Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVTAS ASAM HUMAT DAN BAKTERI PENAMBAT NITROGEN DALAM PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA Anjarsari, Intan Ratna Dewi; Anindya Khairunnisa; Mira Ariyanti
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.10395

Abstract

Robusta coffee plantations in Indonesia still have low productivity levels compared to other countries such as Vietnam, namely, 0.8 tons/ha and 2.48 tons/ha. One of the factors determining plant productivity is the use of seeds. The seedling phase in coffee plants is an important phase that greatly determines the quality of future plant growth and production. Increasing the growth of the seedling phase is usually done by fulfilling nutrients through the application of inorganic fertilizers. Intensive application of inorganic fertilizers at high doses can accumulate fertilizer residues that harm the soil and the environment. Therefore, it is necessary to optimize the vegetative growth of Robusta coffee in the nursery phase by applying humic acid and Azospirillum sp. This research was conducted in June 2024 - September 2024 in the Ciparanje experimental field of Universitas Padjadjaran . The experimental design used was Randomized Group Design (RBD) with seven treatment combinations and repeated four times, each replicate consisting of three plants. Treatments included control, 40 mL/polybag Azospirillum, 20 mL/polybag Azospirillum, 10 mL/polybag humic acid, 5 mL/polybag humic acid, and a combination. The results showed that the combination of humic acid 10 mL/polybag + Azospirillum 40 mL/polybag had an effect on the increase in the number of leaves but did not show a significant impact on leaf area, chlorophyll index, stem diameter, and Azospirillum population. 
A Review: Kombinasi Pupuk Kompos dan NPKMg sebagai Alternatif Pemupukan Ramah Lingkungan untuk Perkebunan Nadhiya Luqyana; Ariyanti, Mira
Agriculture Vol. 20 No. 2 (2025): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The plantation sector plays an important role in the Indonesian economy, but its productivity is still hampered by land degradation and inefficient use of production inputs. The combination of NPKMg inorganic fertilizer with compost fertilizer is seen as a balanced fertilization strategy that can improve soil fertility, nutrient availability, and plant growth. This article was compiled through a descriptive-qualitative literature review on the use of NPKMg and various types of compost in plantation commodities. The results of the study show that the interaction between the two has a significant effect on plant seedling growth parameters and has the potential to increase productivity while maintaining the sustainability of plantation land. Keywords: Balanced fertilization, sustainability, plantation
STRATEGI PRAKTIS PENGELOLAAN LINGKUNGAN ABIOTIK UNTUK MENGURANGI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT: Konservasi Air dan Tanah melalui Rorak, Guludan Organik, dan Pemanfaatan Gulma Asbur, Yenni; Ariyanti, Mira; Yahya, Sudirman
WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit Vol. 30 No. 3 (2025): Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.war.warta.v30i3.269

Abstract

Perubahan iklim berdampak nyata terhadap keberlanjutan perkebunan kelapa sawit, terutama melalui perubahan pola curah hujan, meningkatnya kejadian hujan ekstrem, serta periode kering yang lebih panjang. Kondisi ini memicu masalah ketersediaan air tanah, meningkatnya limpasan dan erosi, serta menurunnya efisiensi pemanfaatan air oleh tanaman. Artikel ini mengulas strategi praktis pengelolaan lingkungan abiotik sebagai Upaya adaptasi perubahan iklim di perkebunan kelapa sawit, dengan fokus pada konservasi tanah dan air. Pembahasan difokuskan pada penerapan rorak organik, guludan organik, serta pemanfaatan tumbuhan sebagai tanaman penutup tanah di gawangan dan sebagai mulsa di piringan. Ketiga pendekatan tersebut berperan dalam menahan dan mendistribusikan air hujan, menjaga kelembapan tanah, mengurangi erosi, serta meningkatkan kandungan bahan organik dan hara tanah. Integrasi teknik konservasi ini memperkuat fungsi tanah sebagai pengatur ketersediaan air dan penyangga terhadap fluktuasi iklim ekstrem. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi pengelola kebun dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pengelolaan Perkebunan kelapa sawit yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim.
Literature Review Pengunaan Pupuk Organik Untuk Tanaman Karet Pada Fase Tanaman Belum Menghasilkan Silvia Salsabila Nur Indah Sari; Mira Ariyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6034

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan pupuk organik pada tanaman karet (Hevea brasiliensis) selama fase belum menghasilkan (immature period), yang merupakan periode kritis dalam pengelolaan kebun karet. Pada fase ini, tanaman belum dapat menghasilkan lateks, sehingga petani menghadapi risiko ekonomi tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh pupuk organik dalam memperbaiki kualitas tanah dan mempercepat pertumbuhan tanaman karet, serta mengurangi dampak ekonomi dan lingkungan yang terkait dengan penggunaan pupuk kimia. Berdasarkan literature review dari berbagai penelitian, penggunaan pupuk organik baik sebagai substitusi parsial terhadap pupuk anorganik atau sebagai input tunggal dilaporkan dapat meningkatkan pH tanah, kandungan bahan organik tanah (SOC), status nitrogen, dan aktivitas enzim tanah. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan antarbaris dan integrasi pupuk organik dengan teknik agroekologi untuk meningkatkan keberlanjutan sistem pertanian karet. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting bagi petani dalam mengelola kebun karet belum menghasilkan dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Review Artikel: Respons Pertumbuhan Bibit Karet terhadap Aplikasi Pupuk Anorganik NPK, NPKMg dan Kieserite Berbeda Jenis dan Dosis Nayla Izza Larasati; Mira Ariyanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7548

Abstract

Tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) merupakan komoditas perkebunan strategis di Indonesia yang produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit pada fase pembibitan. Salah satu faktor penentu kualitas bibit adalah ketersediaan unsur hara melalui pemupukan. Artikel review ini mengkaji respons pertumbuhan bibit karet terhadap aplikasi pupuk anorganik berbeda jenis dan dosis, yaitu NPK, NPKMg, dan Kieserite. Hasil telaah menunjukkan bahwa pupuk NPK pada dosis optimum mampu meningkatkan tinggi tanaman, luas daun, dan bobot kering, sementara dosis yang lebih tinggi cenderung menurunkan efisiensi serapan hara. Penambahan magnesium (Mg) dalam formulasi NPKMg memberikan hasil lebih baik dibanding NPK biasa, karena Mg berperan penting dalam pembentukan klorofil, fotosintesis, dan pengembangan sistem perakaran. Pupuk Kieserite (MgSO₄) juga terbukti efektif karena selain menjadi sumber Mg yang cepat tersedia, juga menyediakan sulfur (S) yang mendukung sintesis protein dan pembentukan biomassa. Kombinasi NPK dengan Kieserite menunjukkan sinergi positif dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif bibit karet. Namun demikian, pemupukan berlebih berisiko menurunkan efisiensi dan menimbulkan ketidakseimbangan nutrisi. Prospek penelitian diarahkan pada formulasi pupuk majemuk yang lebih seimbang, integrasi pupuk anorganik dengan organik atau hayati, serta inovasi pupuk pelepasan terkendali untuk mendukung pertumbuhan bibit karet yang optimal, efisien, dan berkelanjutan.
Pendampingan Kegiatan Masyarakat dalam Pengoptimalan Lahan Pekarangan di Desa Pasigaran Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat Ariyanti, Mira; Suminar, Erni; Rosniawaty, Santy
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2547

Abstract

Kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan lahan pekarangan warga Desa Pasigaran dengan menanam tanaman alpukat sebagai tanaman bernilai ekonomi.  Potensi wilayah dengan kondisi geografis berbukit, tanah subur  dan berada pada ketinggian 979 meter di atas permukaan laut sangat mendukung pengembangan komoditas hortikultura terutama alpukat. Waktu kegiatan dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2024 diikuti oleh kelompok ibu-ibu PKK (pembinaan kesejahteraan keluarga). Tahapan kegiatan program ini diantaranya survei lokasi dan kondisi masyarakat, penyuluhan, pendampingan, serta evaluasi. Manfaat kegiatan ini yaitu masyarakat memperoleh pengetahuan praktis tentang teknik budidaya alpukat sekaligus termotivasi mengoptimalkan lahan pekarangannya. Hasil kegiatan ini diantaranya kesukaan warga terhadap buah alpukat meningkat 10%, minat warga menanam alpukat meningkat 20%, tingkat pengetahuan warga mengenai manfaat buah alpukat dan ragam varietas tanaman alpukat meningkat berturut-turut 50% dan 60%. Selain itu penyuluhan yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai teknik budidaya alpukat, mulai dari pemilihan bibit unggul, cara menanam dan pemeliharaan tanaman. Hasil kegiatan penerapan teknik budidaya alpukat menjadikan pengalaman warga dalam menanam alpukat meningkat sebanyak 80%. Perhitungan persentase ini didasarkan pada hasil pengisian kuesioner oleh peserta sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan. 
PENGENALAN TEKNIK PEMELIHARAAN DAN MANFAAT JAMBU KRISTAL DI DESA MEKAR JAYA, KECAMATAN BANJARAN, KABUPATEN BANDUNG Santi Rosniawaty; Mira Ariyanti; Erni Suminar; Rija Sudirja
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3205-3211

Abstract

Konsumsi buah-buahan sangat dianjurkan untuk peningkatan gizi masyarakat dan ketahanan tubuh. Namun demikian kemampuan untuk membeli buah-buahan masih terbatas karena pada umumnya masyarakat lebih mementingkan untuk membeli kebutuhan pokok. Ditengah masa endemi ini, diperlukan daya tahan tubuh yang tinggi agar tidak sakit, salah satunya melalui asupan buah dengan kandungan vitamin C yang tinggi. Melalui penanaman jambu kristal dan dipelihara dengan baik di pekarangan rumah masyarakat, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi (khususnya vitamin C) secara mandiri tanpa membeli. Dipilihnya Kampung Empel, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung karena merupakan daerah yang cocok untuk ditanami jambu kristal dan masyarakatnya mempunyai pekarangan yang luas. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah penjajagan, penyuluhan, pendampingan dan evaluasi. Materi yang diberikan saat penyuluhan adalah pemeliharaan tanaman jambu kristal dan manfaatnya untuk kesehatan. Kegiatan yang dilakukan adalah persiapan bibit jambu kristal, penanaman jambu kristal di halaman dan pemeliharaan jambu kristal. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat lebih mengenal pemeliharaan jambu kristal dan manfaat buah jambu kristal  serta peningkatan minat masyarakat untuk meningkatkan gizi dan daya tahan tubuh melalui konsumsi jambu kristal, mengingat masa pandemi covid saat itu. Kegiatan penyuluhan ini berdampak positif terhadap prospek dan minat untuk menanam jambu kristal di pekarangan rumah.
Respons Fisiologis Tanaman Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Variasi Jarak Tanam dan Aplikasi Metil Jasmonat serta Asam Salisilat Rachman, Annisa Lugina; Rosniawaty, Santi; Mubarok, Syariful; Ariyanti, Mira
Agrikultura Vol 37, No 1 (2026): April, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v37i1.67820

Abstract

Secang adalah tanaman berguna dalam bidang farmakologis, namun budidayanya belum banyak dilakukan. Teknik budidaya yang dapat dilakukan yaitu dengan pengaturan jarak tanam dan aplikasi fitohormon berupa asam salisilat (SA) dan metil jasmonat (MeJA). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui interaksi antara jarak tanam dengan fitohormon SA dan MeJA terhadap respons fisiologis tanaman secang. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Pangan dan Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Juli hingga Desember 2024. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi, dengan jarak tanam (J) sebagai petak utama dan aplikasi hormon eksogen (H) sebagai anak petak. Penelitian ini dilakukan dengan 3 ulangan. Petak terdiri dari tiga taraf, yaitu jarak tanam: j1 = 1 m x 1 m, j2 = 2 m x 2 m, dan j3 = 3 m x 3 m. Adapun anak petak, yaitu aplikasi hormon eksogen (H) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: h0 = tanpa aplikasi hormon eksogen, h1 = SA 200 ppm, dan h2 = MeJA 100 ppm. Pengamatan fisiologis yang dilakukan meliputi indeks klorofil daun, nilai konduktansi stomata, dan kerapatan stomata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks klorofil daun dipengaruhi secara mandiri oleh h1, dengan interaksi terbaik pada j2 × h2. Konduktansi stomata tertinggi diperoleh pada jarak tanam lebar (j3), baik secara mandiri maupun dalam interaksi dengan AS. Sementara itu, kerapatan stomata dipengaruhi secara mandiri oleh jarak tanam sempit (j1) serta MeJA yang tidak berbeda nyata dengan kontrol, dan interaksi terbaik ditunjukkan oleh j1 × h2. Secara keseluruhan, pengaturan jarak tanam dan aplikasi fitohormon SA serta MeJA berpotensi dioptimalkan sebagai strategi budidaya untuk meningkatkan respons fisiologis tanaman secang secara lebih efektif.
The effect of liquid foliar fertilizer and pruning combinations on the growth of productive phase arabica coffee plants (Coffea arabica L.) Putri, Syifa Djuita; Balapradhana, Alvito Krishna; Ariyanti, Mira; Anjarsari, Intan Ratna Dewi; Maxiselly, Yudithia
Kultivasi Vol 25, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v25i1.69851

Abstract

In recent years, productivity decline in arabica coffee has become a real issue in Indonesia. This decay has been brought about by various external and internal factors that are beyond human control. Various factors, including suboptimal cultivation practices, take part in this process. The objective of the present study was to evaluate the effect of pruning combined with foliar fertilizer application (coconut water and sugarcane molasses) and 6-benzylaminopurine (BAP) on the vegetative growth of arabica coffee plants during the production phase. The research was conducted at Ciparanje Experimental Field, Universitas Padjadjaran, using a randomized complete block design with seven treatments including a control (without pruning and foliar application), application of coconut water (75%, 750 mL L⁻¹), sugarcane molasses (2 mL L⁻¹), and BAP at 60 ppm, each applied with and without pruning, and four replications. In this research, the main parameters observed included the number and length of the lateral branches, leaf chlorophyll index, leaf area, canopy width, number of fruit clusters per branch and per tree, and coffee cherry fruit weight. It emerged that the combination of pruning and the use of sugarcane molasses at 2 ml/L significantly increased lateral branch formation, leaf area, and the number of fruit clusters per tree. The integration of pruning with foliar treatments effectively supported optimal growth of productive-phase arabica coffee plants.
Co-Authors Abdul Halim luthfi Abdul Halim Luthfi Adhani, Rafika Meidya Agus Wahyudin Al- Adawiah, Alin Robial Albert Franscyscus Alin Robial Al- Adawiah Alvi, Bisri Ani Putri Setiasari Anindya Khairunnisa Anne Nuraini Annisa Nuraisah Az Zahra, Fatimah Bahjatien, Isnaini Dzatie Balapradhana, Alvito Krishna Bisri Alvi Bisri Alvi Dalpen Nilmawati Cucu Suherman DANI KURNIAWAN Defri, Ifwarisan Dewi Santika Dewi Santika Ela Rosita Endah Yulia Erika Wahyuni Saragih Erni Suminar Esnakelga Bernadetha Keliat Farida Farida Fatwa Halimah Risandi Febiola, Anita Firma, Farin Gelsbrata Furqan Mubarak Djula Gita Natali Hana Alfianita Utami Hasril Hasan Siregar Hasril Hasan Siregar Henriawaty, R Dwi Puspita Heri Syahrian Khomaeni, Heri Syahrian Ilfa Rini Lubis Intan Ratna Dewi Anjarsari K. Murtilaksono K. Murtilaksono Komariah - Kukuh Murtilaksono M. Arief Sholeh M.Arief Soleh Manggala, Ranu Meidya Adhani, Rafika Moch Arief Soleh Mochamad Arief Soleh Mohamad Arief Mohamad Arief Soleh Muhamad Eza Suprapto Muhamad Rizky Permana Muhammad Rizki Fauzan Musnar Indra Daulay Nadhiya Luqyana Nadiyah, Farah Nadiyanti, Nadiyanti Naufal Fikri Nayla Izza Larasati Nurliawati, Sri Desi Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Prayoga, Muhammad Khais Putri, Syifa Djuita Rachmad Akbar Rachman Achmad Indrawan Rachman, Annisa Lugina Rafika Arum Sari Ranu Manggala Rija Sudirja Rosafira Putri Zistalia Rosniawaty, Santy S. Yahya S. Yahya Sa'adah, Dinda Rachmatis Safira, Sania Santi Rosniawaty Silvia Salsabila Nur Indah Sari Siregar, Hasril H. SIska Rasiska, SIska Sudirman Yahya Suseno Amien Suwarto Syariful Mubarok Syfani Fitria Syfani Fitria SYLVIA PUSPA HARJANTI Tommy Ario Sirait Uum Umiyati Yenni Asbur Yudha Arief Chandra Yudhitia Maxiselly Yudithia Maxiselly Yusup Hidayat Zalfa, Inaz Nuzul