Claim Missing Document
Check
Articles

The Role Communication Technology in Enhancing Student Collaboration for Da'wah Akbar, M. Fikri; Aziz Apriadi, Eko; Aini, Fitaha
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 8 No 2 (2024): Ath-Thariq: Jurnal Dakwah dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ath-thariq.v8i2.6mcmkt33

Abstract

This study examines the role of communication technology in enhancing collaboration among Public Relations and Digital Communication students at Sang Bumi Ruwa Jurai University, particularly in supporting da'wah and promoting Islamic values. Using a qualitative case study approach with ten purposively selected participants, data was collected through in-depth interviews and observations, analyzed thematically. Findings highlight the significant role of technologies like Zoom, Google Meet, WhatsApp, and Google Drive in improving collaboration efficiency and flexibility, enabling real-time discussions and overcoming time and location barriers in da'wah contexts. However, challenges such as technical issues and difficulty building virtual interpersonal relationships were noted. The study recommends improving technology access, technical training, and supportive policies to optimize technology use in collaborative da'wah activities. These insights inform strategies for developing technology-based learning in higher education, particularly in Islamic communication, equipping students with essential skills for the digital era.
ANALISIS KINERJA PEGAWAI PEREMPUAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGARUSUTAMAAN GENDER PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENGAIRAN BEKRI LAMPUNG TENGAH Muhammad Fikri Akbar; Erwin Putubasai; Vina Hernida Herman
INTERCODE Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/ire.v1i2.541

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja pegawai perempuan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas. Pengairan Bekri kabupaten Lampung Tengah dalam hal kegiatan lapangan dalam upaya peningkatan pengarusutamaan gender. Penelitian ini menurut metodenya tergolong desain penelitian deskriptif dengan desain kualitatif deskriptif peneliti bermaksud untuk menjelaskan dan memaparkan mengenai hambatan-hambatan yang ada pada kegiatan-kegiatan lapangan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri yang berkaitan dengan kinerja pegawai perempuan serta upaya peningkatan pengarusutamaan gender pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri tahun 2019. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai perempuan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri. Metode pengambilan data adalah dengan observasi dan wawancara, dokumentasi juga studi pustaka. Teknik pemeriksaan keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi teknik, sedangkan analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya kesenjangan tugas antara pegawai laki-laki dan pegawai perempuan pada kegiatan lapangan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri. Pegawai perempuan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri tidak pernah dilibatkan sacara langsung pada kegiatan lapangan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri. Pimpinan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri beranggapan bahwa pekerjaan dilapangan berat dan beresiko tinggi sehingga menganggap pegawai perempuan tidak mampu untuk melaksanakan tugas bidang tehnik sehingga Pegawai perempuan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri hanya ditugaskan pada urusan administrasi kantor saja. Padahal tujuan diadakan pengarusutamaan gender sendiri adalah menghilangkan dan meniadakan isu gender dan ketimpangan kerja bidang kepengairan dalam kegiatan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kinerja pegawai perempuan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri Lampung Tengah dalam hal  menyelesaikan pekerjaan administrasi kantor dan kepegawaian dengan baik, cukup tepat waktu dalam pengerjaannya dan mampu melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab tetapi untuk bidang teknis, pegawai perempuan pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengairan Bekri buta tentang pekerjaan dilapangan
Peranan Tugas Lapangan Dalam Menggalang dan Mengembangkan Kemitraan Program Keluarga Berencana (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lampung Selatan) miranda, zesty; Akbar, M. Fikri; Asmaria, Asmaria; Mariana, Lusi
JSSHA ADPERTISI JOURNAL Vol. 3 No. 1 (2023): Jun 2023
Publisher : Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62728/jsshha.v3i1.482

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali mengakibatkan permasalahan yang sangat kompleks di Indonesia, program Keluarga Berencana menjadi salah satu jalan dalam menyeimbangkan permasalahan aspek kependudukan tersebut. Pelayanan Keluarga Berencana diberikan di berbagai unit pelayanan baik oleh pemerintah maupun swasta dari tingkat desa hingga tingkat kota dengan kompetensi yang sangat bervariasi. Pemberi layanan Keluarga Berencana antara lain adalah Rumah Sakit, Puskesmas, dokter praktek swasta, bidan praktek swasta dan bidan desa. Permasalahan sangat kompleks dan berkaitan satu sama lain sehingga mengakibatkan pertumbuhan penduduk menjadi tidak seimbang, permasalahan tersebut terurai seperti disuatu daerah dan kota-kota besar, umumnya masih sangat banyak masyarakat yang kurang memamahi penting program Keluarga Berencana Nasional. Dengan adanya keterlibatan dalam perannya sebagai aparatur sipil negara Petugas Lapangan Keluarga Berencana sangat lah penting perannya mengingat salah satu keterkaitan dalam pemberdayaan masyarakat yang membantu mensosialisasikan program keluarga berencana (Keluarga Berencana). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana dalam program Keluarga Berencana. Penelitian ini merupakan Penelitian kualitatif yang berisikan riset bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Hasil Penelitian ini akan diterbitkan pada jurnal nasional atau internasional.
Strategi Komunikasi Dinas Pendidikan dalam Gerakan Swasembada Sekolah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anum, Adelina; Akbar, M. Fikri; Asmaria; Ati, Henny Dewi Laras; Perdana, M. Harviend Gilang
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2497

Abstract

This study explores the communication strategy of the South Lampung Regency Government in implementing the Swasembada Sekolah Movement to enhance educational quality and reduce dropout rates. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires. The research took place in Sukamarga Village, Sidomulyo District, a pilot area for the program. Findings reveal that the communication strategy was systematically implemented across regency, district, village, and school levels. Key stakeholders included the Department of Education, village heads, school principals, and Swasembada Sekolah Ambassadors. Communication methods encompassed direct channels such as face-to-face meetings, roadshows, and focus group discussions, as well as indirect media like social media, YouTube, and local press. The strategy effectively raised public awareness about the importance of education and increased participation in alternative education programs (Kejar Paket) for dropouts. Notably, South Lampung’s Human Development Index (HDI) surpassed 70 in 2024, indicating positive social impact. However, the study identifies a gap in digital communication, with minimal activity on official websites and social media managed by the Education Department. Therefore, the research recommends optimizing digital platforms, strengthening inter-agency coordination, and enhancing supporting infrastructure and human resources to ensure the movement's long-term sustainability. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi dalam implementasi Gerakan Swasembada Sekolah yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menurunkan angka putus sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Lokasi penelitian berada di Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, yang menjadi salah satu desa percontohan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi telah terstruktur dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa, dan sekolah, melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan, kepala desa, kepala sekolah, serta Duta Swasembada Sekolah sebagai komunikator utama. Pendekatan komunikasi dilakukan secara langsung (tatap muka, roadshow, FGD) dan tidak langsung (media sosial, YouTube, media massa). Dampak strategi ini terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan partisipasi dalam program alternatif seperti Kejar Paket. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Selatan juga meningkat, melampaui angka 70 pada tahun 2024. Namun, pemanfaatan media digital oleh Dinas Pendidikan masih kurang optimal, ditandai dengan tidak aktifnya situs resmi dan minimnya penggunaan media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem komunikasi digital, peningkatan koordinasi vertikal, serta perbaikan infrastruktur dan SDM guna menjamin keberlanjutan gerakan ini.
Strategi Komunikasi Dinas Pendidikan dalam Gerakan Swasembada Sekolah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anum, Adelina; Akbar, M. Fikri; Asmaria; Ati, Henny Dewi Laras; Perdana, M. Harviend Gilang
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2497

Abstract

This study explores the communication strategy of the South Lampung Regency Government in implementing the Swasembada Sekolah Movement to enhance educational quality and reduce dropout rates. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, documentation, and questionnaires. The research took place in Sukamarga Village, Sidomulyo District, a pilot area for the program. Findings reveal that the communication strategy was systematically implemented across regency, district, village, and school levels. Key stakeholders included the Department of Education, village heads, school principals, and Swasembada Sekolah Ambassadors. Communication methods encompassed direct channels such as face-to-face meetings, roadshows, and focus group discussions, as well as indirect media like social media, YouTube, and local press. The strategy effectively raised public awareness about the importance of education and increased participation in alternative education programs (Kejar Paket) for dropouts. Notably, South Lampung’s Human Development Index (HDI) surpassed 70 in 2024, indicating positive social impact. However, the study identifies a gap in digital communication, with minimal activity on official websites and social media managed by the Education Department. Therefore, the research recommends optimizing digital platforms, strengthening inter-agency coordination, and enhancing supporting infrastructure and human resources to ensure the movement's long-term sustainability. Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi dalam implementasi Gerakan Swasembada Sekolah yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan menurunkan angka putus sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Lokasi penelitian berada di Desa Sukamarga, Kecamatan Sidomulyo, yang menjadi salah satu desa percontohan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi telah terstruktur dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa, dan sekolah, melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Pendidikan, kepala desa, kepala sekolah, serta Duta Swasembada Sekolah sebagai komunikator utama. Pendekatan komunikasi dilakukan secara langsung (tatap muka, roadshow, FGD) dan tidak langsung (media sosial, YouTube, media massa). Dampak strategi ini terlihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan partisipasi dalam program alternatif seperti Kejar Paket. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Selatan juga meningkat, melampaui angka 70 pada tahun 2024. Namun, pemanfaatan media digital oleh Dinas Pendidikan masih kurang optimal, ditandai dengan tidak aktifnya situs resmi dan minimnya penggunaan media sosial. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem komunikasi digital, peningkatan koordinasi vertikal, serta perbaikan infrastruktur dan SDM guna menjamin keberlanjutan gerakan ini.
Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Lagu Rex Orange County Yang Berjudul “Happiness’’ Aulia Rizky Utami; M. Fikri Akbar; Sandy Allifiansyah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 10 (2025): GJMI - OKTOBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i10.1774

Abstract

Analisis semiotika dalam lagu Rex Orange County yang berjudul “Happiness” ini bertujuan untuk mengungkap makna semiotik pada lirik lagu tersebut dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang meliputi makna denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif interpretif dan cara berpikir induktif, yaitu menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus ke umum, dengan pengumpulan data melalui studi dokumen yang menelusuri berbagai sumber relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna denotasi kata “Happiness” dalam lirik lagu ini diartikan sebagai kebahagiaan, rasa senang, dan gembira, sedangkan makna konotasinya mengarah pada hubungan cinta dan kasih sayang sepasang kekasih, di mana pihak laki-laki memiliki banyak harapan yang ingin diwujudkan di masa depan bersama pasangannya agar pasangannya dapat terus bahagia. Analisis keseluruhan mengungkapkan mitos bahwa harapan merupakan hal yang dapat menguatkan sebuah hubungan, dan penulis menegaskan bahwa harapan bukanlah sesuatu yang salah selama tidak bersifat memaksa dan bertujuan untuk membahagiakan. Temuan ini berkontribusi pada kajian komunikasi visual dan budaya konsumsi dengan menunjukkan bagaimana simbol-simbol dalam musik populer membentuk pemaknaan kolektif tentang cinta, harapan, dan kebahagiaan sekaligus merefleksikan konstruksi budaya yang berkembang di masyarakat kontemporer
Analisis Resepsi Objektifikasi Perempuan dalam Video Game The Inn-Sanity Pada Kanal YouTube Windah Basudara Yesaya, Zenia Serafina; Akbar, M Fikri; Allifiansyah, Sandy
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i5.611

Abstract

Objektifikasi perempuan dalam video game menjadi isu serius karena berpotensi menormalisasi pandangan yang merendahkan martabat perempuan, terutama saat disiarkan oleh kreator populer seperti Windah Basudara di YouTube. Penelitian ini bertujuan menganalisis resepsi audiens terhadap praktik objektifikasi dalam game The Inn-Sanity yang dimainkan oleh Windah. Pendekatan kualitatif dengan analisis resepsi Stuart Hall digunakan, menempatkan audiens sebagai pihak aktif yang menafsirkan pesan sesuai latar sosial, budaya, dan pengalaman. Sampel terdiri dari empat perempuan berusia 18–25 tahun yang menonton video gameplay secara lengkap, dipilih dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan studi literatur, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan variasi resepsi: dua informan menolak representasi perempuan yang dianggap merendahkan (oppositional position), satu informan menegosiasikan penerimaan dengan tetap menyadari dampak negatif (negotiated position), dan satu informan menerima sepenuhnya gaya hiburan Windah termasuk unsur seksual (dominant-hegemonic position). Kesimpulan menegaskan bahwa pemaknaan audiens sangat dipengaruhi latar belakang dan pengalaman, sehingga posisi penerimaan beragam. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi media digital agar audiens lebih kritis, serta mendorong kreator konten menghadirkan hiburan yang lebih etis dan berperspektif kesetaraan gender.
Komunikasi Partisipatif dan Produksi Kreatif Bank Sampah Anggrek dalam Komunikasi Lingkungan Mitigasi Banjir di Ciliwung Wulandari, Dhesi Kusuma; M. Fikri Akbar; Sandy Allifiansyah
Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober : Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/komunikasi.v2i4.659

Abstract

This study explores the practice of participatory communication and creative production implemented by the Anggrek Waste Bank along the Ciliwung River as an educational strategy for flood disaster mitigation. The research aims to understand how community-based waste management initiatives can serve as platforms for environmental learning and social empowerment. Using a qualitative approach with a case study method, this study investigates social dynamics, interaction patterns, and meanings constructed by residents through collaborative waste management and creative production activities. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that participatory communication is manifested not only in formal education, counseling, or campaigns, but also in everyday interactions, creative workshops, and collective community work. Creative products such as recycled crafts, soap made from used cooking oil, and eco enzymes function as symbolic communication media that persuasively convey ecological messages while providing tangible economic benefits. These practices foster a sense of ecological responsibility, strengthen social solidarity, and enhance community resilience to flooding. This study concludes that participatory communication integrated with creative production serves as an effective model for promoting sustainable behavior and community-based flood mitigation in urban environments.
Strategi Komunikasi Interpersonal Anak Sulung dalam Menjaga Keterikatan Emosional Pasca Kematian Ayah kansa, Tumadir A; Akbar, M. Fikri; Allifiansyah, Sandy
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 4 No. 2 (2025): September - Oktober
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v4i2.3647

Abstract

The death of a father, as the central family figure, triggers significant changes in family structure and dynamics, necessitating effective communication strategies to maintain emotional bonds among members. This study explores the interpersonal communication strategies used by the eldest child to preserve emotional attachment with the mother and younger siblings after the father's death. Employing a qualitative phenomenological approach, the research examines the eldest child's role as an emotional mediator, practical supporter, and family bond strengthener through in-depth interviews and non-participant observation with bereaved families. Key findings reveal dominant strategies including open communication, structured empathy, active listening, conflict mediation, and clear role and responsibility allocation to minimize ambiguity. These practices foster a sense of security, solidarity, and family adaptation to the new circumstances. Theoretically, this study enriches family communication literature in crisis contexts; practically, it provides recommendations for counselors, social workers, and family members to design communication interventions supporting recovery and cohesion post-loss. The impact of this research lies in its potential to guide family communication frameworks and psychosocial support programs, ensuring that grieving families can transform loss into resilience and sustain long-term relational well-being.
Penguatan Peran Akademisi sebagai Pengawas Independen sebagai Pemantau dalam Meningkatkan Kualitas Pilkada 2024 di TPS 1 Desa Rantau Temiang, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan Asmaria, Asmaria; Renaldy, Rendy; Apriadi, Eko Aziz; Akbar, M. Fikri
Devotion: Journal Corner of Community Service Vol. 3 No. 2 (2024): November
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/devotion.v3i2.409

Abstract

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan sarana penting dalam mewujudkan demokrasi di tingkat lokal. Namun, pelaksanaan Pilkada sering kali diwarnai oleh berbagai permasalahan seperti politik uang, pelanggaran administratif, dan manipulasi suara. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat peran akademisi sebagai pengawas independen seperti pemantau dari Forum Dekan Fisisp Indonesia di TPS 1 Desa Rantau Temiang, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, pada Pilkada 2024. Akademisi dipilih karena memiliki kompetensi yang memadai dalam memahami regulasi serta kemampuan analitis yang mendalam untuk mengawasi setiap tahapan Pilkada. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan pemantauan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, tim pengabdian melakukan koordinasi dengan penyelenggara Pilkada setempat seperti KPPS dan Panwaslu, menyusun pedoman pemantauan, serta merekrut dan melatih relawan pemantau dari kalangan akademisi. Selama hari pemungutan suara, pemantauan dilakukan melalui observasi langsung di TPS, dengan fokus pada pencatatan potensi pelanggaran, seperti politik uang dan intimidasi. Data yang diperoleh dianalisis dan disusun dalam laporan akhir yang berisi hasil pemantauan serta rekomendasi untuk penyelenggara Pilkada. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kesadaran penyelenggara Pilkada terhadap pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, ditemukan indikasi berkurangnya potensi pelanggaran seperti politik uang dan manipulasi suara di TPS 1. Masyarakat juga menunjukkan peningkatan partisipasi aktif dalam mengawasi proses Pilkada, yang menandakan adanya dampak positif dari keterlibatan akademisi sebagai pengawas independen Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa akademisi memiliki peran strategis dalam menjaga integritas Pilkada melalui pengawasan yang obyektif dan berbasis data. Dengan adanya pemantauan yang dilakukan secara profesional, kualitas pelaksanaan Pilkada dapat meningkat secara signifikan. Pengalaman dari pengabdian ini menunjukkan pentingnya meningkatkan keterlibatan akademisi dalam proses Pilkada di berbagai daerah serta membangun jaringan pemantau independen di tingkat lokal.