Claim Missing Document
Check
Articles

Respons Pertumbuhan Bibit Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Akibat Pemberian Pupuk Kascing dan Pupuk NPK Berbeda Dosis Mira Ariyanti; Cucu Suherman; Santi Rosniawaty
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 3, No 2 (2020): AGROSINTESA : JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jas.v3i2.4512

Abstract

Pembibitan merupakan salah satu tahapan penting yang akan menentukan tingkat pertumbuhandan perkembangan tanaman kelapa sawit selanjutnya. Oleh karena itu diperlukan perhatian yangberfokus pada penyediaan unsur hara bagi bibit kelapa sawit yang cukup baik secara kualitas maupunkuantitas. Dilakukan percobaan terkait hal ini yang dilaksanakan di kebun percobaan CiparanjeFakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Baratdengan ketinggian tempat 732 meter di atas permukaan laut. Metode yang digunakan dalam percobaanini adalalah percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari tujuhperlakuan dan empat ulangan. Perlakuan meliputi: A = 10 g pupuk NPK, B = 1 kg pupuk kascing, C = 1kg pupuk kascing + 5 g pupuk NPK, D = 1 kg pupuk kascing + 2.5 g pupuk NPK, E = 2 kg pupukkascing, F = 2 kg pupuk kascing + 5 g pupuk NPK, G = 2 kg pupuk kascing + 2.5 g pupuk NPK. Datayang diperoleh diuji menggunakan SASM, jika hasil pengujiannya signifikan maka dilanjutkan denganUji Jarak Berganda Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan memberianpupuk kascing pada bibit kelapa sawit mampu mengurangi 50 75% dosis pupuk anorganik denganadanya respons pertumbuhan bibit kelapa sawit yang cukup baik. Pemberian 1-2 kg pupuk kascing yangdikombinasikan dengan dengan 2.5 5 g pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap pertambahan jumlahdan luas daun serta luas kanopi bibit kelapa sawit fase pembibitan utama (main nursery).Kata kunci : bibit kelapa sawit, pupuk kascing, pupuk NPK
Pengaruh Aplikasi air kelapa sebagai Zat Pengatur Tumbuh Alami terhadap Pertumbuhan Kina (Cinchona ledgeriana Moens) setelah Pembentukan Batang di Daerah Marjinal Mira Ariyanti; Yudithia Maxiselly; Moch Arief Soleh
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 3, No 1 (2020): AGROSINTESA : JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.503 KB) | DOI: 10.33603/jas.v3i1.3547

Abstract

Kina (Cinchona ledgeriana Moens.) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang mengandung alkaloid berupa zat kinin yang bermanfaat. Upaya meningkatkan produktivitas kina di Indonesia salah satunya dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT). Berbagai bahan alami dapat digunakan sebagai ZPT diantaranya air kelapa. Percobaan ini dilaksanakan di kebun percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan ketinggian tempat  ± 732 meter di atas permukaan laut. Percobaan dilakukan pada bulan September 2018 sampai November 2018. Metode yang digunakan adalah percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat perlakuan pemberian ZPT alami air kelapa berbeda konsentrasi (0% , 25%, 50% dan 75%) yang diulang enam kali. Hasil penelitian ini adalah pemberian ZPT alami berupa air kelapa berpengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman kina yang ditumbuhkan. Konsentrasi air kelapa 25 %-50% sebagai ZPT alami menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman dan diameter batang yang baik dan berpotensi untuk diaplikasi secara lebih luas. Secara fisiologi, pemberian air kelapa paling berpengaruh terhadap peningkatan kandungan klorofil daun tanaman kina.  Kata Kunci : Air kelapa, kina, pertumbuhan.
Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan Aplikasi Urin Ternak Sebagai Pupuk Organik Mira Ariyanti; Yudithia Maxiselly; Santi Rosniawaty; Bisri Alvi Dalpen Nilmawati
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 1, No 2 (2018): AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDYA PERTANIAN
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.494 KB) | DOI: 10.33603/.v1i2.1928

Abstract

Pemanfaaatan bahan organic sebagai sumber hara bagi tanaman merupakan salah satu cara dalam mewujudkan pertanaman yang berkelanjutan. Pupuk organic bersumber urin ternak dapat diaplikasikan untuk menunjang suplai hara tanaman dalam hal ini bibit kelapa sawit. Selain itu penggunaan pupuk organic diharapkan dapat mengurangi pemberian pupuk anorganik terutama untuk bibit kelapa sawit.Saat ini pembibitan kelapa sawit lebih banyak mengandalkan penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pemberian beberapa jenis urin ternak sebagai pupuk organik cair pada bibit kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Kabupaten Sumedang, pada bulan September 2017 sampai bulan Februari 2018 dengan ketinggian tempat ±780 mdpl. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dengan jumlah tanaman di setiap plot 2 tanaman. Perlakuan terdiri dari pemberian urin sapi, kambing dan kelinci dengan konsentrasi 40 ml/l air, 120 ml/l air dan 200 ml/l air serta perlakuan pembanding yaitu tanpa pupuk dan pemberian pupuk urea 3.3 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian urin kambing konsentrasi 40 ml/l air dan 120 ml/l air sebagai pupuk organic cair (POC) mampu menghasilkan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang baik di pembibitan utama terutama pengaruhnya terhadap volume akar dan kandungan klorofil daun. POC urin kambing dengan konsentrasi 200 ml/l air mampu mempertahankan kandungan klorofil daun pada bibit kelapa sawit seiring dengan bertambahnya umur tanaman.Kata Kunci: kelapa sawit, pupuk organik cair, urin kambing, urin kelinci, urin sapi.
Respon Tanaman Kopi Muda terhadap Pemberian Jenis Bahan Organik yang Berbeda Santi Rosniawaty; Mira Ariyanti; Rija Sudirja; Syariful Mubarok; Erika Wahyuni Saragih
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 1, No 2 (2018): AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDYA PERTANIAN
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.725 KB) | DOI: 10.33603/.v1i2.1929

Abstract

Tanaman kopi merupakan tanaman perkebunan yang akhir-akhir ini banyak diminati oleh petani.  Namun demikian produksi kopi Indonesia menurun yang salah satunya diakibatkan oleh teknik budidaya yang belum optimal. Peningkatan produksi dapat dilakukan sejak awal penanaman. Aplikasi bahan organik pada awal tanam diharapkan dapat meningkatkan produksi kopi saat panen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis dan jenis bahan organik yang tepat untuk pertumbuhan tanaman kopi arabika. Percobaan dilakukan mulai bulan Agustus – November 2017 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unpad, di Jatinangor. Ketinggian tempat percobaan adalah 752 m dpl dengan ordo Tanah Inceptisol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan yang diulang tiga kali. Perlakuannya adalah tanpa diberi bahan organik, Dosis asam humat ( 5,10,15,20 ml/tanaman) dan dosis pupuk kotoran sapi (5, 10, 15, 20 kg/tanaman).  Hasil penelitian menunjukkan Respon tanaman kopi muda terhadap pemberian jenis pupuk organik hanya terdapat pada variabel indeks klorofil umur 8 MSP.  Aplikasi asam humat 10 ml memberikan pengaruh terbaik pada indeks klorofil dan terdapat kecenderung lebih baik pada pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter batang dan pertambahan jumlah daun. Kata kunci : bahan organik, kopi
Pengaruh Cara Aplikasi Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Kultivar Sulawesi 1 Santi Rosniawaty; Rija Sudirja; Mira Ariyanti; Intan Ratna Dewi Anjarsari; M. Arief Sholeh; Syfani Fitria
AGRO SINTESA JURNAL ILMU BUDIDAYA PERTANIAN Vol 2, No 2 (2019): Agrosintesa: Jurnal ilmu Budidaya Pertanian
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.298 KB) | DOI: 10.33603/jas.v2i2.3196

Abstract

Cokelat merupakan salah satu produk makanan dengan bahan dari biji kakao. Terjadi penurunan produksi kakao Indonesia. Peningkatan produksi kakao harus ditingkatkan karena akan berdampak pada penerimaan devisa negara. Peningkatan produksi kakao dapat dilakukan sejak tahap pembibitan. Tujuan percobaan ini adalah untuk meningkatkan pertumbuhan bibit kakao melalui pemberian pupuk anorganik. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, UNPAD dengan ketinggian tempat 750m di atas permukaan laut dan tipe iklim C.  Percobaan dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 10 perlakuan dan  diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan pada percobaan ini sebagai berikut : Tanpa pemupukan; Urea 2g/tanaman; NPK 2g/tanaman; NPK 4g/tanaman; NPK 6g/tanaman; NPK 8g/tanaman; NPK cair 2g/tanaman; NPK cair 4g/tanaman; NPK cair 6g/tanaman; NPK cair 8g/tanaman.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang baik dari  pupuk anorganik yang dicairkan dengan dosis 6g/tanaman pada variabel jumlah daun. Media tanam menggunakan pupuk organik (kotoran domba) mampu menyediakan hara untuk pertumbuhan bibit kakao yang baik pada variabel tinggi tanaman dan diameter batang walaupun tidak ditambah pupuk anorganik. Kata Kunci : kakao, bibit, pupuk anorganik
Respon Tanaman Kina (Cinchona sp) Fase TBM terhadap Berbagai Kombinasi Pupuk Organik dan Anorganik di Jatinangor Sumedang Yudithia Maxiselly; Mira Ariyanti; M.Arief Soleh
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.904 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i2.1173

Abstract

Kina merupakan tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan.Beberapa penyakit yang dapat diobati oleh tanaman kina adalah malaria dan penyakit jantung.Budidaya tanaman kina terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industry fitofarmaka mulai dari fase pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM) hingga fase panen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman kina fase TBM terhadap berbagai kombinasi pupuk organic dan anorganik.Percobaan dilakukan di kebun percobaan Universitas Padjadjaran pada bulan September hingga November 2016 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan kombinasi pupuk yang diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati berupa tinggi tanaman, lilit batang, dan jumlah daun. Berdasarkan analisis varians parameter yang memiliki pengaruh adalah lilit batang, setelah diuji lanjut menggunakan DMRT taraf 5% menunjukkan bahwa perlakuan 50% pupuk organic+ 50% pupuk anorganik merupakan kombinasi pupuk terbaik dibandingkan kombinasi pupuk lainnya. Kombinsai ini dapat dijadikan rekomendasi pertanaman kina pada lahan sub optimum.Kata kunci : lilit batang, kombinasi pupuk, kina TBM
Respons Pertumbuhan Tanaman Kelapa (Cocos nucifera L.) Belum Menghasilkan terhadap Aplikasi Berbagai Dosis Kascing Santi Rosniawaty; Mira Ariyanti; Cucu Suherman
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 6, No 2 (2022): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v6i2.1806

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, namun apabila pemeliharaan tanaman tidak diperhatikan, maka produksi kelapa di Indonesia akan menurun.  Pemupukan sangat diperlukan dalam memelihara tanaman kelapa. Pupuk organik merupakan salah satu pupuk yang dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi kelapa. Kascing adalah pupuk organik hasil dari dekomposisi bahan organik yang dilakukan oleh cacing. Percobaan ini dilaksanakan di kebun percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Lokasi percobaan berada di ketinggian ± 732 meter di atas permukaan laut. Percobaan ini dimulai pada bulan Maret 2019 sampai Mei 2019. Metode yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan diulang 2 kali. Perlakuan yang diuji terdiri dari dosis kascing yang berbeda yaitu 2,5 kg, 5 kg, 7,5kg, 10 kg, 12,5 kg, 15 kg. Hasil percobaan menunjukkan Pemberian pupuk kascing mempengaruhi pertambahan tinggi tanaman, pertambahan lilit batang dan pertambahan jumlah anak daun. Secara umum dosis kascing 15 kg/polibeg memberikan pengaruh yang baik pada pertumbuhan tanaman kelapa belum menghasilkan. Kata Kunci : Kelapa, pertumbuhan, kascing, dosis.
Pengenalan Tenik Perbanyakan dan Manfaat Tanaman Kelor di Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat Mira Ariyanti; Erni Suminar; Santi Rosniawaty
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v7i2.3190

Abstract

Desa Cileles merupakan salah satu desa di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang memiliki iklim dan tanah yang cocok bagi pertumbuhan tanaman kelor. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan teknik perbanyakan dan berbagai manfaat tanaman kelor sebagai sumbangan ilmu kepada masyarakat Desa Cileles untuk mengembangkan tanaman kelor secara lebih luas. Metode yang digunakan meliputi penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi hasil kegiatan. Materi penyuluhan diantaranya berbagai manfaat tanaman kelor, teknik perbanyakan tanaman kelor baik secara generatif maupun vegetatif. Kegiatan yang dilakukan adalah persiapan bahan tanam kelor, penanaman kelor di pekarangan rumah masing-masing, pengolahan daun kelor sebagai bahan obat dan campuran berbagai aneka makanan sehat. Hasil kegiatan ini adalah peserta pelatihan menerima dan menerapkan dengan baik ilmu dan materi mengenai teknik budidaya tanaman kelor yang disampaikan pada saat penyuluhan, kegiatan sosialisasi dan pelatihan mengenai cara mengolah daun kelor menjadi makanan sehat dan berkhasiat obat memberikan tambahan ilmu kepada peserta pelatihan untuk memanfaatkan daun kelor, kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk menanam tanaman kelor pada pekarangan rumah masing-masing dengan pendampingan secara berkala.  
Respons pertumbuhan biomassa bagian atas bibit kelapa sawit akibat pemberian kompos pelepah kelapa sawit, pupuk hayati, dan asam humat Mira Ariyanti; Esnakelga Bernadetha Keliat; Cucu Suherman; Santi Rosniawaty; Mochamad Arief Soleh
Kultivasi Vol 21, No 3 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i3.37975

Abstract

AbstrakPemberian pupuk anorganik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, tetapi penggunaan secara terus menerus menyebabkan dampak kurang baik bagi tanaman dan lingkungan pertanaman. Penelitian ini berkaitan dengan pentingnya penggunaan pupuk organik dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pertumbuhan biomassa bagian atas bibit kelapa sawit akibat pemberian kompos pelepah kelapa sawit yang dikombinasikan dengan pupuk hayati dan asam humat. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Januari – Juli 2020. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan sembilan perlakuan, yaitu (A) 10 g pupuk anorganik, (B) 10 g pupuk hayati, (C) 25 mL asam humat, (D) 800 g kompos pelepah kelapa sawit + 5 g pupuk hayati, (E) 800 g kompos pelepah kelapa sawit + 10 g pupuk hayati, (F) 800 g kompos pelepah kelapa sawit + 25 mL asam humat, (G) 1600 g kompos pelepah kelapa sawit + 5 g pupuk hayati, (H) 1600 g kompos pelepah kelapa sawit + 10 g pupuk hayati, (I) 1600 g kompos pelepah kelapa sawit + 25 mL asam humat. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan pemberian 1600 g kompos pelepah kelapa sawit yang dikombinasikan dengan 10 g pupuk hayati mampu meningkatkan pertumbuhan tinggi bibit, lilit batang, dan kandungan klorofil daun berturut-turut sebesar 62,67%, 25,88% dan  24,30% pada enam bulan setelah perlakuan.Kata Kunci: bibit kelapa sawit, kompos pelepah kelapa sawit, pupuk hayati, asam humat AbstractThe application of inorganic fertilizer is able to improve the plant growth, however, its application continuously stimulate negatice impact for both plant and environment. This research relates to the importance of using organic fertilizers in reducing the use of inorganic fertilizers as a step towards realizing sustainable oil palm plantations. This research aimed to determine the growth response of upper biomass of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) seedlings due to application of oil palm frond compost, biofertilizer and humic acid. The experiment was conducted at Ciparanje Field of Experiment, Padjadjaran University, from January until July 2020. Experiment design used was randomized block design (RDB) with nine treatments and each treatment was replicated three times. The treatments consisted of (A) 10 g inorganic fertilizer, (B) 10 g biofertilizer, (C) 25 mL humic acid, (D) 800 g oil palm frond compost and 5 g biofertilizer, (E) 800 g oil palm frond compost and 10 g biofertilizer, (F) 800 g oil palm frond compost and 25 mL humic acid, (G) 1600 g oil palm frond compost and 5 g biofertilizer, (H) 1600 g oil palm frond compost and 10 g biofertilizer, (I) 1600 g oil palm frond compost and 25 mL humic acid. The results of this research showed that combination of 1600 g oil palm frond compost and 10 g biofertilizer was able to increase plant height up to 62.67 %, the stem diameter up to 25.95 % and increased chlorophyll content up to 24.30 % at 6 months after treatment.Keywords: oil palm seedling, oil palm frond compost, biofertilizer, humic acid
Application of legume cover crop and various vermicompost dosages on young cinchona in the marginal area Yudithia Maxiselly; Mira Ariyanti; Mochamad Arief Soleh; Naufal Fikri
Kultivasi Vol 21, No 3 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i3.41634

Abstract

AbstractCinchona (Cinchona ledgeriana Moens) is one of the important medicinal plants that have the potential to cultivate as herbal medicine. This plant grows well in highland areas. Developing cinchona plants in the marginal area needs effort and modification techniques such as planting legume cover crop (LCC) to maintain the humidity and supply nutrition by fertilizing. Vermicompost is one of the organic fertilizers with rich nutrition to support plant growth. This research aimed to observe the effect of a combination of Mucuna bracteata as LCC and vermicompost dosage on young cinchona growth in a marginal area. This research was carried out from September 2019 to March 2020 at the Ciparanje Experimental Station, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experimental research was conducted using a Randomized Block Design (RBD) method, which consisted of 12 treatments which were a combination of legume cover crop (Mucuna bracteata) and vermicompost dosages (0 g, 200 g, 400 g, 600 g, 800 g, and 1000 g per plant), with four replications. The result showed that the doses of vermicompost fertilizer of 400 g per plant combined with M. bracteata as cover crop gave the highest value on the leaf number and stem diameter. In contrast, the best treatment for leaf chlorophyll content was 200 g per plant vermicompost without LCC planting. Thus, the application of vermicompost combined with the planting of Mucuna bracteata cover crop on young cinchona plants is strongly recommended.Keywords: Cinchona ledgeriana, Mucuna bracteata, organic fertilizer, plant growth. AbstrakTanaman kina (Cinchona ledgeriana Moens) merupakan tanaman obat-obatan penting yang sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat bahan alam. Tanaman ini dapat tumbuh baik di dataran tinggi. Penanaman kina di wilayah marjinal memerlukan berbagai modifikasi seperti pemberian tanaman penutup tanah (LCC) untuk mempertahankan kelembaban tanah dan pemenuhan nutrisi melalui pemupukan. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh kombinasi dari penggunaan Mucuna bracteata sebagai LCC dan dosis pupuk kascing pada pertumbuhan tanaman kina belum menghasilkan di wilayah marjinal. Penelitian ini dilakukan sejak September 2019 hingga Maret 2020 di kebun percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 12 perlakuan yang terdiri dari kombinasi tanaman penutup tanah (LCC) yaitu Mucuna bracteata dan pupuk kascing (0 g, 200 g, 400 g, 600 g, 800 g and 1000 g) per tanaman yang diulang empat kali. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk kascing 400 g/tanaman yang dikombinasikan dengan Mucuna bracteata menghasilkan jumlah daun dan diameter batang tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Sedangkan 200 g pupuk kascing tanpa LCC merupakan perlakuan dengan nilai klorofil daun tertinggi. Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan pupuk kascing yang dikombinasikan dengan Mucuna bracteata sebagai LCC dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kina belum menghasilkan.Kata Kunci: Cinchona ledgeriana, Mucuna bracteata, pupuk organik, pertumbuhan tanaman.
Co-Authors Abdul Halim Luthfi Abdul Halim luthfi Adhani, Rafika Meidya Agus Wahyudin Al- Adawiah, Alin Robial Albert Franscyscus Alin Robial Al- Adawiah Alvi, Bisri Ani Putri Setiasari ANNE NURAINI Annisa Nuraisah Az Zahra, Fatimah Bahjatien, Isnaini Dzatie Bisri Alvi Bisri Alvi Dalpen Nilmawati Cucu Suherman DANI KURNIAWAN Defri, Ifwarisan Dewi Santika Dewi Santika Ela Rosita Endah Yulia Erika Wahyuni Saragih Erni Suminar Esnakelga Bernadetha Keliat Farida Farida Fatwa Halimah Risandi Febiola, Anita Firma, Farin Gelsbrata Furqan Mubarak Djula Gita Natali Hana Alfianita Utami Hasril Hasan Siregar Hasril Hasan Siregar Henriawaty, R Dwi Puspita Heri Syahrian Khomaeni, Heri Syahrian Ilfa Rini Lubis Intan Ratna Dewi Anjarsari Intan Ratna Dewi Anjarsari K. Murtilaksono K. Murtilaksono Komariah - Kukuh Murtilaksono M. Arief Sholeh M.Arief Soleh Manggala, Ranu Meidya Adhani, Rafika Moch Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mochamad Arief Soleh, Mochamad Arief Mohamad Arief Mohamad Arief Soleh Muhamad Eza Suprapto Muhamad Rizky Permana Muhammad Rizki Fauzan Musnar Indra Daulay Nadiyah, Farah Nadiyanti, Nadiyanti Naufal Fikri Nurliawati, Sri Desi Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Prayoga, Muhammad Khais Rachmad Akbar Rachman Achmad Indrawan Rafika Arum Sari Ranu Manggala Ratna Dewi Anjarsari, Intan Rija Sudirja Rosafira Putri Zistalia S. Yahya S. Yahya Sa'adah, Dinda Rachmatis Safira, Sania Santi Rosniawaty Siregar, Hasril H. SIska Rasiska, SIska Soleh, Mochamad Arief Sudirman Yahya Suherman VZ, Cucu Suseno Amien Suwarto SYARIFUL MUBAROK Syfani Fitria Syfani Fitria SYLVIA PUSPA HARJANTI Tommy Ario Sirait Uum Umiyati Yenni Asbur Yudha Arief Chandra Yudhitia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly YUDITHIA MAXISELLY Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly, Yudithia Yusup Hidayat Zalfa, Inaz Nuzul