Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Elementary Students’ Needs for Interactive Cultural Learning Media: A Needs Analysis for an AR-Based Game Arum Astiningati; Putri Rachmadyanti; Nasution Nasution
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i2.1706

Abstract

This study analyzes the empirical needs for developing augmented Reality (AR)-based game learning media integrated with local wisdom to support cultural Learning in Integrated Science and Social Studies at the elementary level. Using a qualitative case study within a needs analysis framework, the study involved 28 fifth-grade students and 3 teachers. Data were collected through in-depth interviews, four-point Likert-scale questionnaires, and structured classroom observations, and were analyzed thematically through triangulation. The findings reveal three key gaps. Cultural learning remains dominated by teacher-centered instruction and limited interactive media (M=2.1). Students show strong preferences for visual media (M=3.7) and game-based Learning (M=3.6). Their knowledge of local cultural heritage is still low (M=1.9). Teachers also expressed positive views on integrating game mechanics and AR, though technical readiness remains a constraint. Overall, the findings provide an empirical basis for developing contextual, interactive, and culturally relevant AR Monopoly media to improve literacy, Engagement, and cultural understanding in digital learning environments.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Flipbook Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Materi Perdagangan Internasional Di SMP Negeri 23 Surabaya Fathimatus Putri Ardiana; Nasution; Ali Imron; Asnimawati
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan penggunaan media flipbook terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada mata pelajaran IPS dengan topik Perdagangan Internasional di SMP Negeri 23 Surabaya. Dasar pelaksanaan penelitian ini didasari oleh temuan empiris mengenai masih rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa yang disebabkan oleh dominasi penggunaan metode TCL (Teacher Centered Lerning). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan model rancangan quasi-experimen dan desain non equivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas dengan total 60 siswa, yaitu kelas VIII-I sebagai kelas eksperimen yang memperoleh perlakuan dan kelas VIII-H sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi observasi, dokumentasi, tes kemampuan berpikir kreatif dan angket untuk mengukur respons siswa. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, independent sample t-test, serta perhitungan N-Gain untuk menilai peningkatan kemampuan berpikir kreatif. Hasil uji independent sample t-test dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Selain itu, hasil pretest dan posttest juga meningkat dengan skor N-Gain sebesar 0,6017 kategori sedang. Dengan demikian, penerapan model PBL berbantuan flipbook berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPS pada materi Perdagangan Internasional di SMP Negeri 23 Surabaya.
Madura’s Local Wisdom-Based Pedagogical Project Management: The Role of Traditional Values in Education System Development Ahmad Imam Khairi; Jun Surjanti; Nasution Nasution; Shirai Katsuhisa
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 27, No 1 (2025): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v27i1.28266

Abstract

Integrating local wisdom into education systems is crucial for preserving cultural identity and enhancing educational quality in the modern era. Madura Island possesses traditional values potentially applicable to pedagogical project management. However, the effective utilization of these values in contemporary pedagogical project management remains poorly understood. Existing research predominantly focuses on specific aspects of the curriculum or teaching methods, such as integrating cultural values into learning materials, employing local wisdom-based teaching methods, and adopting learning approaches contextual to Madurese culture. Still, there is a noticeable gap in the literature regarding how Madurese local wisdom values can be systematically operationalized in education project management, including planning processes that involve local stakeholders, implementation that respects local customs, and evaluation methods rooted in local values. To explore how Madurese cultural values can be effectively utilized in pedagogical project management to create a more in-depth and contextually relevant approach, this study employed a mixed-method approach with a sequential explanatory design. The first phase involved a quantitative survey of 230 education stakeholders in Madura using Structural Equation Modeling (SEM). The second phase included in-depth interviews and participatory observations in five schools, analyzed using NVivo 14. SEM results revealed a significant positive relationship between the integration of Madurese local wisdom values and pedagogical project management effectiveness. Qualitative analysis showed these values strengthen decision-making structures and community commitment to educational projects. This research demonstrates that incorporating Madurese local wisdom values can enhance pedagogical project management effectiveness, making an important contribution to developing a contextualized and sustainable pedagogical project management model. This model has potential applications across various cultural contexts in Indonesia and globally. By adopting this model, education in Madura is expected to be not only more effective but also rich with local cultural values, creating a deep and meaningful learning experience for students. Mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan sangat penting untuk menjaga identitas budaya dan meningkatkan kualitas pendidikan di era modern. Pulau Madura memiliki nilai-nilai tradisional yang berpotensi diterapkan dalam manajemen proyek pedagogis. Namun, pemanfaatan nilai-nilai tersebut secara efektif dalam manajemen proyek pedagogis kontemporer masih kurang dipahami. Penelitian yang ada sebagian besar berfokus pada aspek-aspek spesifik kurikulum atau metode pengajaran, seperti mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam materi pembelajaran, menerapkan metode pengajaran berbasis kearifan lokal, dan mengadopsi pendekatan pembelajaran yang kontekstual dengan budaya Madura. Meski begitu, terdapat kesenjangan yang mencolok dalam literatur terkait bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Madura dapat dioperasionalisasikan secara sistematis dalam manajemen proyek pendidikan, termasuk proses perencanaan yang melibatkan pemangku kepentingan lokal, pelaksanaan yang menghormati adat setempat, dan metode evaluasi yang berakar pada nilai-nilai lokal. Untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai budaya Madura dapat dimanfaatkan secara efektif dalam manajemen proyek pedagogis guna menciptakan pendekatan yang lebih mendalam dan relevan secara kontekstual, penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain eksplanatori berurutan. Tahap pertama melibatkan survei kuantitatif terhadap 230 pemangku kepentingan pendidikan di Madura menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Tahap kedua mencakup wawancara mendalam dan observasi partisipatif di lima sekolah, yang dianalisis menggunakan NVivo 14. Hasil SEM mengungkapkan adanya hubungan positif yang signifikan antara integrasi nilai-nilai kearifan lokal Madura dan efektivitas manajemen proyek pedagogis. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa nilai-nilai ini memperkuat struktur pengambilan keputusan dan komitmen masyarakat terhadap proyek pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Madura dapat meningkatkan efektivitas manajemen proyek pedagogis, memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model manajemen proyek pedagogis yang kontekstual dan berkelanjutan. Model ini memiliki potensi penerapan di berbagai konteks budaya di Indonesia dan secara global. Dengan mengadopsi model ini, pendidikan di Madura diharapkan tidak hanya lebih efektif tetapi juga kaya akan nilai-nilai budaya lokal, menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan bermakna bagi siswa.
Marhaban Ya Balapan: A Strategy to Build the Existence of the “Squad Landasan Pacu Ledok” Motorcycle Gang in the Ramadhan Race Phenomenon in Mojokerto Ulthufna Kausarul Fitriya; Sarmini Sarmini; Nasution Nasution
JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis) Vol. 7 No. 2 (2022): JSPH (Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis)
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v7i22022p127-146

Abstract

The phenomenon of motorcycle gangs is part of a social culture that is generally formed among young men. Ramadhan Race as an association that manifests expressions and traditions in the month of Ramadan for the Ledok Runway Squad motorcycle gang. The purpose of this study was to describe the tactics of the Ledok Runway Squad motorcycle gang in building an existence in the midst of facing all forms of resistance from society. In addition, this study aims to analyze the dominant factors that influence the Ledog Runway Squad motorcycle gang in building existence at the moment of Ramadhan Race. The method used in this study is qualitative by using a phenomenological approach through observation and in-depth interviews regarding the experiences of motorcycle gang members in building their existence. The results of this study indicate that the strategy for building the existence of motorcycle gangs during the Ramadhan Race moment is: Tricks to convince parents, face the community and avoid policing from the police. The dominant factors for the Ledok Runway Squad moto gang in building its existence are: following global trends, channeling hobbies and entertainment, mechanical betting events and maintaining traditions.
PELATIHAN TENTANG PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL YANG BIJAK UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN NASIONAL BAGI IMIGRAN INDONESIA DI MALAYSIA Anam Miftakhul Huda; Nasution; Ita Mardiani Zain; Maya Mustika Kartika Sari; Agus Suprijono; Sukma Perdana Prasetya; Agung Stiawan; Ajeng Ulima Athaillah Kelana
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.533

Abstract

Permasalahan yang menjadi prioritas saat ini yakni (1) mudahnya pengaksesan informasi melalui media sosial tampaknya belum dilakukan bijak oleh para imigran Indonesia di Malaysia, (2) sehingga diperlukan edukasi dan kesadaran bagi mereka dalam menggunakan media sosial di berbagai platform online tanpa terkecuali. Tujuan kegiatan ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai penggunaan media sosial yang bijak untuk memaksimalkan wawasan kebangsaan imigran Indonesia di Malaysia. Sasaran kegiatan ini adalah para imigran Indonesia yang berada di Malaysia. Manfaat kegiatan ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai penggunaan media sosial yang bijak untuk memaksimalkan wawasan kebangsaan imigran Indonesia di Malaysia, (2) meningkatkan rasa nasionalisme dan kreativitas imigran Indonesia. Luaran yang akan dihasilkan pada kegiatan PKM ini yaitu peningkatan dalam menggunakan media sosial dengan bijak sehingga wawasan kebangsaan imigran Indonesia yang berada di Malaysia terbentuk secara optimal. Metode untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi yaitu dengan diadakannya workshop pelatihan penggunaan media sosial budaya multikultural Indonesia yang ditemui di Malaysia. Rancangan Monitoring dan Evaluasi dilakukan secara kuantitatif maupun kualitatif, segera setelah pelatihan dilaksanakan dan setelah tenggang waktu tertentu. Luaran Kegiatan Berupa pelatiahan untuk imigran, publikasi dimedia massa serta artikel internasional.