Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pemeriksaan CT Scan Kepala Kontras pada Kasus Tumor Otak Di Rumah Sakit Santosa Bandung Kopo Salsabila, Nabilah; Prasetya, I Made Lana; Mahendrayana, I Made Adhi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.223

Abstract

Penelitian ini berfokus pada Analisis Pemeriksaan CT Scan kepala kontras pada pemeriksaan Tumor Otak di Rumah Sakit Santosa Bandung Kopo, Tumor adalah formasi sel atipikal. Sel adalah komponen dasar yang menyusun jaringan dan organ di seluruh tubuh. Tumor otak ditandai dengan proliferasi sel-sel abnormal yang berkumpul, sehingga menghambat fungsi normal otak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengamati 3 pasien Tumor Otak. Pengumpulan data dilakukan melaui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan tujuan utama mengevaluasi penggunaan klinis CT Scan kepala kontras dalam mendeteksi dan mendiagnosa Tumor Otak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ketebalan irisan 5mm dalam CT Scan di Rumah Sakit Santosa Bandung Kopo efektif untuk memvisualisasikan patologi Tumor Otak. Penelitian ini menyimpulkan Kelebihan dan kekurangan dari Slice Thickness 5 mm pada pemeriksaan CT Scan Kepala Kontras Pada Kasus Tumor Otak yaitu memiliki kelebihan dapat mendiagnosa kelainan tumor pada kepala, pemeriksaannya lebih cepat dan sederhana, peralatan yang digunakan lebih sedikit dan efesiensi waktu. Kekurangannya yaitu detail anatomi kecil atau lesi yang kecil mungkin tidak terdeteksi ataupun akan tampak kabur.
Analisis Perbedaan Sekuen 3D DIR pada MRI Brain Kasus Epilepsi (Studi Komparasi 3D T2 FLAIR SPACE) di Instalasi Radiologi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Yulianus, Evhal; Prasetya, I Made Lana; Triningsih, Triningsih
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol. 10 No. 2 (2024): JULI 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v10i2.11568

Abstract

Background: Double Inversion Recovery (DIR) is a newer sequence compared to the T2 FLAIR sequence in MRI Brain examinations used for epilepsy cases. Further research is needed to determine the optimal sequence for MRI Brain in epilepsy cases.Methods: This research is a quantitative study with an experimental approach. This study uses DIR and T2 SPACE sekuen to assess image quality in terms of Contrast to Noise Ratio (CNR). The data will be analyzed using SPSS.Results: The normality test shows a p-value < 0.05, indicating that the data is not normally distributed. In the Wilcoxon test, the negative rank indicates a decrease in image quality (CNR) from the DIR sequence to T2 FLAIR SPACE. The test statistics show a p-value < 0.05, indicating a significant difference in image quality (CNR) between the DIR and T2 FLAIR SPACE sekuen.Conclusions: The Contrast to Noise Ratio (CNR) image quality in Double Inversion Recovery (DIR) is higher compared to T2 FLAIR SPACE, thus making the DIR sequence more optimal in assessing image quality (CNR) compared to the T2 FLAIR SPACE sequence.
Terapi Radiasi Eksternal dengan Metode Hypofractionated pada Kanker payudara Post Breast Conserving Surgery di Instalasi Onkologi Radiasi Rumah Sakit Indriati Solo Baru: Studi Kasus Rorong, Fabrizio Alessandro; Prasetya, I Made Lana; Juliasa, I Wayan
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol. 11 No. 1 (2025): JANUARY 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v1i1.11878

Abstract

Background: Radiotherapy is one method of cancer treatment that uses radiation to destroy cancer cells. Radiation dose delivery is done gradually through a process called fractionation, which is divided into conventional and hypofractionated fractions. In the radiation oncology installation of the new Indriati Solo Hospital, some breast cancer patients have received treatment with the hypofractionated method, while the majority still use the conventional fraction method. The hypofractionated method aims to reduce the number of treatment sessions by increasing the dose in each fraction with outcomes comparable to conventional fractions.Methods: This research method is descriptive qualitative with a case study approach. The study involves breast cancer patients post-Breast Conserving Surgery (BCS), Data were gathered through interviews with radiation oncologists, radiotherapists, and medical physicists, along with direct observations and patient record analysis The collected data were analyzed descriptively to evaluate the application and effectiveness of the hypofractionated method.Results: The results showed that the use of hypofractionated can shorten OTT (Overall Treatment Time), as well as better side effects than conventional fractions, and effectively reduce the number of queues of radiotherapy patients. In conclusion, the use of the hypofractionated method is very effective and recommended for radiotherapy treatment in breast cancer.Conclusions: Hypofractionated radiotherapy for breast cancer patients at Indriati Solo Baru has proven effective in reducing OTT and patient queues, with outcomes comparable to conventional fractionation. Further research is needed to assess long-term benefits, including quality of life, recurrence rates, cost-effectiveness, and dose distribution, particularly in high-volume healthcare settings. Hypofractionated radiotherapy is a promising alternative.
Survei kejadian komplikasi pada pasien dengan tindakan percutaneous coronary intervention (PCI) di Rumah Sakit TNI AD Tk.II Pelamonia Makassar Muh Anas, Muh Anas; Lana Prasetya, I made; Sukadana, I Kedek; Kusman, Kusman; Diartama, AA. Aris
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 12 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v1i12.505

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit nomor satu didunia yang menyebabkan kematian. PCI merupakan tindakan invasif dengan cara melebarkan penyempitan arteri koroner dengan menggunakan balon dan stent yang diarahkan melalui kateter. Tindakan PCI telah dilakukan di Rumah Sakit Pelamonia sejak tahun 2019. Meskipun prosedur ini memberikan manfaat bagi pasien tetapi juga berkontribusi untuk terjadinya komplikasi yang cukup lebar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif retrospektif. Subjek penelitian menggunakan total sampling dari Januari 2020- April 2022 yaitu sebanyak 33 pasien. Teknik tindakan PCI yang dilakukan di Rumah Sakit TNI AD Tk.II Pelamonia Makassar telah sesuai dengan literatur yang ada dimulai dari persiapan pasien, persiapan alat, posisi objek, kemudian dilanjutkan prosedur tindakan. Dari total sampel 33 pasien yang dilakukan tindakan PCI, dimana terdapat 16 orang (48,5%) yang mengalami komplikasi dan yang tidak mengalami komplikasi sebanyak 17 orang (51,5 %). dimana komplikasi pada saat tindakan yaitu hematoma sebanyak 7 orang (21.2 %), pendarahan sebanyak 13 orang (39.4 %), dan komplikasi saat selesai tindakan yaitu alergi sebanyak 2 orang (6.1 %) dan contrast-induced nephropathy (CIN) sebanyak 3 orang (9.1 %). Pasien tindakan PCI di dominasi jenis kelamin laki-laki sebanyak 30 orang dengan persentase 90 % Sedangkan untuk jenis kelamin perempuan sebanyak 3 orang dengan persentase 10 %. Teknik tindakan PCI yang dilakukan di Rumah Sakit TNI AD Tk.II Pelamonia Makassar telah sesuai dengan literatur yang ada. Komplikasi yang terjadi dari tindakan PCI di ruang kateterisasi jantung Rumah Sakit TNI AD Tk. II Pelamonia Makassar yaitu terdapat 4 jenis komplikasi yakni hematoma, pendarahan, alergi dan Contrast Induced Nephropathy (CIN).
UJI KESESUAIAN PESAWAT CT SCAN MULTISLICE GE HEALTHCARE DI UNIT RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM KERTHA USADA Putra, Gede Pramana; Prasetya, I Made Lana; Wijaya, Nyoman Moga
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.27479

Abstract

Multi Slice Computed Tomography (MSCT) adalah teknologi pencitraan medis yang memungkinkan pemindaian tubuh dalam beberapa irisan sekaligus, menghasilkan gambar yang lebih rinci dibandingkan CT Scan konvensional. Uji kesesuaian diperlukan untuk memastikan MSCT tetap menghasilkan gambar diagnostik yang akurat dan berkualitas. Kebaruan dalam penelitian ini adalah uji kesesuaian pesawat CT Scan Multislice Ge Healthcare di Unit Radiologi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian dan kinerja pesawat CT Scan Multislice di Unit Radiologi RSU Kertha Usada. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Uji kesesuaian meliputi analisis CT Number, evaluasi artefak, dan pemeriksaan visual checklist. Penelitian dilakukan selama 30 hari dengan menggunakan water phantom sebagai objek uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CT Scan Multislice memenuhi standar kesesuaian dengan nilai CT Number dalam batas toleransi (-4 HU hingga +4 HU untuk akurasi dan ≤ 2 HU untuk keseragaman). Tidak ditemukan streak, shading, atau ring artefak yang mengganggu kualitas gambar. Pemeriksaan visual checklist menunjukkan bahwa semua komponen perangkat berfungsi baik dan aman digunakan. Kesimpulannya penelitian ini yakni perangkat CT Scan Multislice GE Healthcare di RSU Kertha Usada beroperasi sesuai dengan regulasi BAPETEN.
Analisis Pemeriksaan CT Scan Urografi pada Klinis Hidronefrosis di RS Tk Ii Pelamonia Makassar Miftahul Haq; I Made Lana Prasetya; I Made Adhi Mahendrayana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.41212

Abstract

CT Urography is a diagnostic imaging technique used to evaluate the urinary tract system, including the kidneys, ureters, and bladder. This study aims to analyze CT Urography examinations in patients with clinical hydronephrosis at RS TK II Pelamonia Makassar to assess the effectiveness of imaging techniques in detecting obstructions, kidney stones, tumors, and the severity of the condition. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation. The study results indicate that CT Urography examination with a slice thickness of 5 mm provides clear visualization of hydronephrosis conditions. The examination procedure at RS TK II Pelamonia Makassar follows standard operating procedures (SOP), although slight differences in imaging parameters were observed compared to theoretical guidelines. In conclusion, CT Urography is an effective imaging modality for detecting hydronephrosis pathology and assists in making more accurate medical decisions.
PERFORMANCE TEST OF MAGNETIC RESONANCE IMAGING MACHINE 0,35 TESLA AT KASIH IBU HOSPITAL SABA Purnama Dewi, Gusti Agung Putu Adhinta; Prasetya, I Made Lana; Sugiantara, I Wayan Ariec
Journal of Applied Health Management and Technology Vol. 6 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Postgraduate Program , Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v6i2.11947

Abstract

Background: This research on the performance testing of the Magnetic Resonance Imaging (MRI) machine was conducted using performance tests on three different parameters at Kasih Ibu Hospital Saba. This research aims to determine the performance of the MRI machine at Kasih Ibu Hospital Saba in Bali Province and establish baseline data for future testing. Method: This type of research is quantitative and uses a survey approach. The tools and materials used in this study are a 0.35 Tesla MRI machine, an ACR phantom, and a head coil. Data were collected by conducting nine MRI performance testing procedures using the ACR (2015) guidelines and then analyzed using international standards issued by ACR (2015). Result: In the visual checklist testing, all observed parameters were over 30 days and functioned well, For the Artifact Evaluation test, the author evaluated all scanned images and found no artifacts. The author analyzed the measurements from the first slice of T1W and T2W images for the Slice Thickness Accuracy test. The measurement results for the T1W image were 4.6mm, and for the T2W image, they were 5.57mm. The Slice Thickness Accuracy testing standard set by ACR in 2015 is 5mm ± 0.7mm. Therefore, based on the measurement results from the T1W and T2W images, the MRI machine at Kasih Ibu Saba Hospital meets the established international standards. Conclusion: Based on the results of the visual checklist test, the following results were obtained: all parameters on the visual checklist functioned well during the 30-day observation. Meanwhile, the two tests conducted with the phantom on the MRI machine at Kasih Ibu Hospital Saba the following results are: the artifact evaluation test and the slice thickness accuracy test met the international standards set by ACR in 2015.
DEVELOPMENT OF TOOLS OF THE X-RAY COLLIMATOR (DEV-X) Prasetya, I Made Lana; Santoso, Hari; Wibowo, Gatot Murti
Journal of Applied Health Management and Technology Vol. 2 No. 4 (2020): October 2020
Publisher : Postgraduate Program , Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v2i4.6386

Abstract

Background: Technological developments, especially in the field of radiology, is growing rapidly. The radiology quality assurance system has also developed, one of which is the Collimator Test Tools. The method of testing x-ray beams using this tool has also been developed, such as using film and using IP. However, the development of this method has a drawback, namely that the examiner is required to have special skills in image post-processing. The development of Collimator Test Tools by utilizing the nature of x-rays which causes certain substances such as calcium tungstate or zinc sulfide to glow light (luminance) has been done a lot, but there is no study of these products. Therefore, the researcher wants to develop a product by designing a Collimator test tool based on digital image analysis technology (Dev-X) and a digital camera with Android-based calculations on a wirelessly connected smartphone as an update of the testing method. Objective: To create a collimator test tool for x-ray machines based on digital image analysis technology (Dev-X). Methods: This is a research experiment with a posttest group only design type. Research Location at the Radiology Laboratory of the Radiodiagnostic and Radiotherapy Engineering Academy (ATRO) Bali. Result: Functional Test of Dev-X Products (hardware and software), all components function properly. However, it cannot be assessed significantly from statistical results. Conclusion: The creation and proper functioning of hardware and software tools collimator test tool Dev-Xon android smartphone and show the calculation results of the x-ray beam automatically.    
Pengujian Quality Control pada Pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slicedi Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya: Quality Control Testing of the Canon Aquilion Lightning 16 Slice CT Scanner at the Radiology Department of RSUD Panglima Sebaya Satria, Roni; Prasetya, I Made Lana
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8130

Abstract

Pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slice di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya memerlukan program manajemen mutu yang berkelanjutan untuk menjamin kualitas dan keamanan layanan radiodiagnostik. Pesawat ini diperiksa secara berkala menggunakan standar yang ditetapkan oleh Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nomor 2 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program kendali mutu pada pesawat CT Scan tersebut dengan mengukur kesesuaian parameter pengujian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei, yang melibatkan pengukuran parameter CT Number, keseragaman CT Number, akurasi CT Number, dan pengujian artefak selama 30 hari pengujian quality control.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CT Number pada arah jam 3 (-0,23), jam 6 (0,90), jam 9 (0,42), jam 12 (0,25), dan pusat (1,48) berada dalam rentang standar -2 hingga 2 HU. Nilai deviasi rata-rata terhadap CT Number pusat pada arah jam 3 (0,47), jam 6 (0,44), jam 9 (0,44), dan jam 12 (0,55) juga sesuai dengan standar toleransi. Keseragaman CT Number pada arah jam 3 (1,71), jam 6 (0,61), jam 9 (1,14), dan jam 12 (1,25) menunjukkan hasil baik. Pengujian akurasi CT Number menunjukkan nilai tertinggi pada irisan 5 (1,82 HU) dan nilai terendah pada irisan 1 (1,59 HU), yang keduanya berada dalam batas toleransi -4 hingga 4 HU. Tidak ditemukan artefak pada gambar irisan water phantom, dan semua fungsi serta tombol pada pesawat CT Scan berfungsi dengan baik berdasarkan hasil pemeriksaan checklist. Kesimpulannya, pesawat CT Scan Canon Aquilion Lightning 16 Slice di Instalasi Radiologi RSUD Panglima Sebaya beroperasi dalam batas normal sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga dapat digunakan dengan aman untuk layanan radiodiagnostik.
Analisis Pemeriksaan MSCT Cardiac Triple Rule Out pada Kasus Aneurisma Aorta Ascenden dengan Protokol Flash ECG Gating di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta: Analysis of MSCT Cardiac Triple Rule Out Examination in Cases of Ascendent Aorta Aneurysm with Flash ECG Gating Ptotocol in Radiology Installation of Harapan Kita National Hearth Center Hospital Jakarta Herawati, Ningrum; Prasetya, I Made Lana; Kristin K, Ni Putu Mira
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8330

Abstract

Aneurisma aorta ascenden merupakan kondisi serius yang membutuhkan diagnosis cepat dan akurat. MSCT Cardiac Triple Rule Out dengan protokol Flash ECG Gating telah digunakan sebagai metode diagnostik untuk evaluasi simultan terhadap aorta, arteri koroner, dan arteri pulmonalis pada pasien dengan nyeri dada akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi teknik pemeriksaan, serta kelebihan dan kekurangan MSCT Cardiac Triple Rule Out dalam mendeteksi aneurisma aorta ascenden di Instalasi Radiologi RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan pada lima pasien yang menjalani pemeriksaan MSCT Cardiac Triple Rule Out. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan radiografer dan dokter spesialis, serta dokumentasi hasil pencitraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protokol Flash ECG Gating mampu meminimalkan artefak gerakan jantung, sehingga menghasilkan gambar yang lebih jelas dan detail, terutama untuk evaluasi aorta ascenden. Teknik ini dinilai sangat efektif dalam mengurangi waktu diagnosis dengan mengevaluasi beberapa struktur kardiovaskular secara bersamaan, yang sangat penting untuk pasien dengan kondisi kardiovaskular kompleks. Namun, beberapa kendala yang ditemui meliputi persiapan pasien yang rumit, seperti pengaturan tekanan darah dan penggunaan beta-blocker, serta dosis radiasi dan media kontras yang memerlukan pemantauan ketat. Kesimpulannya, teknik MSCT Cardiac Triple Rule Out dengan Flash ECG Gating adalah metode yang efisien dan akurat dalam mendeteksi aneurisma aorta ascenden. Disarankan agar fasilitas kesehatan lebih sering menerapkan teknik ini, serta memberikan pelatihan berkelanjutan kepada tenaga medis untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan dan keamanan pasien.
Co-Authors AA. Aris Diartama Alan Pratama Ameliya Widya Astuti Ameliya Widya Astuti Andiana, Made Gede Cokorda Istri Emi Dwiyanti Cory Amelia Dewi, Ni Kadek Mira Prastya Dharma Laksmi, Made Ayu Dharmawan, Bagus Gede Diartama, A.A Aris Diartama, AA. Aris Dirza Sudirman, Zulfa Dunantiko, Hendri Dwi Putra, Geovani Ega Evhal Yulianus Fachry Abda El Rahman Fasya Enjelika Unmehopa Gatot Murti Wibowo Gatot Murti Wibowo, Gatot Murti Gede Dharma Putra Hari Santoso Hari Santoso Hariani, Ida Ayu Sutresna Hasan, Andi Fitrianti Hascaryo, Dwi HENDRA SETIAWAN Herawati, Ningrum I Bagus Gede Dharmawan I Kadek Sukadana I Kedek Sukadana I Made Adhi Mahendrayana I Made Adhi Mahendrayana I Putu Eka Juliantara I Putu Juli Arthana I Putu Sugiartha I Wayan Ariec Sugiantara I Wayan Ariec Sugiantara Iman Nuriman Intan Lesmanasari Juliasa, I Wayan Kristin K, Ni Putu Mira Kusman Kusman Kusman Kusman Kusman, Kusman Luh Eka Aza Pratiwi Mahendrayana, I Made Adhi Mahendrayana, I Made Adi Mughnie, Burlian Muh Anas Muh Anas Muh Anas, Muh Anas Nadra Nandika A.J Mokoagow Nelce Silvia Panggaliau Ni Putu Rita Jeniyanthi Novinda Syamantha Djawa Prita Prita Prita, Prita Purnama Dewi, Gusti Agung Putu Adhinta Putra, Gede Pramana Rafa Zenitha Azzahra Rahmat widodo Restiana, Restiana Retno Laksmi Faraningrum Retno Laksmi Faraningrum Rifaldi Mokodenseho Rorong, Fabrizio Alessandro Ruto, Maria Mardiana Ruvinaningsih, Putri Salsabila, Nabilah Santo Aloya Dearta Saragih Sari Widari, Ni Luh Putu Sastrawan, I Putu Manik Satria Mahendra, I Dewa Gede Satria, Roni Serly Olivia Natalia Dato Siagian, Mega Krisna Sianturi, Amser Sunarto Sugiantara, I Wayan Ariec Suhariadi Atmanta Sukadana, I Kedek Sukadana, Kadek Supriyani, Nyoman Susanta, I Putu Adi Susanta, Putu Adi Taufani, Maria Selania Teguh Hariyanto Tri Asih Budiati Triningsih Triningsih Triningsih Triningsih Tri Asih Budiarti Valeria Alex Wahyu Jaya Andre Saputra Wijaya, Nyoman Moga Willa, Dhea Charmelita Wulandari, Putu Irma Yulianus, Evhal Zenitha Azzahra, Rafa Zul Fikra