Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENINGKATAN KESIAPAN DAN PEMAHAMAN SISWI SMP DALAM MENANGANI DISMENORE MELALUI PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI ABDOMINAL STRETCHING Prihatini Dini Novitasari; Ayu Prameswari; Alvera Noviyani; Yona Wia Sartika Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38849

Abstract

Abstrak: Dismenore atau nyeri haid menjadi salah satu keluhan yang sering dialami remaja siswi di sekolah menengah pertama, dan tidak jarang menjadi penyebab ketidakhadiran siswi di sekolah. Namun, hingga saat ini, edukasi mengenai dismenore dan cara menanganinya di setiap siklus menstruasi belum masif diberikan. Untuk itu, dilakukan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi dismenore dan penanganannya kepada remaja siswi di sekolah menengah pertama Islam terpadu di Ogan Ilir. Kegiatan edukasi diberikan kepada 21 siswi, dengan metode penyuluhan dan demonstrasi menggunakan media powerpoint dan video animasi. Untuk menilai efektivitas edukasi, peserta edukasi diminta untuk mengerjakan soal pre-test dan post-test tertulis.. Hasilnya, terdapat peningkatan rerata nilai dari 65,71 ketika pre-test menjadi 89,52 ketika post-test. Selain itu, para peserta juga tampak antusias dan cukup fasih dalam mempraktikkan abdominal stretching yang diajarkan dan mengintegrasikan pengetahuan barunya dengan pengalaman pribadi dan orang sekitarnya dalam menghadapi dismenore. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi ini efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan siswi dalam menghadapi dismenore. Untuk itu, edukasi ini sebaiknya menjadi agenda wajib Unit Kesehatan Sekolah di SMP IT di Ogan Ilir yang diberikan kepada setiap siswi untuk meningkatkan pemahaman mengenai tindakan yang diperlukan ketika mengalami dismenore.Abstract: Dysmenorrhea, or menstrual cramps, is a common complaint among female students in junior high school and often the reason for their absences. But so far, there has been no widespread education on dysmenorrhea and how to manage it during each menstrual cycle. Therefore, a community service program was conducted in the form of education on dysmenorrhea and its management for female students at an integrated Islamic junior high school in Ogan Ilir. The educational session was held for 21 female students and included a mix of lectures and demonstrations, utilizing PowerPoint presentations and animated videos. To assess the effectiveness of the education, participants were asked to complete written pre- and post-tests. The results showed an increase in the average score from 65.71 on the pre-test to 89.52 on the post-test. Additionally, the participants appeared enthusiastic and were quite proficient in practicing the abdominal stretching taught and integrating their new knowledge with their personal experiences and those of people around them in dealing with dysmenorrhea. This indicates that this education program is effective in enhancing students’ understanding and preparedness in managing dysmenorrhea. Therefore, this education program should be made a mandatory agenda for the School Health Unit at the SMP IT in Ogan Ilir, provided to every female student, to enhance their understanding of the necessary actions to take when experiencing dysmenorrhea.
Kurang Energi Kronik dan Pendidikan Ibu Rendah Menjadi Faktor Dominan Berhubungan dengan Stunting pada Balita: Chronic Energy Deficiency and Low Maternal Education are Dominant Factors associated with Stunting in Children Prihatini Dini Novitasari; Besral
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 12 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i12.2876

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting di Indonesia masih cenderung tinggi dan deteksi dini stunting belum mempertimbangkan berbagai faktor risiko yang ada. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor risiko yang paling dominan pada kejadian stunting pada balita di Indonesia berdasarkan faktor ibu dan lingkungan. Metode: Penelitian ini dilakukan kepada 3251 responden Riskesdas 2018 dan dianalisis menggunakan metode kompleks survey. Hasil: Hasil analisis diperoleh ibu KEK (aOR: 1.48; 95%CI: 1.1-1.97) dan berpendidikan rendah (aOR: 1.7; 95%CI: 1.38-2.09) berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Selanjutnya, faktor yang paling mendominasi adalah ibu yang berpendidikan rendah. Kesimpulan: Status nutrisi selama kehamilan dan pendidikan ibu merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita di Indonesia. Selanjutnya, pendidikan rendah menjadi faktor yang paling mempengaruhi kejadian stunting.
BISA: EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH DAN CINTA LINGKUNGAN DI SEKOLAH DASAR DI INDRALAYA UTARA Prihatini Dini Novitasari; Dyah Ambarwati; Putri Utami; Rafiah Maharani Pulungan; Maurend Yayank Lewinsca
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33472

Abstract

Abstrak: Sampah masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan lingkungan, termasuk di lingkungan sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam memilah sampah dan memupuk kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini dilakukan di mitra Sekolah Dasar Negeri 16 Indralaya Utara. Peserta kegiatan yaitu 62 orang siswa kelas V dengan metode edukasi dan simulasi mengenai permainan edukatif. Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan peningkatan pengetahuan siswa yang dilihat dari peningkatan rerata nilainya dari 51,09 menjadi 86,67. Selanjutnya, siswa juga tampak antusias mengikuti rangkaian acara dan ketika simulasi maupun di akhir evaluasi, siswa mampu mempraktikkan pemilahan sampah yang tepat dengan membuang sampah di sekitarnya ke dalam tempat sampah yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi dan simulasi dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa dalam pemilahan sampah dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Untuk itu, kegiatan ini sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan melestarikan lingkungan dengan praktik pemilahan sampah yang tepat.Abstract: Waste remains one of the environmental health issues, including in school environments. The purpose of this activity is to increase students' understanding of waste sorting and foster awareness of the environment. This activity was carried out at our partner, SD Negeri 16 Indralaya Utara. The participants were 62 fifth-grade students, and the method used was education and simulation through educational games. Based on the evaluation results, an increase in student knowledge was found, as seen from the increase in their average score from 51.09 to 86.67. Furthermore, the students also appeared enthusiastic about participating in the series of events, and during the simulation and at the end of the evaluation, the students were able to practice proper waste sorting by disposing of the waste around them in the appropriate trash bins. This shows that education and simulation can improve students' understanding and participation in waste sorting and increase their awareness of the surrounding environment. Therefore, this activity should be carried out continuously to continue to improve the health of the community and preserve the environment through proper waste sorting practices.
SEKOLAH SEHAT TANPA NARKOBA: EDUKASI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI SMA PGRI INDRALAYA Putri Inrian Tari; Rafiah Maharani Pulungan; Fitri Aulia; Dyah Ambarwati; Prihatini Dini Novitasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29698

Abstract

Abstrak: Peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaan narkoba marak terjadi di lingkungan pelajar. Masalah ini menjadi ancaman global yang tidak mengenal batas negara dan usia. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan/edukasi kesehatan kepada siswa kelas XII SMA PGRI Indralaya yang berjumlah 16 orang. Media yang digunakan yaitu poster, power point (PPT), dan video serta memberikan pretest dan posttest untuk mengetahui pengetahuan dan pandangan siswa terhadap narkoba. Kegiatan ini menunjukkan hasil bahwa terjadinya peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba yang dibuktikan dengan semakin banyak siswa yang memiliki pengetahuan yang baik setelah diberikan edukasi kesehatan, dari 50% siswa menjadi 87.5% siswa.Abstract: Illegal drug trafficking and drug abuse are prevalent among students. This issue has become a global threat that transcends national and age boundaries. The purpose of this activity is to increase students' understanding and knowledge of the dangers of drug abuse. The method used is health counselling or education for 16 students in the 12th grade of SMA PGRI Indralaya. The media used include posters, PowerPoint (PPT), and videos, along with pretests and posttests to assess the students' knowledge and perspectives on drugs. The activity showed results that indicated an increase in students' knowledge about the dangers of drug abuse, as evidenced by the rise in the number of students with good knowledge after the health education, from 50% to 87.5%.