Claim Missing Document
Check
Articles

Kecerdasan Buatan Generatif dalam Industri Animasi: Analisis Jaringan Pemetaan Bibliometrik 2021–2025 Alzet Rama; Wiki Lofandri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086831011

Abstract

Perkembangan pesat teknologi generative artificial intelligence (generative AI) telah mengubah lanskap produksi konten visual, termasuk pada ranah animasi, computer graphics, dan visual effects. Namun demikian, peta intelektual yang menghubungkan generative AI secara spesifik dengan industri animasi belum banyak dipetakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur intelektual dan tren perkembangan penelitian generative AI pada industri animasi melalui analisis bibliometrik berbasis basis data Scopus. Data dikumpulkan melalui strategi pencarian Boolean pada kata kunci generative AI dan turunannya yang dikombinasikan dengan istilah animasi, computer graphics, CGI, visual effects, dan industri kreatif, menghasilkan 335 dokumen final (315 artikel dan 20 makalah konferensi) yang terbit pada rentang tahun 2021–2025. Analisis dilakukan menggunakan VOSviewer untuk memetakan ko-okurensi kata kunci melalui visualisasi jaringan (network), kepadatan (density), dan sebaran waktu (overlay), serta analisis performa terhadap tren publikasi, sumber, sitasi, negara, dan institusi. Hasil menunjukkan lonjakan tajam publikasi pada 2024–2025 (92 dan 225 dokumen), dengan tema generative ai (72 kemunculan), artificial intelligence (50), dan generative artificial intelligence (28) sebagai simpul dominan yang berkelindan dengan tema turunan seperti diffusion model, aigc, chatgpt, dan creative industries. China (96 dokumen), Amerika Serikat (51), dan Britania Raya (28) tercatat sebagai kontributor geografis terbanyak. Dari keseluruhan korpus, hanya 82 dokumen (24,5%) yang secara eksplisit menyinggung animasi, CGI, atau visual effects, mengindikasikan bahwa penelitian tentang generative AI pada industri animasi masih menjadi subtema yang relatif marjinal dibandingkan penelitian generative AI secara umum. Temuan ini mengarah pada identifikasi research gap terkait minimnya kerangka konseptual khusus industri animasi serta membuka agenda riset mendatang mengenai integrasi generative AI dalam alur kerja produksi animasi profesional.
Analisis bibliometrik robotika dan otomatisasi dalam pendidikan vokasi: struktur pengetahuan, tren penelitian, dan kesenjangan global (2017–2025) Wiki Lofandri; Alzet Rama; Novrianti Novrianti
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036864000

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis bibliometrik komprehensif terhadap literatur ilmiah yang membahas implementasi robotika dan otomatisasi di laboratorium pelatihan vokasi. Menggunakan data dari basis data Scopus dengan strategi pencarian Boolean terstruktur, sebanyak 154 artikel jurnal terindeks yang diterbitkan antara tahun 2017 hingga 2025 dianalisis secara sistematis. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk pemetaan ko-okorensi kata kunci, visualisasi jaringan penulis, dan overlay temporal. Hasil analisis mengidentifikasi empat kluster tematik utama: (1) engineering education dan robotika sebagai tema inti; (2) laboratorium jarak jauh dan virtual sebagai infrastruktur pembelajaran; (3) Project-Based Learning (PBL) sebagai pendekatan pedagogis dominan; dan (4) Industry 4.0 dan kecerdasan buatan sebagai tema berkembang. Temuan menunjukkan pertumbuhan eksponensial publikasi pada 2024–2025, didominasi oleh negara maju, dengan kesenjangan representasi signifikan pada konteks TVET di negara berkembang, khususnya Asia Tenggara. Penelitian ini mengidentifikasi tiga gap kritis: minimnya studi longitudinal, keterbatasan penelitian berbasis konteks TVET murni, serta absennya kerangka asesmen kompetensi robotika yang terstandarisasi. Implikasi teoritis dan praktis bagi pengembangan kurikulum kejuruan berbasis teknologi robotika dibahas secara kritis
Deep learning architectures in physics-based character animation: a bibliometric mapping of research trajectories, 2016-2025 Alzet Rama; Wiki Lofandri
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2025): JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia)
Publisher : IICET (Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/30036896000

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah mengubah lanskap produksi animasi secara fundamental, mulai dari sintesis gerak karakter, animasi wajah, hingga simulasi visual berbasis pembelajaran mendalam. Meskipun literatur pada domain ini berkembang pesat, pemetaan struktur intelektual dan arah evolusinya secara menyeluruh masih terbatas. Penelitian ini bertujuan memetakan struktur bibliometrik penelitian AI-assisted animation melalui analisis terhadap 983 dokumen yang diperoleh dari basis data Scopus periode 2016–2025, menggunakan kombinasi analisis deskriptif kuantitatif dan visualisasi jaringan kata kunci berbasis VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan tren publikasi yang meningkat tajam sejak 2021, dengan dominasi kontribusi dari Tiongkok, Amerika Serikat, dan Korea Selatan, serta konsentrasi topik pada deep learning, reinforcement learning, dan character animation sebagai inti kluster keilmuan. Peta densitas dan jaringan kata kunci mengindikasikan pergeseran fokus riset dari pendekatan machine learning konvensional menuju arsitektur pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan reinforcement learning untuk pengendalian gerak fisik karakter (physics-based character control). Studi ini memberikan kontribusi berupa peta jalan tematik yang dapat menjadi rujukan bagi peneliti, praktisi industri animasi, maupun pengembang kebijakan riset teknologi kreatif dalam merumuskan agenda penelitian AI-assisted animation ke depan.
Mengintegrasikan keterampilan green ke dalam bimbingan karier: model teoretis untuk pengembangan karier yang berkelanjutan alzet Rama; Wiki Lofandri; Saftrian Mukhlizul Fuad
Education and Social Sciences Review Vol. 6 No. 2 (2025): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr674600

Abstract

Artikel ini mengembangkan sebuah model teoritis integrasi keterampilan hijau (green skills) ke dalam bimbingan karir vokasional untuk mendukung pengembangan karir berkelanjutan. Model ini menjawab urgensi transisi ekonomi hijau dengan mengusulkan lima komponen kunci: landasan filosofis karir berkelanjutan, klasifikasi tiga dimensi green skills (teknis, transversal, dan manajemen karir), proses bimbingan karir yang diperkaya, serta peran dan kompetensi baru konselor sebagai fasilitator karir hijau. Model ini berfungsi sebagai kerangka sistematis untuk mengubah layanan bimbingan karir dari pendekatan reaktif menjadi kekuatan strategis yang proaktif dan transformatif, sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara pendidikan vokasi dengan dinamika pasar kerja hijau. Implementasinya memerlukan kolaborasi dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem pendukung yang efektif.
Kerangka konseptual untuk mengembangkan kembali bimbingan karier dalam pendidikan kejuruan alzet Rama; Wiki Lofandri
Education and Social Sciences Review Vol. 6 No. 1 (2025): Education and Social Sciences Review
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/07essr680100

Abstract

Artikel ini mengkritisi paradigma tradisional bimbingan karir dalam Pendidikan Teknik dan Kejuruan (TVET) yang berfokus pada penyerapan kerja jangka pendek (job-placement), yang dinilai tidak lagi relevan menghadapi dinamika karir abad ke-21 yang volatil, kompleks, dan non-linier. Sebagai alternatif, artikel mengusulkan pergeseran paradigma teoretis menuju pendekatan manajemen karir sepanjang hayat (lifelong career-management). Kerangka baru ini dibangun di atas fondasi teori karir kontemporer seperti Career Construction Theory, Chaos Theory of Careers, dan Happenstance Learning Theory, yang menekankan peran individu sebagai agen aktif dalam mengkonstruksi, mengadaptasi, dan mengelola narasi karirnya sendiri. Artikel merumuskan kerangka konseptual untuk mengimplementasikan paradigma ini dalam ekosistem TVET, yang mencakup pengembangan kompetensi inti manajemen karir, transformasi peran peserta didik dan pendidik, serta strategi integrasi kurikuler, layanan berkelanjutan, kemitraan dinamis, dan pemanfaatan teknologi digital. Tujuannya adalah memberdayakan lulusan TVET dengan ketahanan karir dan kemampuan belajar sepanjang hayat untuk navigasi yang sukses dalam lanskap pekerjaan yang terus berubah.
Membangun ketangguhan adaptif lulusan vokasi: sebuah tinjauan konseptual atas strategi konseling berbasis resiliensi Alzet Rama; Wiki Lofandri; Saftrian Mukhlizul Fuad
Journal of Counseling, Education and Society Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Counseling, Education and Society
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/08jces677700

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan konseptual sistematis tentang penguatan adaptabilitas karir dalam Pendidikan Teknik dan Kejuruan (TVET) melalui strategi konseling berbasis resiliensi. Dalam menghadapi disrupsi otomatisasi dan Revolusi Industri 4.0, lulusan TVET tidak hanya memerlukan keterampilan teknis, tetapi juga kapasitas psikologis untuk beradaptasi dan bangkit dari tantangan karir. Kajian ini mengintegrasikan konsep adaptabilitas karir (melalui komponen Concern, Control, Curiosity, Confidence) dan resiliensi psikologis (melalui faktor pelindung seperti dukungan sosial, efikasi diri, dan pola pikir berkembang) ke dalam kerangka kerja Adaptive Resilience Framework for TVET. Artikel ini mengidentifikasi lima strategi konseling berbasis resiliensi yang efektif, meliputi penguatan efikasi diri vokasional, pelatihan pola pikir berkembang, konseling naratif karir, pembangunan jejaring dukungan sosial, serta integrasi keterampilan masa depan. Model yang diusulkan menawarkan pendekatan holistik dan siklik untuk mempersiapkan lulusan TVET menjadi individu yang tangguh, proaktif, dan siap menghadapi ketidakpastian karir jangka panjang.
Conceptualizing career counseling for the human-centric industry 5.0: an integrative framework for TVET alzet Rama; Wiki Lofandri; Saftrian Mukhlizul Fuad; Siti Fadillah Sallamah
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202526687

Abstract

Artikel ini mengusulkan sebuah kerangka konseptual konseling karir yang responsif terhadap tuntutan human-centric dan keberlanjutan pada era Industri 5.0 dalam Pendidikan Kejuruan (Vocational Education). Kerangka ini dibangun atas tiga pilar filosofis: human-centricity, keberlanjutan (sustainability), serta ketangguhan dan adaptabilitas (resilience and adaptability). Melalui analisis teori konseling karir kontemporer seperti Career Construction Theory, Life Design Approach, dan Happenstance Learning Theory, penelitian ini menyusun model integratif bernama “Human-Centric Career Counseling for TVET 5.0”. Model ini menekankan empat dimensi intervensi: Self & Meaning, Technical & Digital Synergy, Ecological & Social Sustainability, dan Adaptive Career Management. Tujuannya adalah menggeser orientasi konseling dari sekadar penempatan kerja (job matching) menuju pembentukan Sustainable and Adaptive Career Agents, individu yang tidak hanya terampil teknis, tetapi juga reflektif, adaptif, serta memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Artikel ini memberikan landasan teoretis dan rekomendasi praksis bagi konselor, lembaga vokasi, dan pembuat kebijakan, meskipun masih memerlukan pengujian empiris lebih lanjut
Perkembangan riset generative AI dalam kesehatan mental berdasarkan publikasi terindeks Alzet Rama; Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086856011

Abstract

Kemunculan generative artificial intelligence (GenAI) dan large language models (LLM) telah mengubah lanskap penelitian kesehatan mental secara signifikan sejak popularisasi ChatGPT pada akhir tahun 2022. Penelitian ini bertujuan memetakan evolusi, struktur intelektual, dan tren tematik penelitian global mengenai penerapan GenAI dalam kesehatan mental melalui pendekatan analisis bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus menggunakan strategi pencarian Boolean yang menggabungkan istilah generative AI, large language model, dan kesehatan mental, kemudian disaring melalui prosedur PRISMA hingga menghasilkan 917 artikel jurnal berbahasa Inggris yang terbit pada rentang tahun 2021 sampai 2025. Analisis dilakukan menggunakan Biblioshiny dan Bibliometrix mencakup tren publikasi tahunan, analisis sitasi, produktivitas sumber melalui Hukum Bradford, produktivitas penulis melalui Hukum Lotka, kolaborasi negara, pemetaan tematik, dan evolusi topik. Hasil menunjukkan pertumbuhan publikasi yang eksponensial, dari delapan artikel pada tahun 2021 menjadi 606 artikel pada tahun 2025, dengan dominasi Amerika Serikat, Tiongkok, dan Britania Raya, serta Journal of Medical Internet Research sebagai sumber paling produktif. Pemetaan tematik mengidentifikasi ChatGPT, large language model, dan kesehatan mental sebagai tema inti yang masih berada pada tahap perkembangan awal. Temuan ini mengonfirmasi bahwa penelitian GenAI untuk kesehatan mental merupakan bidang yang baru muncul dengan struktur keilmuan yang belum matang sehingga membuka agenda riset lanjutan terkait validasi klinis dan keamanan etis.
Perkembangan riset extended reality (XR) dalam produksi animasi digital berdasarkan publikasi terindeks Alzet Rama; Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086857011

Abstract

Teknologi extended reality (XR)  mencakup virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan mixed reality (MR)  telah menjadi bagian yang semakin lekat dengan proses produksi animasi digital, mulai dari pemodelan tiga dimensi, penangkapan gerak, hingga penyajian karakter virtual kepada penonton. Meski demikian, pemetaan sistematis terhadap arah dan struktur riset di persimpangan XR dan animasi komputer masih jarang dilakukan. Studi ini menganalisis 220 artikel jurnal terindeks Scopus yang diterbitkan pada 2016–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik dengan bantuan Biblioshiny (Bibliometrix) dan VOSviewer. Hasil audit data menunjukkan tren publikasi yang meningkat, dengan lonjakan tajam pada 2022–2023 dan 2025, didominasi oleh jurnal Computer Animation and Virtual Worlds serta kontributor dari Tiongkok dan Amerika Serikat. Analisis co-occurrence kata kunci mengidentifikasi empat klaster tematik utama: klaster inti virtual reality–computer animation, klaster pemodelan tiga dimensi, klaster kecerdasan buatan dan pendidikan, serta klaster metodologis terkait simulasi dan artikel manusia. Peta tematik memperlihatkan bahwa tema virtual reality dan animasi menempati kuadran motor themes, sedangkan augmented reality untuk pembelajaran (e-learning, students) justru berada pada kuadran tema yang muncul atau meredup, mengindikasikan pergeseran minat riset dari sekadar penerapan AR edukatif menuju integrasi VR yang lebih mendalam dengan kecerdasan buatan generatif. Analisis kolaborasi negara menunjukkan jaringan yang masih berpusat pada aksis Tiongkok–Amerika Serikat–Eropa, dengan keterlibatan negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang jauh lebih terbatas. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan representasi Global South dalam jaringan produksi pengetahuan XR-animasi, sekaligus membuka ruang bagi riset baru yang menghubungkan XR, pembelajaran mesin generatif, dan produksi animasi karakter di kawasan yang masih under-represented tersebut.
Perkembangan riset digital animation pada era metaverse serta peluang riset masa depan Alzet Rama; Mutia Ramdhatul Jannah
Lentera Negeri Vol. 6 No. 1 (2025): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/993910

Abstract

Perkembangan teknologi metaverse dalam satu dekade terakhir telah mendorong tumbuhnya kembali minat riset terhadap animasi digital sebagai komponen inti pembangunan dunia virtual. Penelitian ini menyajikan pemetaan bibliometrik terhadap literatur ilmiah yang mengaitkan animasi digital dengan metaverse dan dunia virtual, menggunakan data yang diambil dari basis data Scopus pada 20 Juli 2026. Setelah melalui proses penyaringan bertahap berdasarkan rentang tahun, jenis sumber, jenis dokumen, tahap publikasi, dan bahasa, diperoleh 109 artikel jurnal berbahasa Inggris terbitan 2016 hingga 2025 sebagai korpus akhir. Analisis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Biblioshiny (Bibliometrix versi R) untuk mengukur produktivitas tahunan, dampak sitasi, distribusi sumber (Hukum Bradford), konsentrasi produktivitas penulis (Hukum Lotka), sebaran negara, ko-kata kunci, dan pemetaan tematik. Hasil menunjukkan bahwa produksi ilmiah tumbuh dengan laju tahunan sebesar 29,15%, dengan lonjakan tertinggi pada tahun 2023 (25 artikel) dan didominasi oleh jurnal Computer Animation and Virtual Worlds yang menyumbang 31 dari 109 dokumen. Tiga tema menempati posisi motor (motor themes) dalam peta tematik, yaitu klaster virtual reality-animation-virtual worlds, klaster augmented reality-3D modeling, serta klaster kecerdasan buatan, sementara klaster metaverse justru berada pada posisi tema dasar (basic themes) yang menandakan bahwa istilah tersebut masih menjadi kata kunci umum yang belum berkembang menjadi sub-bidang yang matang secara konseptual. Temuan ini mengungkap adanya kesenjangan riset pada integrasi animasi digital berbasis kecerdasan buatan generatif dengan arsitektur metaverse yang persisten dan multi-pengguna, sebuah celah yang menjadi dasar penyusunan agenda penelitian masa depan pada artikel ini.