Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PEMETAAN PARTISIPATIF SEBAGAI TEKNIK PARTISIPATORIS DALAM PENGUATAN DATA SPASIAL LOKAL DI RW 07 DESA BABAKAN, KABUPATEN BOGOR Razita Safrani, Firza; Noor Faizah, Nada; Amanda Putri, Dina; Triadinda Fayola, Tabina; Adisurya Putra Romaz, Danendra; Aulia, Titania
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 3 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i3.1153-1162

Abstract

Pemetaan partisipatif di RW 07 Desa Babakan dilaksanakan untuk mengatasi keterbatasan data spasial pada platform digital daring yang belum mampu merepresentasikan kondisi riil wilayah permukiman secara detail. Pemetaan partisipatif merupakan salah satu bentuk teknik partisipatoris yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses pengumpulan, pengolahan, dan validasi data, sehingga pengetahuan lokal dapat terintegrasi dalam representasi spasial wilayah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi literatur. Proses pemetaan melibatkan tokoh masyarakat dan warga secara aktif dalam mengidentifikasi elemen ruang, memverifikasi informasi lapangan, serta menyusun peta wilayah secara kolaboratif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemetaan partisipatif mampu menghasilkan prototipe peta RW 07 yang lebih akurat dan kontekstual, mencakup informasi jalan setapak, fasilitas umum, serta titik lokasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya tidak teridentifikasi pada peta digital daring. Keberhasilan program ditunjukkan oleh meningkatnya keterlibatan aktif masyarakat, terbentuknya peta yang tervalidasi secara kolektif, serta tumbuhnya kesadaran warga akan pentingnya data spasial sebagai dasar perencanaan wilayah dan peningkatan pelayanan publik di tingkat lokal. Melalui penerapan teknik partisipatoris ini, masyarakat memiliki peran dan kendali dalam merepresentasikan kondisi wilayahnya secara lebih akurat dan berkelanjutan.
SEKOLAH LAPANG IOT: PENGEMBANGAN MASYARAKAT DESA WISATA BERBASIS BUDIDAYA IKAN KOI MELALUI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL Siwi, Mahmudi; Retno Hapsari, Dwi; Budiarto, Tri; Haryanto, Toto; Aulia, Titania; Luthfiyah Arham, Iffah; Adistika, Exciyona
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.%p

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang sangat cepat telah membuka peluang baru sekaligus tantangan bagi masyarakat perdesaan, termasuk para petani ikan koi di Dusun Kuwut, Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Meskipun budidaya koi telah menjadi mata pencaharian utama, para petani masih menghadapi berbagai kendala teknis dan manajerial seperti perubahan kualitas air, kesalahan pemberian pakan, keterbatasan akses pasar, serta rendahnya pemanfaatan inovasi berbasis digital. Untuk menjawab persoalan tersebut, program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University tahun 2025 melaksanakan kegiatan pengembangan kapasitas masyarakat melalui pengenalan Internet of Things (IoT) pada budidaya koi dan pelatihan pembuatan film pendek storytelling sebagai strategi pemasaran digital. Kegiatan berlangsung pada 23–27 September 2025, melibatkan 65 warga, Kelompok Masyarakat (Pokmas) Ana Cahaya Koi, pemerintah desa dan kecamatan, serta pemangku kepentingan lokal lainnya. Rangkaian kegiatan meliputi partisipasi dalam acara Jagong Petani multipihak, pelatihan Sekolah Lapang IoT, serta praktik langsung pembuatan video pendek untuk promosi koi. Pelatihan IoT memperkenalkan sistem sensor untuk pemantauan kualitas air secara real-time, teknologi pemberian pakan otomatis, dan kerangka kerja digital yang dapat meningkatkan efisiensi budidaya sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, pelatihan storytelling membekali peserta terutama generasi mudadengan keterampilan merancang konten, teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman dan minat petani dalam menerapkan teknologi IoT dan media digital untuk pemasaran koi. Beberapa output berupa modul pelatihan, HKI, publikasi media, serta dokumentasi video berhasil dihasilkan. Program ini menyimpulkan bahwa integrasi literasi digital, inovasi IoT, dan promosi berbasis storytelling berpotensi meningkatkan kesiapan teknologi petani, memperluas pemasaran, dan mendukung pengembangan desa wisata berbasis budidaya koi. Pendampingan lanjutan dan pengembangan teknologi yang berkelanjutan direkomendasikan untuk memperkuat dampak program