Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Diseminasi Manajemen Pakan dan Imbuhan Pakan untuk Domba di Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu Kabupaten Sumedang Tanuwiria, Ujang Hidayat; Hernaman, Iman; Hidayat, Rahmat; Ayuningsih, Budi; Budiman, Atun; Rosani, Urip; Yanza, Yulianri Rizki; Tutiyana, Tutiyana
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.60396

Abstract

Desa Pajagan adalah salahsatu desa di kecamatan Cisitu dengan ketinggian tempat 411 mdpl, berada di pinggiran waduk Jatigede dan masyarakatnya sebagian besar bermatapencaharian bertani dan beternak domba.  Survey pendahuluan menunjukkan pengetahuan peternak domba terkait manajemen pemberian pakan dan imbuhan pakan untuk domba masih minim. Tim PPM Fakultas Peternakan UNPAD melaksanakan diseminasi pengetahuan tentang manajemen pemberian pakan dan imbuhan pakan dengan tujuan meningkatkan produktivitas domba. Materi diseminasi berisikan manajemen pemberian pakan dan imbuhan pakan beserta praktek pembuatannya, pelaksanaan pada bulan Oktober dan November 2024.  Diseminasi pengetahuan dilaksanakan melalui penyuluhan,  diskusi, praktek dan evaluasi melalui kuesioner pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti 17 peternak domba di Desa Pajagan. Kegiatan telah dilaksanakan dengan baik dan tingkat partisipasi peserta antara 65-85% dari yang diundang. Hasil evaluasi kegiatan pengabdian ini yaitu 1) Diseminasi manajemen pemberian pakan dan praktek pembuatan imbuhan pakan dapat meningkatkan serapan pengetahuan peserta masing-masing sebesar 50,50% dan 67,37%; 2) Tingkat keterampilan peternak domba dalam hal pembuatan Urea Molases Blok (UMB), Suplemen Organik Cair (SOC) dan Dedak Aromatik meningkat. Disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan imbuhan pakan sangat bermanfaat bagi para peternak domba. Disarankan perlu dilakukan pembinaan berkesinambungan dalam kerangka pembinaan peternakan menuju ketahanan pangan.
PENGGUNAAN SUPLEMEN ORGANIK CAIR TAUCO TERHADAP ASAM LAKTAT, pH, SUSUT BAHAN KERING DAN NILAI FLEIGH DEDAK PADI FERMENTASI Awaliyah, Alif Tiffany Azizah; Hernaman, Iman; Ayuningsih, Budi; Rosani, Urip
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 13 No 1 (2025): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2025.13.1.18-25

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis penggunaan suplemen organik cair (SOC) tauco terhadap kualitas dedak padi fermentasi yang diukur berdasarkan kadar asam laktat, pH, susut bahan kering, dan nilai Fleigh. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan dan enam ulangan dimana P0 (1000 gram dedak padi : 300 gram molasses), P1 (1000 gram dedak padi : 200 gram molasses : 100 gram SOC) dan P2 (1000 gram dedak padi : 100 gram molasses : 200 gram SOC). Data yang diperoleh diolah dan dianalisis ragam dan uji lanjut jarak berganda Duncan menggunakan software SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan suplemen organik cair (SOC) tauco memberikan pengaruh yang sangat signifikan (p<0,01) terhadap asam laktat, pH, susut bahan kering dan nilai Fleigh. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan suplemen organik cair (SOC) tauco pada perlakuan P2 menghasilkan produk dedak padi fermentasi terbaik berdasarkan pH (4,75), asam laktat (25,17%), susut bahan kering (2,80%) dan nilai Fleigh (168,72). ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect and dosage of the use of liquid organic supplement (LOS) tauco on the quality of fermented rice bran. The quality of fermented rice bran was measured based on lactic acid content, pH, dry matter loss, and Fleigh value. This research was conducted at the Laboratory of Ruminant Animal Nutrition and Animal Food Chemistry, Faculty of Animal Science, Padjadjaran University. This study used a completely randomized design (CRD) consisting of three treatments and six replications where P0 (1000 grams of rice bran: 300 grams of molasses), P1 (1000 grams of rice bran: 200 grams of molasses: 100 grams of LOS) and P2 (1000 grams of rice bran: 100 grams of molasses: 200 grams of LOS). The data obtained were processed and analyzed for variance and Duncan's multiple range further test using SPSS software version 27. The results showed that the use of liquid organic supplements (LOS) tauco gave a very significant effect (p<0.01) on lactic acid, pH, dry matter loss and Fleigh value. It can be concluded that the use of liquid organic supplement (LOS) tauco in treatment P2 produces the best fermented rice bran product based on pH (4.75), lactic acid (25.17%), dry matter loss (2.80%) and Fleigh value (168.72).
Pengaruh Daun Ubi Jalar sebagai Substitusi Konsentrat dalam Ransum Domba terhadap Produksi VFA dan NH3 (In Vitro) Sadam, Muhammad Raihan; Ayuningsih, Budi; Hernaman, Iman; Dhalika, Tidi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v2i2.54225

Abstract

Penggunaan daun ubi jalar ke dalam ransum domba adalah salah satu upaya peningkatan kualitas pakan dengan memanfaatkan pakan hasil limbah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi konsentrat oleh daun ubi jalar pada ransum domba terhadap kandungan VFA (volatile fatty acid) dan NH3 cairan rumen, serta untuk mengetahui persentase daun ubi jalar sebagai substitusi konsentrat yang menghasilkan produksi total VFA dan NH3 terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat empat perlakuan level penggunaan daun ubi jalar yaitu 0, 10, 20, dan 30% dengan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam, dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap VFA, tetapi tidak nyata terhadap NH3. Penggunaan daun ubi jalar sebanyak 20% menghasilkan produksi VFA dan NH3 tertinggi.
Produksi Gas pada Ransum Domba Berbasis Rumput Gajah cv Mott dan Leguminosa Pohon Addawiyyah, Nadya Robiatul; Ayuningsih, Budi; Budiman, Atun; Hernaman, Iman
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v2i2.35069

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui produksi gas pada ransum domba berbasis rumput Gajah cv Mott dan leguminosa pohon.  Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dan menggunakan uji lanjut Duncan.  Terdapat empat perlakuan ransum dan lima ulangan.  Perlakuan teridiri atas: R1 = 70% rumput Gajah cv. Mott + 30% gamal, R2 = 70% rumput Gajah cv. Mott + 30% lamtoro, R3 = 70% rumput Gajah cv. Mott + 30% kaliandra dan R4 = 70% rumput Gajah cv. Mott + 30% indigofera.  Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian berbagai leguminosa pohon mempengaruhi produksi gas total.  Produksi gas total tertinggi diperoleh dari ransum mengandung indigofera (211,25 mL) dan lamtoro (208,06 mL). Kesimpulan menunjukkan bahwa indigofera maupun lamtoro merupakan leguminosa pohon terbaik sebagai pakan pelengkap pada ransum domba.
Pengaruh Pembuatan Dedak Aromatik Menggunakan Suplemen Organik Cair dari Feses Kuda terhadap pH, Asam Laktat, Susut Bahan Kering, dan Nilai Fleigh Audina, Leyly Nuura Norma; Rusmana, Denny; Ayuningsih, Budi; Hernaman, Iman; Rosani, Urip
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i1.58364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan proporsi suplemen organik cair feses kuda yang ditambahkan pada dedak padi untuk menghasilkan dedak aromatik yang terbaik dilihat dari pH, asam laktat, susut bahan kering, dan Nilai Fleigh (NF). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2024 di Laboraturium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 = 1 kilogram dedak + 300 gram molasses, P1 = 1 kilogram dedak + 200 gram molasses + 100 mL SOC, dan P2 = 1 kilogram dedak + 100 gram molasses + 200 mL SOC. Data analisis menggunakan Analisis Ragam dan uji lanjut Analisis Jarak Berganda Duncan. Hasil menunjukan bahwa penggunaan SOC feses kuda mempengaruhi kandungan pH, asam laktat, susut bahan kering, dan Nilai Fleigh (NF) dedak aromatik. Pemberian SOC feses kuda pada taraf 100 gram molasses + 200 mL SOC menghasilkan nilai pH yang terendah (3,61), asam laktat yang tinggi (27,17%), susut bahan kering (5,75%), dan nilai fleigh yang tinggi (204,46%).
Effect of Cassava Flour Ratios and Binder levels on Nutritions and Physical Properties of Pellets Made from Calliandra and Lamtoro Ayuningsih, Budi; SUSILAWATI, IIN; Indriani, Nyimas Popi; Usamah, Arkan; Rahmanosa, Elvia
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 25, No 2 (2025): July
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v25i2.62820

Abstract

AbstractFeed in the form of pellets is one form of preservation of feedstuffs that is more guaranteed in terms of procurement and continuity of supply to maintain feed quality. This study aims to determine the effect of the level of cassava flour in pellets of calliandra and lamtoro mixture as a binder on physical properties and on the content of dry matter, organic matter, and crude protein. The study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments consisted of P0 (100% mixture of calliandra and lamtoro + 0% cassava flour), P1 (90% mixture of calliandra and lamtoro + 10% cassava flour), P2 (80% mixture of calliandra and lamtoro + 20% cassava flour), and P3 (70% mixture of calliandra and lamtoro + 30% cassava flour). The study showed that the treatment had a significant effect  (P < 0.05) on durability (87.40% to 77.88%) and crude protein (22.33% to 16.39%) and had no significant effect (P > 0.05) on specific gravity, pile density, pile compaction density, dry matter and organic matter content. From the results of the study, it can be concluded that the P0 (100% mixture of Calliandra and lamtoro) treatment produced the highest durability and crude protein values.
The Effect of Addition Liquid Organic Supplement from Rabbit Feces on the Chemical Properties and Fleigh Value of Fermented Rice Bran Audhya, Shella; Hernaman, Iman; Ayuningsih, Budi; Rosani, Urip
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v13i3.p690-708

Abstract

Fermentation of rice bran is a way to increase the nutrient content and palatability of livestock when consuming it. The study was conducted at the Ruminant Animal Nutrition Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Padjadjaran University in Jatinangor, Sumedang. This study aims to determine the effect of using Liquid Organic Supplement (LOS) of rabbit feces in making fermented rice bran on pH, dry matter loss, lactic acid content, and Fleigh value (NF). The study was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD). There were three treatments, namely P0 (1 kg of rice bran: 300 g molasses), P1 (1 kg of rice bran: 200 g molasses: 100 g SOC of rabbit feces), and P2 (1 kg of rice bran: 100 g molasses: 200 g SOC of rabbit feces). The research data were processed using analysis of variance and Duncan's distance test. The results showed that the treatment increased the lactic acid content, but decreased the pH, dry matter loss, and Fleigh value. Treatment P2 produced fermented rice bran with the highest lactic acid content (45,8%), the lowest pH (3,99), dry matter loss (1,31%), and the highest Fleigh value (199). The conclusion of this study is that the ratio of rice bran, molasses, and SOC of 10:1:2 can produce the best fermented rice bran.
Anaerobic Fermentation of Rice Bran with Starter Liquid Organic Supplement (LOS) from Sheep Manure Mahardika, Rayi Prima; Hernaman, Iman; Ayuningsih, Budi; Rosani, Urip
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v13i1.p22-31

Abstract

Fermented bran is an additive product which is an inoculum of lactic acid bacteria, which has been mixed with other ingredients and has gone through a fermentation process. This research aims to determine the effect of using sheep feces Liquid Organic Supplement (LOS) on fermented rice bran on lactic acid content, pH, dry matter loss, and Fleigh value (NF). The research was carried out on January 24 – February 14 at the Ruminant Animal Nutrition Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Padjadjaran University in Jatinangor Sumedang. The research used experimental methods with a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 6 replications. Treatment consisted of P0 (1 kg bran: 300 g molasses), P1 (1 kg bran: 200 g molasses: 100 mL SOC) and P2 (1 kg bran: 100 g molasses: 200 mL SOC). The research data was processed using Variety Print Analysis and Duncan's Advanced Test. The results showed a significant effect (P<0.05) on lactic acid content, pH, dry matter loss, and Fleigh value. The conclusion of this research shows that the use of P2 treatment (1 kg bran: 100 g molasses: 200 mL LOS) can produce the best fermented bran.  
Efektivitas Amoniasi, Fermentasi, dan Amoniasi Fermentasi dengan Trichoderma harzianum pada Jerami Sereh Wangi (Cymbopogon nardus) Solehudin, Solehudin; Hernaman, Iman; Ayuningsih, Budi; Pamungkas, Dicky
Jurnal Agripet Vol 24, No 1 (2024): Volume 24, No. 1, April 2024
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v24i1.29594

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ransum yang mengandung azolla (Azolla microphylla) terhadap indeks kuning telur, indeks putih telur dan haugh unit telur ayam. Azolla merupakan tanaman paku air yang pertumbuhan cepat dan dapat dijadikan bahan pakan alternatif untuk ayam petelur. Penelitian menggunakan 48 ekor ayam petelur strain ISA Brown berumur 54 minggu di Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (P0= ransum tanpa azolla; P1= ransum dengan 5% azolla; P2= ransum dengan 10% azolla; dan P3= ransum dengan 15% azolla) dan 6 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ransum yang mengandung azolla berpengaruh tidak nyata (P0,05) terhadap indeks putih telur, indeks kuning telur dan haugh unit telur. Penggunaan azolla sampai taraf 15% menghasilkan nilai yang sama terhadap indeks kuning telur, indeks putih telur dan haugh unit telur ayam.(Effectiveness ammoniation, fermentation and amoniated fermentation with Trichoderma harzianum in citronella straw (Cymbopogon nardus))ABSTRACT. The research was conducted to investigate effectiveness of ammoniation, fermentation and ammoniated fermentation with Trichoderma harzianum on citronella (Cymbopogon nardus) straw. The research used Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments: citronella straw with ammoniation treatment (P1), citronella straw with fermentation treatment (P2), and citronella straw with ammoniated fermentation treatment (P3). Each treatment was replicated five times. The parameters measured were an increase in crude protein content, an increase in Total Digestible Nutrient (TDN), a decrease in crude fiber, and a decrease in lignin. Variance analysis was conducted to determine treatment effect and followed by Multiple Range of Duncan to determine difference between treatment. The result showed that treatments give significant effect (P0.05) on increasing of crude protein, increasing of TDN, decreasing of crude fiber and decreasing of lignin. The best value processing of citronella straw was ammoniated fermentation with Trichoderma harzianum. It concluded that ammoniated fermentation with Trichoderma harzianum had the best effectiveness in processing of citronella straw.
FERMENTASI ANAEROB DEDAK PADI MENGGUNAKAN STARTER SUPLEMEN ORGANIK CAIR DARI FESES RUSA TIMOR: Anaerobic Fermentation of Rice Bran Using Liquid Organic Suplement Starter from Timor Deer Feces Ritonga, Ayu Aksari; Iman Hernaman; Budi Ayuningsih; Urip Rosani
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2280

Abstract

Dedak padi merupakan hasil samping penggilingan padi yang berpotensi digunakan sebagai pakan, namun penggunaannya secara langsung terbatas karena kandungan serat kasar tinggi dan adanya asam fitat yang mengikat mineral penting. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan, salah satunya melalui fermentasi menggunakan mikroorganisme. Fermentasi mampu menurunkan pH, meningkatkan produksi asam laktat, serta menghambat bakteri perusak. Feses rusa berpotensi menjadi starter fermentasi karena mengandung bakteri asam laktat, namun perlu diolah terlebih dahulu menjadi suplemen organik cair (SOC). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan SOC feses rusa terhadap kualitas dedak padi fermentasi berdasarkan kadar asam laktat, pH, susut bahan kering, dan nilai Fleigh (NF). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan, yaitu P0 (1 kg dedak + 300 g molases), P1 (1 kg dedak + 200 g molases + 100 g SOC), dan P2 (1 kg dedak + 100 g molases + 200 g SOC). Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter yang diamati. Perlakuan P2 menghasilkan dedak fermentasi terbaik, ditunjukkan oleh kadar asam laktat tertinggi (18,62%), pH terendah (4,29), serta NF tertinggi (186,76). Dengan demikian, fermentasi anaerob dedak padi menggunakan starter SOC feses rusa Timor dengan perbandingan 10:1:2 (P2) memberikan kualitas fermentasi optimal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan kadar asam laktat dan aroma khas dedak fermentasi berpotensi meningkatkan palatabilitas pakan pada ternak.   Kata kunci: bakteri asam laktat, dedak fermentasi, feses rusa, pH, suplemen organik cair (SOC)