Claim Missing Document
Check
Articles

Tantangan implementasi keamanan siber dalam kurikulum teknik komputer dan jaringan di sekolah menengah kejuruan: sebuah systematic literature review Wiki Lofandri; Alzet Rama
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces683000

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan serius dalam mengintegrasikan kompetensi keamanan siber yang selaras dengan standar industri global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis tantangan implementasi pendidikan keamanan siber dalam kurikulum TKJ berbasis standar industri terkini melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Pencarian literatur dilakukan pada tiga basis data utama Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dengan rentang publikasi 2020–2025. Setelah melalui proses seleksi ketat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, sebanyak 42 artikel dianalisis secara tematik. Temuan menunjukkan bahwa kesenjangan (gap) antara kompetensi yang diajarkan dalam kurikulum TKJ dengan kebutuhan industri keamanan siber terwujud dalam empat dimensi utama: (1) keterbatasan kapasitas pedagogis guru dalam materi keamanan siber; (2) minimnya infrastruktur laboratorium yang relevan dengan standar industri seperti NIST Cybersecurity Framework, CompTIA Security+, dan Cisco Networking Academy; (3) kurikulum yang bersifat statis dan lambat beradaptasi terhadap ancaman siber yang dinamis; serta (4) lemahnya kemitraan antara sekolah dan industri dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual integrasi standar industri keamanan siber ke dalam kurikulum TVET dan memberikan implikasi praktis bagi pengambil kebijakan pendidikan vokasi di Indonesia. Arah penelitian masa depan yang direkomendasikan mencakup pengembangan model kurikulum adaptif berbasis standar industri, studi empiris mengenai efektivitas pelatihan guru keamanan siber, serta eksplorasi platform pembelajaran berbasis simulasi ancaman siber.
Tren dan kesenjangan penelitian pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skills pada pendidikan vokasi teknologi informasi: systematic literature review Wiki Lofandri; Alzet Rama
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces685200

Abstract

Tantangan revolusi industri 4.0 dan era Society 5.0 telah mengubah profil kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, menempatkan soft skills sebagai kapabilitas kritis yang tak terpisahkan dari hard skills teknis. Dalam konteks Technical and Vocational Education and Training (TVET), khususnya pendidikan vokasi bidang Teknologi Informasi (IT), kesenjangan antara kompetensi lulusan dan ekspektasi industri masih menjadi persoalan struktural yang belum terpecahkan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis temuan penelitian terkait efektivitas Project-Based Learning (PBL) dalam mengembangkan soft skills pada pendidikan vokasi IT melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada tiga basis data internasional bereputasi tinggi: Scopus, Web of Science, dan Google Scholar, mencakup publikasi 2020–2025. Dari 1.247 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 41 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Temuan sintesis menunjukkan bahwa PBL secara konsisten efektif mengembangkan enam klaster soft skills utama: (1) komunikasi dan presentasi, (2) kolaborasi dan kerja tim, (3) berpikir kritis, (4) pemecahan masalah, (5) manajemen waktu dan regulasi diri, serta (6) kreativitas dan inovasi, dengan ukuran efek Cohen's d antara 0.52 hingga 0.89. Autentisitas proyek dan kualitas fasilitasi merupakan moderator utama efektivitas. Tiga tantangan implementasi teridentifikasi: kesiapan fasilitator, ketidaksesuaian asesmen konvensional, dan kesenjangan infrastruktur. Penelitian ini berkontribusi pada kerangka konseptual integratif PBL-Soft Skills-TVET IT sebagai acuan pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan vokasi.
Perkembangan global dan peluang penelitian micro-credentials dalam pendidikan vokasi teknologi informasi: analisis bibliometrik 2020–2025 Wiki Lofandri; Alzet Rama
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086822011

Abstract

Transformasi lanskap kualifikasi global mendorong meningkatnya perhatian akademik terhadap micro-credentials dan sertifikasi industri, khususnya dalam konteks pendidikan kejuruan bidang teknologi informasi (TVET-TI). Namun, peta penelitian yang komprehensif tentang topik ini masih sangat terbatas, terutama dari perspektif negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan struktur intelektual, tren perkembangan, dan arah riset masa depan tentang micro-credentials serta digital badges melalui analisis bibliometrik berbasis data Scopus. Menggunakan pendekatan bibliometrik dengan dukungan VOSviewer dan Bibliometrix/R, studi ini menganalisis 107 artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, diperoleh melalui boolean search terstruktur pada database Scopus. Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan publikasi yang konsisten dari 9 artikel (2020) menjadi 26 artikel (2025), dengan dominasi negara-negara anglofon seperti Amerika Serikat, Australia, dan Inggris. Kata kunci dominan mencakup digital badges (n=34), microcredentials (n=21), dan higher education (n=15), sementara konteks TVET-TI dan sertifikasi industri masih sangat minim (n<5). Pemetaan tematik mengidentifikasi empat klaster penelitian utama: implementasi dan adopsi, motivasi dan keterlibatan, pengakuan industri, serta kerangka kualitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penelitian tentang micro-credentials dalam konteks pendidikan vokasi TI, khususnya di Asia Tenggara dan Indonesia, merupakan wilayah riset yang belum terjamah dan memiliki urgensi yang tinggi. Implikasi penelitian ini mendukung pengembangan kebijakan kredensial berbasis kompetensi industri TI dalam sistem TVET nasional.
Kompetensi digital guru vokasional dan TVET: analisis bibliometrik tren penelitian, pola kolaborasi, dan agenda riset global (2021-2025) Wiki Lofandri; Alzet Rama
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086823011

Abstract

Kompetensi digital guru vokasional menjadi salah satu determinan kritis dalam transformasi pendidikan teknis dan kejuruan (TVET) di era industri 4.0. Penelitian ini menyajikan analisis bibliometrik terhadap 29 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2021-2025 dan terindeks Scopus, dengan fokus pada pola perkembangan kompetensi digital guru dalam konteks pendidikan vokasi dan TVET. Menggunakan VOSviewer sebagai perangkat analisis jaringan dan co-occurrence kata kunci, studi ini mengidentifikasi struktur intelektual, kluster tematik, dan evolusi topik penelitian di bidang ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara paling produktif dengan 8 publikasi, diikuti Kazakhstan, China, dan Malaysia. Kluster tematik utama meliputi: (1) kompetensi digital dan penerimaan teknologi, (2) pembelajaran berbasis e-learning dan alat digital, (3) kompetensi digital dan TVET, serta (4) TPACK dan literasi digital. Kata kunci "vocational education" mendominasi jaringan ko-kemunculan dengan frekuensi tertinggi. Tema berkembang mencakup TPACK, digital literacy, dan technology integration yang menunjukkan pergeseran fokus ke arah pedagogi berbasis teknologi. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan signifikan, yakni minimnya studi longitudinal, kurangnya instrumen asesmen yang terstandarisasi, dan keterbatasan penelitian dari negara berkembang di luar Indonesia. Temuan ini memberikan peta jalan bagi peneliti, pengembang kurikulum, dan pembuat kebijakan dalam mengintegrasikan kompetensi digital ke dalam program pendidikan guru vokasional secara sistematis.
Analisis Bibliometrik Integrasi IoT dalam Laboratorium Virtual Teknik: Tren Global dan Kesenjangan Penelitian 2020–2025 Wiki Lofandri; Alzet Rama
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086825011

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan teknik mendorong integrasi Internet of Things (IoT) ke dalam laboratorium virtual sebagai alternatif praktikum yang fleksibel, efisien, dan kontekstual dengan tuntutan industri 4.0. Penelitian ini bertujuan memetakan tren, pola kolaborasi, dan evolusi tematik riset mengenai IoT dalam laboratorium virtual pendidikan teknik melalui analisis bibliometrik berbasis database Scopus periode 2020–2025. Menggunakan strategi pencarian Boolean pada field Title-Abstract-Keywords, diperoleh 69 dokumen final (20 artikel jurnal dan 49 prosiding konferensi) yang dianalisis menggunakan VOSviewer dan Bibliometrix/Biblioshiny. Hasil menunjukkan bahwa publikasi bersifat fluktuatif dengan puncak pada 2021 (n=16) dan pertumbuhan kembali meningkat pada 2023 2025. Italia, India, Ukraina, dan Spanyol mendominasi produksi pengetahuan, sementara Indonesia muncul sebagai kontributor ASEAN dengan 5 dokumen namun tingkat sitasi yang masih sangat rendah. Analisis ko-kemunculan kata kunci mengidentifikasi tiga kluster tematik utama: infrastruktur IoT dan lab virtual, pedagogi e-learning berbasis teknologi, serta teknologi imersif (VR/AR). Mayoritas penelitian didominasi prosiding konferensi (71%) dan belum cukup merepresentasikan konteks TVET di negara berkembang. Temuan ini menggarisbawahi peluang riset strategis yang sangat signifikan bagi peneliti pendidikan vokasi Indonesia untuk berkontribusi dalam wacana global yang masih terbuka luas.
Analisis bibliometrik penelitian industri 5.0 dalam TVET: struktur pengetahuan, frontier penelitian informatika, dan tren global (2020–2025) Wiki Lofandri; Alzet Rama; Novrianti Novrianti
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036865000

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis bibliometrik komprehensif terhadap perkembangan penelitian di bidang teknologi Industry 5.0 dalam konteks Technical and Vocational Education and Training (TVET). Menggunakan basis data Scopus dengan strategi pencarian Boolean yang terstruktur, sebanyak 321 artikel penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah internasional antara tahun 2017 hingga 2025 dianalisis secara sistematis. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk pemetaan jaringan ko-kemunculan kata kunci, visualisasi overlay temporal, dan pemetaan densitas. Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan publikasi yang signifikan, terutama sejak tahun 2022, dengan lonjakan tajam pada periode 2024–2025 yang mencerminkan akselerasi adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan otomasi dalam pendidikan vokasi. Tiga kluster tema utama teridentifikasi: (1) teknologi AI dan pendidikan vokasi sebagai inti penelitian; (2) kurikulum, pembelajaran digital, dan kompetensi guru; serta (3) desain penelitian berbasis human-subject. China, Indonesia, dan Malaysia menjadi negara paling produktif. Temuan ini mengimplikasikan perlunya reorientasi kurikulum TVET secara global, khususnya di negara-negara berkembang, untuk mengintegrasikan kompetensi teknologi Industry 5.0 secara sistemik dan berkelanjutan.
Motion capture technology dalam produksi animasi digital: analisis bibliometrik terhadap struktur pengetahuan global Alzet Rama; Wiki Lofandri
Lentera Negeri Vol. 6 No. 2 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/992770

Abstract

Motion capture (mocap) telah menjadi salah satu teknologi kunci dalam produksi animasi digital kontemporer, namun struktur intelektual dan arah perkembangan risetnya belum banyak dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur pengetahuan global pada domain motion capture dalam produksi animasi digital melalui pendekatan bibliometrik. Data bersumber dari basis data Scopus dengan strategi pencarian Boolean pada bidang title-abstract-keyword yang menggabungkan istilah motion capture dan animasi, dibatasi pada rentang tahun 2021–2025, jenis sumber jurnal, jenis dokumen artikel, dan tahap publikasi final, sehingga diperoleh 229 dokumen. Analisis dilakukan terhadap tren publikasi, sumber jurnal, sitasi, kata kunci, serta visualisasi VOSviewer berupa density, overlay, dan network visualization. Hasil menunjukkan tren publikasi meningkat tajam pada 2024–2025, dengan Computer Graphics Forum dan ACM Transactions on Graphics sebagai jurnal dominan. Struktur kata kunci menunjukkan tiga orientasi tematik utama, yaitu rekonstruksi dan pemrosesan gerak berbasis deep learning, animasi karakter dan kontrol fisik, serta aplikasi lintas domain seperti realitas virtual, avatar, dan bahasa isyarat. Studi ini mengidentifikasi kesenjangan penelitian pada integrasi motion capture dengan pedagogi produksi animasi serta pada representasi geografis riset di luar kawasan dominan. Novelty penelitian ini terletak pada pemetaan konvergensi antara evolusi teknis motion capture dan konteks produksi animasi digital sebagai satu kesatuan struktur pengetahuan, bukan sekadar tinjauan teknologi tunggal. Hasil penelitian ini diharapkan memberi peta jalan bagi peneliti, pendidik vokasi animasi, dan pengembang teknologi dalam merancang agenda riset lanjutan yang lebih terarah.
Evolusi tema dan arah masa depan penelitian pembelajaran berbasis gamifikasi pada pendidikan teknologi informasi vokasi: analisis bibliometrik 2020–2025 Wiki Lofandri; Alzet Rama
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces685400

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis bibliometrik terhadap literatur ilmiah terkait gamifikasi dalam pendidikan teknologi informasi (TI) vokasi yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025. Menggunakan database Scopus sebagai sumber data utama dengan kata kunci gamification, vocational education, information technology education, technical and vocational education (TVET), dan digital learning, diperoleh 3.578 dokumen setelah proses seleksi dan pembersihan data. Analisis dilakukan menggunakan VOSviewer dan Biblioshiny/Bibliometrix dengan teknik yang mencakup analisis tren publikasi, analisis sitasi, ko-autoritas, ko-kemunculan kata kunci, analisis negara, pemetaan tematik, dan overlay visualization. Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan publikasi yang konsisten dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 22,4% sepanjang periode analisis. Amerika Serikat, Spanyol, dan Tiongkok mendominasi produktivitas penelitian, sementara Asia Tenggara khususnya Indonesia masih sangat terbatas kontribusinya dalam riset global ini. Identifikasi delapan kluster tematik mengungkapkan bahwa topik TVET dan pendidikan TI vokasi hanya muncul pada kluster perifer dengan frekuensi sangat rendah, mengindikasikan gap penelitian yang signifikan. Artikel ini mengidentifikasi urgensi pengembangan kerangka gamifikasi yang adaptif dan kontekstual untuk lingkungan belajar vokasi TI, dengan rekomendasi agenda riset ke depan yang meliputi gamifikasi adaptif berbasis AI, studi longitudinal dampak gamifikasi di TVET, serta kolaborasi riset lintas institusi di Asia Tenggara.
Digital character animation berbasis artificial intelligence: analisis bibliometrik terhadap struktur pengetahuan dan agenda penelitian masa depan Alzet Rama; Wiki Lofandri
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces688700

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya deep learning dan model generatif, telah mengubah lanskap riset animasi karakter digital secara signifikan dalam lima tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur pengetahuan dan mengidentifikasi agenda riset masa depan pada domain digital character animation berbasis AI melalui pendekatan analisis bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus menggunakan strategi pencarian boolean yang menggabungkan istilah kecerdasan buatan (artificial intelligence, machine learning, deep learning, computer vision, diffusion model, large language model) dengan istilah animasi (character animation, computer animation, 3D animation, facial animation, skeletal animation), menghasilkan 776 artikel jurnal terbitan 2021–2025 setelah proses penyaringan bertahap. Analisis dilakukan menggunakan kombinasi statistik deskriptif dan visualisasi jaringan kata kunci melalui VOSviewer (network, overlay, dan density visualization). Hasil penelitian menunjukkan tren publikasi yang meningkat tajam, dominasi Tiongkok, Amerika Serikat, dan Korea Selatan sebagai kontributor utama, serta ACM Transactions on Graphics dan IEEE Transactions on Visualization and Computer Graphics sebagai sumber publikasi terdepan. Analisis co-occurrence kata kunci mengungkap bahwa deep learning dan artificial intelligence menjadi poros pengetahuan yang menghubungkan sub-tema character animation, motion capture, computer vision, dan generative/diffusion model. Overlay visualization memperlihatkan pergeseran tematik menuju model generatif berbasis diffusion sebagai topik terbaru, sementara density visualization mengonfirmasi bahwa wilayah seperti social robotics dan active learning dalam konteks animasi karakter masih under-explored. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan riset berupa minimnya representasi kawasan Asia Tenggara dan Global South, serta dominasi framing computer graphics murni dibandingkan penerapan lintas-sektor seperti pendidikan vokasi dan industri kreatif. Temuan ini memberikan peta jalan bagi peneliti yang ingin berkontribusi pada domain digital character animation berbasis AI, sekaligus menjadi dasar empiris bagi pengembangan agenda riset pada konteks kawasan yang belum banyak terwakili.
Neural animation: analisis bibliometrik terhadap evolusi penelitian berbasis deep learning Alzet Rama; Wiki Lofandri
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces688800

Abstract

Perkembangan deep learning telah mengubah secara mendasar cara industri dan akademisi memproduksi animasi, mulai dari sintesis gerak karakter hingga rendering foto-realistis berbasis neural. Meskipun volume publikasi pada persimpangan bidang animasi dan deep learning meningkat pesat dalam lima tahun terakhir, peta intelektual yang menyeluruh mengenai arah, struktur, dan evolusi tematik bidang ini masih belum banyak didokumentasikan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur intelektual dan evolusi tematik penelitian neural animation menggunakan pendekatan bibliometrik berbasis data Scopus. Sebanyak 908 artikel jurnal terindeks Scopus yang diterbitkan pada rentang tahun 2021–2025 dianalisis menggunakan kombinasi analisis kinerja (performance analysis) dan pemetaan sains (science mapping) dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan tren publikasi yang tumbuh secara konsisten, dengan lonjakan tajam pada tahun 2024 dan 2025, didominasi oleh kontribusi dari Tiongkok serta jurnal-jurnal rumpun grafika komputer seperti ACM Transactions on Graphics, Computer Graphics Forum, dan IEEE Transactions on Visualization and Computer Graphics. Analisis co-occurrence kata kunci mengidentifikasi dua klaster tematik dominan, yaitu klaster gerak dan karakter (character animation, motion synthesis) serta klaster rendering neural (neural rendering, neural radiance field), yang keduanya berakar pada simpul sentral "deep learning". Visualisasi overlay memperlihatkan pergeseran tematik dari topik-topik matang seperti generative adversarial network menuju topik yang lebih baru seperti diffusion model, 3D Gaussian splatting, dan neural radiance field. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan sejumlah celah penelitian (research gap) sekaligus mengusulkan kerangka konseptual integratif yang menghubungkan representasi neural, mekanisme generatif, dan output animasi. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis berupa peta intelektual yang dapat dijadikan rujukan bagi peneliti yang hendak memosisikan kontribusinya, sekaligus kontribusi praktis bagi pengembang teknologi animasi dalam mengidentifikasi arah riset yang sedang tumbuh.