Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Variasi Number of Signal Average (NSA) Terhadap Kualitas Citra pada MRI Lumbosacral Potongan Sagital Sekuen TIW TSE pada Klinis Hernia Nukleus Pulposus (HNP): The Effect of Number of Signal Average (NSA) Variations on Image Quality in Sagittal TIW TSE Sequence Lumbosacral MRI in Clinical Herniated Nucleus Pulposus (HNP) Andiana, Made Gede; Lana Prasetya, I Made; Triningsih, Triningsih
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.8339

Abstract

Pencitraan MRI Lumbosacral merupakan modalitas penting dalam diagnosis Hernia Nukleus Pulposus (HNP), yang mampu memvisualisasikan struktur tulang belakang secara mendetail. Kualitas citra yang dihasilkan dipengaruhi oleh berbagai parameter, salah satunya adalah Number of Signal Average (NSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi NSA terhadap kualitas citra pada MRI Lumbosacral potongan sagital sekuen T1-weighted Turbo Spin Echo (TSE) pada klinis HNP. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif bersifat eksperimental dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, untuk mendapatkan sampel sesuai dengan kriteria klinis HNP. Dari 10 sampel yang diambil, hasil analisis statistik menggunakan uji Repeated Measures ANOVA menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara variasi NSA terhadap Contrast-to-Noise Ratio (CNR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan NSA berpengaruh signifikan terhadap kualitas citra yang diukur dengan nilai CNR. NSA 3 memberikan kualitas citra terbaik namun dengan waktu pemindaian yang lebih lama, sedangkan NSA 2 memberikan keseimbangan optimal antara kualitas citra dan waktu pemindaian. Berdasarkan penelitian ini, NSA 2 direkomendasikan sebagai pilihan optimal untuk memberikan keseimbangan antara waktu pemindaian dan kualitas citra. Kesimpulannya terdapat pengaruh signifikan dari variasi NSA terhadap kualitas citra MRI Lumbosacral pada kasus klinis HNP, dan penggunaan NSA yang tepat dapat membantu meningkatkan diagnosis yang lebih akurat.
Analisis Pemeriksaan CT Scan rologi dengan Teknik Low Contrast Klinis Urolithiasis di Bagian RIR Rumah Sakit Santo Borromeus Bandung: Analysis of Urological CT Scan Examination Using Low Contrast Teqnique for Urolithiasis Cases at Santo Borromeus Hospital, Bandung Ruto, Maria Mardiana; Lana Prasetya, I Made; Sukadana, Kadek
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 3 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i3.12000

Abstract

Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi ekskresi, termasuk mengatasi masalah seperti batu saluran kemih yang dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Urolithiasis di saluran kemih, lebih sering terjadi pada pria dan dapat ditemukan di seluruh bagian saluran kemih, terutama di pelvis ginjal. CT Scan Urologi menggunakan kontras untuk meningkatkan kualitas gambar dan mengurangi artefak. Penggunaan teknik Low Contras pada CT Scan Urologi memberikan hasil yang setara dengan kontras standar, mengurangi dosis radiasi, serta biaya dan risiko serangan jantung. CT Scan Urologi dengan persiapan pasien, alat dan bahan, posisi pasien dan protokol pemeriksaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus menggunakan 5 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemeriksaan CT Scan Urologi dengan Teknik Low Contrast dan kelebihan dan kekurangan pada pemeriksaan CT Scan Urologi dengan teknik Low Contrast pada klinis Urolithiasis. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan teori dilakukan dengan 4 fase yaitu fase non kontras, fase Corticomedullary, fase nefrografik (Nephrographic) dan fase ekskresi (Excretory)(8-12 menit), sedangkan dilapangan dilakukan dengan 4 fase yaitu fase pre kontras, arterio portal, Nefrography dan Delay (20 Menit). Pemeriksaan CT scan urologi menggunakan low contrast 50 cc dapat mengevaluasi seluruh orga urologi serta organ intraabdomen lainnya.
Peran Radiografer Dalam Pemeriksaan Angiografi Koroner Pada Pasien Post-Cabg (Coronary Artery Bypass Grafting) Dengan Bantuan Injector Di Laboratorium Kateterisasi Dewi, Ni Kadek Mira Prastya; Prasetya, I Made Lana; Hascaryo, Dwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.22603

Abstract

Radiografer memiliki peran penting dalam tindakan angiografi koroner, khususnya pada pasien post-CABG (Coronary Artery Bypass Grafting) yang memiliki tantangan visualisasi akibat kompleksitas anatomi graft. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran radiografer dalam mendukung keberhasilan tindakan angiografi koroner pada pasien post-CABG dengan bantuan injector kontras otomatis di laboratorium kateterisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara semi-struktural terhadap radiografer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiografer berperan penting dalam persiapan, mengoperasikan fluoroskopi dan injector berdasarkan instruksi dari dokter, serta memastikan parameter teknis sesuai protokol klinis agar prosedur berjalan lancar. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa akurasi teknis, kesiapan alat, dan koordinasi radiografer sangat mendukung keberhasilan visualisasi graft dan keselamatan pasien.
Teknik Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) Brain Dengan Penambahan Sequence Axial 3D-Fiesta Pada Kasus Facial Tic Ameliya Widya Astuti; I Made Lana Prasetya; Teguh Hariyanto
Compromise Journal Community Proffesional Service Journal Vol. 1 No. 4 (2023): Compromise Journal : Community Proffesional Service Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/compromisejournal.v1i4.34

Abstract

Magnetic Resonance Imaging is a medical device that combines computer technology, strong magnetic fields and radio waves to emulate representations of human body parts and produce more detailed and clear images, one of which is Facial Tic on the Brain. The MRI Brain examination aims to see the anatomy and abnormalities in the brain. This study aims to determine the MRI Brain examination procedure and the role of the Axial 3D Fiesta sequence in cases of Facial Tic. Use of the 3D Fast Imaging Employing Steady State Acquisition (FIESTA) sequence for evaluation of the head nerves. The research method used is descriptive research with a case study approach. Data collection was carried out from July 2023 to August 2023 using a GE 1.5 Tesla MRI aircraft. The subject consisted of a patient with clinical Facial Tic. Data collection was carried out through observation, interviews and documentation. The research results were obtained according to theory using sagittal T1, Coronal PD/T2, Axial PD/T2/T1/FLAIR/EPI, Axial 3D incoherent GRE T1, Axial/oblique SE MT, Axial DWI, Diffusion Tensor Imaging (DTI), Axial perfusion sequences. imaging, while in the field using localizer sequences, Axial DWI, Axial T2 Flair, Axial T2, Axial T1, Axial T2* GRE, Sagittal T1, Coronal T2, and Axial 3D Fiesta
Co-Authors AA. Aris Diartama Alan Pratama Ameliya Widya Astuti Ameliya Widya Astuti Andiana, Made Gede Cokorda Istri Emi Dwiyanti Cory Amelia Dewi, Ni Kadek Mira Prastya Dharma Laksmi, Made Ayu Dharmawan, Bagus Gede Diartama, A.A Aris Diartama, AA. Aris Dirza Sudirman, Zulfa Dunantiko, Hendri Dwi Putra, Geovani Ega Evhal Yulianus Fachry Abda El Rahman Fasya Enjelika Unmehopa Gatot Murti Wibowo Gatot Murti Wibowo, Gatot Murti Gede Dharma Putra Hari Santoso Hari Santoso Hariani, Ida Ayu Sutresna Hasan, Andi Fitrianti Hascaryo, Dwi HENDRA SETIAWAN Herawati, Ningrum I Bagus Gede Dharmawan I Kadek Sukadana I Kedek Sukadana I Made Adhi Mahendrayana I Made Adhi Mahendrayana I Putu Eka Juliantara I Putu Juli Arthana I Putu Sugiartha I Wayan Ariec Sugiantara I Wayan Ariec Sugiantara Iman Nuriman Intan Lesmanasari Juliasa, I Wayan Kristin K, Ni Putu Mira Kusman Kusman Kusman Kusman Kusman, Kusman Luh Eka Aza Pratiwi Mahendrayana, I Made Adhi Mahendrayana, I Made Adi Mughnie, Burlian Muh Anas Muh Anas Muh Anas, Muh Anas Nadra Nandika A.J Mokoagow Nelce Silvia Panggaliau Ni Putu Rita Jeniyanthi Novinda Syamantha Djawa Prita Prita Prita, Prita Purnama Dewi, Gusti Agung Putu Adhinta Putra, Gede Pramana Rafa Zenitha Azzahra Rahmat widodo Restiana, Restiana Retno Laksmi Faraningrum Retno Laksmi Faraningrum Rifaldi Mokodenseho Rorong, Fabrizio Alessandro Ruto, Maria Mardiana Ruvinaningsih, Putri Salsabila, Nabilah Santo Aloya Dearta Saragih Sari Widari, Ni Luh Putu Sastrawan, I Putu Manik Satria Mahendra, I Dewa Gede Satria, Roni Serly Olivia Natalia Dato Siagian, Mega Krisna Sianturi, Amser Sunarto Sugiantara, I Wayan Ariec Suhariadi Atmanta Sukadana, I Kedek Sukadana, Kadek Supriyani, Nyoman Susanta, I Putu Adi Susanta, Putu Adi Taufani, Maria Selania Teguh Hariyanto Tri Asih Budiati Triningsih Triningsih Triningsih Triningsih Tri Asih Budiarti Valeria Alex Wahyu Jaya Andre Saputra Wijaya, Nyoman Moga Willa, Dhea Charmelita Wulandari, Putu Irma Yulianus, Evhal Zenitha Azzahra, Rafa Zul Fikra