Proses pemeriksaan substantif paten yang rumit dan memakan waktu yang lama menjadi salah satu sebab inventor “enggan” mengajukan permohonan paten atas invensinya. Penulis mencoba membuat Current State Value Stream Mapping (CSVSM) yang diawali dengan pembuatan peta aliran proses dengan waktu siklus masing–masing aktivitas. Diketahui sebagian besar aktivitas merupakan aktivitas yang bernilai tambah. Namun, demikian terdapat 1 aktivitas yang diperlukan namun tidak bernilai tambah, yaitu aktivitas memverifikasi bidang teknik dokumen permohonan; dan 1 aktivitas tak bernilai tambah, yaitu memaraf surat Pemberian Paten. Banyaknya kejadian menunggu/menunda merupakan pemborosan dalam proses pemeriksaan substantif permohonan paten yang disebabkan oleh: (a) pegawai secara umum melakukan pekerjaan ganda; dan (b) ketiadaan SOP dalam setiap sub-proses/sub-aktivitas dalam proses pemeriksaan substantif permohonan paten. Usulan perbaikan disampaikan dalam Future State Value Stream Mapping (FSVSM). Hasilnya, lead-time dapat dikurangi sehingga menjadi 11 hari, yang semula 26 hari; serta Process Cycle Efficiency yang semula sebesar 19,23% meningkat menjadi 45,45%.