Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan Penyusunan RPP dan Modul Proyek P5 Digital Terintegrasi Kurikulum Merdeka: Upaya Mendukung Sekolah Adiwiyata Mandiri Rahayu, Ayu; Nasir, Agus; Sopiandy, Dede; Puspitasari, Serli; Fiqran, Fiqhi Al
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v4i4.4830

Abstract

Sustainable education is one of the main pillars in facing global challenges such as environmental degradation and climate change. The Adiwiyata program, initiated by the Indonesian government, aims to integrate environmental values into the school curriculum, helping students not only understand environmental concepts theoretically, but also apply them in everyday life. SMPN 1 Kolaka, as a community service partner, is working to achieve the Adiwiyata Mandiri award and needs strengthening in the implementation of the Adiwiyata concept, especially in the preparation of learning tools based on environmental values. The training program includes five main stages, namely the planning, implementation, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability stages. In the training process, teachers are invited to be more skilled in preparing Learning Implementation Plans (RPP) and Project Modules for Strengthening the Pancasila Student Profile (P5) which are integrated with environmental values. The results of this training showed a significant improvement in teachers' abilities, as evidenced by the difference in pretest and posttest scores by 20%. In addition, feedback from participants showed that this activity received positive appreciation, with a satisfaction rate of 90%. The success of this training not only improves teachers' competence in developing environment-based learning, but also strengthens teachers' capacity in developing environment-based learning.
Bureaucratic Reform and Eradicating Corruption Crimes: Steps Towards a Healthy Economy Putra, Zulfikar; Sopiandy, Dede; Umpi, Ridwan
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Manajemen, Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Vol. 3 No. 1 (2024): TOP 10 Best Paper, Prosiding Seminar Nasional Ilmu Manajemen, Ekonomi, Keuangan
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/snimekb.v3i1.9822

Abstract

The aim of this research is to optimize the role of bureaucratic reform which has an important role in preventing and eradicating corruption, with the aim of achieving a healthy economy. The research used is a qualitative normative legal approach with inductive logic, using comparative legal interpretation and construction tools. The results of this research are that the government, in this case, needs to optimize bureaucratic reform as a whole by simplifying procedures, increasing the professionalism of ASN and utilizing digital technology to speed up public services. Apart from that, bureaucratic reform is also needed to increase efficiency, improve public services, and create a conducive climate for investment and economic growth.
Penjabaran Nilai-Nilai Pancasila Melalui Media Ajar Berbasis Komik Melin, Melin; Nur Wahida, Sitti; Rahmadani, Natasha; Sopiandy, Dede; Hariyadi, Slamet; Hariati, Sri
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.338

Abstract

Tujuan dari artikel pengabdian ini yaitu untuk menyampaikan nilai- nilai Pancasila dengan menggunakan media ajar berbasis komik dengan ikut melibatkan siswa dalam pembuatan komik sehingga meningkatkan pemahaman serta keantusiasan siswa dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pendekatan edukatif- partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif antara tim pengabdian, dan siswa dalam proses pembelajaran nilai- nilai Pancasila. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berdasarkan observasi dan evaluasi yang dilakukan, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam antusiasme dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung, komik yang dirancang dengan visual menarik dan cerita yang kontekstual mampu menarik perhatian siswa dan menjadikan materi yang sebelumnya dianggap abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami, dari data yang disajikan, peningkatan nilai siswa secara keseluruhan menunjukkan bahwa penggunaan media komik memberikan dampak positif terhadap hasil belajar, rata- rata kenaikan nilai berada dalam rentang 10 hingga 15 poin.
Membangun Jejak, Menggapai Puncak : Pengabdian Dalam Satu Langkah Ramadhani Abdul Asis, Rahmi; Hariyadi, Slamet; Jasrudin, Jasrudin; Hariati, Sri; sopiandy, Dede; Anastasia, Anastasia; Mudassir, Mudassir; Aswar, Hajar; Ikram, M. Haspedil; Hasrani, Hasrani
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.344

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Gerakan Membangun Jejak, Menggapai Puncak: Pengabdian Dalam Satu Langkah” dilaksanakan di kawasan wisata alam Puncak Kapu Sani-Sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang melibatkan mahasiswa, masyarakat, dan pengelola wisata secara aktif dalam setiap tahap pelaksanaan. Kegiatan utama meliputi observasi lapangan, pembuatan serta pemasangan papan plang jalan sebagai media komunikasi visual bertema lingkungan, dan kegiatan pembersihan kawasan wisata melalui kerja bakti bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dan terbentuknya kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan. Papan plang yang dipasang berfungsi efektif sebagai penunjuk arah sekaligus media edukasi yang menyampaikan pesan moral untuk mencintai alam. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, kegiatan ini juga menumbuhkan nilai gotong royong, tanggung jawab sosial, dan kepedulian bersama terhadap kelestarian alam. Program ini menjadi bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta contoh praktik baik (best practice) pengabdian masyarakat berbasis lingkungan yang berkelanjutan.
Simbol Tujuh Ajaran Moral Masyarakat Wolio Keraton Buton: Kearifan Lokal sebagai Cerminan Pancasila Jasrudin, Jasrudin; Sopiandy, Dede; Hariyadi, Slamet; Ramly, Amisbah; Bambang Murdiansyah, Eko; Rahmat, Alibin
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.50009

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis nilai di era globalisasi yang berimplikasi pada melemahnya solidaritas dan kesadaran kebangsaan. Pancasila sebagai dasar negara sering dipahami sebatas dokumen formal, padahal nilai-nilainya telah lama hidup dalam kearifan lokal Nusantara. Salah satu contohnya adalah simbol tujuh ajaran moral masyarakat Wolio yang tersimpan di Keraton Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis keterkaitan antara ajaran moral Wolio dengan sila-sila Pancasila, serta menggali relevansinya bagi penguatan identitas kebangsaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis. Data diperoleh melalui observasi langsung di Keraton Buton, dokumentasi simbol ajaran moral, wawancara dengan tokoh adat dan pengelola keraton, serta studi literatur. Analisis dilakukan melalui reduksi data, interpretasi makna sosial- budaya, dan pemetaan nilai Wolio dengan sila Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh ajaran moral Wolio: po ma maasiaka, po pia piara, po angka angkataka, po mae-maeaaka, po binci-bincika kuli, man arafah nafsahu wakad arafah rabbahu, dan bolimo karo somanamo lipu memiliki kesesuaian yang kuat dengan sila-sila Pancasila. Nilai kasih sayang, kepedulian, penghormatan, keadilan, religiusitas, dan patriotisme yang terkandung di dalamnya menegaskan bahwa Pancasila berakar dari budaya lokal. Kesimpulan penelitian ini adalah simbol tujuh ajaran moral Wolio berfungsi tidak hanya sebagai artefak budaya, tetapi juga sebagai cerminan nilai Pancasila yang relevan untuk memperkuat kesadaran kebangsaan. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal serta pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan identitas nasional.
Optimalisasi Media Poster sebagai Sarana Edukasi Pencegahan Bullying pada siswa SMKN 1 Kolaka Utara Asmawati, Asmawati; Pratiwi, Putri; Bahrie, Muhammad Danus; Citra, Citra; Pratiwi, Nadiyah; Sopira, Sopira; Sopiandy, Dede
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5021

Abstract

Perilaku bullying masih menjadi isu yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak negatif terhadap perkembangan siswa, baik dari aspek psikologis, sosial, maupun akademik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pemahaman dan kesadaran siswa dalam mencegah bullying melalui pemanfaatan media poster sebagai sarana edukasi. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 1 Kolaka Utara pada tanggal 24 Februari 2026 dengan melibatkan 50 siswa kelas X dan XI. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Media poster digital digunakan sebagai media utama yang dipadukan dengan kegiatan diskusi serta analisis bersama siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, respons verbal siswa, dan diskusi kelompok. Indikator evaluasi kegiatan meliputi kemampuan siswa dalam menyebutkan bentuk-bentuk bullying, memahami dampak yang ditimbulkan, serta menjelaskan langkah-langkah pencegahannya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu mengenali berbagai bentuk bullying dan memberikan respons positif terhadap upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Selain itu, siswa menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan media poster yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif dapat membantu siswa menunjukkan pemahaman dan kesadaran yang lebih baik terkait pencegahan bullying di lingkungan sekolah berdasarkan hasil observasi, respons verbal, dan diskusi selama kegiatan berlangsung. Optimizing Poster Media as a Means of Bullying Prevention Education for Students of SMKN 1 North Kolaka Abstract Bullying remains a common issue in schools and negatively impacts student development, including psychological, social, and academic aspects. This community service activity aims to support students' understanding and awareness in preventing bullying through the use of posters as an educational tool. This activity was conducted at SMKN 1 Kolaka Utara on February 24, 2026, involving 50 students in grades X and XI. The method used was descriptive qualitative with a participatory approach that included planning, implementation, and evaluation. Digital posters were used as the primary medium, combined with discussions and analysis with students. Data collection techniques were carried out through observation, student verbal responses, and group discussions. Evaluation indicators for the activity included students' ability to name the forms of bullying, understand their impacts, and explain preventive measures. The results of the activity showed that most students were able to recognize various forms of bullying and responded positively to bullying prevention efforts in the school environment. In addition, students demonstrated active participation throughout the activity. These findings indicate that the use of posters combined with a participatory approach can help students demonstrate a better understanding and awareness regarding bullying prevention in the school environment based on the results of observations, verbal responses, and discussions during the activity.