism values that grow from awareness and knowledge in the community. awareness and knowledge in the community. Methods used used by the Service Team is socialization, counseling, and coaching so that the community has comprehensive knowledge about nationalism, measuring the nationalism index, and measuring the nationalism index. have comprehensive knowledge about nationalism, measurement of nationalism index, as well as index, as well as nationalism character statutes and being able to behave well in protecting the country. well in maintaining the Unitary State of the Republic of Indonesia. Unitary Republic of Indonesia.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING BAGI ANAK-ANAK KOMUNITAS MAT PECI CILIWUNG UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PUBLIK DALAM ISU LINGKUNGAN M. Fikri Akbar; Sandy Allifiansyah; Mutmainah, Mia; Muhammad Dika Octaviano; Gina Rahmani; Zacky Sazari Putra
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 4 No. 2 (2025): JUNI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This service focuses on improving the public speaking skills of the children of the Mat Peci Ciliwung Community to encourage public participation in environmental issues. The goal is to equip children with effective communication skills and confidence in conveying ideas. The implementation methods include socialization, interactive training, speaking simulations, and ongoing mentoring and evaluation. Participatory and educational approaches are used to adjust the material to the needs of the participants. The results of the service show a significant increase in children's confidence in public speaking, as demonstrated by their enthusiasm when practicing speaking and involvement in discussions. This program also provides a strong foundation for the desire to train and strengthen the role of children in voicing environmental issues in their communities.
Strategi Komunikasi Dinas Pendidikan dalam Gerakan Swasembada Sekolah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anum, Adelina; Akbar, M. Fikri; Asmaria; Ati, Henny Dewi Laras; Perdana, M. Harviend Gilang
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2497

Abstract

This study explores the communication strategy of the South Lampung Regency Government in implementing the Swasembada Sekolah Movement to enhance educational quality and reduce dropout rates. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires. The research took place in Sukamarga Village, Sidomulyo District, a pilot area for the program. Findings reveal that the communication strategy was systematically implemented across regency, district, village, and school levels. Key stakeholders included the Department of Education, village heads, school principals, and Swasembada Sekolah Ambassadors. Communication methods encompassed direct channels such as face-to-face meetings, roadshows, and focus group discussions, as well as indirect media like social media, YouTube, and local press. The strategy effectively raised public awareness about the importance of education and increased participation in alternative education programs (Kejar Paket) for dropouts. Notably, South Lampung’s Human Development Index (HDI) surpassed 70 in 2024, indicating positive social impact. However, the study identifies a gap in digital communication, with minimal activity on official websites and social media managed by the Education Department. Therefore, the research recommends optimizing digital platforms, strengthening inter-agency coordination, and enhancing supporting infrastructure and human resources to ensure the movement's long-term sustainability. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi dalam implementasi Gerakan Swasembada Sekolah yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menurunkan angka putus sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Lokasi penelitian berada di Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, yang menjadi salah satu desa percontohan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi telah terstruktur dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa, dan sekolah, melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan, kepala desa, kepala sekolah, serta Duta Swasembada Sekolah sebagai komunikator utama. Pendekatan komunikasi dilakukan secara langsung (tatap muka, roadshow, FGD) dan tidak langsung (media sosial, YouTube, media massa). Dampak strategi ini terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan partisipasi dalam program alternatif seperti Kejar Paket. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Selatan juga meningkat, melampaui angka 70 pada tahun 2024. Namun, pemanfaatan media digital oleh Dinas Pendidikan masih kurang optimal, ditandai dengan tidak aktifnya situs resmi dan minimnya penggunaan media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem komunikasi digital, peningkatan koordinasi vertikal, serta perbaikan infrastruktur dan SDM guna menjamin keberlanjutan gerakan ini.
Strategi Komunikasi Dinas Pendidikan dalam Gerakan Swasembada Sekolah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anum, Adelina; Akbar, M. Fikri; Asmaria; Ati, Henny Dewi Laras; Perdana, M. Harviend Gilang
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2497

Abstract

This study explores the communication strategy of the South Lampung Regency Government in implementing the Swasembada Sekolah Movement to enhance educational quality and reduce dropout rates. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires. The research took place in Sukamarga Village, Sidomulyo District, a pilot area for the program. Findings reveal that the communication strategy was systematically implemented across regency, district, village, and school levels. Key stakeholders included the Department of Education, village heads, school principals, and Swasembada Sekolah Ambassadors. Communication methods encompassed direct channels such as face-to-face meetings, roadshows, and focus group discussions, as well as indirect media like social media, YouTube, and local press. The strategy effectively raised public awareness about the importance of education and increased participation in alternative education programs (Kejar Paket) for dropouts. Notably, South Lampung’s Human Development Index (HDI) surpassed 70 in 2024, indicating positive social impact. However, the study identifies a gap in digital communication, with minimal activity on official websites and social media managed by the Education Department. Therefore, the research recommends optimizing digital platforms, strengthening inter-agency coordination, and enhancing supporting infrastructure and human resources to ensure the movement's long-term sustainability. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi dalam implementasi Gerakan Swasembada Sekolah yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menurunkan angka putus sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Lokasi penelitian berada di Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, yang menjadi salah satu desa percontohan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi telah terstruktur dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa, dan sekolah, melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan, kepala desa, kepala sekolah, serta Duta Swasembada Sekolah sebagai komunikator utama. Pendekatan komunikasi dilakukan secara langsung (tatap muka, roadshow, FGD) dan tidak langsung (media sosial, YouTube, media massa). Dampak strategi ini terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan partisipasi dalam program alternatif seperti Kejar Paket. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Selatan juga meningkat, melampaui angka 70 pada tahun 2024. Namun, pemanfaatan media digital oleh Dinas Pendidikan masih kurang optimal, ditandai dengan tidak aktifnya situs resmi dan minimnya penggunaan media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem komunikasi digital, peningkatan koordinasi vertikal, serta perbaikan infrastruktur dan SDM guna menjamin keberlanjutan gerakan ini.
Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Lagu Rex Orange County Yang Berjudul “Happiness’’ Aulia Rizky Utami; M. Fikri Akbar; Sandy Allifiansyah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 10 (2025): GJMI - OKTOBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i10.1774

Abstract

Analisis semiotika dalam lagu Rex Orange County yang berjudul “Happiness” ini bertujuan untuk mengungkap makna semiotik pada lirik lagu tersebut dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif interpretif dan cara berpikir induktif, yaitu menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus ke umum, dengan pengumpulan data melalui studi dokumen yang menelusuri berbagai sumber relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna denotasi kata “Happiness” dalam lirik lagu ini diartikan sebagai kebahagiaan, rasa senang, dan gembira, sedangkan makna konotasinya mengarah pada hubungan cinta dan kasih sayang sepasang kekasih, di mana pihak laki-laki memiliki banyak harapan yang ingin diwujudkan di masa depan bersama pasangannya agar pasangannya dapat terus bahagia. Analisis keseluruhan mengungkapkan mitos bahwa harapan merupakan hal yang dapat menguatkan sebuah hubungan, dan penulis menegaskan bahwa harapan bukanlah sesuatu yang salah selama tidak bersifat memaksa dan bertujuan untuk membahagiakan. Temuan ini berkontribusi pada kajian komunikasi visual dan budaya konsumsi dengan menunjukkan bagaimana simbol-simbol dalam musik populer membentuk pemaknaan kolektif tentang cinta, harapan, dan kebahagiaan sekaligus merefleksikan konstruksi budaya yang berkembang di masyarakat kontemporer