Claim Missing Document
Check
Articles

Model konseptual transisi sekolah ke kerja berbasis kesehatan mental di era pasca pandemi alzet Rama; Wiki Lofandri; Saftrian Mukhlizul Fuad
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036785000

Abstract

Artikel ini mengusulkan model teoretis baru untuk memfasilitasi transisi sekolah-ke-dunia kerja (School-to-Work Transition/STWT) di era pasca-pandemi. Model ini merespons dampak psikologis mendalam dari pandemi seperti penurunan self-efficacy, kecemasan, dan atrofi keterampilan sosial yang memperumit adaptasi lulusan baru di dunia kerja yang telah bertransformasi secara digital. Berbeda dengan pendekatan tradisional yang linier dan berfokus pada skill-matching, model ini menempatkan Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Psikologis sebagai landasan fundamental. Di atas landasan ini, model dibangun dengan empat pilar utama: Literasi Digital dan Keterampilan Hybrid, Kompetensi Sosial-Emosional yang Diperbarui, Identitas Karier yang Lentur dan Eksploratif, serta Jejaring Dukungan Ekologis yang Diperkuat. Artikel ini berargumen bahwa jembatan transisi yang efektif harus holistik, resilien, dan mengintegrasikan dimensi psikologis dengan kompetensi adaptif dan dukungan sistemik. Implementasi model memerlukan kolaborasi sinergis dari institusi pendidikan, industri, pembuat kebijakan, dan individu sebagai agen aktif
Model cognitive apprenticeship-mentoring: sebuah sintesis konseptual untuk pengembangan kompetensi vokasional alzet Rama; Wiki Lofandri
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036812000

Abstract

Artikel ini mengusulkan kerangka kerja integratif yang mensinergikan teori Cognitive Apprenticeship (CA) dan teori mentoring karir untuk pengembangan kompetensi vokasional yang holistik di era modern. Melalui studi literatur dengan pendekatan kualitatif dan analisis konseptual, penelitian ini mengidentifikasi titik konvergensi dan komplementaritas antara kedua pendekatan. Hasilnya adalah model Cognitive Apprenticeship-Mentoring (CAM) yang terdiri atas empat fase dinamis: pemodelan terintegrasi, pembinaan kontekstual, artikulasi-refleksi berbasis dialog, dan eksplorasi karir. Model ini tidak hanya memperkuat transfer keterampilan teknis dan kognitif, tetapi juga memperhatikan dimensi psikososial, identitas profesional, serta adaptabilitas karir. Implementasinya menuntut kolaborasi antara pendidikan vokasi, industri, dan konseling karir, serta transformasi peran pendidik dan pembimbing menjadi mentor-cognitive coach. Kerangka CAM diharapkan dapat menjawab tantangan sistem vokasional yang terfragmentasi dan membentuk keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
Merekonstruksi konseling vokasi melalui integrasi socio emotional learning dan kecerdasan emosional Alzet Rama; Wiki Lofandri
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036813000

Abstract

Artikel ini menganalisis secara kritis keterbatasan paradigma konseling vokasi yang masih didominasi pendekatan teknis-transaksional dan berorientasi penempatan kerja. Berdasarkan tinjauan konseptual sistematis, penelitian menunjukkan bahwa dinamika dunia kerja abad ke-21 menuntut lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga adaptif, tangguh, dan memiliki kecakapan sosio-emosional yang matang. Oleh karena itu, artikel ini mengusulkan rekonstruksi paradigma konseling vokasi melalui integrasi prinsip-prinsip Socio-Emotional Learning (SEL) dan kecerdasan emosional sebagai fondasi inti. Argumen teoretis dibangun dengan mensintesis teori karir kontemporer, model kecerdasan emosional, dan kerangka SEL untuk menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas intrapersonal dan interpersonal merupakan prasyarat bagi kesiapan kerja yang berkelanjutan. Implikasinya, peran konselor perlu bertransformasi dari placement officer menjadi developmental facilitator, dengan kurikulum layanan yang menginternalisasi pengembangan kompetensi sosio-emosional secara sistematis dan terintegrasi dalam ekosistem sekolah vokasi.
Developing a terminology agreement in vocational education research: content validation of standard keyword indexes Alzet Rama; Nizwardi Jalinus; Muhammad Anwar; Ifdil Ifdil; Wiki Lofandri
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2026): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036814000

Abstract

The study conducted an expert-based content validation to develop and validate a standardized keyword index for vocational education research. A lack of standard terminology in vocational education leads to problems in literature discovery, conducting systematic reviews, and international collaboration. Five content experts (three professors and two doctorate holders) with a minimum of 10 years of experience in vocational education using purposive sampling strategy, evaluated 79 keywords that were extracted from a systematic literature review of recent publications (2014-2025). The experts assessed each keyword for relevance on a 4-point Likert scale. The study used the Content Validity Index (CVI) method for the data analysis at both the item level (I-CVI) and the scale level (S-CVI). The result showed that the content validity was outstanding with the S-CVI/Ave of 0.916 which was higher than the recommended limit of 0.90. The 79 keywords were able to achieve I-CVI scores of at least 0.80, with 46 of the keywords (58.2%) getting perfect agreement (I-CVI = 1.00) and 33 of the keywords (41.8%) I-CVI = 0.80. The validated keywords were categorized into eight thematic categories: Core VET Systems & Models, Pedagogical Approaches, Technical & Occupational Skills, 21st Century & Soft Skills, Industry 4.0 & Emerging Technologies, Policy Standards & Quality Assurance, Labor Market & Economic Development, and Sustainability & Contemporary Issues. This standardized index remedies the problem of terminological inconsistency in vocational education research and thus leads to more efficient literature retrieval, knowledge synthesis, and international research collaboration. The study offers a clear and repeatable framework for keyword standardization that can be used to guide future updates and changes in different educational contexts.
Flipped classroom and learning outcomes: a systematic review of conditions, mechanisms, and TVET implications Wiki Lofandri; Alzet Rama
Lentera Negeri Vol. 6 No. 1 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991940

Abstract

The flipped classroom (FC) model restructures instructional time by relocating direct instruction to the pre-class phase via digital media and dedicating in-class time to collaborative, higher-order tasks. Despite a decade of growing research interest, the empirical record remains conspicuously heterogeneous: positive effects coexist with null findings, and the mechanisms distinguishing effective from ineffective implementations remain incompletely theorised. This systematic literature review synthesises empirical research from 2020 to 2025 to examine the conditions under which FC influences learning outcomes cognitive achievement, higher-order thinking skills (HOTS), and student engagement with particular attention to Technical and Vocational Education and Training (TVET) and developing-country higher education contexts. A PRISMA-guided protocol was applied across Scopus, Web of Science, and Google Scholar, yielding 42 included studies subjected to thematic synthesis; 20 key studies are summarised in a structured evidence table. FC produces positive but contextually contingent effects, with effect sizes ranging from g = 0.21 to d = 0.71. Critical moderators include instructional design quality, student self-regulated learning (SRL) capacity, and technology infrastructure. Contradictory findings cluster around compliance failure, novelty effects, and disciplinary mismatch. FC is not inherently effective; its value depends fundamentally on implementation fidelity and learner preparedness. The review introduces the Input–Process–Regulation–Output (IPRO) conceptual framework to guide future research and practice, with particular relevance to TVET and resource-constrained educational settings.
Integrasi kecerdasan buatan generatif dalam pembelajaran pemrograman: sebuah systematic literature review dengan implikasi bagi pendidikan kejuruan Wiki Lofandri; Alzet Rama
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/991960

Abstract

Meningkatnya kehadiran kecerdasan buatan generatif (Generative AI/GenAI) dalam konteks pendidikan mendorong urgensi kajian sistematis mengenai dampak dan implikasinya bagi pembelajaran pemrograman, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis literatur ilmiah terkini mengenai integrasi GenAI dalam pembelajaran pemrograman dengan fokus pada konteks pendidikan kejuruan dan vokasi (Technical and Vocational Education and Training/TVET). Metode Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA digunakan untuk menelusuri, menyaring, dan menganalisis artikel dari basis data Scopus, Web of Science, dan Google Scholar yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Dari 1.247 artikel yang diidentifikasi secara awal, sebanyak 43 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian mengungkapkan empat tema utama: (1) implementasi GenAI sebagai alat bantu coding yang meningkatkan produktivitas dan efisiensi belajar; (2) dampak positif terhadap hasil belajar, terutama pada kemampuan pemecahan masalah dan debugging; (3) tantangan pedagogis berupa ketergantungan kognitif dan penurunan kemampuan berpikir mandiri; serta (4) kesenjangan penelitian yang signifikan dalam konteks TVET dan SMK. Temuan ini menggarisbawahi perlunya kerangka pedagogis yang adaptif dan literasi kritis terhadap GenAI dalam ekosistem pendidikan kejuruan Indonesia, serta membuka arah penelitian masa depan yang relevan bagi pengembangan kurikulum SMK berbasis kompetensi digital
E-learning dalam pendidikan sistem informasi: systematic literature review tentang keterlibatan mahasiswa dan hasil belajar (2020–2025) Wiki Lofandri; Alzet Rama
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 1 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086819011

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan tinggi telah mendorong adopsi e-learning secara masif, termasuk dalam bidang pendidikan sistem informasi (IS). Meski demikian, pemahaman mendalam tentang bagaimana e-learning memengaruhi student engagement dan learning outcomes dalam konteks IS educationkhususnya di negara berkembang seperti Indonesiamasih sangat terbatas dalam literatur akademik. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai pengaruh e-learning terhadap keterlibatan mahasiswa dan capaian pembelajaran dalam pendidikan sistem informasi, termasuk faktor moderasi dan implikasinya bagi TVET. Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA dilakukan terhadap 45 artikel terpilih dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar (2020–2025). Analisis tematik dilakukan menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT). Temuan mengidentifikasi enam tema utama: (1) pengaruh positif e-learning terhadap behavioral dan cognitive engagement; (2) peningkatan learning outcomes pada pembelajaran berbasis LMS; (3) peran kritis desain instruksional dan kualitas platform; (4) interaksi dosen-mahasiswa sebagai moderator terkuat; (5) tantangan implementasi di negara berkembang; dan (6) keterbatasan penelitian khusus TVET dalam bidang IS. E-learning secara konsisten mendukung engagement dan outcomes mahasiswa IS apabila disertai desain instruksional berkualitas dan dukungan institusional yang memadai. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kerangka e-learning kontekstual untuk TVET bidang IS, sekaligus mengidentifikasi gap penelitian yang perlu diprioritaskan.
Struktur intelektual dan evolusi tema penelitian literasi digital bagi guru pendidikan vokasi bidang komputer: analisis bibliometrik 2020–2025 Wiki Lofandri; Alzet Rama
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992340

Abstract

Literasi digital telah menjadi kompetensi krusial bagi guru vokasi, khususnya di bidang komputer dan informatika, dalam menghadapi transformasi pendidikan abad ke-21. Meskipun minat penelitian terhadap topik ini terus berkembang, belum tersedia pemetaan sistematis mengenai evolusi topik penelitian literasi digital untuk guru vokasi bidang komputer secara global. Studi bibliometrik ini bertujuan menelusuri tren, pola, dan evolusi topik penelitian terkait literasi digital guru vokasi bidang komputer periode 2020–2025 menggunakan data dari basis data Scopus. Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian terstruktur dengan kata kunci kombinasi: "digital literacy", "vocational teachers", "computer education", "TVET teachers", "digital competence", dan "vocational education". Setelah proses inklusi dan pembersihan data, diperoleh 387 dokumen yang dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer dan Bibliometrix/Biblioshiny. Teknik analisis meliputi: analisis tren publikasi, analisis sitasi, co-authorship analysis, keyword co-occurrence, country analysis, thematic mapping, overlay visualization, dan topic evolution analysis. Hasil penelitian menunjukkan tren pertumbuhan publikasi yang signifikan, dengan lonjakan tajam pada 2021–2023. China, Indonesia, dan Spanyol menjadi negara paling produktif. Tema dominan berkisar pada kompetensi digital, integrasi teknologi pembelajaran, dan pengembangan profesional guru. Tema baru yang muncul mencakup kecerdasan buatan dalam pendidikan vokasi, literasi data, dan keamanan siber. Analisis evolusi topik mengungkap pergeseran dari literasi dasar menuju literasi transformatif berbasis AI. Gap penelitian yang teridentifikasi meliputi minimnya studi pada guru vokasi bidang komputer di negara berkembang, kurangnya pendekatan longitudinal, dan absennya kerangka literasi digital yang kontekstual untuk TVET. Studi ini memberikan peta jalan bagi peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi pendidikan vokasi global.
Evolusi penelitian berpikir komputasional dalam pendidikan vokasi STEM (2015–2025): implikasi terhadap integrasi kurikulum dan asesmen Wiki Lofandri; Alzet Rama
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992480

Abstract

Berpikir komputasional (computational thinking/CT) telah berkembang menjadi salah satu kompetensi inti dalam pendidikan abad ke-21, khususnya dalam konteks pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Meskipun penelitian tentang CT dalam pendidikan umum terus berkembang pesat, integrasi CT dalam pendidikan vokasi (Technical and Vocational Education and Training/TVET) masih sangat minim dieksplorasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis lanskap penelitian global mengenai CT dalam pendidikan STEM dengan fokus khusus pada integrasi kurikulum dan asesmen melalui pendekatan bibliometrik berbasis data Scopus. Analisis dilakukan terhadap 107 artikel dari 179 artikel final hasil seleksi bertahap menggunakan query Boolean TITLE-ABS-KEY ("computational thinking") AND (STEM OR "STEM education") AND (curriculum OR assessment) yang dipublikasikan pada rentang 2016–2026. Hasil analisis menunjukkan tren pertumbuhan eksponensial sejak 2021 dengan puncak pada 2025 (24 artikel), dominasi penelitian dari Amerika Serikat (24,3%), serta cluster tema utama: CT-STEM interdisipliner, robotika pendidikan, dan pengembangan profesional guru. Visualisasi VOSviewer mengidentifikasi empat cluster kata kunci dan menunjukkan bahwa tema assessment, curriculum development, dan vocational context merupakan emerging themes yang memerlukan perhatian lebih besar dari komunitas riset global. Penelitian ini memberikan peta jalan komprehensif bagi pengembangan kurikulum CT-STEM di pendidikan vokasi serta agenda penelitian masa depan yang strategis.
Transformasi kompetensi digital melalui kecerdasan buatan dalam pendidikan pemrograman: struktur pengetahuan dan arah perkembangan riset Wiki Lofandri; Alzet Rama
Lentera Negeri Vol. 6 No. 1 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992490

Abstract

Integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam pendidikan pemrograman telah memunculkan diskursus baru tentang kompetensi digital yang dibutuhkan pendidik, khususnya dalam konteks Technical and Vocational Education and Training (TVET). Penelitian ini bertujuan menganalisis tren global penelitian mengenai AI, machine learning, dan kompetensi digital dalam pendidikan pemrograman berbasis bibliometrik menggunakan data Scopus periode 2020–2025. Sebanyak 106 artikel ilmiah diekstrak melalui boolean search sistematis dari database Scopus, kemudian dianalisis menggunakan teknik bibliometrik meliputi analisis tren publikasi, analisis sitasi, pemetaan ko-kemunculan kata kunci, analisis jaringan penulis, serta pemetaan tematik. Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan eksponensial publikasi sejak tahun 2023, dengan lonjakan dramatis pada 2025 (62 artikel) yang didominasi topik generative AI dan large language models dalam coding education. Lima klaster tematik teridentifikasi: (1) AI Tools dan LLM dalam coding education; (2) machine learning untuk sistem pendidikan pemrograman; (3) kompetensi digital dan computational thinking; (4) pengembangan kurikulum dan pedagogi vokasi; serta (5) asesmen dan evaluasi otomatis. Temuan ini mengimplikasikan perlunya reorientasi kerangka kompetensi digital guru vokasi untuk mencakup literasi AI, prompt engineering, dan integrasi generative AI dalam praktik pembelajaran pemrograman. Penelitian ini memberikan kontribusi peta jalan riset untuk pengembangan kompetensi digital guru TVET di era AI.