Claim Missing Document
Check
Articles

Korelasi dan Daya Hasil Beberapa Genotipe Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) yang ditanam Secara Baris Ganda Muhammad Satriawan; A. Farid Hemon; I Gusti Putu Muliarta Aryana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/e7vs0n20

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan komoditas pangan penting di Indonesia, namun produksi kacang tanah masih relatif rendah akibat keterbatasan lahan, pemilihan genotipe yang kurang tepat, serta penerapan sistem tanam yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antar karakter kuantitatif dengan komponen hasil dari beberapa genotipe kacang tanah, serta untuk mengetahui daya hasil beberapa genotipe kacang tanah yang ditanam secara baris ganda. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Prof. Dr. Ir. A. Farid Hemon, M.Sc., Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Mei-September 2024 menggunakan Rancangan Acak Kelompok – Split Plot Design. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf 5%. Pada sistem baris ganda (50 cm x (15 cm x 20 cm)), terdapat korelasi positif nyata pada pasangan antar karakter jumlah daun dengan berat kering polong per tanaman, dan berat kering akar dengan berat kering polong per plot. Korelasi negatif nyata ditunjukkan oleh pasangan tinggi tanaman dengan jumlah polong hampa. Pola korelasi antar karakter pada sistem baris ganda menunjukkan adanya keterkaitan antara pertumbuhan vegetatif dan pembentukan hasil. Pada sistem tanam baris ganda menghasilkan produkasi tertinggi (1.029,5 g/plot), dibandingkan pada baris tunggal (548,1 g/plot). Genotipe Pelanduk dan Hypoma-1 menghasilkan produksi tertinggi (917,8 g/plot dan 904,2 g/plot) dibandingkan dengan genotipe lainnya seperti G19-UI, G300-II, dan genotipe G200-I. Penggunaan genotipe yang berdaya hasil tinggi seperti Pelanduk dan Hypoma-1 dapat direkomendasikan untuk menghasilkan hasil yang optimal.Peningkatkan produksi kacang tanah dapat direkomendasikan dengan menerapkan sistem tanam baris ganda untuk mengefisiensi penggunaan lahan terutama pada lahan yang sempit.
Parameter Genetik Beberapa Genotipe Padi Beras Merah pada Sistem Gogo Dataran Rendah I Gusti Putu Muliarta Aryana; Kisman; I Wayan Sudika; Irmayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/zzx2ty31

Abstract

Peningkatan produktivitas padi beras merah di lahan kering merupakan salah satu strategi untuk mengatasi keterbatasan lahan sawah dan mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai keragaman genetik dan heritabilitas komponen hasil dan hasil beberapa genotipe padi beras merah sistem gogo dataran rendah. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-Desember 2024 di Desa Wanasaba, Lombok Timur menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 12 perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati sebanyak 15 karakter. Analisis data meliputi analisis ragam, koefisien keragaman genetik, heritabilitas arti luas. Hasil penelitian menunjukkan keragaman genetik kategori luas diperoleh oleh jumlah anakan total dan jumlah anakan non produktif; katagori sedang dimiliki oleh tinggi tanaman, panjang daun bendera, jumlah anakan produktif, jumlah gabah hampa per malai, dan bobot 1000 butir; kategori sempit pada umur berbunga, umur panen, klorofil daun, kadar relatif pada daun, panjang malai, jumlah gabah berisi per malai, bobot gabah berisi per rumpun, dan hasil per petak. Heritabilitas tinggi diperoleh pada umur panen, tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah berisi per malai, bobot 1000 butir, bobot gabah berisi per rumpun dan hasil per petak; sedangkan heritabilitas sedang pada umur berbunga, klorofil daun, kadar air relatif daun, jumlah anakan non produktif, dan jumlah gabah hampa per malai.
Co-Authors A'yun, Amilia Qurota A. Farid .Hemon AA Sudharmawan, AA AAK Sudhramawan AAK Sudhramawan Agustina Akbar, Fariz Alfionita, Usi Alfitmatun, Alfitmatun Ambarwati, Zaskia Putri Anak Agung Ketut Sudhramawan Anjar Pranggawan Azhari Astarina, Raditia Azuro, Restu Aditya Bambang B. Santoso Bambang Budi Santoso Budiman, Lalu Muhammad Alan Dea Puspamiya Rahayu Dwi Ratna Anugrahwati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Ratna Anugrawati Dwi Susilawati Erwin Farisi, Rizki Al Faturrahman Fitriani Fitriani Haeruman Haeruman Harahap, Herpan Syafil Hermanto, Koko I Gde Ekaputra Gunartha I Gusti Made Kusnarta I Komang Damar Jaya I Made Sudantha I Wayan Joniarta I Wayan Sudika I Wayan Sudika I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna I Wayan Sutresna Irmayani Jafar, Sitti Rusnah Kamalia Safitri, Devi Ketut Sudarmawan, Anak Agung Khilafatulqudduus, Ghalby Kisman Kumairah, Titi Lestari Ujianto, Lestari M. Taufik Fauzi, M. Taufik Maisopa, Ira Masintan Maulidia, Zavira Mardhatillah Misbahuddin, Misbahuddin Muhsini, Andriansyah Nensi, Baiq Arya Ni Ike Oktaviani Ni Wayan Dwiani Dulur Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Sri Suliartini Ni Wayan Srisuliartini Nurhasanah Nurhasanah Pramadya Sudantha Pratiwi, Neni Yunia Puspitasari, Apin Putra, Ida Ayu Ravikan Varapanna Putri, Aulia Shara Raihanun, Siti Salsabila, Alya Satriawan, Muhammad Saufi, M. Riyadus Sofya, Nora Dery Sudhanta, I Made Sudharmawan, Anak Agung Ketut Sudhramawan, Anak Agung Ketut Suhaili Suhaili Sukartono Sukartono Sukartono Sulastri Sulastri Suliartini, Ni Wayan Sri Suprayanti Martia Dewi Suwardji Uyek Malik Yakop Uyek Malik Yakop Wahyu Ramdani Wangiyana, I Wayan Wayan Sudika Wayan Wangiyana Wideratih, Anggun Angling Wikanto, Aditya Kusuma Yossefa, Allysa Yuliadi Yuliadi