Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengetahuan Remaja Tentang Dampak Seks Bebas di Man 1 Kolaka Sopiandy, Dede; Adiwijaya, Herlan; Tundreng, Syarifuddin
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.823

Abstract

Berdasarkan data statistik provinsi Sulawesi Tenggara, data kehamilan remaja di kabupaten kolaka, remaja 16 tahun sebanyak 7,24% dan remaja usia 17-18 tahuan sebanyak 20.25%, Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitafit dengan rancangan penelitian deskritif dengan jumlah populasi di MAN 1 Kolaka sebanyak 84 responden, kemudian dilakukan Teknik pengambilan sampel menngunakan rumus purposive sampling. Kemudian dilakukan penelitian pada remaja di MAN 1 Kolaka berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa dari 84 remaja berpengatahuan baik sebanyak 75 (89,2%), pengetahuan cukup 7 responden (8,3), pengetahuan kurang 2 responden (2,2%). Berdasarkan umur didapatkan pada umur remaja awal sebanyak 23 responden (27,3), dan remaja madya 61 responden (72,6), didapatkan remaja awal perpengetahuan baik sebanyak 20 responden (23%), pengetahuan cukup 3 responden (3,5%), pengetahuan kurang tidak ada, remaja madya berpengtahuan baik sebanyak 55 re sponden (65,4), pengetahuan cukup 4 responden (4,7%), pengetahuan kurang 2 responden (2,2%), berdasarkan sumber televisi sebanyak 15 responden (17,7%), internet 52 (62%), petugas Kesehatan 13 responden (15,3%), teman 2 responden (2,3)%,orang tua 2 responden (2,3%), berdasarkan tingakt kelas, kelas X sebanyak 42 responden (50%), kelas XI sebanyak 42 responden (50%). Dari hasil penelitian dapat dilihat dari 84 responden remaja di MAN 1 Kolaka memliki Tingkat pengetahuan baik 75 responden (89,9%).
Pelatihan Penyusunan RPP dan Modul Proyek P5 Digital Terintegrasi Kurikulum Merdeka: Upaya Mendukung Sekolah Adiwiyata Mandiri Rahayu, Ayu; Nasir, Agus; Sopiandy, Dede; Puspitasari, Serli; Fiqran, Fiqhi Al
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i4.4830

Abstract

Sustainable education is one of the main pillars in facing global challenges such as environmental degradation and climate change. The Adiwiyata program, initiated by the Indonesian government, aims to integrate environmental values into the school curriculum, helping students not only understand environmental concepts theoretically, but also apply them in everyday life. SMPN 1 Kolaka, as a community service partner, is working to achieve the Adiwiyata Mandiri award and needs strengthening in the implementation of the Adiwiyata concept, especially in the preparation of learning tools based on environmental values. The training program includes five main stages, namely the planning, implementation, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability stages. In the training process, teachers are invited to be more skilled in preparing Learning Implementation Plans (RPP) and Project Modules for Strengthening the Pancasila Student Profile (P5) which are integrated with environmental values. The results of this training showed a significant improvement in teachers' abilities, as evidenced by the difference in pretest and posttest scores by 20%. In addition, feedback from participants showed that this activity received positive appreciation, with a satisfaction rate of 90%. The success of this training not only improves teachers' competence in developing environment-based learning, but also strengthens teachers' capacity in developing environment-based learning.
Bureaucratic Reform and Eradicating Corruption Crimes: Steps Towards a Healthy Economy Putra, Zulfikar; Sopiandy, Dede; Umpi, Ridwan
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Manajemen, Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2024): TOP 10 Best Paper, Prosiding Seminar Nasional Ilmu Manajemen, Ekonomi, Keuangan
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/snimekb.v3i1.9822

Abstract

The aim of this research is to optimize the role of bureaucratic reform which has an important role in preventing and eradicating corruption, with the aim of achieving a healthy economy. The research used is a qualitative normative legal approach with inductive logic, using comparative legal interpretation and construction tools. The results of this research are that the government, in this case, needs to optimize bureaucratic reform as a whole by simplifying procedures, increasing the professionalism of ASN and utilizing digital technology to speed up public services. Apart from that, bureaucratic reform is also needed to increase efficiency, improve public services, and create a conducive climate for investment and economic growth.
Penjabaran Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Ajar Berbasis Komik Melin, Melin; Nur Wahida, Sitti; Rahmadani, Natasha; Sopiandy, Dede; Hariyadi, Slamet; Hariati, Sri
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.338

Abstract

Tujuan dari artikel pengabdian ini yaitu untuk menyampaikan nilai- nilai Pancasila dengan menggunakan media ajar berbasis komik dengan ikut melibatkan siswa dalam pembuatan komik sehingga meningkatkan pemahaman serta keantusiasan siswa dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pendekatan edukatif- partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif antara tim pengabdian, dan siswa dalam proses pembelajaran nilai- nilai Pancasila. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berdasarkan observasi dan evaluasi yang dilakukan, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam antusiasme dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung, komik yang dirancang dengan visual menarik dan cerita yang kontekstual mampu menarik perhatian siswa dan menjadikan materi yang sebelumnya dianggap abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami, dari data yang disajikan, peningkatan nilai siswa secara keseluruhan menunjukkan bahwa penggunaan media komik memberikan dampak positif terhadap hasil belajar, rata- rata kenaikan nilai berada dalam rentang 10 hingga 15 poin.
Membangun Jejak, Menggapai Puncak : Pengabdian Dalam Satu Langkah Ramadhani Abdul Asis, Rahmi; Hariyadi, Slamet; Jasrudin, Jasrudin; Hariati, Sri; sopiandy, Dede; Anastasia, Anastasia; Mudassir, Mudassir; Aswar, Hajar; Ikram, M. Haspedil; Hasrani, Hasrani
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.344

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Gerakan Membangun Jejak, Menggapai Puncak: Pengabdian Dalam Satu Langkah” dilaksanakan di kawasan wisata alam Puncak Kapu Sani-Sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang melibatkan mahasiswa, masyarakat, dan pengelola wisata secara aktif dalam setiap tahap pelaksanaan. Kegiatan utama meliputi observasi lapangan, pembuatan serta pemasangan papan plang jalan sebagai media komunikasi visual bertema lingkungan, dan kegiatan pembersihan kawasan wisata melalui kerja bakti bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dan terbentuknya kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan. Papan plang yang dipasang berfungsi efektif sebagai penunjuk arah sekaligus media edukasi yang menyampaikan pesan moral untuk mencintai alam. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, kegiatan ini juga menumbuhkan nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, dan kepedulian bersama terhadap kelestarian alam. Program ini menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta contoh praktik baik (best practice) pengabdian masyarakat berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Simbol Tujuh Ajaran Moral Masyarakat Wolio Keraton Buton: Kearifan Lokal sebagai Cerminan Pancasila Jasrudin, Jasrudin; Sopiandy, Dede; Hariyadi, Slamet; Ramly, Amisbah; Bambang Murdiansyah, Eko; Rahmat, Alibin
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.50009

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis nilai di era globalisasi yang berimplikasi pada melemahnya solidaritas dan kesadaran kebangsaan. Pancasila sebagai dasar negara sering dipahami sebatas dokumen formal, padahal nilai-nilainya telah lama hidup dalam kearifan lokal Nusantara. Salah satu contohnya adalah simbol tujuh ajaran moral masyarakat Wolio yang tersimpan di Keraton Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis keterkaitan antara ajaran moral Wolio dengan sila-sila Pancasila, serta menggali relevansinya bagi penguatan identitas kebangsaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis. Data diperoleh melalui observasi langsung di Keraton Buton, dokumentasi simbol ajaran moral, wawancara dengan tokoh adat dan pengelola keraton, serta studi literatur. Analisis dilakukan melalui reduksi data, interpretasi makna sosial- budaya, dan pemetaan nilai Wolio dengan sila Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh ajaran moral Wolio: po ma maasiaka, po pia piara, po angka angkataka, po mae-maeaaka, po binci-bincika kuli, man arafah nafsahu wakad arafah rabbahu, dan bolimo karo somanamo lipu memiliki kesesuaian yang kuat dengan sila-sila Pancasila. Nilai kasih sayang, kepedulian, penghormatan, keadilan, religiusitas, dan patriotisme yang terkandung di dalamnya menegaskan bahwa Pancasila berakar dari budaya lokal. Kesimpulan penelitian ini adalah simbol tujuh ajaran moral Wolio berfungsi tidak hanya sebagai artefak budaya, tetapi juga sebagai cerminan nilai Pancasila yang relevan untuk memperkuat kesadaran kebangsaan. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal serta pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan identitas nasional.
The Influence of the Mekongga Traditional House on the Development of Sustainable Tourism in the Regency of Kolaka Sopiandy, Dede; Rahmat, Alibin; Ramly, Amisbah; Hariyadi, Slamet; Murdiansyah, Eko Bambang
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i2.1135

Abstract

Based on a study conducted in Kolaka Regency, Southeast Sulawesi, this research explores the potential of the Mekongga Traditional House as a driver of sustainable tourism development. The study employs a mixed-methods approach that integrates quantitative and qualitative data to provide a comprehensive understanding of visitor perceptions and stakeholder perspectives. Quantitative data were collected through surveys administered to 44 respondents, while qualitative insights were obtained through interviews with government officials and local tourism actors involved in the management and promotion of the site. The findings reveal that visitors to the Mekongga Traditional House are predominantly female (72.7%) and under the age of 20 (63.6%), indicating a strong appeal among younger demographics. A majority of respondents (63.6%) reported satisfaction with the existing facilities, suggesting that the site has met basic visitor expectations. Social media emerged as the primary source of information about the destination (45.5%), highlighting its importance as a promotional tool. In terms of impact, the social dimension of the traditional house was perceived positively by most respondents (54.5%), reflecting its role in preserving cultural identity and fostering social interaction. However, perceptions of environmental impact were more varied, with a considerable proportion of respondents expressing neutral views (38.6%), indicating the need for improved environmental management. Overall, the Mekongga Traditional House represents a valuable cultural asset with strong potential to support sustainable tourism development. To maximize this potential, the study recommends increasing environmental cleanliness awareness, enhancing tourism facilities, strengthening social media-based promotion, and encouraging active community participation in tourism management.