Claim Missing Document
Check
Articles

HERITABILITAS DAN KORELASI GENOTIPIK ANTARA KARAKTER KUANTITATIF DENGAN HASIL BEBERAPA GALUR PADI BERAS HITAM M4 HASIL INDUKSI MUTASI Suliartini, Ni Wayan Sri; Sudika, I Wayan; Maisopa, Ira; Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Sudharmawan, Anak Agung Ketut; Ambarwati, Zaskia Putri; Azhari, Anjar Pranggawan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1228

Abstract

This research aims to determine the heritability value in the broad sense of several quantitative traits of black rice lines and to determine the correlation coefficient value between quantitative traits and the yield of black rice rice resulting from mutation induction. This research was carried out from March to August 2023 in Saribaye Village, Lingsar District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. This research used a Randomized Block Design (RAK) consisting of 25 treatments with 3 replications, namely 15 Baas Selem mutants and 10 G10 strains. Observation data were analyzed using analysis of variance with a level of 5%. The research results show that the heritability value is one trait in the high category, namely plant height, while four traits have medium heritability values, namely panicle length, number of filled grains per panicle, number of empty grains per panicle, weight of 100 grains, and weight of filled grains per hill, as well as three Traits with low heritability are the number of productive offspring, the number of non-productive offspring, and the total number of offspring. Quantitative traits had a positive genotypic correlation with yield, namely plant height, number of productive tillers, panicle length and weight of 100 grains, while the total number of tillers had a negative genotypic correlation.
RUMAH BIBIT HORTUKULTURA SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI DESA SAMA GUNA KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA NUSA TENGGARA BARAT Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Alfitmatun, Alfitmatun; Putri, Aulia Shara; Khilafatulqudduus, Ghalby; Nensi, Baiq Arya; Ramdani, Wahyu; Astarina, Raditia; Kumairah, Titi; Agustina, Agustina; Puspitasari, Apin; Wikanto, Aditya Kusuma
Jurnal Wicara Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v1i1.2549

Abstract

The construction of seed houses is a solution to meet family food needs. Nurseries are a way of implementing sustainable agriculture, nurseries are made so that seed germination can take place under controlled climatic conditions. This is necessary for plant growth, namely by paying attention to temperature, calculating light transmission and adjusting air humidity evenly according to plant needs. The problem experienced by most people is the lack of supply of ready-to-plant seeds. Therefore, the aim of this activity is the formation of quality horticultural seed houses and seeds, namely chilies, mustard greens and kale. The method of implementing the activity is carried out in 3 stages, namely site surveys, outreach and building seedling houses as well as planting and caring for seedlings. The results of the activity show that a horticultural nursery has been formed and the results of chili, mustard and kale nurseries that can meet the community's supply needs for better quality horticultural seeds.
DESIMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI FUNGSIONAL BERAS MERAH DAN HITAM PADA KELOMPOK TANI KELAPA GADING DESA KEBUN AYU KECAMATAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Sudika, I Wayan; Sudhramawan, Anak Agung Ketut; Suliartini, Ni wayan Sri; Wideratih, Anggun Angling; Sudhanta, I Made
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.2312

Abstract

Dalam rangka mempertahankan Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu lumbung beras nasional dan ikut serta dalam mempertahankan swasembada beras secara nasional maka perlu kira memperkenalkan teknologi budidaya dan varietas unggul padi beras merah dan beras hitam serta memperdayakan kelompok-kelompok tani yang ada dipedesaan sebagai pelaksana teknologi budididaya yang benar dan terpadu.Permasalahan yang dijumpai pada kelompok tani Kelapa Gading di desa Kebun Ayu kecamatan Gerung kabupaten Lombok Barat adalah belum mengenal tentang padi beras Merah dan beras hitam baik tentang manfaat maupun teknologi budidaya. Dari hasil kegiatan ini target khusus yang akan dihasilkan peningkatan pengetahuan, pemahaman tentang padi beras merah dan hitam; pemanfaatnya sebagai padi fungsional, serta keterampilan dalam penerapan teknologi budidaya melalui sistim tanam jajar Legowo 4:1 dengan menggunakan umur bibit muda 18 hari. sehingga di hasilkan petingkatan produksi padi beras merah sebesar 10-15 %.. Metode yang digunakan pada program ini adalah metode pelatihanan yang dilanjutkan dengan kerja praktik di lapang dan kaji tindak partisifatif aktif (partisipatori action research) di lapang secara aktif sejak persiapan hingga evaluasi melibatkan mahasiswa KKN. Kegiatan ini di laksanakan mulai Januari – April 2024. Tahapan kegiatan meliputi diberikan diklat selama 1 hari dan praktik laboratorium lapang (Demplot) tentang tanam jajar legowo 4:1, penggunaan umur bibit optimum pada luasan lahan 15 are. Pemberian materi dilakukan oleh tim penyuluh serta mitra dari Saprotan utama tekait dengan penggungunaan pupuk dan pestisida. Evaluasi untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini dilakukan melalui respon peserta pada saat penyampai teori/diklat, respon peserta pada saat pelaksanaan praktek lapang. Pengamatan pada petak laboratorium lapang. Hasil kegiatan menunjukkan, bahwa Anggota kelompok tani Kelapa Gading desa Kebun Ayu Gerung Lombok Barat melalui kegiatan penyuluhan telah paham tentang deskripsi padi beras hitam dan merah, paham akan kandungan dan manfaatnya beras hitam maupun merah bagi kesehatan, serta paham akan teknologi budidaya baik pada padi beras hitam maupun merah dengan pola Jajar Legowo 4:1.Melalui kegiatan demplot dan pendampingan para petani mampu mempraktikan budidaya padi beras hitam dan merah mulai perendaman benih, pembibitan, penanaman hingga panen.
Parameter Genetik dan Potensi Hasil Beberapa Galur Mutan Padi Sawah Beras Hitam Ni Wayan Sri Suliartini; I Wayan Sudika; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Masintan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dan tingkat homogenitas dalam galur pada beberapa mutan padi sawah beras hitam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan, berlokasi di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat mulai bulan April sampai dengan bulan Desember 2024. Penelitian menggunakan tujuh genotipe padi, terdiri dari lima galur mutan padi beras hitam generasi kelima serta dua pembanding, yaitu galur G10 (galur asal dari galur yang dimutasi) dan varietas unggul Inpari-32. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan, sehingga terdapat 28 unit percobaan. Data hasil pengamatan setiap karakter dianalisis keragaman genetik dalam galur menggunakan analisis statistik sederhana dan analisis keragaman (ANOVA) pada taraf nyata 5%, yang dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keragaman genetik dalam galur yang berbeda pada karakter daya hasil. Galur G2, G3, dan G5 menunjukkan tingkat homogenitas yang lebih tinggi dibandingkan galur G1 dan G4. Seluruh galur mutan memiliki daya hasil yang sama dengan varietas Inpari-32; sedangkan galur G10 menunjukkan daya hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan mutan G10.
Parameter Genetik dan Potensi Hasil Beberapa Galur Mutan Padi Sawah Beras Hitam Ni Wayan Sri Suliartini; I Wayan Sudika; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Masintan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil dan tingkat homogenitas dalam galur pada beberapa mutan padi sawah beras hitam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan, berlokasi di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat mulai bulan April sampai dengan bulan Desember 2024. Penelitian menggunakan tujuh genotipe padi, terdiri dari lima galur mutan padi beras hitam generasi kelima serta dua pembanding, yaitu galur G10 (galur asal dari galur yang dimutasi) dan varietas unggul Inpari-32. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan, sehingga terdapat 28 unit percobaan. Data hasil pengamatan setiap karakter dianalisis keragaman genetik dalam galur menggunakan analisis statistik sederhana dan analisis keragaman (ANOVA) pada taraf nyata 5%, yang dilanjutkan dengan uji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keragaman genetik dalam galur yang berbeda pada karakter daya hasil. Galur G2, G3, dan G5 menunjukkan tingkat homogenitas yang lebih tinggi dibandingkan galur G1 dan G4. Seluruh galur mutan memiliki daya hasil yang sama dengan varietas Inpari-32; sedangkan galur G10 menunjukkan daya hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan mutan G10.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI NGIRING DATU I MELALUI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU PADI BERPIGEMEN BERAS MERAH UNTUK PEMENUHAN PANGAN SEHAT Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Sudika, I Wayan; Sudhramawan, Anak Agung Ketut; Suliartini, Ni Wayan Sri; Haeruman, Haeruman
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.3087

Abstract

In order to maintain West Nusa Tenggara as one of the national food barns and participate in maintaining rice self-sufficiency and knowing healthy food, it is necessary to introduce new innovations in the correct Integrated Crop Management technology through training and demonstration plots of red rice pigmented rice. The problem encountered in the Ngiring Datu I farmer group in Pringgejurang Utara Village, Montong Gading District, East Lombok is that they have not yet implemented the Integrated Crop Management and healthy red rice food comprehensively. The purpose of this activity is to increase the understanding, attitudes and skills of partner group members related to the implementation of Integrated Crop Management, especially in the use of new superior varieties of red rice pigmented rice Inapago Unram 1, the use of quality seeds and plant population management through 4:1 legowo planting, and it is hoped that there will be an increase in knowledge about the benefits of red rice for health. The method used in this program is a training method followed by practical work in the field and participatory action research in the field from preparation to evaluation by involving students of the Community Service Program (KKN). The activity stages include 1 day of training and field laboratory practice (Demplot) of planting rice with red rice pigment of superior variety Inpago Unram I using quality seeds through a 4:1 legowo row planting system, 18 days old seedlings on an irrigated rice field area of ​​10 are for 3.5 months starting from January - April 2025. Evaluation to measure the success of this activity is carried out through participant responses during the delivery of theory/training, participant responses during the implementation of field practice, mentoring and observations in the field laboratory plot. The results of the activity show that the extension participants consisting of village heads, heads of farmer groups or their representatives, youth leaders of Pringgejurang Utara village, Montong Gading sub-district, East Lombok Regency, have understood the description of the superior variety of red rice pigmented rice Inpago Unram 1, its content and benefits for health, and understand the Cultivation Technology of red rice pigmented rice Inpago Unram 1 through Integrated Crop Management, especially using 18-day seedling age and with the Jajar Legowo 4:1 planting pattern. Through the Integrated Crop Management Demonstration activity of red rice pigmented rice Inpago Unram 1 in the "Ngiring Datu I" Farmer Group, skills in cultivating superior rice varieties Inpago Unram1 have been improved using 18-day seedling age, as well as the Jajar Legewo 4:1 planting pattern with a harvest of 5.5 tons/ha of dry milled grain.
Identifikasi Perbedaan Karakteristik Mutan (M3) Padi Inpago Unram 1 dan Mutan (M3) Padi Baas Selem Suliartini, Ni Wayan Sri; Alfionita, Usi; Ujianto, Lestari; Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Sudharmawan, Anak Agung Ketut
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v10i1.495

Abstract

This research aims to determine the comparison of the characteristics of the mutant (M3) of Inpago Unram 1 rice with the mutant (M3) of Baas Selem rice and the comparison of the characteristics of the mutant line (M3) with its parents.  The research was carried out from March to November 2022 in Saribaye Village, Lingsar District, West Lombok.  The method used is an experimental method in the field.  The experiment was carried out using a Randomized Block Design (RAK) with 8 genotypes and repeated 3 times.  Blocks were planted as many as 20 plants and then 4 sample plants were taken.  The data were analyzed using a significance level of 5%, then further tested using an orthogonal contrast test of 5% significance level.  The results of the research showed significant differences in the characteristics of the number of productive tillers, total number of tillers, panicle length, number of filled grains per panicle, weight of 100 grains and weight of filled grains per hill, then further tests showed 6 significantly different characters in the comparison of G1, G2, G3,  G4 >< G5, G6, G7, G8 (Inpago Unram 1 lines compared to Baas Selem lines).  In the comparison of G1 >< G2, G3, G4 (Inpago Unram 1 parent compared with its lines) showed significantly different results regarding the panicle length character.  The comparison of G5 >< G6, G7, G8 (Baas Selem parents compared with their lines) showed significantly different results regarding the character of the number of productive offspring and the total number of offspring.
Karakter Kuantitatif dan Hubungan Kekerabatan Genotipe Padi (Oryza sativa L.) Beras Merah dan Beras Hitam yang Ditanam secara Gogo A'yun, Amilia Qurota; Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Sudika, I Wayan; Suliartini, Ni Wayan Sri; Fauzi, M. Taufik
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v10i2.651

Abstract

This study aims to determine the appearance of quantitative characters and kinship relationships of the genotype of red rice and black rice grown in gogo. The research was conducted in February – May 2024 on a medium plain land with an altitude of 370 meters above sea level, in Tampak Siring Village, Central Lombok, NTB. The materials used were 21 rice genotypes consisting of 11 red rice strains, 4 black rice strains, 2 red rice elders, 2 black rice elders and 2 comparison varieties (Inpago Unram I and IR64). The analysis used is the Analysis of Variance (ANOVA) of the Group Random Design (GRD) model with a real level of 5%, if there are real different characters, then the Duncan Multiple Range Test (DMRT) will be continued at a real level of 5%. Cluster analysis was carried out based on the average value of quantitative characters using the euclidean distance method using the R-Studio program. The results of the study showed that between strains all characters had different appearances except for the number of non-productive saplings. G-2 strain; G-6; and G-18 had the same results as Inpago Unram I. Kinship analysis conducted based on the average value of quantitative characters obtained four clusters, namely cluster I G-21, G-9, G-20, G-11, G-17; cluster II G-19, G-2, G-18, G-6, G-7; cluster III G-1, G-5, G-8, G10, G-3, G-4, G-16; and cluster IV G-12, G-15, G-13, G-14.
Keragaan Mutan M3 Padi Beras Merah (G16) Hasil Iradiasi Sinar Gamma 200 Gy Sudharmawan, Anak Agung Ketut; Aryana, I Gusti Putu Muliarta; Hemon, A. Farid; Suliartini, Ni Wayan Sri; Raihanun, Siti
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v10i2.653

Abstract

This study aims to determine changes in yield and correlation between quantitative traits of mutant plants of the M3 generation of G16 brown rice irradiated with 200 Gy gamma rays. The research method used was an experimental method which was carried out with field experiments and took place in paddy fields in Tatar Hamlet, Nyurlembang Village, Narmada District, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara which was carried out from May to November 2022. The research was arranged using a Randomized Block Design (RAK) in a partitioned design. The treatment consisted of 33 genotypes resulting from gamma irradiation mutations and 3 comparators as test genotypes namely G16, Cigelis and Inpari 32. Each tester genotype was repeated 3 times, so that 42 experimental units were obtained. Observations were analyzed using analysis of variance and a 5% level of phenotypic correlation coefficient. Quantitative traits that show significant results were tested further using the Honest Significant Difference (BNJ) at the 5% level of significance. The results showed that 200 Gy of gamma irradiation did not change the yield of the M3 mutant strain. On the other hand, the criterion of the phenotypic correlation coefficient of the observed quantitative traits showed a significant difference with the results. Plant height and filled grain weight gave a very strong real correlation, while strong criteria were indicated by the longest panicle and number of filled grains, and panicle length and empty grain weight obtained a sufficiently significant correlation, and very weak criteria were obtained on flowering age, total tiller number, number of productive tillers, number of empty grain and 100 grain weight
Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Desa Lendang Nangka Utara Melalui Sosialisasi dan Demplot Padi Varietas Unggul dan Bermutu Ni Wayan Sri Suliartini; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Wayan Wangiyana; I Wayan Sutresna; Suprayanti Martia Dewi
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i2.212

Abstract

Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Dalam rangka mempertahankan swasembada beras di NTB dan memperkenalkan pangan sehat maka perlu dilakukan sosialisasi inovasi baru teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang benar melalui penyuluhan dan demontrasi plot. Permasalahan yang dijumpai pada kelompok tani Ingin Maju II Desa Lendang Nangka Utara Kecamatan Masbagik adalah belum menerapkan secara menyeluruh tentang PTT yaitu dalam hal penggunaan varietas unggul baru dan benih bermutu berlabel serta manfaat pangan sehat. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok mitra terkait dengan penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu terutama dalam penggunaan inovasi varietas ungul baru yang sesuai dengan lingkungan tanaman serta benih bermutu dan berlabel. Metode yang digunakan pada program ini adalah penyuluhan yang dilanjutkan dengan diskusi dan demontrasi plot (demplot). Evaluasi untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini dilakukan melalui respon peserta pada saat penyampai teori, pemberian pre test dan post test dengan skala sederhana. Keberhasilan demplot diperoleh berdasarkan tindak partisipasi aktif mitra dalam kegiatan budidaya padi sawah dengan penerapan penggunaan benih varietas unggul dan benih bermutu dalam pengelolaan tanaman terpadu padi sawah. Hasil kegiatan penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan petani tentang verietas unggul dan penggunaan benih bermutu dalam PTT untuk meningkatkan produksi padi sawah. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil pre test dan post test yang menunjukkan adanya peningkatan nilai peserta penyuluhan pada post test. Peningkatan keterampilan kelompok tani mitra ditunjukkan oleh partisipasi aktif mitra pada demontrasi plot. Kelompok tani mitra terlibat secara aktif dalam kegiatan budidaya padi sawah dengan menggunakan varietas unggul beras merah.
Co-Authors A'yun, Amilia Qurota A. Farid .Hemon AA Sudharmawan, AA AAK Sudhramawan AAK Sudhramawan Agustina Akbar, Fariz Alfionita, Usi Alfitmatun, Alfitmatun Ambarwati, Zaskia Putri Anak Agung Ketut Sudhramawan Anjar Pranggawan Azhari Astarina, Raditia Azuro, Restu Aditya Bambang B. Santoso Bambang Budi Santoso Budiman, Lalu Muhammad Alan Dea Puspamiya Rahayu Dwi Ratna Anugrahwati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Susilawati Erwin Farisi, Rizki Al Faturrahman Fitriani Fitriani Haeruman Haeruman Harahap, Herpan Syafil Hermanto, Koko I Gde Ekaputra Gunartha I Gusti Made Kusnarta I Komang Damar Jaya I Made Sudantha I Wayan Joniarta I Wayan Sudika I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna Jafar, Sitti Rusnah Kamalia Safitri, Devi Ketut Sudarmawan, Anak Agung Khilafatulqudduus, Ghalby Kumairah, Titi Lestari Ujianto, Lestari M. Taufik Fauzi, M. Taufik Maisopa, Ira Masintan Maulidia, Zavira Mardhatillah Misbahuddin, Misbahuddin Muhsini, Andriansyah Nensi, Baiq Arya Ni Ike Oktaviani Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Srisuliartini Nurhasanah Nurhasanah Pramadya Sudantha Pratiwi, Neni Yunia Puspitasari, Apin Putra, Ida Ayu Ravikan Varapanna Putri, Aulia Shara Raihanun, Siti Salsabila, Alya Satriawan, Muhammad Saufi, M. Riyadus Sofya, Nora Dery Sudhanta, I Made Sudharmawan, Anak Agung Ketut Sudhramawan, Anak Agung Ketut Suhaili Suhaili Sukartono Sukartono Sukartono Sulastri Sulastri Suliartini, Ni Wayan Sri Suprayanti Martia Dewi Suwardji Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Wahyu Ramdani Wangiyana, I Wayan Wayan Sudika Wayan Wangiyana Wideratih, Anggun Angling Wikanto, Aditya Kusuma Yossefa, Allysa Yuliadi Yuliadi