Claim Missing Document
Check
Articles

Pertumbuhan dan Produksi Daun Torbangun (Plectranthus amboinicus Spreng.) dengan Pemupukan Organik dan Pemangkasan Nafi'atul Munawaroh; Sandra Arifin Aziz
Buletin Agrohorti Vol. 1 No. 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.219 KB) | DOI: 10.29244/agrob.1.4.122-132

Abstract

Tanaman torbangun berkhasiat untuk memperlancar air susu ibu (ASI) karena mengandung laktagogen. Penelitian mengenai tanaman torbangun lebih banyak di bidang farmakologinya saja, oleh sebab itu perlu adanya penelitian di bidang teknik budi daya dengan menggunakan pupuk organik dan pemangkasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengaruh pupuk organik dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan produksi daun torbangun. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pada siklus 1 dengan faktor pemupukan, dan rancangan perlakuan Split plot pada siklus 2 dengan pemupukan sebagai petak utama dan pemangkasan sebagai anak petak. Rataan hasil pada masing-masing siklus diuji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ). Pemupukan organik terbagi menjadi 5 taraf; tanpa pemupukan, pupuk kandang sapi+fosfat alam, pupuk kandang sapi+abu sekam padi, fosfat alam+abu sekam padi, dan pupuk kandang sapi+fosfat alam+abu sekam padi. Pemangkasan terbagi menjadi 2 taraf; tanpa dipangkas dan dipangkas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemupukan yang menggunakan pupuk kandang sapi+fosfat alam+abu sekam padi dapat meningkatkan bobot basah pucuk 125.21% dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemupukan. Pemangkasan menurunkan biomasa tanaman dan jumlah daun. Pertumbuhan tanaman torbangun termasuk lambat, sehingga pemanenan harus dilakukan pada umur tanaman yang lebih lama.
Pengaruh Pupuk Organik Guano dan Chitosan terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anggrek Phalaenopsis spp. Ira Fauziah Noer; Dewi Sukma; Sandra Arifin Aziz
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.872 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15803

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik guano dan kitosan pada pertumbuhan dan perkembangan anggrek Phalaenopsis dilakukan di pembibitan Gunung Batu, Bogor pada bulan Maret sampai Agustus 2011. Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pemupukan terdiri atas pupuk Thaichung 1 g L-1, pupuk Thaichung 1 g L-1 + kitosan 10 ppm, Thaichung pupuk 1 g L-1 + guano 10 ml L-1, dan pupuk Thaichung 1 g L-1 + kitosan 10 ppm + guano 10 ml L-1. pupuk Thaichung 1 g L-1 yang dibutuhkan untuk P. bellina dan P. modesta, dan guano 10 ml L-1 yang dibutuhkan untuk P. amabilis di kompot dalam kondisi panas dan kering.
Respon Pertumbuhan Setek Batang Daun Afrika (Vernonia amygdalina) dengan Penggunaan Bagian Batang dan Media Tanam Siti Hilda Ma’rufah; Sandra Arifin Aziz
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.964 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i1.24408

Abstract

Daun Afrika (Vernonia amygdalina) merupakan tanaman obat yang telah banyak dimanfaatkan untuk mengobati penyakit Diabetes Mellitus, akan tetapi belum ada penelitian tentang budi dayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan setek batang daun Afrika (Vernonia amygdalina) dengan penggunaan bagian batang dan jenis media tanam. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2017 di Kebun Percobaan Cikabayan dan Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Insitut Pertanian Bogor. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu bagian batang terdiri dari bagian ujung, tengah dan pangkal dari cabang tanaman. Faktor kedua yaitu media tanam terdiri dari campuran media tanah, arang sekam (1:1) v/v, campuran tanah, arang sekam, pupuk kandang sapi (1:1:1) v/v, campuran tanah, arang sekam, kascing (1:1:1) v/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian batang terbaik yaitu bagian pangkal dan tengah batang. Interaksi bagian pangkal batang dengan campuran tanah, arang sekam, pupuk kandang sapi (1:1:1) v/v dan campuran tanah, arang sekam, kascing (1:1:1) v/v, dan bagian tengah batang dengan semua perlakuan media tanam yang sangat nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot basah batang dan bobot basah daun.
Pemberian Dosis Pupuk Kandang dan Interval Panen terhadap Produksi Jawer Kotok (Coleus atropurpureus L. Benth) Krisetya Ayunina; Sandra Arifin Aziz
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.427 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.177-185

Abstract

Jawer Kotok merupakan tanaman obat yang berasal dari Indonesia. Tanaman ini memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan, tetapi belum banyak diketahui dan dibudidayakan sebagai tanaman obat. Produksi Jawer Kotok yang optimum memerlukan pertimbangan dari segi produktivitas tanaman serta bahan aktif yang terkandung di dalamnya. Budidaya tanaman obat umumnya dilakukan secara organik untuk menghindari pengaruh bahan kimia pada senyawa bioaktif dalam tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis pupuk kandang dan interval panen yang dapat menunjang produksi Jawer Kotok sebagai tanaman obat. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, Bogor, Jawa Barat, Indonesia pada bulan Januari hingga Juli 2018. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk signifikan meningkatkan bobot basah batang total serta variabel pertumbuhan berupa pertambahan tinggi tanaman, lebar tajuk dan jumlah cabang. Interval panen yang sering signifikan menurunkan  bobot basah daun total dan variabel pertumbuhan berupa jumlah daun, pertambahan tinggi tanaman, lebar tajuk, jumlah cabang, kadar air, dan persentase daun batang. Interval panen signifikan menurunkan kadar klorofil a, karoten, dan total klorofil daun. Terdapat interaksi antara dosis pupuk dan interval panen pada parameter pertambahan tinggi tanaman pada 10 dan 26 MST.
Aplikasi Pupuk Organik Cair Urin Kelinci Meningkatan Pertumbuhan dan Produksi Caisim (Brassica juncea L.) Organik di Yayasan Bina Sarana Bakti, Cisarua, Bogor, Jawa Barat Dhedy Kristanto; Sandra Arifin Aziz
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.81 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30192

Abstract

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di Kebun Organik Yayasan Bina Sarana Bakti (YBSB), Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi pupuk organik cair urin kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil produksi sayuran caisim secara organik. Data primer diambil melalui percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) 1 faktor dengan 4 taraf urin kelinci (0, 5, 10, dan 15%) dan 3 ulangan sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Tanaman caisim dikombinasikan dengan selada merah dengan letak 3 baris tanaman caisim dan 2 baris selada merah di sisi kanan dan kirinya. Kegiatan produksi sayuran organik di YBSB secara keseluruhan telah berjalan dengan baik. Kegiatan penelitian ini mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan penulis baik dari segi teknis maupun manajerial dalam budidaya sayuran organik. Aplikasi pupuk organik cair urin kelinci pada 1 minggu setelah tanam nyata meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman caisim diantaranya jumlah, daun, panjang daun, lebar daun dan diameter batang. Konsentrasi urin kelinci 10% adalah konsentrasi terbaik untuk diaplikasikan pada tanaman caisim. Konsentrasi ini nyata meningkatkan bobot basah dan bobot rompesan caisim yang dipanen. Meskipun secara statistik ketiga perlakuan konsentrasi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, namun konsentrasi POC 10% menghasilkan rataan nilai tengah bobot layak jual tertinggi dengan persentase peningkatan sebesar 72.87%, sehingga dapat dijadikan sebagai pilihan terbaik karena lebih menguntungkan dari segi ekonomi.
Interaksi Antara Jumlah Nitrogen Dan Cara Panen pada Pertumbuhan dan Persentase Minyak Nilam yang Dihasilkan pada Panen Pertama Stefani Daryanto; Sandra Arifin Aziz
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 12 No. 3 (2007): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.373 KB)

Abstract

Patchouli oil is one of major components in perfumery industries as well as incense. Its smell is heavy and strong due to the presence of its major component called patchoulol or patchouli alcohol. However, the production has not stabilized yet because of several factors including cultivation. Experiment was conducted from November 1999-May 2000. Patchouli cuttings were grown in randomized complete block design with four replications. Nitrogen rates for this experiment were 0, 45, 90, and 135 kg ha-1 and three harvesting methods, which were three pairs of youngest leaves, 20 em from the tip and by leaving 20 em stubble from ground. Plant height and number of branches continued to increase significantly linear at higher N rates. There was significant interaction between N rate and harvesting method on wet and dry harvest mass. Effect of N on composite percentage differed for each harvesting method. The yield from three youngest leaves was higher than harvesting 20 em from the tip and leaving 20 em stubble from the ground for 45, 90, and 135 kg ha-1 respectively. Keywords: patchouli oil, nitrogen level, harvesting method
The Effect of Phosphorous Fertilization on Indian Pennyworth (Centella asiatica L. Urban) in High Altitude Sandra Arifin Aziz; Munif Ghulamahdi; Andria Afrida
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.75 KB) | DOI: 10.29244/jhi.2.1.1-5

Abstract

The experiment was conducted to determine the effect of phosphorous fertilization on growth and production of Indian pennyworth (Centella asiatica L. Urban) in the high altitude (1,500 m above sea level/asl). This experiment was carried out at Gunung Putri experimental station Balittro,Cipanas, Cianjur in October 2008 until April 2009. The treatment was laid-out in a Complete Randomized Block Design and consisted of single factor with 5 replications. The factor was P2O5 fertilization i.e. 0, 30, 60, 90, and 120 kg P2O5.ha-1. The results of the experiment showed that P2O5 fertilizer significantly increased the total leaf number, leaf length, the total flower number, leaf thickness of mother plant and production components at 6 month after planting. The highest production (1.34 ton dry weight.ha-1) was achieved by 60 kg P2O5.ha-1. The optimum dosage to improve dry weight production of Indian pennyworth in high altitude was 65.84 kg P2O5.ha-1.Key words: Centella asiatica L., phosphorous fertilization, production
Karakterisasi Morfologi Anggrek Phalaenopsis Hibrida Fajar Pangestu; Sandra Arifin Aziz; Dewi Sukma
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.19 KB) | DOI: 10.29244/jhi.5.1.29-35

Abstract

ABSTRACTOrchid is one of ornamental plants that  has  high aesthetic value and Phalaenopsis hybrid is one of orchid type  famous in Indonesia. Characterization of Phalaenopsis hybrid should be made to determine  similarity  or  diversity between  hybrids  and  as  a  basic  information  on  plant  breeding activities. The purpose of this study was to study the morphological character and relationship of five  accessions  of Phalaenopsis  hybrid  i.e,  four white accessions  flowering hybrid, one  accession yellow flowering hybrids and Phalaenopsis  amabilis  ‘Cidaun’  ecotype. Based on the morphology of leaves and  flowers,  two  of  the  four  accessions  white  flowering  hybrid  have similarity  coefficient 1.00. Every Phalaenopsis hybrid clustered together on the similarity coefficient 0.729, but one of three replications yellow flowering hybrids have similarity coefficient 0.435 with main differences in leaf shape and flowering types.  Phalaenopsis  amabilis’  Cidaun’  ecotype  have similarity coefficient 0.528 with main differences with Phalaenopsis hybrid in flowers shape and flowering types.Keywords: Coefficient similarity, flowers, leaves, morphological character, Phalaenopsis hybrid ABSTRAKAnggrek  merupakan  tanaman  hias  yang  memiliki  nilai  estetika  tinggi  dan Phalaenopsishibrida  merupakan  salah  satu  jenis  anggrek  yang  terkenal  di Indonesia.  Keragaman  Phalaenopsishibrida  yang  cukup  tinggi,  sehingga perlu  dilakukan  karakterisasi  untuk  mengetahui  kemiripan ataupun keragaman  antar  Phalaenopsis  hibrida  maupun  dengan  Phalaenopsis spesies asli  sebagai informasi  dasar  dalam  kegiatan  pemuliaan  tanaman.  Tujuan dari  penelitian  ini  adalah  untuk mempelajari  karakter  morfologi  dan kekerabatan  antara  lima  aksesi  Phalaenopsis  hibrida  yaitu empat aksesi hibrida berbunga putih, satu aksesi hibrida berbunga kuning dan Phalaenopsis amabilisekotipe ‘Cidaun’. Berdasarkan morfologi daun dan bunga, dua dari empat aksesi hibrida berbunga putih  memiliki  koefisien  kemiripan  1.00. Semua  Phalaenopsis  hibrida  berkelompok  menjadi  satu pada  koefisien kemiripan  0.729,  sementara  satu  ulangan  dari  hibrida  berbunga  kuning memiliki koefisien  kemiripan  0.435  dengan  perbedaan  utama  pada  bentuk daun  dan  tipe  pembungaan. Phalaenopsis  amabilis  ekotipe  ‘Cidaun’ memiliki koefisien kemiripan 0.528 dengan  Phalaenopsishibrida, perbedaan utama pada bentuk bunga dan tipe pembungaan.Kata kunci: Koefisien kemiripan, Bunga, daun, karakter morfologi, Phalaenopsis hibrida
Protocorm Like Bodies (PLB) Anggrek Hasil Silangan Phalaenopsis gigantea × Phalaenopsis violacea pada Kombinasi Media dan ZPT Sandra Arifin Aziz; Dewi Sukma; , Nazi
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.818 KB) | DOI: 10.29244/jhi.5.2.118-127

Abstract

ABSTRACTThe study  was  aimed to  determine  combination media and plant growt regulator to support growth  of  F1  of  PLB  orchid  from  Phalaenopsis gigantea x Phalaenopsis  violacea  hibridisation,. This research consist of two experiment. The first  experiment use  randomize  complete  block  design with two factor i.e media and plant growth regulator (PGR). The experiment used Knudson C 80% and  NPK  (18:18:18+EDTA)  media, while  the plant  growth  regulator used without  PGR,  coconut water, thidiazuron (TDZ)  +  benziladenin (BA). The second experiment  was  subculture in different media,  Knudson  C  80% without  PGR  to  Knudson  C  80%  without  PGR  and  NPK, NPK (20:20:20)+vitamin+myoinositol; NPK (18-18-18+EDTA)  without PGR subculture to  NPK (18-18-18+EDTA)  without  PGR  and  NPK (20:20:20)+vitamin+myoinositol;  NPK  (18:18:18+EDTA) +TDZ 0.5 ppm+BA 0.5 ppm subculture to NPK (18:18:18+EDTA) +TDZ 0.5 ppm+BA 0.5 ppm andNPK  (20:20:20)+  vitamin+myoinositol;  KC  80%+coconut  water  100 ml, KC  80%+TDZ  0.5 ppm+BA  0.5  ppm  and  NPK  (18:18:18+EDTA) +coconut water  100  ml  subculture  to  NPK (20:20:20)+  vitamin+myoinositol.  The result showed that the best combination of media and plant growth  regulator to proliferation was NPK (18:18:18+EDTA) without PGr media, and then subculture in the same media i.e NPK (20:20:20) +vitamin+ myoinositol.Key words: Knudson C 80%, Protocorm Like Bodies (PLB), orchid, thidiazuron,benziladenin ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari kombinasi media tanam dan  zat pengatur tumbuh(ZPT)  yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan PLB anggrek hasil silangan antara  Phalaenopsisgigantea  ×  Phalaenopsis  violacea. Penelitian  terdiri  atas  2  percobaan. Percobaan 1  menggunakan rancangan acak  lengkap  faktorial  dengan  2  faktor,  yaitu  media  tanam  dan  ZPT. Media  yang digunakan adalah media Knudson C (KC) 80% dan media NPK (18:18:18+EDTA), sedangkan ZPT yang dicobakan adalah tanpa penambahan ZPT, air kelapa, serta  thidiazuron (TDZ)  +benziladenin (BA).  Percobaan  2 adalah  subkultur  pada  media  yang  berbeda  menggunakan  rancangan acak lengkap  yaitu,  KC  80%  tanpa  ZPT  disubkultur  ke  KC  80%  tanpa ZPT  dan  NPK (20:20:20)+vitamin+  myoinositol; NPK (18-18-18+EDTA) tanpa ZPT disubkultur ke NPK  (18-18-18+EDTA) tanpa ZPT dan NPK (20:20:20)+vitamin+myoinosi tol; NPK (18:18:18+EDTA) +TDZ 0.5 ppm+BA 0.5 ppm disubkultur ke NPK (18:18:18+EDTA) +TDZ 0.5 ppm+BA 0.5 ppm dan NPK (20:20:20)+vitamin +myoinositol; KC 80%+air kelapa 100 ml, KC 80%+TDZ 0.5 ppm+BA 0.5 ppm dan  NPK  (18:18:18+EDTA)  +air  kelapa 100 ml  disubkultur  ke  NPK  (20:20:20)+vitamin+myoinositol.  Hasil  percobaan menunjukkan  bahwa  perlakuan  media  dan  ZPT  terbaik  untuk proliferasi adalah  media  NPK  (18:18:18+EDTA)  tanpa  penambahan  ZPT,  kemudian disubkultur pada media yang sama, atau media NPK (20:20:20) +vitamin+ myoinositol.Kata kunci: Knudson C 80%, Protocorm Like Bodies (PLB), anggrek, thidiazuron, benziladenin
HUBUNGAN JUMLAH BUNGA, JUMLAH DAUN, JUMLAH ANAK DAUN, JUMLAH CABANG, DAN TINGGI TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KEMUNING (Murraya paniculata (L.) Jack) Ray March Syahadat; Sandra Arifin Aziz
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 5 No. 1 (2013): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl.faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.2013.5.1.%p

Abstract

ABSTRACTThere is a problem that is frequently complained by the nursery which usually cultivated orange jessamine (Murraya paniculata (L.) Jack) from seed as a landscape plant. The problem is orange jessamine usually flowering although the size of the plants are still very small (about 5 cm) and even only has two leafs. These condition tends to be less favorable for the nursery because the orange jessamine grows slow because of vegetative growth was delayed due to the generative growth is underway. This study aims to see how important the presence of orange jessamine flowers in the nursery and how its relationship with branching, plant height, numberof leaves and number of leaflets. This research used a simple linear regression analysis and correlation of 150 orange jessamine plant seeds. The results showed only the correlation of the amount of flowers with plant height that has no significant correlation. Nevertheless, the presence of flowers in the nursery remains important because every increase in the number of flowers, there is also an increase in the number of branch, number of leaf, and number of leaflet.Keywords: Murraya paniculata (L.) Jack, rutaceae, flowers, landscape plants, plant nursery
Co-Authors , Adiwirman , Nazi , Nirwan ,, Herlina . Herlina . TRIVADILA A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Munif Agus Yudhi Pardiyanto Andika Akbarul Iman Andria Afrida Anggia Murni Ani Kurniawati Anisya Elsa Shafira Ari, Ahmad Nur Hidayat Gena Arista, Nor Isnaeni Dwi Atang Sutandi Auliya Ilmiawati Ayunina, Krisetya Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi Bayuanggara Cahya Ramadhan betty betty Betty Tjhia BUDI MARTONO DADANG DADANG Danar Hadisugelar Dewi Sukma Dhedy Kristanto Didy Sopandie Diny Dinarti DINY DINARTY, DINY Dyah Iswantini Edi Santosa Ekawati, Rina Eman Ayu Sasmita Jati, Gusti Fajar Pangestu Fauziah, Ni'mah Fhonna, Tasya Nurizki Giyanto, dan Gusmaini Gusmaini GUSMAINI GUSMAINI GUSMAINI GUSMAINI, GUSMAINI Haridjaja, Oteng Herlina, NFN Hesti Pujiwati Hesti Pujiwati Hilda Susanti Hilda Susanti I Ketut Suada Ina Kusheryani Ira Fauziah Noer Irmanida Batubara Ismail Saleh Ismail Saleh Ismiyanti, Ismiyanti Isna Tustiyani Isna Tustiyani Jamil, Anna Moslihat Kailola, Joan Joulanda Grace Karimuna, Siti Rahmah Ketty Suketi Krisetya Ayunina Kurniawati, Ari Kurniawati, Ari LATIFAH K. DARUSMAN Leo Mualim M. Rafi MADE ASTAWAN Manalu, Johanes Marojahan MARIA BINTANG Maya Melati Ma’rufah, Siti Hilda Meity Suradji Sinaga Miftahudin . Mohamad Rafi Mufa'adi, Ardianto Muhamad Syukur Muhammad Farid Muhammad Farid Muhammad Syukur Munawaroh, Nafi'atul Munif Ghulamahdi Mustika Tripatmasari Tripatmasari Nafi'atul Munawaroh Neni Musyarofah NFN Herlina Ni'mah Fauziah Noer, Ira Fauziah Nur Faridah, dan Didah Nuri Andarwulan Nurliani Bermawie NURLIANI BERMAWIE NURLIANI BERMAWIE Nurliani Bermawie Nurwita Dewi Oteng Haridjaja Parwito Pebra Heriansyah Purwono Purwono, Purwono Purwono, dan Putri, Astrid Aditya Putri, Fiadini Rahmi Taufika Ramadhan, Bayuanggara Cahya Ramadhani, Elrisa Rasmani, Rasmani Ray March Syahadat Refa Firgiyanto Respita, Intan Annisa rina ekawati Rizva, Dian Novira Sari, Galuh Yunita Shafira, Anisya Elsa Siti Hilda Ma’rufah Siti Maryam Harahap Siti Maryam Harahap Siti Sadiah Slamet Susanto Sri Astuti Rais Stefani Daryanto Sudirman Yahya Sudirman Yahya Tamsin, Aqlia Hanna Nurfatiha Taopik Ridwan Taopik Ridwan Tatik Raisawati Toyip Toyip Tutik Wresdiyati Wahyu Arif Sudarsono Wahyu Arif Sudarsono Waras Nurcholis Wardani, Eska Ayu Winarso D. Widodo Yudiansyah Yudiansyah Yulia Indriani