Claim Missing Document
Check
Articles

Respons Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit dengan Pemberian Kompos Pelepah, Tandan Kosong Kelapa Sawit, dan Air Cucian Beras Ariyanti, Mira; Firma, Farin Gelsbrata; Rosniawaty, Santi; Suherman, Cucu
Jurnal Agro Industri Perkebunan Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jaip.v10i1.2456

Abstract

In oil palm plantations, compost application for plants aims to support a sustainable cropping system. The study aimed to determine the effect of oil palm midrib compost, oil palm empty fruit bunches and rice washing water on the growth of oil palm seedlings in the main nursery. The experiment was conducted at the Ciparanje Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University, from February 2020 to August 2020. The experiment was conducted using an experimental method using a randomised block design consisting of twelve treatments with three replications. The treatments included the application of inorganic fertilisers, oil palm midrib compost, oil palm empty fruit bunch compost and rice washing water either singly or in a combination of the three. Observations were made on the variables of increase in plant height, increase in stem girth, increase in the number of palm midribs, and leaf chlorophyll content. The F (Fisher) test analysed observational data at a 95% confidence level, followed by Duncan's multiple range test at a 95% confidence level. Data analysis using the SASM-Agri application. A mixture of 1.600 g of oil palm midrib compost, 100 g of oil palm empty fruit bunch compost with 500 ml of rice washing water can be used as a reference for the composition of organic fertiliser for oil palm seedlings, especially its effect on the increase of stem girth and leaf chlorophyll content.
Effect of Banana Peel and Tomato Compost on the Growth of Oil Palm Seeds (Elaeis guineensis Jacq.) Prenursery Stage Ariyanti, Mira; Nadiyanti, Nadiyanti; Soleh, Mochamad Arief
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.30.3.575

Abstract

Continuous use of inorganic fertilizers that do not follow Good Agricultural Practices causes soil damage. Organic fertilizers are complementary fertilizers that can maintain soil moisture and fertility, increase the soil water-holding capacity, and increase the amount of water available to plants. The purpose of this study was to determine the effect of compost prepared from banana peel and rotten tomato (10:3) and different watering intervals on the growth of oil palm seedlings at the pre-nursery stage. The experiment was conducted from February 2022 to August 2022 in Kedokan Agung Village, Kedokan Bunder District, and Indramayu Regency. The experiment used a Randomized Block Design consisting of nine treatments and three replicates, with each treatment consisting of two plants. The combination of treatments used compost with intervals of watering the oil palm seedlings. The results showed that the application of 1 kg/plant compost with daily watering resulted in the best growth and significantly affected plant height, trunk circumference, number of leaves, and leaf area. This treatment produced a growth response that was as good as that of plants given inorganic fertilizers. Keywords: compost, organic fertilizer, prenursery, watering interval
Peningkatan Hasil Belajar PKN pada Materi Bangga sebagai Bangsa Indonesia melalui Metode Make a Match Ariyanti, Mira; Daulay, Musnar Indra; Nurmalina, Nurmalina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.5618

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar PKn peserta didik. Nilai ujian pra tindakan kelas menunjukkan 11 dari 25 peserta didik memperoleh nilai di bawah KKM 65. Penelitian ini bertujuan menemukan peningkatan hasil belajar PKn peserta didik dengan diterapkannya metode Make a Match pada materi bangga sebagai bangsa Indonesia pada peserta didik kelas III SDN 004 Langgini. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan di kelas III SDN 004 Langgini. Subjek penelitian adalah guru peneliti dan 27 peserta didik. Penelitian berlangsung selama dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar PKn peserta didik materi bangga sebagai bangsa Indonesia yang cukup signifikan. Adapun pada pra tindakan dengan rata-rata 63,80 presentase 44%, kemudian siklus I dengan rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 70,93 yang presentase 63% sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 72,78 mencapai peningkatan ketuntasan 78%. Simpulan dalam penelitian ini yaitu penerapan metode Make a Match pada pembelajaran PKN dapat meningkatkan hasil belajar peserta didiik kelas III SDN 004 Langgini.
Potensi Metil Jasmonat dan Asam Salisilat Sebagai Elisitor Dalam Mempengaruhi Pertumbuhan Bibit Tanaman Secang (Caesalpinia sappan L.) Rosniawaty, Santi; Bahjatien, Isnaini Dzatie; Soleh, Mochamad Arief; Ariyanti, Mira; Sudirja, Rija
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 31 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v31i1.1961

Abstract

Secang (Caesalpinia sappan L.) adalah salah satu tanaman obat yang memiliki banyak manfaat. Bagian tanaman yang dipanen adalah bagian empulur pada batang. Empulur berada dibagian tengah batang, sehingga diperlukan batang dengan diameter besar untuk mendapatkan empulur yang banyak. Sebagai tanaman tahunan, secang menghendaki bibit yang baik agar batang dapat tumbuh maksimal di lapangan nantinya. Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan bibit secang dapat dilakukan dengan pemberian elisitor. Elisitor pada umumnya digunakan pada lingkungan yang tidak menguntungkan untuk tanaman, namun demikian dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh elisitor metil jasmonat dan asam salisilat terhadap pertumbuhan bibit secang. Percobaan ini dilakukan pada bulan Juli-November 2022 di lahan Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan konsentrasi elisitor, yaitu tanpa elisitor, metil jasmonat (50 μM, 100 μM, dan 150 μM) dan asam salisilat (50 μM, 100 μM, dan 150). Aplikasi penyemprotan dilakukan sebanyak 6 kali dengan interval waktu 2 minggu sekali. Hasil percobaan menunjukkan perlakuan elisitor metil Jasmonat 50 µM dan asam salisilat 50 µM, masing-masing cukup berpengaruh pada variabel jumlah daun umur 12 dan 14 MST. Perlakuan Asam Salisilat 50 µM menghasilkan respons bobot kering bibit secang tertinggi. Belum terdapat respons tinggi tanaman dan diameter batang akibat pemberian elisitor.
Sosialisasi Prospek Pengembangan Kapulaga Organik di Desa Pamekarsari, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat Ariyanti, Mira; Rosniawaty, Santi; Suminar, Erni
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.55308

Abstract

Kapulaga termasuk tanaman rempah-rempah khas Indonesia dengan ragam manfaat yang menjadikan tanaman banyak diminati baik oleh masyarakat dalam negeri maupun luar negeri. Pengembangan penanaman kapulaga di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Hal ini didasarkan pada ragam manfaat dan prospek yang cukup baik dari tanaman ini. Suplai kapulaga dalam memenuhi permintaan pasar lokal masih relatif kecil sehingga dapat menjadi peluang dalam membudidayakan tanaman kapulaga mulai dari tahap awal sampai dengan tahap pengembangan yang lebih simultan. Pengembangan tanaman kapulaga di Desa Pamekarsari masih sangat mungkin dilakukan. Oleh karena itu sosialisasi mengenai prospek pengembangan tanaman ini perlu disampaikan sebagai upaya menarik minat masyarakat untuk menanam kapulaga secara organik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dari bulan bulan Mei – Agustus 2023 di Desa Pamekarsari Kecamatan Surian Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah metode survey dan penjajagan kegiatan, penyuluhan dan diskusi serta pendampingan kegiatan dan evaluasi. Pada kegiatan penyuluhan disampaikan materi mengenai pertanian organik, taksonomi dan morfologi tanaman kapulaga, lingkungan tumbuh kapulaga, potensi pengembangan penanaman kapulaga. Kegiatan di lapangan berupa pendampingan penanaman kapulaga di lahan milik warga sebagai tanaman sela di antara tanaman lainnya. Hasil kegiatan iniadalah masyarakat Desa Pamekarsari berhasil memperoleh informasi mengenai prospek pengembangan tanaman kapulaga secara organik, yaitu: peningkatan pengetahuan sebesar 16%. Selain itu minat masyarakat meningkat sebesar 13% untuk menanam tanaman kapulaga di lahan miliknya. Ini merupakan langkah awal yang baik dalam pengembangan pengusahaan tanaman kapulaga lebih luas dan diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Perpektif Baru: Manajemen Vegetasi Bawah Tegakan Pada Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan Yahya, Sudirman; Mira Ariyanti; Yenni Asbur
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 50 No. 3 (2022): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.521 KB) | DOI: 10.24831/jai.v50i3.44605

Abstract

Sesama tumbuhan, antara tanaman pokok dan tumbuhan lainnya, sampai tingkat tertentu bersaing dalam mendapatkan sumberdaya lingkungan tumbuh, terutama air dan hara media tumbuh, ruang tumbuh dan unsur iklim mikro. Sehubungan dengan ini, tumbuhan atau vegetasi bawah tegakan dapat ditinjau seberapa besar daya menyaingi dibandingkan dengan besar daya manfaat, baik secara langsung bagi tanaman pokok, pengelolaan kebun maupun terhadap segi lingkungan. Pada tinjauan ini akan diungkapkan keberadaan tumbuhan atau vegetasi bawah tegakan yang lazim yang berperanan sebagai penutup tanah dengan berbagai manfaat dalam mewujudkan teknologi produksi kelapa sawit berkelanjutan. Ada beberapa peubah yang lazim diamati sebagai dampak positif penerapan teknologi produksi berkelanjutan, di antaranya: penurunan emisi gas rumah kaca CO2, peningkatan cadangan karbon, biodiversitas lingkungan, perbaikan neraca air dan hara tanah, koservasi tanah dan air, dan penekanan erosi. Dalam naskah ini akan diungkap dan ditelaah beberapa peubah tersebut sebagai dampak teknologi produksi, khususnya oleh dua spesies vegetasi bawah Nephrolepis biserrata dan Asystasia gangetica. Kata kunci: biodiversitas, cadangan karbon, neraca air, neraca hara
Evaluasi Parameter Fisiologis Tanaman Tembakau terhadap Aplikasi Pupuk ZA dan Biochar Santi Rosniawaty; Furqan Mubarak Djula; Intan Ratna Dewi Anjarsari; Mira Ariyanti; Rija Sudirja
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025 (in press)
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i4.53731

Abstract

Tembakau merupakan salah satu tanaman yang diusahakan oleh petani di Jawa Barat.  Kondisi  tanaman tembakau tergantung dari nutrisi yang diberikan selama pertumbuhannya dan proses fisiologis yang menyertainya.  Nutrisi tanaman tembakau salah satunya berasal dari pupuk ZA.  Pupuk ZA terkadang sulit ditemui dipasaran, oleh karena itu penambahan bahan organik seperti biochar diharapkan dapat mengurangi kebutuhan akan pupuk ZA. Penggunaan biochar untuk mengurangi kebutuhan pupuk ZA akan mempengaruhi kondisi fisiologis saat tanaman tumbuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana respons fisiologi dan biomassa tembakau terhadap aplikasi pupuk ZA dan biochar. Percobaan dilakukan pada bulan April 2024 sampai dengan Juli 2024 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Unpad.   Percobaan ini menggunakan metode eksperimen yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan jumlah 6 perlakuan, 4 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 3 tanaman. Adapun perlakuan yang diaplikasikan adalah kombinasi beberapa dosis pupuk ZA dan biochar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 12 g pupuk ZA/tanaman + 375 g Biochar Tempurung Kelapa/tanaman secara konsisten menghasilkan respons fisiologis (indeks klorofil, kadar N daun dan biomassa) tembakau terbaik. Terdapat tendensi  perlakuan 12 g pupuk ZA/tanaman + 563 g Biochar Tempurung Kelapa terhadap peningkatan serapan S daun tembakau.
PENGENALAN TEKNIK PEMELIHARAAN DAN MANFAAT JAMBU KRISTAL DI DESA MEKAR JAYA, KECAMATAN BANJARAN, KABUPATEN BANDUNG Rosniawaty, Santi; Ariyanti, Mira; Suminar, Erni; Sudirja, Rija
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3205-3211

Abstract

Konsumsi buah-buahan sangat dianjurkan untuk peningkatan gizi masyarakat dan ketahanan tubuh. Namun demikian kemampuan untuk membeli buah-buahan masih terbatas karena pada umumnya masyarakat lebih mementingkan untuk membeli kebutuhan pokok. Ditengah masa endemi ini, diperlukan daya tahan tubuh yang tinggi agar tidak sakit, salah satunya melalui asupan buah dengan kandungan vitamin C yang tinggi. Melalui penanaman jambu kristal dan dipelihara dengan baik di pekarangan rumah masyarakat, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi (khususnya vitamin C) secara mandiri tanpa membeli. Dipilihnya Kampung Empel, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung karena merupakan daerah yang cocok untuk ditanami jambu kristal dan masyarakatnya mempunyai pekarangan yang luas. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi. Materi yang diberikan saat penyuluhan adalah pemeliharaan tanaman jambu kristal dan manfaatnya untuk kesehatan. Kegiatan yang dilakukan adalah persiapan bibit jambu kristal, penanaman jambu kristal di halaman dan pemeliharaan jambu kristal. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat lebih mengenal pemeliharaan jambu kristal dan manfaat buah jambu kristal  serta peningkatan minat masyarakat untuk meningkatkan gizi dan daya tahan tubuh melalui konsumsi jambu kristal, mengingat masa pandemi covid saat itu. Kegiatan penyuluhan ini berdampak positif terhadap prospek dan minat untuk menanam jambu kristal di pekarangan rumah.
UTILIZATION OF COW DUNG AND RABBIT URINE FERTILIZER TO OPTIMIZE THE GROWTH OF LIBERICA COFFEE SEEDLINGS (Coffea liberica L.) Rosniawaty, Santi; Abdul Halim luthfi; Intan Ratna Dewi Anjarsari; Mira Ariyanti; Rija Sudirja
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 3 (2025): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v9i3.7098

Abstract

Liberica coffee (Coffea liberica L.) has the advantage of growing on marginal land and showing resistance to pests and diseases. To support optimal growth, Liberica coffee seedlings require appropriate growing media and nutrient sources. Cow manure and rabbit urine, as organic waste, are expected to provide sufficient nutrients. This study aimed to evaluate the effect of cow manure and rabbit urine on the growth of Liberica coffee seedlings. The experiment was conducted from February to June 2023 at the Ciparanje Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, using a randomized block design (RBD) with nine treatments and three replications. Treatments consisted of (A) soil + 2 g urea, (B) soil + 25% rabbit urine, (C) soil + 50% rabbit urine, (D) soil:cow manure (1:1) + 25% rabbit urine, (E) soil:cow manure (1:1) + 50% rabbit urine, (F) soil:cow manure (2:1) + 25% rabbit urine, (G) soil:cow manure (2:1) + 50% rabbit urine, (H) soil:cow manure (3:1) + 25% rabbit urine, and (I) soil:cow manure (3:1) + 50% rabbit urine. The application of cow manure and rabbit urine increased leaf area, root length, and chlorophyll index of Liberica coffee seedlings. The best growth was achieved with the combination of soil:cow manure (3:1) and 25% rabbit urine, which also increased the levels of total N, P2O5, and K2O in the seedlings. Keywords : coffee, liberica,nutrition content, organic, seedling
Respons pertumbuhan tanaman secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap dosis pupuk kandang sapi Muhammad Rizki Fauzan; Santi Rosniawaty; Yudhitia Maxiselly; Mira Ariyanti
Composite : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 6 No 2 (2024): Agustus
Publisher : University of Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/composite.v6i2.715

Abstract

Sappan wood (Caesalpinia sappan L.) is a plant that contains the compound brazilin, which is found in the pith of its stem. The pith of the sappan wood stem can be used as a raw material for traditional medicine or as a dye with red pigment. Currently, there are no procedures or guidelines for cultivating techniques for sappan wood plants. Each annual plant requires a certain amount of organic material at the beginning of planting to support its growth. The organic material commonly used is manure, one of which is cow manure. This research aims to determine the effect of cow manure dosage on the growth of sappan plants. The experiment was conducted from March 2023 to December 2023 at Ciparanje Research Center, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The method used is experimental by design Randomized Block Design consisting of three treatments namely, it was repeated six times: 1 kg cow manure/plant, 2 kg cow manure/plant, and 3 kg cow manure/plant. The experimental results showed that treatment with 2 kg cow manure/plant had the best effect on plant height at 5,6,7,8, and 9 months after treatment (MAT) and the number of leaves at 5 and 9 MAT. There has been no response in plant diameter to the dose of cow manure fertilizer
Co-Authors Abdul Halim Luthfi Abdul Halim luthfi Adhani, Rafika Meidya Agus Wahyudin Al- Adawiah, Alin Robial Albert Franscyscus Alin Robial Al- Adawiah Alvi, Bisri Ani Putri Setiasari ANNE NURAINI Annisa Nuraisah Az Zahra, Fatimah Bahjatien, Isnaini Dzatie Bisri Alvi Bisri Alvi Dalpen Nilmawati Cucu Suherman DANI KURNIAWAN Defri, Ifwarisan Dewi Santika Dewi Santika Ela Rosita Endah Yulia Erika Wahyuni Saragih Erni Suminar Esnakelga Bernadetha Keliat Farida Farida Fatwa Halimah Risandi Febiola, Anita Firma, Farin Gelsbrata Furqan Mubarak Djula Gita Natali Hana Alfianita Utami Hasril Hasan Siregar Hasril Hasan Siregar Henriawaty, R Dwi Puspita Heri Syahrian Khomaeni, Heri Syahrian Ilfa Rini Lubis Intan Ratna Dewi Anjarsari Intan Ratna Dewi Anjarsari K. Murtilaksono K. Murtilaksono Komariah - Kukuh Murtilaksono M. Arief Sholeh M.Arief Soleh Manggala, Ranu Meidya Adhani, Rafika Moch Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh, Mochamad Arief Mohamad Arief Mohamad Arief Soleh Muhamad Eza Suprapto Muhamad Rizky Permana Muhammad Rizki Fauzan Musnar Indra Daulay Nadiyah, Farah Nadiyanti, Nadiyanti Naufal Fikri Nurliawati, Sri Desi Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Prayoga, Muhammad Khais Rachmad Akbar Rachman Achmad Indrawan Rafika Arum Sari Ranu Manggala Ratna Dewi Anjarsari, Intan Rija Sudirja Rosafira Putri Zistalia S. Yahya S. Yahya Sa'adah, Dinda Rachmatis Safira, Sania Santi Rosniawaty Siregar, Hasril H. SIska Rasiska, SIska Soleh, Mochamad Arief Sudirman Yahya Suherman VZ, Cucu Suseno Amien Suwarto SYARIFUL MUBAROK Syfani Fitria Syfani Fitria SYLVIA PUSPA HARJANTI Tommy Ario Sirait Uum Umiyati Yenni Asbur Yudha Arief Chandra Yudhitia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly YUDITHIA MAXISELLY Yudithia Maxiselly, Yudithia Yusup Hidayat Zalfa, Inaz Nuzul