Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja pada perawat Sukma Noor Akbar
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 1 (2013): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i1.485

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kecerdasan emosi perawat di RSUD Banjarbaru, (2) stres kerja perawat di RSUD Banjarbaru, dan (3) hubungan antara kecerdasan emosi dengan stres kerja perawat di RSUD Banjarbaru. Desain yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan menggunakan teknik korelasi Pearson. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diperoleh korelasi antara kecerdasan emosi dengan stres kerja pada perawat di RSUD Banjarbaru. Ini menunjukkan adanya hubungan negatif di antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kecerdasan emosi perawat di RSUD Banjarbaru berada pada tingkat sedang, (2) stres kerja perawat di RSUD Banjarbaru berada pada tingkat sedang, dan (3) terdapat korelasi negatif antara kecerdasan emosi dengan stres kerja perawat di RSUD Banjarbaru. The main objective of this study was to determine : (1) emotional intelligence nurses in Banjarbaru hospital , ( ) work stress nurses in Banjarbaru hospital , and (3) correlation between emotional intelligence and work stress nurses in Banjarbaru hospital. Design used was descriptive and correlational using Pearson correlation techniques . Based on the calculation obtained correlation between emotional intelligence and work stress in nurses in Banjarbaru hospital. This suggests a negative relationship between the two. The results showed that : (1) emotional intelligence nurses in Banjarbaru hospitals are at a medium level, (2) work stress nurses in Banjabaru hospitals are at a moderate level, and (3) there is a negative correlation between emotional intelligence and work stress nurses in Banjarbaru Hospital. 
Hubungan perfeksionisme dengan kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi Nurhayati Nurhayati; Sukma Noor Akbar; Marina Dwi Mayangsari
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 4 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.405 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i4.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perfeksionisme dengan kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi di SMAN 1 dan 7 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan teknik sampling jenuh dalam pengambilan sampel. Subjek penelitian adalah siswa akselerasi di SMAN 1 dan SMAN 7 Banjarmasin sebanyak 35 orang. Instrumen yang digunakan adalah Skala Perfeksionisme dan Skala Kesejahteraan Psikologis. Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson Product Moment diketahui r = 0, 587, yang berarti bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme dengan kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi di SMAN 1 dan 7 Banjarmasin. Sumbangan efektif perfeksionisme terhadap kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi sebesar 34,5%, sedangkan 65,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar perfeksionisme. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi perfeksionisme maka akan semakin baik kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi, sehingga hasil penelitian ini kurang sesuai dengan asumsi awal penelitian yang mengajukan bahwa kemungkinan terdapat hubungan negatif antara perfeksionisme dengan kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi di SMAN 1 dan 7 Banjarmasin. Kata Kunci: Perfeksionisme, Kesejahteraan Psikologis, Siswa Akselerasi The objective of this study was to find out the relationship between perfectionism and psychological well-being of accelerated students at SMAN 1 and 7 Banjarmasin. The study used a quantitative research method, using saturation sampling techniques. The subjects were 35 accelerated students of SMAN 1 and 7 Banjarmasin while the instruments were Perfectionism Scale and Psychological Wellbeing Scale. The results of Pearson Product Moment Correlation analysis showed that r = 0.587, which indicated that there was a significant positive relationship between perfectionism and psychological well-being of accelerated student at SMAN 1 and 7 Banjarmasin. The effective contribution of perfectionism to the accelerated students' psychological well being was 34.5 %, while 65.5 % was influenced by other factors other than perfectionism. Based on the results, it can be concluded that the higher the perfectionism, the better the psychological well-being of the accelerated students; therefore, the results were less consistent with the initial assumption suggesting that there might be a negative relationship between perfectionism and psychological well-being of the accelerated students at SMAN 1 and 7 Banjarmasin. Keywords: Perfectionism, Psychological Well-being, Accelerated Student
Pengaruh jejaring sosial terhadap kebutuhan afiliasi remaja di Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Galuh Suari Aridarmaputri; Sukma Noor Akbar; Emma Yuniarrahmah
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.594 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i1.1937

Abstract

 Salah satu kebutuhan manusia adalah berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis untuk menjalin hubungan sosial. Masa remaja merupakan periode transisi perkembangan menuju  masa dewasa, melibatkan perubahan  biologis, kognitif dan sosial. Dorongan untuk berafiliasi muncul begitupula dengan remaja disebabkan karena sebagai makhluk sosial memiliki berbagai macam kebutuhan yang harus dipenuhi. Berbagai sarana komunikasi yang dapat digunakan dalam berinteraksi, sarana komunikasi yang saat ini sedang trend di kalangan remaja adalah komunikasi dengan menggunakan jejaring sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jejaring sosial terhadap kebutuhan afiliasi remaja di Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan sampel berjumlah 90 orang remaja berusia 18-21 tahun yang berasal dari mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Teknik sampling yang digunakan yaitu random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Jejaring Sosial, sedangkan variabel tergantungnya adalah Kebutuhan Afiliasi. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi polynominal dengan hasil rxy = 0,534, p > 0,05 hal menunjukkan tidak adanya pengaruh  antara jejaring sosial dengan kebutuhan afiliasi remaja di Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Disarankan bagi remaja hendaknya menggunakan jejaring sosial  dengan cara yang tepat dan bijaksana sehingga membawa hal positif bagi perkembangan pribadi remaja. Kata kunci : Jejaring Sosial, Kebutuhan Afiliasi, Remaja One of human needs is to interact with people around him/her. Social interaction is a dynamic relationship to build social relationships. Adolescence is a developmental transition into adulthood, involving biological, cognitive and social changes. The impetus to build affiliation also appears in adolescents because as social beings they have a wide range of needs that must be met. The popular means of communication among adolescents that can be used to interact is the means of communication using social network. The objective of this study was to find out the effect of social network on the need for adolescence affiliation at Psychology Study Program of Medical Faculty, Lambung Mangkurat University. This study was a quantitative study with a sample of 90 adolescents aged 18-21 years old, the students of Psychology Study Program, Medical Faculty, Lambung Mangkurat University. The sampling technique was random sampling. The independent variable in this study was the Social Network, while the dependent variable was the Need of Affiliation. Data were analyzed using a polynominal regression with the results of rxy = 0.534, p > 0.05 indicating that there was no effect of social network on the need for adolescence affiliation at Psychology Study Program of Medical Faculty, Lambung Mangkurat University. It is suggested that adolescents should use social network in a right and wise way so as to bring positive effects on their personal development. Keywords: Social Network, Need For Affiliation, Adolescence
ZERO WASTE: PENGENALAN HIDUP MINIM SAMPAH SEBAGAI PERWUJUDAN PERILAKU PRO LINGKUNGAN PADA KOMUNITAS TEACHING AND TRIP DI BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Firdha Yuserina; Sukma Noor Akbar; Meydisa Utami Tanau
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 1 No. 10: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Teaching and Trip merupakan komunitas yang ingin menjadi penggerak untuk pelayanan masyarakat di bidang pendidikan, literasi, dan pengabdian. Permasalahan yang terjadi dalam komunitas adalah ketidakmampuan beradaptasi dengan situasi pandemi sehingga menyebabkan penurunan aktivitas komunitas. Upaya untuk menjalankan kembali komunitas TnT dapat dilakukan melalui analisis segmen dan kebutuhan lingkungan sekitar. Peneliti ingin membantu memberikan pelatihan zero waste untuk meningkatkan perilaku pro lingkungan sekaligus menggerakkan kembali jalannya komunitas TnT khususnya di masa pandemi ini. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, pemutaran film, simulasi, dan role play. Pelatihan terdiri dari 3 kali pertemuan dengan durasi waktu 100-120 menit setiap kali pertemuan. Keberhasilan program pengabdian ini akan diukur secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan perbandingan hasil pre-tes dan post-tes diperoleh 14 dari 18 partisipan mengalami peningkatan hasil. Partisipan mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan pelatihan dan semakin menyadari konsep serta implementasi zero waste untuk komunitas dan masyarakat
Zero Waste: Introduction to Pro-Environmental Behavior to Minimize Waste in the South Kalimantan Teaching and Trip Community Firdha Yuserina; Sukma Noor Akbar; Meydisa Utami Tanau; Rahmiyati Rahmiyati
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v8i2.12910

Abstract

The Teaching and Trip Community is a community in the fields of education, literacy, and service. The problem is the inability to adapt to the pandemic situation so that community activities decline. Environmental issues in the form of high waste production and the characteristics of the community who want to follow the trend can be a momentum for the sustainability of the community. The community needs external parties to collaborate to run it. Therefore, researchers want to conduct zero waste training to improve pro-environmental behavior while driving community activities. The training consisted of providing material on community adaptation during a pandemic, pro-environmental behavior, and zero waste. The training consisted of 3 meetings with a duration of 100-120 minutes for each meeting. The success of this program will be measured quantitatively through comparison of pre-test and post-test scores and qualitatively through observation and interviews. The participants are 18 members of the community. Based on the comparison of pre-test and post-test results, 14 of 18 participants experienced an increase in their results. Participants experienced an increase in knowledge after being given training and became more aware of the concept and implementation of zero waste for the community and society.
PEDULI program: The method to increase women's environmental knowledge Meydisa Utami Tanau; Sukma Noor Akbar; Rusdi Rusli; Silvia Kristanti Tri Febriana; Halimatus Sa'diyah; Marissa Mutia Rafika; Muhammad Rais Wildan; Natalia Mariana Advensya Natadjaja
Community Empowerment Vol 8 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.8119

Abstract

This community service aims to increase environmental knowledge of women through waste management training that targets cognitive, affective and conative. The methods used in this service are screening short films, Islamic religious lectures, training (making eco-enzymes, processing food waste, & waste management), and games. The service is carried out in 6 sessions (duration 420 minutes). The results of the analysis (T test) showed a significant difference between the pre-test scores (M = 56.2917, SD = 7.57845) and post-test scores (M = 61.3333, SD = 7.31090), t = - 3.986, p<0.05. This means that there is an increase in cognitive activity in participants and the PEDULI program has been effective for the sample group (housewives) through increasing knowledge and experience in increasing environmental awareness.
Peranan Tuntutan Kerja Terhadap Workplace anxiety Pada Karyawan Sales Perusahaan PT. Astra International Tbk. Daihatsu Banjarbaru Rumbauw, Sam Agus Hidayat; Akbar, Sukma Noor; Hidayatullah, M. Syarif
Jurnal Ecopsy Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy. 2024.04.004

Abstract

Tingginya tekanan di lingkungan perusahaan yang serba cepat dan kompetitif telah ditemukan mendorong budaya stres tinggi (misalnya, budaya penjualan). Tingkat stres berkorelasi dengan kecemasan. Workplace anxiety adalah reaksi kecemasan di tempat kerja. Adapun salah satu faktor workplace anxiety adalah tuntutan kerja. Melalui hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan tuntutan kerja terhadap workplace anxiety pada karyawan sales di perusahaan PT. Astra International Tbk. Daihatsu Banjarbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian ini ditentukan menggunakan non probability sampling dengan jenis total sampling atau sampling jenuh sehingga diperoleh 35 karyawan sales PT Astra International Daihatsu Tbk. Kota Banjarbaru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan menggunakan skala Job Demands-Resources Questionnaire (Bakker, 2014) dan Workplace Phobic Scale (Muschalla & Linden, 2008) yang sudah di adaptasi ke Bahasa Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peranan positif dari tuntutan kerja terhadap workplace anxiety (R2=0.118, p<0.05). Semakin tinggi tuntutan kerja karyawan, maka semakain tinggi workplace anxiety. Tuntutan kerja memiliki peran sebesar 11,8% dalam memprediksi workplace anxiety sementara sisanya disebabkan oleh faktor lain yang tidak teliti.
Peranan Problem-Focused Coping terhadap Kecenderungan Cyberchondria pada Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Arumsari, Shona Roziinah; Akbar, Sukma Noor; Rusli, Rusdi
Jurnal Ecopsy Vol 11, No 2 (2024): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2024.11.009

Abstract

Tuntutan praktikum pada mahasiswa profesi ners mengharuskan mahasiswa profesi ners melakukan pencarian informasi kesehatan online di internet, akan tetapi pencarian informasi kesehatan online yang berlebihan atau berulang dapat memicu hal yang tidak perlu atau kekhawatiran tentang kesehatan dan fenomena ini menyebabkan cyberchondria. Untuk mengatasi kecemasan tersebut, upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan problem-focused coping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan problem-focused coping terhadap kecenderungan cyberchondria pada pada mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Program Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif Program Pendidikan Profesi Ners Program Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat berjumlah 74 orang yang diperoleh dengan teknik sampling total. Data penelitian kecenderungan cyberchondria diambil menggunakan skala Cyberchondria Tendency Scale (CTS) dan data problem-focused coping diambil menggunakan skala Brief COPE. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa problem-focused coping tidak memiliki peranan yang signifikan terhadap kecenderungan kecenderungan cyberchondria pada mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Program Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat.
Perbedaan Bystander Effect pada Warga dalam Mengatasi Bencana Kebakaran Lahan Gambut di Desa Gunung Raja dan kelurahan Landasan Ulin Selatan Nurcahayati, Fajar; Erlyani, Neka; Akbar, Sukma Noor
Jurnal Kognisia Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i1.1419

Abstract

Kebakaran lahan gambut hampir setiap tahun terjadi di Kalimantan Selatan. Kebakaran juga terjadi di dekat pemukiman penduduk dan dampak adanya asap  menganggu aktivitas warga. Pada bencana kebakaran lahan biasanya hanya beberapa orang akan membantu memadamkan api, warga yang tidak membantu dipengaruhi oleh kehadiran orang lain yang disebut bystander effect. Penelitianfinifbertujuanfuntukfmengetahuifapakahfadafperbedaan bystander effectfpada warga dalam mengatasi bencana kebakaran lahan gambut. Hipotesisfyang diajukanfpadafpenelitianfiniffadalahfterdapatffperbedaan bystander effect pada warga dalam mengatasi bencana kebakaran lahan gambut di desa Gunung Raja dan kelurahan Landasan Ulin Selatan. Subjek penelitian ini berjumlah 50 warga desa Gunung Raja dan 50 warga kelurahan Landasan Ulin Selatan. Adapun teknikffpengambilanfsampelfyangfdigunakan adalahfteknikfpurposivefsampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi yaitu skala bystander effect. Metode analisis data menggunakanfIndependentfSamplefT-Test. Berdasarkan hasil uji menggunakan Independent Sample T-Testfdiperolehfnilaift = 35,916 denganftaraf signifikansi =f0,000fhal ini menunjukkan terdapat perbedaan bystander effect pada warga dalam mengatasi bencana kebakaran lahan gambut di desa Gunung Raja dan kelurahan Landasan Ulin Selatan.
PERBEDAAN JOB INSECURITY PADA PEGAWAI KONTRAK DENGAN GURU HONORER DI LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA BANJARBARU Amalia, Ghina; Istiqomah, Ermina; Akbar, Sukma Noor
Jurnal Kognisia Vol 3, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i1.1571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan job insecurity pada pegawai kontrak dengan guru honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru. Job Insecurity adalah situasi yang secara subjektif para pekerja merasakan adanya ancaman ketidakpastian terhadap kelangsungan pekerjaan dan karir yang tengah digelutinya selama ini, demi masa depannya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan teknik analisa uji t-test sampel independent. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai kontrak dan guru honorer di Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru dengan sampel penelitian sebanyak 30 pegawai kontrak dan 30 guru honorer. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai rata-rata job insecurity pada pegawai kontrak lebih besar daripada nilai rata-rata guru honorer. Maka dapat disimpulkan, terdapat perbedaan job insecurity pada pegawai kontrak dengan guru honorer di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru.
Co-Authors Amalia, Ghina Anggraenie, Yunie Ariani, Bunga Asri Dwi Arumsari, Shona Roziinah AULIA, RIZKA Azizah, Husna Azrina Nurwatie Dwi Nur Rachmah Dwi Nur Rachmah Dwi Nur Rachmah Dwi Nur Rachmah Dwi Nurrachmah Effendi, Miftah Farid Ekaputri, Faridya Khairina Ekayuda, Muhammad Luthfi Elmayandari, Novita Emma Yuniarrahmah, Emma Erma Lidiya Rahnitusi Erma Lidiya Rahnitusi, Erma Lidiya Ermina Istiqomah, Ermina Fadilasari, Fatya Fajar Bayu Raynadi Firdha Yuserina Galuh Suari Aridarmaputri Hafid Mahesa Romulo Hafilah, Hafilah Halimatus Sa'diyah Hariska, Christina Hendra Saputra Husna, Sa’adatul Kharisma Adipura Kurniawan, Deni Rahmat Lailasari, Noor Laili Nurhani Laili Nurhani, Laili Leonita, Ananda Astriana Lia Yulia Budiarti M. Syarif Hidayatullah Mariamita, Dewi Marina Dwi Mayangsari Marina Dwi Mayangsari Marina Dwi Mayangsari Marissa Mutia Rafika Mayyasya, Tri Meydisa Utami Tanau Meydisa Utami Tanau Mudajaya, Trestya Ayu Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Irsyad Muhammad Rais Wildan Muhammad Syarif Hidayatullah, Muhammad Syarif Natalia Mariana Advensya Natadjaja Neka Erlyani Neka Erlyani Nurcahayati, Fajar Nurhayati Nurhayati Pratama, Jesica Alpionita Putri, Anggraini Putri, Dhia Humaira Putri, Helvianna Dwi Rahmah, Laili Aulia Rahmi Fauzia Rahmi Fauzia, Rahmi Rahmiyati Rahmiyati Ribka Charina Dawenan Ridha Ayu Safitri Rizky, Lisa Rooswita Santia Dewi Rooswita Santia Dewi, Rooswita Santia Rumbauw, Sam Agus Hidayat Rusdi Rusli Rusdi Rusli, Rusdi Safitri, Jehan Silvia Kristanti Tri Febriana Silvia Kristanti Tri Febriana Sintawati Sintawati, Sintawati Sukmawati Varamitha Tirani, Iga Yasfi, Adela Yuliana Sari Yuliana Sari