Claim Missing Document
Check
Articles

RESPONS PERTUMBUHAN AKAR BIBIT SECANG (Caesalpinia sappan L.) DI DATARAN RENDAH TERHADAP SITOKININ DAN GIBERELIN santi rosniawaty; Alin Robial Al- Adawiah; Syariful Mubarok; Rija Sudirja; Mira Ariyanti
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 7, No 1 (2023): AGRISAINTIFIKA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i1.3660

Abstract

Secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan salah satu tanaman obat yang ada di Indonesia.  Bagian tanaman secang yang dimanfaatkan adalah empulur yang ada pada batang.  Saat panen secang, batang ditebang, sehingga diperlukan replanting.  Replanting membutuhkan bibit yang baik, untuk meningkatkan pertumbuhan maka dapat diaplikasikan zat pengatur tumbuh (ZPT) saat di pembibitan. Sitokinin dan Giberelin adalah ZPT yang berperan aktif dalam pembelahan sel sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan.  Akar adalah salah satu organ utama tanaman, apabila pertumbuhan akar baik maka pertumbuhan bagian atas tanaman (batang dan daun) akan baik pula.  Kisaran ketinggian tempat tumbuh secang, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi.  Perbedaan suhu akibat perbedaan ketinggian tempat akan berpengaruh pada pertumbuhan bibit secang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian sitokinin dan giberelin terhadap pertumbuhan akar bibit secang. Percobaan dilakukan di kebun percobaan Kec. Kawalu pada ketinggian 317 meter di atas permukaan laut, pada bulan Juni sampai Oktober 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan konsentrasi sitokinin, giberelin dan kombinasi keduanya. Satu perlakuan terdiri dari 7 bibit dan diulang tiga kali,  Hasil percobaan menunjukkan terdapat respons panjang akar terhadap aplikasi ZPT sitokinin dan giberelin, sedangkan respons volume akar dan bobot kering akar terhadap ZPT adalah tidak berbeda.Kata kunci : Bibit, Giberelin, Sitokinin, Secang
KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) SEBAGAI TANAMAN PENGHASIL MINYAK OBAT Mira Ariyanti
AGRONOMIKA Vol 20 No 2 (2022): JURNAL AGRONOMIKA
Publisher : Universitas Islam Batik Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi) dengan kekhasan aroma minyak yang dihasilkan dan manfaatnya berpeluang besar untuk lebih dikembangkan untuk pengobatan pada masa sekarang ini. Usaha yang perlu dilakukan dimulai dari teknik budidaya yang diterapkan sampai dengan penanganan pasca panen yang tepat. Tulisan ini memberikan informasi beberapa teknik budidaya tanaman kayu putih dan penanganan pasca panen yang telah dilakukan oleh praktisi dan peneliti tanaman kayu putih. Tujuan penyampaian informasi ini adalah untuk membuka kemungkinan pengembangan kegiatan yang telah dilakukan didukung oleh hasil-hasil penelitian. Pengembangan teknik budidaya yang dilakukan ditujukan untuk menghasilkan tanaman kayu putih dengan kandungan minyak atsiri yang tinggi terutama dalam hal kualitas, ditunjang dengan teknik paca panen yang tepat. Kualitas minyak yang tinggi pada akhirnya akan meningkatkan harga jual minyak di pasaran nasional dan internasional.
Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan Konsentrasi Urine Kelinci terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Liberoid Meranti Abdul Halim Luthfi; Santi Rosniawaty; Intan Ratna Dewi Anjarsari; Mira Ariyanti
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.628

Abstract

Liberoid Meranti coffee seeds can grow well if they are cared for properly. The plant nursery phase determines the successful growth of Liberoid Meranti coffee plants. One of the important maintenance actions carried out when cultivating coffee plants is choosing planting media and fertilization. The organic fertilizer that can be used as a planting media mixture in Liberoid meranti coffee nurseries is cow manure. Rabbit urine is a liquid organic material that contains nutrients, so it can be applied to soil or plants to add nutrients. Liquid organic materials contain macro- and micronutrients. Using the right composition of cow manure and rabbit urine concentrations really determines the growth of Liberoid Meranti coffee plant seeds. This experiment was carried out from February 2023 to June 2023 at the Ciparanje experimental garden, Padjadjaran University, Jatinangor District, Sumedang Regency. This experiment was carried out using a randomized group design (RAK) with nine treatments: soil + 2g urea; soil + 25% rabbit urine; soil + rabbit urine 50%; soil + cow manure (1:1) + rabbit urine 25%; soil + cow manure (1:1) + rabbit urine 50%; soil + cow manure (2:1) + rabbit urine 25%; soil + cow manure (2:1) + rabbit urine 50%; soil + cow manure (3:1) + rabbit urine 50%, and each treatment was repeated three times to obtain 27 experimental units. The experimental results showed that there was an influence of the composition of cow manure as a mixture of planting media and the concentration of rabbit urine on the growth of Liberoid Meranti coffee seedlings, except for the increase in the number of leaves. The composition of a mixture of planting media with cow manure (3:1) and a rabbit urine concentration of 25% provides the best growth for Liberoid Meranti coffee seedlings.
PENGENALAN TEKNIK PEMELIHARAAN DAN MANFAAT JAMBU KRISTAL DI DESA MEKAR JAYA, KECAMATAN BANJARAN, KABUPATEN BANDUNG Santi Rosniawaty; Mira Ariyanti; Erni Suminar; Rija Sudirja
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3205-3211

Abstract

Konsumsi buah-buahan sangat dianjurkan untuk peningkatan gizi masyarakat dan ketahanan tubuh. Namun demikian kemampuan untuk membeli buah-buahan masih terbatas karena pada umumnya masyarakat lebih mementingkan untuk membeli kebutuhan pokok. Ditengah masa endemi ini, diperlukan daya tahan tubuh yang tinggi agar tidak sakit, salah satunya melalui asupan buah dengan kandungan vitamin C yang tinggi. Melalui penanaman jambu kristal dan dipelihara dengan baik di pekarangan rumah masyarakat, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi (khususnya vitamin C) secara mandiri tanpa membeli. Dipilihnya Kampung Empel, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung karena merupakan daerah yang cocok untuk ditanami jambu kristal dan masyarakatnya mempunyai pekarangan yang luas. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi. Materi yang diberikan saat penyuluhan adalah pemeliharaan tanaman jambu kristal dan manfaatnya untuk kesehatan. Kegiatan yang dilakukan adalah persiapan bibit jambu kristal, penanaman jambu kristal di halaman dan pemeliharaan jambu kristal. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat lebih mengenal pemeliharaan jambu kristal dan manfaat buah jambu kristal  serta peningkatan minat masyarakat untuk meningkatkan gizi dan daya tahan tubuh melalui konsumsi jambu kristal, mengingat masa pandemi covid saat itu. Kegiatan penyuluhan ini berdampak positif terhadap prospek dan minat untuk menanam jambu kristal di pekarangan rumah.
Respon Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) (Coleoptera: Curculinoidae: Scolytidae) terhadap Ekstrak Buah Kopi yang Terinfestasi Hama sebagai Atraktan di Perkebunan Kopi Rakyat Gunung Tilu Rasiska, Siska; Safira, Sania; Hidayat, Yusup; Yulia, Endah; Ariyanti, Mira
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.40277

Abstract

Penggerek buah kopi (PBKo), Hypothenemus hampei Ferr. adalah salah satu hama utama pada tanaman kopi. Persentase serangan hama PBKo pada buah kopi dapat mencapai 100% jika tidak ada pengendalian. Salah satu teknologi pengendalian hama PBKo yang dapat dilakukan adalah penggunaan ekstrak buah kopi yang terinfestasi hama PBKo sebagai atraktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh esktrak buah kopi yang terinfestasi sebagai atraktan hama PBKo dan memperoleh konsentrasi ekstrak buah kopi terinfestasi yang paling efektif sebagai atraktan imago hama PBKo. Selain itu juga dipelajari serangga arthropoda lain yang tertangkap. Penelitian ini dilakukan di perkebunan kopi rakyat Gunung Tilu, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada bulan November 2021 hingga Maret 2022. Pembuatan ekstraksi buah kopi terinfestasi dengan menggunakan teknik maserasi dan destilasi air dilakukan di Laboratorium Pestisida dan Toksikologi Lingkungan, sedangkan pengamatan hama dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan yaitu P0 = kontrol; P1 = 50 mL air sulingan, P2 = 100 mL air sulingan, P3 = 150 mL air sulingan, P4 = 50 mL ekstrak etanol, P5 = 100 mL ekstrak etanol, P6 = 150 mL ekstrak etanol dan P7 = etanol 10 mL dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak buah kopi terinfestasi dengan menggunakan teknik maserasi dan destilasi air tidak dapat menarik hama PBKo serta tidak menurunkan intensitas serangan hama PBKo. Namun, ekstrak buah kopi terinfestasi dapat menarik sejumlah serangga hama dari ordo Diptera famili Drosophilidae dan parasitoid dari ordo Hymenoptera famili Braconidae.
Pengaruh Aplikasi Bacillus sp. dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Ariyanti, Mira; Rosniawaty, Santi; Nadiyah, Farah
Agrikultura Vol 34, No 2 (2023): Agustus, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i2.43170

Abstract

Salah satu upaya untuk mewujudkan pertanaman kelapa sawit secara berkelanjutan adalah dengan penggunaan bakteri menguntungkan dan pupuk organik berbahan baku tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh bakteri Bacillus sp. dan TKKS terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran dari bulan Februari sampai dengan Agustus 2022. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan sembilan perlakuan yang diulang tiga kali dan setiap unit percobaan terdiri atas dua tanaman. Perlakuan yang diuji meliputi aplikasi A = 12,5 g pupuk NPK, B = 25 ml Bacillus sp., C = 150 g kompos TKKS, D = 25 ml Bacillus sp. + 100 g kompos TKKS, E = 25 ml Bacillus sp. + 150 g kompos TKKS, F = 25 ml Bacillus sp. + 200 g kompos TKKS, G = 35 ml Bacillus sp. + 100 g kompos TKKS, H = 35 ml Bacillus sp. + 150 g kompos TKKS, dan I = 35 ml Bacillus sp. + 200 g kompos TKKS per tanaman pada bibit kelapa sawit yang ditanam pada polybag. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian 25 mL Bacillus sp. yang diberikan bersamaan dengan aplikasi 150 g – 200 g kompos TKKS per tanaman di pembibitan awal (pre nursery) dan awal pembibitan utama (main nursery) menghasilkan kandungan klorofil daun bibit kelapa sawit tertinggi. Pemberian bakteri menguntungkan Bacillus sp. dan TKKS secara tunggal atau kombinasi berpengaruh sama baiknya dengan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit.
Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan Konsentrasi Urine Kelinci terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Liberoid Meranti Abdul Halim Luthfi; Santi Rosniawaty; Intan Ratna Dewi Anjarsari; Mira Ariyanti
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v11i2.628

Abstract

Liberoid Meranti coffee seeds can grow well if they are cared for properly. The plant nursery phase determines the successful growth of Liberoid Meranti coffee plants. One of the important maintenance actions carried out when cultivating coffee plants is choosing planting media and fertilization. The organic fertilizer that can be used as a planting media mixture in Liberoid meranti coffee nurseries is cow manure. Rabbit urine is a liquid organic material that contains nutrients, so it can be applied to soil or plants to add nutrients. Liquid organic materials contain macro- and micronutrients. Using the right composition of cow manure and rabbit urine concentrations really determines the growth of Liberoid Meranti coffee plant seeds. This experiment was carried out from February 2023 to June 2023 at the Ciparanje experimental garden, Padjadjaran University, Jatinangor District, Sumedang Regency. This experiment was carried out using a randomized group design (RAK) with nine treatments: soil + 2g urea; soil + 25% rabbit urine; soil + rabbit urine 50%; soil + cow manure (1:1) + rabbit urine 25%; soil + cow manure (1:1) + rabbit urine 50%; soil + cow manure (2:1) + rabbit urine 25%; soil + cow manure (2:1) + rabbit urine 50%; soil + cow manure (3:1) + rabbit urine 50%, and each treatment was repeated three times to obtain 27 experimental units. The experimental results showed that there was an influence of the composition of cow manure as a mixture of planting media and the concentration of rabbit urine on the growth of Liberoid Meranti coffee seedlings, except for the increase in the number of leaves. The composition of a mixture of planting media with cow manure (3:1) and a rabbit urine concentration of 25% provides the best growth for Liberoid Meranti coffee seedlings.
Review: Metabolit Sekunder pada Kelapa Sawit Mira Ariyanti; Farida Farida; Uum Umiyati
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v12i1.709

Abstract

Oil palm is known as a plantation crop that produces vegetable oil which is widely used in human life. Palm oil is produced from fresh fruit bunches (FFB) which originate from female flowers. Another part of the oil palm plant that has not been widely utilized is the oil palm leaves. When these leaves have been pruned, they will become abundant garden waste. Apart from that, there are empty palm oil bunches (tankos) which are classified as factory waste. Further research is needed regarding the compound content, especially the secondary metabolite content of midrib and tankos so that their utilization is optimal. The aim of this review is to determine the content of secondary metabolite compounds in oil palm plants and the potential for wider use. The method used is collecting library data, reading, analyzing and writing it down. The data and references used are scientific articles in national and international journals, textbooks, literature reviews and other sources. Based on the review, information was obtained that oil palm leaves contain several secondary metabolite compounds, especially saponins and phenols, while tankos contains phenol compounds. The amount of secondary metabolite compound content is not yet known for certain and this could be an opportunity to conduct research to determine the content of secondary metabolite compounds, especially for oil palm plants.
Effectiveness of arbuscular mycorrhizal fungi in increasing growth and yield of maize overlaid on oil palm aged 4 years Suherman, Cucu; Nurliawati, Sri Desi; Ariyanti, Mira; Dewi, Intan Ratna; Soleh, Mochamad Arief
Kultivasi Vol 22, No 2 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i2.43958

Abstract

The intercropping system in oil palm plantations is an effort to optimize land, especially at the immature stages (IS), which have a large open space between the trees, so it can be used for cultivating annual crops such as maize. Oil palm trees are generally planted on marginal lands, such as Inceptisol, which generally lacks in phosphor (P). These problems can be reduced by applying arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) to elevate P. This experiment was to determine the dosage and effectiveness of AMF that can improve the growth and yield of maize intercropped with a 4-year-old oil palm. The experiment was conducted at the Ciparanje Experimental Station, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, from February to May 2022. The experiment used a randomized block design (RBD) with six treatments and was repeated four times. The treatment consisted of giving AMF doses, which included: without AMF, 2 g AMF/plant, 4 g AMF/plant, 6 g AMF/plant, 8 g AMF/plant, 10 g AMF/plant. The results showed that the application of AMF can increase growth and better yield maize. A dosage of 10 g AMF/plant is the best treatment, increasing plant height, cob length, cob diameter, dry shelled weight, and 100 seed weight, each 3, 04%, 5.5%, 8.1%, 50.21%, and 8.42% compared to no AMF.Keywords: arbuscular mycorrhizal fungi, intercropping, maize, oil palm 
Liquid organic matter from banana peel improves morpho-physiological traits of coffee seedlings Soleh, Mochamad Arief; Zalfa, Inaz Nuzul; Ariyanti, Mira
Kultivasi Vol 22, No 3 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i3.46444

Abstract

Due to its economic advantage, the Robusta coffee clones BP 308 and BP 939 are widely grown. Many factors affect coffee growth during the cultivation practice, especially in the availability of adequate nutrients at the nursery stages. Apart from inorganic fertilizer application, organic matter needs to be applied in the nursery stages to support plant growth, such as applying liquid organic matter (LOM) derived from banana peel waste. This study was conducted to find out how the LOM of banana peels affected the morphological and physiological responses of BP 308 and BP 939 clone Robusta coffee seedlings and what proper dosages of LOM were needed. The experiment was conducted at the Ciparanje Experimental Station, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor from January to April 2022. This experiment used a randomized block design method consisting of 10 treatments and 3 repetitions. The treatments tested included 1.5 g of NPK inorganic fertilizer; 10 mL.L-1.plant-1 LOM  ;  20  mL.L-1.plant-1 LOM; 30 mL. L-1.plant-1 LOM and 40 mL. L-1 .plant-1 LOM that was given to both clones, namely BP 308 and BP 939. The results of this experiment showed that there were differences in the effect of LOM between BP308 and BP939 on the morphological response such as an increase in plant height and leaf number, on the physiological response such as chlorophyll index and stomatal conductance at the 3 months after treatment (MAT). The BP939 was partly better in response to LOM of 10 mL.L-1.plant-1on plant height, the BP308 was partly better in stomatal conductance.
Co-Authors Abdul Halim Luthfi Abdul Halim luthfi Adhani, Rafika Meidya Agus Wahyudin Al- Adawiah, Alin Robial Albert Franscyscus Alin Robial Al- Adawiah Alvi, Bisri Ani Putri Setiasari ANNE NURAINI Annisa Nuraisah Az Zahra, Fatimah Bahjatien, Isnaini Dzatie Bisri Alvi Bisri Alvi Dalpen Nilmawati Cucu Suherman DANI KURNIAWAN Defri, Ifwarisan Dewi Santika Dewi Santika Ela Rosita Endah Yulia Erika Wahyuni Saragih Erni Suminar Esnakelga Bernadetha Keliat Farida Farida Fatwa Halimah Risandi Febiola, Anita Firma, Farin Gelsbrata Furqan Mubarak Djula Gita Natali Hana Alfianita Utami Hasril Hasan Siregar Hasril Hasan Siregar Henriawaty, R Dwi Puspita Heri Syahrian Khomaeni, Heri Syahrian Ilfa Rini Lubis Intan Ratna Dewi Anjarsari Intan Ratna Dewi Anjarsari K. Murtilaksono K. Murtilaksono Komariah - Kukuh Murtilaksono M. Arief Sholeh M.Arief Soleh Manggala, Ranu Meidya Adhani, Rafika Moch Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh, Mochamad Arief Mohamad Arief Mohamad Arief Soleh Muhamad Eza Suprapto Muhamad Rizky Permana Muhammad Rizki Fauzan Musnar Indra Daulay Nadiyah, Farah Nadiyanti, Nadiyanti Naufal Fikri Nurliawati, Sri Desi Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Prayoga, Muhammad Khais Rachmad Akbar Rachman Achmad Indrawan Rafika Arum Sari Ranu Manggala Ratna Dewi Anjarsari, Intan Rija Sudirja Rosafira Putri Zistalia S. Yahya S. Yahya Sa'adah, Dinda Rachmatis Safira, Sania Santi Rosniawaty Siregar, Hasril H. SIska Rasiska, SIska Soleh, Mochamad Arief Sudirman Yahya Suherman VZ, Cucu Suseno Amien Suwarto SYARIFUL MUBAROK Syfani Fitria Syfani Fitria SYLVIA PUSPA HARJANTI Tommy Ario Sirait Uum Umiyati Yenni Asbur Yudha Arief Chandra Yudhitia Maxiselly YUDITHIA MAXISELLY Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly, Yudithia Yusup Hidayat Zalfa, Inaz Nuzul